Fikih untuk Wanita
4.77K members
21 photos
186 links
KHUSUS AKHAWAT (WANITA).
Penasehat: Al-Ustadz Usamah bin Faishal al-Mahri hafizhahullah
Pembimbing: Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah
Download Telegram
to view and join the conversation
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 144

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

DALIL bahwa mustami' dihukumi seperti orang yang membaca Al-Qur'an, bahwa Nabi Musa عليه السلام berkata,

ٰرَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ. قَالَ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَانِّ سَبِيلَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

"... Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia. Ya Rabb kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih. AlIah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui". (QS. Yunus: 88-98)

Firman Allah ta'ala :

دَعْوَتُكُمَا

Da'watukuma adalah bentuk mutsanna (untuk dua orang), padahal yang membaca (berdoa) hanyalah satu orang, yakni Nabi Musa. Lalu mengapa Allah ta'ala menjawab doanya untuk dua orang.

Para ulama menjelaskan:

Karena Nabi Musa yang berdoa, dan Nabi Harun yang mustami' dan mengamini, maka Allah ta'ala menjadikan untuk mustami' (Nabi Harun) hukum yang sama seperti yang berbicara dalam doa (yakni Nabi Musa).

Apabila ada seseorang yang bertanya, mengapa bagi as-sami' tidak disunnahkan sujud tilawah padahal dia mendengar ayat sajdah dibaca dan yang membacanya sujud tilawah?

Jawabannya:

Bahwa as-sami' tidak dihukumi sama seperti yang membaca, maka dia tidak mendapat pahala bacaan Al-Qur'an, dan juga dia tidak dianjurkan sujud seperti dianjurkannya kepada yang membaca.

Apabila jika yang membaca tidak sujud, maka mustami' tidak perlu sujud, sebab sujudnya mustami' mengikuti sujudnya orang yang membaca, maka pada asalnya yang diperintahkan sujud adalah yang membaca, sedangkan yang mengikuti dan mendengar bacaan (mustami') hanya mengikuti sujudnya orang yang membaca.

Dalilnya, hadits Zaid bin Tsabit رضي الله عنه,

أنه قرأ على النبي صلى الله عليه وسلم سورة النجم، فلم يسجد فيها.

"Bahwasanya dia membacakan di hadapan Nabi صلى الله عليه وسلم surah An-Najm, maka dia tidak sujud padanya." (Muttafaqun 'alaih)

Hadits di atas menunjukkan bahwa sahabat Zaid bin Tsabit tidak sujud tilawah, sehingga Nabi صلى الله عليه وسلم yang mustami' juga tidak sujud. Sebagaimana dalam riwayat sebelumnya, bahwa para sahabat ikut sujud tilawah bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم, dan beliau tidak mengingkarinya dan tidak melarang para sahabat untuk sujud, padahal para sahabat ketika itu hanyalah sebagai mustami', bahkan beliau menyetujui sujud tilawah yang dilakukan oleh para sahabat.

Maka hadits Zaid bin Tsabit di atas menunjukkan bahwa, jika yang membaca tidak sujud, maka mustami' tidak sujud. Apabila yang membaca tidak Sujud, apakah mustami' harus mengingatkan dan menyuruh sujud kepada orang yang membaca ayat sajdah?

Bersambung insya Allah

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 15 Sya'ban 1439 H / 1 Mei 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ144
===================
Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website
http://www.nisaa-assunnah.com
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
Channel Telegram
http://t.me/nisaaassunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 145

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Apabila yang membaca tidak sujud tilawah, apakah mustami' harus mengingatkan dan menyuruh sujud kepada orang yang membaca ayat sajdah?

Kami (Asy-syaikh Utsaimin رحمه الله) katakan,
~ Jika kemungkinan dia lupa tidak sujud tilawah, maka hendaklah diingatkan.
~ Tapi jika kemungkinan dia ingat, yakni tidak lupa dengan syariat sujud tilawah, maka tidak perlu diingatkan, sebab dia meninggalkan sujud tilawah dengan sengaja.

Kami jelaskan dengan contoh berikut:

Jika yang membaca Al-Qur'an itu seorang thalibul ilmi, dan dia mengetahui syariat sujud tilawah, bahwa sujud tilawah itu bukan wajib, maka yang seperti ini tidak perlu diingatkan.

AYAT-AYAT SAJDAH DALAM AL-QUR'AN HANYA ADA 14, TIDAK LEBIH DAN TIDAK KURANG.

DALILNYA:

Dari SUNNAH

Sesungguhnya para ulama banyak meriwayatkan tentang ayat-ayat sajdah, di antaranya ada shahih dan marfu' (terangkat sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم), dan yang lain ada pula riwayat yang mauquf (terhenti sampai para sahabat).

Adapun yang mauquf memiliki hukum rafa' (terangkat sampai kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم), sebab hal ini termasuk perkara yang tidak mungkin para sahabat berijtihad padanya, maka perkara ini adalah perkara taufiqiyyah (yakni yang tidak mungkin dilakukan oleh para sahabat, kecuali ada nash/dalil, pen.).

TEMPAT-TEMPAT AYAT SAJDAH DALAM AL-QUR'AN SECARA TERPERINCI SEBAGAI BERIKUT:

1. Dalam Surah Al-A'raf: 206.

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang di sisi Rabb-mu tidak menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya, mereka bertasbih dan bersujud kepada-Nya."

Ayat tersebut di atas menjadi ayat sajdah disebabkan Allah ta'ala memuji mereka, orang-orang yang di sisi Allah, tidak menyombongkan diri dari beribadah kepada Allah, mereka bertasbih, dan bersujud kepada Allah, maka mereka yang dipuji oleh Allah adalah mereka yang dicintai oleh Allah.

2. Dalam surah Ar-Ra'd: 15

Bersambung insya Allah

•••━ ━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 22 Sya'ban1439 H / 8 Mei 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ145
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website
http://www.nisaa-assunnah.com
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
Channel Telegram
http://t.me/nisaaassunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 146

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

AYAT-AYAT SAJDAH DALAM AL-QUR'AN

2. Dalam surah Ar-Ra'd: 15

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.

3. Dalam surah An-Nahl: 49

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.

4. Dalam surah Al-Isra': 107-109

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا. وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا.
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. Dan mereka berkata: "Maha Suci Rabb kami, sesungguhnya janji Rabb kami pasti dipenuhi". Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

5. Dalam surah Maryam: 58

إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

6. Dalam surah Al-Hajj: 18

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ ۩

Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.

7. Dalam surah Al-Hajj: 77

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩

Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.

8. Dalam surah Al-Furqan: 60

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا ۩

Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab: "Siapakah yang Maha Penyayang itu? Apakah kami akan sujud kepada Rabb Yang kamu perintahkan kami (bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh (dari iman).

9. Dalam surah An-Naml: 25-26

أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۩

Agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai 'Arsy yang besar".
10. Dalam surah As-Sajdah: 15

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

11. Dalam surah Fushshilat: 37-38

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ. فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah. Jika mereka menyombongkan diri, maka mereka (malaikat) yang di sisi Rabbmu bertasbih kepada-Nya di malam dan siang hari, sedang mereka tidak jemu-jemu.

12. Dalam Surah An-Najm: 62

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

13. Dalam surah Al-Insyiqaq: 20-21

فَمَا لَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ. وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ ۩

Mengapa mereka tidak mau beriman? Dan apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka tidak bersujud.

14. Dalam surah Al-'Alaq: 19

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩

"Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)."

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 29 Sya'ban 1439 H / 15 Mei 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ146
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website
http://www.nisaa-assunnah.com
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
Channel Telegram
http://t.me/nisaaassunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 147

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Inilah 14 ayat-ayat sajdah secara global, dalam surah:

1. Al-A'raf: 206
2. Ar-Ra'd: 15
3. An-Nahl: 49
4. Al-Isra': 107-109
5. Maryam: 58
6. Al-Hajj: 18
7. Al-Hajj: 77
8. Al-Furqan: 60
9. An-Naml: 25-26
10. As-Sajdah: 15
11. Fushshilat: 37-38
12. An-Najm: 62
13. Al-Insyiqaq: 20-21
14. Al-Alaq: 19

Adapun ayat sajdah dalam surah Shad, maka itu adalah ayat untuk sujud syukur.
Akan tetapi ada riwayat yang shahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, bahwa dia melihat Nabi صلى الله عليه وسلم sujud tilawah pada ayat sajdah dalam surah Shad, beliau sujud tilawah di dalam shalat maupun di luar shalat.
Dan yang shahih bahwa itu adalah ayat sajdah untuk sujud tilawah, oleh karena itu dengan tambahan ini, maka ayat-ayat sajdah ada 15.

APA YANG DIBACA DALAM SUJUD TILAWAH

Dalam sujud tilawah membaca,

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhana Rabbiyal a'la

"Mahasuci Rabbku Yang Maha Tinggi"

Sebab ketika turun firman Allah ta'ala,

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi." (QS. Al-A'la: 1)

Beliau bersabda, "Jadikanlah ia sebagai (bacaan) dalam sujud kalian."

Bacaan dalam sujud itu dibaca baik sujud dalam shalat maupun ketika sujud tilawah.

Ada pula bacaan yang lain ketika sujud, yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhanakallahumma Rabbana wabihamdika Allahummaghfirli

"Mahasuci Engkau Ya Allah Rabb kami, dan dengan memuji-Mu ya Allah ampunilah aku."

Berdasarkan dua dalil berikut ini:

Bersambung insya Allah

•••━══ ❁✿❁ ══━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 6 Ramadhan 1439 H / 22 Mei 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ147
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website
http://www.nisaa-assunnah.com
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
Channel Telegram
http://t.me/nisaaassunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Pertemuan 148

KAJIAN FIKIH

Dari kitab:
Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah

Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Berdasarkan dua dalil:

1. Dalil yang pertama:

Firman Allah ta'ala,

إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ ۩

"Sesungguhnya yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diingatkan dengannya mereka tersungkur sujud, dan mereka bertasbih dengan memuji Rabb mereka, dan mereka tidak sombong." (QS. As-Sajdah :15)
Dan ini adalah ayat sajdah.

2. Dalil kedua:

Hadits Aisyah رضي الله عنها:

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول في ركوعه و سجوده: "سبحانك اللهم ربنا وبحمدك اللهم اغفرلي."

"Rasulullah صلى الله عليه وسلم sering membaca dalam rukuk dan sujudnya, 'Subhanaka Allahumma Rabbana wabihamdika Allahummaghfirli'." (Muttafaqun 'alaih)

Ada pula bacaan yang lain ketika sujud, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ahlus Sunan, yakni:

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلّٰهِ الَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الـخَالِقينَ

Allahumma laka sajadtu, wa bika aamantu, wa 'alaika tawakkaltu.
Sajada wajhiya lillahilladzi kholaqohu wa showwarohu wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu bi hawlihi wa quwwatihi. Fa tabarakallahu ahsanul kholiqin

Artinya: "Ya Allah untuk-Mu aku bersujud, dan hanya kepada-Mu aku beriman, dan hanya kepada-Mu aku berserah diri. Wajahku sujud kepada Yang menciptakannya dan membentuknya, serta yang telah membelah (membuka) pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maka Maha Mulia Allah sebaik-baik yang Menciptakan." (HR. Muslim dan yang lainnya)

Dalam riwayat At-Tirmidzi ada lafazh tambahan yang boleh pula untuk ditambahkan ketika sujud, yaitu:

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ،

Allahummaktub lii bihaa ajran, wa dho' 'annii biha wizron, waj'alha lii 'indaka dzukhron, wa taqabbalhu minnii kama taqabbaltahaa min 'abdika Dawud

Artinya: "Ya Allah catatlah untukku dengannya sebagai pahala, dan hapuslah dariku segala dosa, dan jadikanlah untukku di sisi-Mu sebagai kebaikan, dan terimalah dariku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Dawud." (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Al-Albani رحمه الله dalam Shahih Sunan Abu Dawud)

Alhamdulillah telah selesai penjelasan tentang Sujud Tilawah.

Yang berikutnya insya Allah kita kaji tentang:
SUJUD SYUKUR

Bersambung insya Allah

•••━════━•••

Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 13 Ramadhan 1439 H / 29 Mei 2018 M.

Akhawati fillah, jika ada yang tidak dipahami, silakan dicatat untuk ditanyakan melalui admin grup masing-masing.

Barakallahu fikunna

#NAFiqih #NAFQ148
===================

Bagi yang ingin mendapatkan faedah dari dars Kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah yang telah berlalu, silakan mengunjungi:
Website
http://www.nisaa-assunnah.com
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html
Channel Telegram
http://t.me/nisaaassunnah
http://t.me/fiqihwanitamuslimah

Nisaa` As-Sunnah
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 30 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 29 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 28 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 27 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 20 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Bismillah.
Akhawati fillah, tafadhalna bergabung dengan channel khusus (baru) berikut:

📚 Kajian kitab Fiqh Al-Mar'ah Al-Muslimah
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

http://t.me/NAfiqih
http://www.nisaa-assunnah.com/p/nafiqih.html

~~~~~~~~~~~~~~

📚 Kajian kitab AL-FIQH AL-MUYASSAR (FIKIH PRAKTIS)

http://t.me/NAmuyassar
http://www.nisaa-assunnah.com/p/namuyassar.html

~~~~~~~~~~~~~~

📚 Kajian kitab Tsalatsatul Ushul (Tiga Landasan Utama)
Penulis:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab رحمه الله تعالى
Syarah/Penjelasan oleh:
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin رحمه الله

http://t.me/NAtauhid
http://www.nisaa-assunnah.com/p/natauhid.html

~~~~~~~~~~~~~~

Bagi member channel dars yang lama, kami imbau untuk join di link channel dars yang baru di atas.

💐 Semoga bermanfaat, barakallaahu fikunna.


Malang, 19 Syawal 1439 H / 3 Juli 2018

✍🏼 Tertanda,
ADMIN
🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 19 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 18 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 17 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 10 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 9 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 8 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.
The account of the user that created this channel has been inactive for the last 5 months. If the account of the creator remains inactive in the next 7 days, it will self-destruct and the channel will lose its creator.