MUSLiM Network
159 subscribers
341 photos
427 videos
7 files
125 links
Educate, Unite & Empower for the sovereignty of Muslim
Download Telegram
#tazkirah

Dunia seindah apapun dia akan tetap kita tinggalkan, entah itu sebentar lagi atau esok nanti, Maka letakkanlah dunia di tangan mu jangan letakkan dia di hati mu,

Dunia seindah apapun janganlah sampai kita terlena, biarlah ia tetap menjadi latar belakang semata. Dan biarlah surganya menjadi harapan dan tujuan kita,

Dunia seindah apapun tetaplah sadar bahwa kita bagaikan seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kita hanya beristirahat sejenak, kemudian akan pergi meninggalkannya, dan kembali kekampung halaman kita yang sebenarnya yaitu akhirat.

Dunia seindah apapun jadilah kita tetap orang asing baginya, sebab dari Allah kita berasal dan kepadaNya pula akan kembali. Asing, maka berhati-hati. Asing, maka tiada kawan sebaik Dia. Asing, maka kita perbanyak bekal dan sedikitkan beban.

Dunia seindah apapun jadilah kita seperti penyeberang jalan, yang menengok ke kanan dan kiri agar selamat, dan menganggukkan sapa yg baik demi mencari sebanyak-banyak pembela dan mengurangi para penggugat. Sebab selepas penyeberangan sana yang ada adalah pengadilan.

Dunia seindah apapun tetaplah bahwa itu bagaikan fatamorgana, Ia adalah kehidupan yang tidak abadi, kebahagiaan yang menipu, dan kesenangan yang semu. Maka jangan sampai kita terbuai dan lalai di buatnya.

Dunia seindah apapun tetaplah lebih jelek daripada bangkai anak kambing yang cacat dan tak lebih berharga dari sehelai sayap Nyamuk, Maka janganlah engkau pernah kagum dan cinta dengan segala kemegahannya, sehingga melupakan akhirat yg sempurna.

Dunia seindah apapun ingatlah bahwa ia bukanlah tempat kita tinggal, maka janganlah pernah engkau tertipu dengan pangkat, jabatan, harta, kekuatan serta kecantikanmu, karena semua yang ada dibumi itu pasti binasa.

📝Catatan Sahabat
© HabibieQuotes 1441.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Rahmat melimpah, damainya kurasakan, Ramadan bulan al-Quran mendidik jiwaku, menyuburkan iman. Kuharapkan terus bersamamu selamanya
#Ramadan di hati, kumohon usah pergi..

> 🎼Maher Zein https://vt.tiktok.com/ZSuHAHxLg/
Jika engkau diuji, maka bersabarlah.
Jika engkau diberi, maka bersyukurlah.
Jika engkau berdosa, maka beristighfarlah.

Dan biasakanlah dirimu untuk selalu menerima kehidupan ini dengan keyakinan dan keridhaan; baik keuntungannya maupun kerugiannya, kebahagiaannya maupun kesedihannya, kenikmatannya maupun kesulitannya.

Saat itulah, engkau akan merasakan kenikmatan yang kekal, keamanan yang abadi, dan kedamaian jiwa..
Barakallahu fiikum

📝Catatan Sahabat
بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allah
Kami bersyukur atas nikmat Mu .
Nikmat sehat Nikmat usia Nikmat silaturahmi dan Nikmat hidayah Iman Islam. Mudahkanlah urusan kami hingga menjadi hambaMu yang tawadu penyabar dan selalu bersyukur..

Ya Allah
Karuniakanlah kepada kami jiwa yang tenang dan tentram, hiasi hati kami dengan rasa syukur, Sabar dan ridha diatas ketentuanMu.. Jauhkanlah kami dari sifat ujub , riya , takabur dan berprasangka buruk kepada orang lain .

Ya Allah
Aku tidak meminta Engkau berhenti memberikanku ujian.
Hanya saja berikan aku kemudahan di setiap apa pun yang aku lakukan.Tuntunlah lisanku agar selalu berkata baik, tuntunlah hatiku agar senantiasa berprasangka baik , tuntunlah akal serta pikiranku agar senantiasa berfikir jernih

Ya Allah
Panjangkanlah umur kami , karuniakanlah kami kesehatan yg baik .Terangilah hati kami dengan NUR pancaran Iman Mu.
Dekatkan kami kepada kebaikan dan jauhkan kami dari segala kejahatan Karuniakan kami kesenangan , ketenangan , kecemerlangan , dan hidayah dari Mu .

Ya Allah
Jadikanlah kami pasangan yg pandai bersyukur atas apa yg Engkau berikan.. Jadikanlah kami suami isteri yang saling mencintai dikala dekat , saling menjaga kehormatan dikala jauh dan saling menghibur dikala duka

Ya Allah
Semoga kami tetap kuat meski dihempas badai ujian dan semoga akan tetap sabar menanti ketetapan  terindah dariMu.Ubahlah kesedihan siapapun menjadi kebahagiaan .
Ubahlah setiap air mata yg mengalir menjadi karuniamu dalam hidup kami

Ya Allah...
Apabila telah tiba masa kematian kami maka wafatkanlah kami
dalam keadaan beriman...
dalam keadaan Islam...
dalam keadaan berdzikir...
dalam kebahagian beribadah...
dalam kerinduan berjumpa dengan-Mu...
dalam keadaan husnul khotimah.

ﺁﻣِﻴْﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺏَّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦ
“Ketika Kenyataan Datang… Lalu Sandaran Manusia Mulai Goyah”

(QS. Ali 'Imran: Transisi Ayat 143 ke 144)

Ada satu fase dalam hidup
yang tidak hanya membuat kita lelah…

tapi membuat kita merasa
sendirian untuk pertama kalinya.

Bukan karena masalah datang.
Bukan karena kenyataan pahit.

Tapi karena sandaran yang selama ini kita pegang… mulai goyah.

---

DULU… KITA MENGIRA AKAN KUAT

Di ayat sebelumnya Allah berkata:

وَلَقَدْ كُنتُمْ تَمَنَّوْنَ…

“Dahulu kalian mengharapkannya…”

Dulu kita ingin jalan ini.

Ingin hidup lebih benar.
Ingin meninggalkan yang salah.
Ingin menjadi orang yang lebih kuat dalam iman.

Dan waktu itu…
semuanya terasa mungkin.

Karena yang terlihat hanya harapan.

Belum ada luka.
Belum ada kehilangan.

---

LALU… KENYATAAN DATANG

Ketika kenyataan benar-benar hadir,
baru terasa sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan:

Beratnya keputusan.
Panjang-nya proses.
Sunyi-nya perjuangan.

Tagihan datang.
Usaha goyah.
Orang mulai menjauh.

Dan di situ kita mulai belajar satu hal:

hidup tidak selalu seperti bayangan.

---

TAPI ADA FASE YANG LEBIH BERAT

Bukan sekadar menghadapi kenyataan.

Tapi kehilangan sandaran manusia.

Karena jujur saja…

selama ini yang membuat kita kuat
bukan hanya iman.

Tapi juga siapa yang ada di samping kita.

Figur yang menenangkan.
Orang yang selalu memberi solusi.
Sistem yang selama ini menopang hidup.

Selama sandaran itu ada,
kita merasa dunia masih stabil.

Selama tempat bersandar itu berdiri,
kita merasa perjalanan masih aman.

---

SAMPAI SUATU HARI… SANDARAN ITU GOYAH

Dan fase ini… tidak bisa dihindari oleh siapa pun.

Bisa dalam bentuk:

📉 usaha yang tiba-tiba runtuh
📉 pekerjaan yang hilang
📉 orang yang dulu diandalkan tidak ada
📉 sistem lama yang tidak bisa lagi dipakai

Dan di situ muncul satu rasa yang sangat sunyi:

“Sekarang saya harus bersandar ke siapa?”

Di titik ini…
banyak orang goyah.

Bukan karena tidak beriman.
Tapi karena terlalu lama bersandar pada manusia.

---

DI SINILAH AYAT BERIKUTNYA DATANG

Dengan kalimat yang sangat kuat:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ

“Muhammad hanyalah seorang rasul…”

Kalimat ini bukan sekadar informasi.

Ini adalah koreksi besar terhadap ketergantungan manusia.

Karena bahkan Nabi sekalipun…

bukan sandaran utama.

---

PELAJARAN PALING DALAM

Selama ini kita sering berkata:

“Saya kuat karena dia ada.”
“Saya tenang karena sistem ini ada.”
“Saya aman karena situasi ini stabil.”

Padahal semua itu… bisa hilang.

Dan Allah sedang mendidik satu hal:

Iman tidak boleh berdiri karena manusia.

Iman harus berdiri
meski manusia berubah.

Iman harus tetap berjalan
meski figur hilang.

Iman harus bertahan
meski sandaran dunia goyah.

---

RENUNGAN PALING MENUSUK

Kalau hari ini kamu merasa goyah…

coba jujur pada diri sendiri:

Selama ini…
aku bersandar kepada siapa?

Kepada manusia?
Kepada sistem?
Kepada keadaan?

Atau benar-benar kepada Allah?

Karena suatu hari nanti,
semua sandaran manusia bisa hilang.

Dan yang tersisa hanya satu:

hubungan antara hamba dan Tuhannya.

Dan di situlah…
iman yang sebenarnya akan terlihat.

---

©®Sutrisno Nurhumaedi.
Pendamping Hijrah Dari Riba
Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, justru sebaiknya bersedekahlah untuk bisa membuka pintu rezeki dan juga harta.

📝Catatan Sahabat
Yang kau anggap remeh hari ini, bisa jadi *yang paling berat ditimbangan amal* nanti.

| Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
#muhasabah@muslimnetworkindonesia

Setiap orang punya masa lalu. Ada yang penuh dosa, ada yang penuh luka, ada yang kelam hingga membuatnya malu untuk mengingat.

Tapi ketahuilah, Allah tidak menilai kita dari masa lalu yang sudah terkubur, melainkan dari bagaimana kita memilih hari ini.

Jangan pernah rendahkan seseorang karena kesalahannya dulu, bisa jadi ia kini lebih dekat dengan Allah dibanding kita yang merasa baik.

Selama nafas masih ada, pintu taubat selalu terbuka. Dan sebaik-baiknya manusia bukanlah yang tak pernah salah, melainkan yang selalu berusaha kembali kepada Tuhannya meski jatuh berkali-kali.

Jangan pernah putus asa untuk *jadi lebih baik.* Seberapa pun buruknya dirimu, *Allah selalu mencintai* hamba yang mau bertaubat.


📝Catatan Sahabat https://whatsapp.com/channel/0029VbBrZxtIt5s5gtq3Q828/524

©semangatsubuh/2026
*Doa Orang Tua: Kekuatan Sunyi yang Mengantarkan Kesuksesan*

_Oleh: Muhammad Yasir Yusuf (MYY)_

Kesuksesan seseorang tidak pernah lahir dari satu faktor tunggal. Ia adalah hasil dari banyak variabel: usaha, ilmu, lingkungan dan kesempatan. Namun di antara semua itu, ada satu kekuatan yang sering tidak terlihat tetapi sangat menentukan yaitu doa orang tua.

Sejak kita kecil, ada doa-doa yang dipanjatkan tanpa kita dengar.
Doa agar kita menjadi pribadi yang baik.
Doa agar kita sukses dalam kehidupan.
Doa agar kita selamat dunia dan akhirat.

Mungkin kita tidak pernah menyaksikannya secara langsung. Namun doa itu bekerja diam, dalam dan terus mengiringi perjalanan hidup kita.

Dalam Islam, doa bukan sekadar harapan. Ia adalah senjata spiritual yang menghubungkan manusia dengan kekuasaan Allah. Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa adalah inti ibadah. Dan ketika doa itu datang dari orang tua, ia memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

*Mengapa doa orang tua begitu kuat?*

*Pertama, karena ia lahir dari keikhlasan yang tulus.*
Orang tua tidak mendoakan untuk kepentingan dirinya, tetapi untuk kebaikan anaknya. Tidak ada kepentingan tersembunyi, hanya cinta yang bersih.

*Kedua, karena ia diiringi pengorbanan.*
Doa orang tua bukan hanya ucapan, tetapi terhubung dengan lelah, air mata, dan perjuangan yang mereka jalani sejak kita lahir.

*Ketiga, karena ia memiliki kedekatan spiritual.*
Dalam banyak riwayat, doa orang tua termasuk doa yang mustajab karena posisi mereka yang dimuliakan dalam Islam.
Tidak jarang, kesuksesan seseorang yang terlihat sebagai hasil kerja keras, ternyata disempurnakan oleh doa yang tidak pernah terputus dari orang tuanya. Sebaliknya, ada pula orang yang memiliki kemampuan besar, tetapi hidupnya terasa berat karena kehilangan keberkahan dari restu dan doa orang tua.

Karena itu, bagi orang tua jangan pernah berhenti mendoakan anak-anaknya. Walaupun hari ini mereka belum sesuai harapan, doa adalah investasi jangka panjang yang tidak pernah sia-sia.

Dan bagi kita sebagai anak, ada satu hal penting yang tidak boleh dilupakan meminta doa dan berbakti kepada orang tua.
Mereka bukan hanya sebab kita lahir tetapi juga sebab kita kuat menjalani hidup.
Doa orang tua adalah kekuatan sunyi.
Ia tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya nyata.
Ia tidak selalu terdengar, tetapi hasilnya terasa.

Dan sering kali, ia menjadi jembatan tak terlihat yang mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dan keberkahan hidup.

©Jejak Keshalihan
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
*Bismillâhi Walhamdulillâh...*

Sejenak :

*No Kepo, No Mengeluh, No Mencaci*

Di zaman sekarang, ada tiga hal yang sering dianggap biasa, padahal bisa merusak hati dan amal kita. Tiga hal itu adalah: terlalu kepo, suka mengeluh, dan gemar mencaci.

1️⃣ *No Kepo (Tidak berlebihan ingin tahu urusan orang lain)*
Islam mengajarkan kita untuk menjaga diri dari hal yang tidak bermanfaat. Terlalu ingin tahu urusan orang lain, mencari-cari kesalahan, bahkan membuka aib orang lain adalah perbuatan yang dilarang.
Orang yang sibuk dengan urusan orang lain biasanya lupa memperbaiki dirinya sendiri.

Mari kita tanyakan pada diri:
“Sudahkah saya fokus memperbaiki diri, atau malah sibuk mengurusi hidup orang lain?”

2️⃣ *No Mengeluh (Kurangi keluhan, perbanyak syukur)*
Mengeluh adalah tanda hati yang kurang menerima takdir Allâh Ta'ala.
Padahal, setiap ujian yang Allâh Ta'ala berikan pasti ada hikmahnya.
Bukan berarti kita tidak boleh merasa lelah, tetapi jangan sampai keluhan kita lebih banyak daripada rasa syukur kita.

Orang yang bersyukur akan melihat nikmat di setiap keadaan.
Sedangkan orang yang suka mengeluh, akan merasa kurang dalam segala hal.

3️⃣ *No Mencaci (Menjaga lisan dari menyakiti)*
Lisan adalah cerminan hati. Mencaci, menghina, atau merendahkan orang lain bukanlah akhlak seorang muslim.
Bisa jadi orang yang kita hina justru lebih baik di sisi Allâh Ta'ala daripada kita.

Ingat, satu kata yang kita ucapkan bisa menjadi pahala, tapi juga bisa menjadi dosa.

Jika kita ingin hidup lebih tenang dan berkah, pegang tiga prinsip ini:

Jaga diri dari urusan orang lain, Perbanyak syukur daripada mengeluh, Jaga lisan dari mencaci.

Insyaa Allâh, hati kita akan lebih bersih, hidup lebih damai, dan hubungan dengan sesama menjadi lebih baik.

*والله اعلم بالصواب...*

Insyâ Allâh kita semua akan dimuliakan oleh Allâh Ta'ala.

*_Allâhumma Sholli 'Alâ Sayyidinâ Muhammad, Wa 'Alâ Âli Sayyidinâ Muhammad_*

Yâ Allâh Yâ Rabb... Ampunilah kami, terimalah sholat kami, puasa kami dan ibadah kami lainnya. Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya.

Yâ Allâh Yâ Rabb...
Tingkatkan amal ibadah kami.
Hanya kepadaMu kami memohon dan pelindungan. Semoga kita semua dijadikan keluarga yg sehat dzohir bathin.

Semoga senantiasa Engkau lindungan dan Rahmati.
Jadikan hamba yang pandai bersyukur dan Bahagia, serta bisa membahagiakan orang lain.

Yâ Allâh... Yâ Rabb...
Ampunilah dosa dan kesalahan Murrobi dan guru² kami.

Ampunilah kedua orang tua kami, ampunilah kami, keluarga kami dan saudara² kami.

Yâ Allâh Yâ Rabb...
Sehat dan sembuhkan Orang² tua kami, saudara dan sahabat kami yang sakit.

Jadikanlah sebaik-baik amal kami pada penutupannya. Jadikan kami dan keluarga kami sehat dzohir dan bathin.

Lindungilah kami dari berbagai penyakit, bencana dan kesulitan serta selamatkanlah kami dari bala bencana yang akan menimpa kami sebelum bala' bencana itu turun dari langit.

Jadikan kami, insan yang pandai bersyukur dan bisa membahagiakan orang lain.

Jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Jadikan negeri ini menjadi lebih baik.

Yâ Allâh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang.

Dengan Rahmat dan Pertolongan-Mu kami hidup dan dengan Kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).

*Rabbanâ Taqobbal Minnâ*
Yâ Allâh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.

😊❤️👍
Lihat baik-baik gambar ini. Di sana berdiri Grand Iman Al-Azhar, Syekh Ahmed el-Tayeb; otoritas Sunni paling berpengaruh di dunia hari ini. Di belakangnya, Guru Besar Teologi Universitas Al-Azhar Mesir, Syekh Hasan Asy-Syafi’i. Dan di sampingnya, seorang marja’ Syiah Sayyid Ali Al Amini

‎Kalau mereka bisa berdiri dalam satu barisan, atas nama ilmu dan umat, lalu siapa kita sampai berani mengusir satu sama lain dari Islam?

‎Lebih tegas lagi, fatwa dari kalangan Syiah sendiri seperti Sayyid Ali Al-Amini dengan jelas mengharamkan penghinaan kepada sahabat Nabi dan Ummahatul Mukminin. Jadi narasi bahwa Syiah identik dengan caci maki itu bukan hanya simplifikasi, tapi juga bentuk kemalasan intelektual.

‎Maka berhentilah merasa paling berhak menentukan siapa yang “di dalam” dan siapa yang “di luar” Islam. Ulama-ulama besar memilih jalan merangkul dan menjaga adab, sementara Wahabi justru sibuk mengkafirkan.

‎Kalau standar keislaman ditentukan oleh kedalaman ilmu dan keluasan adab, mungkin yang perlu kita pertanyakan bukan mereka, tapi diri kita sendiri.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Yaa Allah, aku *berlindung* kepadaMu dari apa yang aku *takutkan* dan aku *khawatirkan*. Aku *berlindung* kepadaMu dari *takdir buruk* dan *keburukan semua mahluk*.

Ya Allah *lapangkanlah dadaku*, *teguhkanlah hatiku*, *mudahkanlah urusanku*, *berkahilah rezekiku*.*Cukupkanlah* aku dengan kecukupanMu dan *jagalah* aku dengan penjagaanMu..

Ya Allah,. *ampunilah* aku, *Ridhailah* setiap perjalananku dan *selamatkan* aku dunia wal akhirat.. Aamiin

#munajat
Imam Hasan al-Basri :
"Kerusakan hati itu muncul dari enam hal:
1. Melakukan dosa dengan berharap akan bertobat di masa depan
2. Menimba ilmu tapi tak mengaplikasikannya
3. Beramal, tapi tanpa keikhlasan
4. Menikmati rezeki Allah, namun enggan bersyukur
5. Tak menerima dengan lapang dada atas pembagian yang telah ditentukan Allah
6. Menguburkan yang telah pergi, tetapi tidak mengambil pelajaran.”

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَزِلْ عُيُوبَنَا، وَتَوَلَّنَا بِالْحُسْنَى، وَزَيِّنَّا بِالتَّقْوَى، وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا
Ya Allah, perbaikilah hati-hati kami, hilangkan aib-aib kami, uruslah kami dengan kebaikan-Mu, hiasilah kami dengan takwa, kumpulkan bagi kami kebaikan dunia dan akhirat, serta karuniakanlah kepada kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau masih memberi kami kehidupan.
‎*LIMA KEBIASAAN YANG MEMATIKAN HATI*

‎Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah mengingatkan kita bahwa hati bisa menjadi redup, lemah, dan sulit melihat kebenaran bukan hanya karena dosa besar, tapi karena kebiasaan sehari-hari yang tidak terkontrol. Beliau menyebutkan:

‎أَعْظَمُ مُفْسِدَاتِ الْقَلْبِ خَمْسَةٌ: كَثْرَةُ الْخُلْطَةِ، وَتَمَنِّي، وَالتَّعَلُّقُ بِغَيْرِ اللَّهِ، وَالشِّبَعُ، وَالْمَنَامُ

‎Berikut adalah penjelasan sederhananya:

‎*1. Banyak Bergaul Tanpa Batas*

‎Berteman itu perlu, tapi kalau setiap waktu habis hanya untuk kumpul-kumpul tanpa tujuan, hati jadi lalai. Terlalu banyak mendengar omongan orang membuat kita lupa mendengar suara hati sendiri. Kita butuh waktu menyendiri untuk evaluasi diri (_muhasabah_).

‎*2. Panjang Angan-Angan*

‎Terlalu sibuk menghayal tentang dunia sampai lupa bahwa hidup ini ada batasnya. Khayalan yang ketinggian membuat kita hobi menunda amal karena merasa "_besok masih ada waktu,_" padahal ajal tidak pernah memberi tahu kapan ia datang.

‎*3. Bergantung pada Selain Allah*

‎Inilah yang membuat hati rapuh. Kalau kita menggantungkan harapan dan rasa aman kepada manusia, jabatan, atau harta, kita akan mudah kecewa. Sebab, semua itu sifatnya sementara. Hanya Allah sandaran yang tidak akan pernah mengecewakan.

‎*4. Kekenyangan*

‎Perut yang terlalu penuh adalah beban bagi hati. Orang yang kekenyangan biasanya jadi malas bergerak, sulit fokus saat ibadah, dan bawaannya ingin tidur terus. Makanlah secukupnya agar badan tetap ringan untuk diajak taat.

‎*5. Banyak Tidur*

‎Tidur itu kebutuhan, tapi kalau berlebihan malah jadi penyakit. Waktu kita habis sia-sia, momen keberkahan di waktu subuh hilang, dan jiwa jadi tidak produktif. Banyak tidur membuat hati menjadi mati rasa terhadap semangat perjuangan hidup.

‎Agar kita terhindar dari lima hal yang merusak ini, mari kita amalkan doa yang sangat indah ini:

‎اللَّهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوبَنَا، وَأَزِلْ عُيُوبَنَا، وَتَوَلَّنَا بِالْحُسْنَى، وَزَيِّنَّا بِالتَّقْوَى، وَاجْمَعْ لَنَا خَيْرَيِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَارْزُقْنَا طَاعَتَكَ مَا أَبْقَيْتَنَا

‎_"Ya Allah, perbaikilah hati-hati kami, hilangkan aib-aib kami, uruslah kami dengan kebaikan-Mu, hiasilah kami dengan takwa, kumpulkan bagi kami kebaikan dunia dan akhirat, serta karuniakanlah kepada kami ketaatan kepada-Mu selama Engkau masih memberi kami kehidupan."_

‎Hati yang sehat adalah hati yang seimbang. Tidak berlebihan dalam bergaul, makan, maupun tidur, serta selalu menjaga agar harapan hanya tertuju kepada Allah SWT.

‎Sumber: _Madarij al-Salikin_ oleh Ibn al-Qayyim

‎والله أعلم بالصواب وإليه المرجع والمآب

‎_Do'a Kafaratul Majelis_

‎سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَاإلٰهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إلَيْكَ