*Kinerja BBTN Q1 2026: Aset Susut Tapi Kenapa Laba Melesat?*

EmitenNews.com - Musim rilis laporan keuangan kuartal pertama 2026 membawa satu cerita fundamental yang menarik dicermati dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Di industri perbankan, pertumbuhan aset sering kali dielu-elukan sebagai indikator utama kesuksesan. Namun, BBTN justru memperlihatkan realita bisnis kebalikannya, asetnya menyusut, tetapi laba bersihnya malah naik.
Terkadang, sebuah perusahaan memang dihadapkan pada pilihan eksistensial yang mensyaratkan ketegasan bahwa harus memilih antara sekadar terlihat besar secara ukuran, atau menjadi lebih ramping namun secara fundamental jauh lebih sehat dan menguntungkan. BBTN tampaknya mengambil jalan yang kedua.
https://www.emitennews.com/news/kinerja-bbtn-q1-2026-aset-susut-tapi-kenapa-laba-melesat

EmitenNews.com - Musim rilis laporan keuangan kuartal pertama 2026 membawa satu cerita fundamental yang menarik dicermati dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Di industri perbankan, pertumbuhan aset sering kali dielu-elukan sebagai indikator utama kesuksesan. Namun, BBTN justru memperlihatkan realita bisnis kebalikannya, asetnya menyusut, tetapi laba bersihnya malah naik.
Terkadang, sebuah perusahaan memang dihadapkan pada pilihan eksistensial yang mensyaratkan ketegasan bahwa harus memilih antara sekadar terlihat besar secara ukuran, atau menjadi lebih ramping namun secara fundamental jauh lebih sehat dan menguntungkan. BBTN tampaknya mengambil jalan yang kedua.
https://www.emitennews.com/news/kinerja-bbtn-q1-2026-aset-susut-tapi-kenapa-laba-melesat
Emitennews.com
Kinerja BBTN Q1 2026: Aset Susut Tapi Kenapa Laba Melesat?
Strategi BBTN di Q1 2026: aset menyusut, namun laba bersih melesat berkat efisiensi fundamental
Sikap MSCI masih sama, jadi sentimen negatif dari sini belum berakhir.
https://www.msci.com/indexes/index-resources/index-announcements
https://www.msci.com/indexes/index-resources/index-announcements
Msci
Index Announcements
MSCI Indexes
Forwarded from BRICS News
BREAKING: 🇺🇸🇮🇷 President Trump extends ceasefire with Iran until Iran submits a unified proposal.
@BRICSNewspaper
@BRICSNewspaper
Forwarded from BRICS News
JUST IN: 🇺🇸🇮🇷 President Trump claims Iran wants the Strait of Hormuz to be opened, but they are acting like they want it closed to "save face" because of US blockade.
"People approached me four days ago, saying, 'Sir, Iran wants to open up the Strait, immediately.'"
@BRICSNewspaper
"People approached me four days ago, saying, 'Sir, Iran wants to open up the Strait, immediately.'"
@BRICSNewspaper
👍1
*Bidik Kapasitas 1 GW, BREN Fokus Ekspansi Energi Hijau*
EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tancap gas memperkuat ekspansi energi panas bumi dengan target kapasitas menembus 1 gigawatt (GW).
Langkah ini ditopang oleh kinerja keuangan solid sepanjang 2025 serta pipeline proyek yang terus bertambah.
Presiden Direktur BREN, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan Perseroan berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi energi bersih.
https://www.emitennews.com/news/bidik-kapasitas-1-gw-bren-fokus-ekspansi-energi-hijau
EmitenNews.com - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tancap gas memperkuat ekspansi energi panas bumi dengan target kapasitas menembus 1 gigawatt (GW).
Langkah ini ditopang oleh kinerja keuangan solid sepanjang 2025 serta pipeline proyek yang terus bertambah.
Presiden Direktur BREN, Hendra Soetjipto Tan, mengatakan Perseroan berada dalam posisi yang kuat untuk melanjutkan ekspansi energi bersih.
https://www.emitennews.com/news/bidik-kapasitas-1-gw-bren-fokus-ekspansi-energi-hijau
Emitennews.com
Bidik Kapasitas 1 GW, BREN Fokus Ekspansi Energi Hijau
Dengan pipeline tersebut, BREN optimistis kapasitas akan melampaui 1 GW, ditambah sekitar 79 MW tenaga bayu
*Katrol Likuiditas, AADI Buyback Rp5 Triliun*
EmitenNews.com - Adaro Andalan Indonesia (AADI) bakal melakukan pembelian kembali saham alias buyback Rp5 triliun. Aksi buyback akan dilakukan dalam tempo 12 bulan sejak mendapat izin para investor. Tepatnya, periode buyback dilakukan sejak 23 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027.
Oleh karena itu, emten asuhan tangan dingin Boy Thohir tersebut akan meminta restu para pemodal dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 22 Mei mendatang. Aksi buyback dilakukan dengan sejumlah pertimbangan yaitu sebagai berikut.
https://www.emitennews.com/news/katrol-likuiditas-aadi-buyback-rp5-triliun
EmitenNews.com - Adaro Andalan Indonesia (AADI) bakal melakukan pembelian kembali saham alias buyback Rp5 triliun. Aksi buyback akan dilakukan dalam tempo 12 bulan sejak mendapat izin para investor. Tepatnya, periode buyback dilakukan sejak 23 Mei 2026 hingga 22 Mei 2027.
Oleh karena itu, emten asuhan tangan dingin Boy Thohir tersebut akan meminta restu para pemodal dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 22 Mei mendatang. Aksi buyback dilakukan dengan sejumlah pertimbangan yaitu sebagai berikut.
https://www.emitennews.com/news/katrol-likuiditas-aadi-buyback-rp5-triliun
Emitennews.com
Katrol Likuiditas, AADI Buyback Rp5 Triliun
Adaro Andalan Indonesia (AADI) bakal melakukan pembelian kembali saham alias buyback Rp5 triliun. Aksi buyback akan dilakukan dalam tempo 12 bulan sejak mendapa
WH Project
*Katrol Likuiditas, AADI Buyback Rp5 Triliun* EmitenNews.com - Adaro Andalan Indonesia (AADI) bakal melakukan pembelian kembali saham alias buyback Rp5 triliun. Aksi buyback akan dilakukan dalam tempo 12 bulan sejak mendapat izin para investor. Tepatnya,…
Naik + buyback = akumulasi konsisten terbaik!
*BEI Perketat Aturan Indeks, BREN-DSSA Berisiko Terdepak dari LQ45 & IDX80*
_*BEI perketat aturan indeks, BREN dan DSSA berisiko keluar dari LQ45 & IDX80 pada Mei 2026 karena kepemilikan terkonsentrasi tinggi.*_
Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) berisiko terdepak dari indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah adanya penyesuaian kriteria evaluasi konstituen indeks utama seperti IDX30, LQ45, dan IDX-80.
Tim analis Stockbit Sekuritas menilai kebijakan baru ini akan menempatkan sejumlah saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC) dalam posisi rentan, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
https://market.bisnis.com/read/20260422/7/1968409/bei-perketat-aturan-indeks-bren-dssa-berisiko-terdepak-dari-lq45-idx80
_*BEI perketat aturan indeks, BREN dan DSSA berisiko keluar dari LQ45 & IDX80 pada Mei 2026 karena kepemilikan terkonsentrasi tinggi.*_
Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) berisiko terdepak dari indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah adanya penyesuaian kriteria evaluasi konstituen indeks utama seperti IDX30, LQ45, dan IDX-80.
Tim analis Stockbit Sekuritas menilai kebijakan baru ini akan menempatkan sejumlah saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC) dalam posisi rentan, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA).
https://market.bisnis.com/read/20260422/7/1968409/bei-perketat-aturan-indeks-bren-dssa-berisiko-terdepak-dari-lq45-idx80
Bisnis.com
BEI Perketat Aturan Indeks, BREN-DSSA Berisiko Terdepak dari LQ45 & IDX80
BEI perketat aturan indeks, BREN dan DSSA berisiko keluar dari LQ45 & IDX80 pada Mei 2026 karena kepemilikan terkonsentrasi tinggi.
❤2
*Dipengaruhi Risiko Tekanan Harga Bahan Baku, Simak Rekomendasi Saham Indofood (INDF)*
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencetak kinerja positif pada tahun 2025. Namun, risiko tekanan harga bahan baku membayangi prospek kinerja INDF pada tahun 2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, model bisnis terintegrasi vertikal INDF menjadi kunci, dengan kontribusi positif dari seluruh lini usaha termasuk segmen distribusi dan agribisnis yang menopang pertumbuhan penjualan 6,65% secara year on year (YoY) di 2025.
https://investasi.kontan.co.id/news/dipengaruhi-risiko-tekanan-harga-bahan-baku-simak-rekomendasi-saham-indofood-indf
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencetak kinerja positif pada tahun 2025. Namun, risiko tekanan harga bahan baku membayangi prospek kinerja INDF pada tahun 2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand mengatakan, model bisnis terintegrasi vertikal INDF menjadi kunci, dengan kontribusi positif dari seluruh lini usaha termasuk segmen distribusi dan agribisnis yang menopang pertumbuhan penjualan 6,65% secara year on year (YoY) di 2025.
https://investasi.kontan.co.id/news/dipengaruhi-risiko-tekanan-harga-bahan-baku-simak-rekomendasi-saham-indofood-indf
kontan.co.id
Dipengaruhi Risiko Tekanan Harga Bahan Baku, Simak Rekomendasi Saham Indofood (INDF)
Tiga analis top merekomendasikan beli saham Indofood (INDF) dengan target Rp 9.400. Di mana, kinerja INDF mempengaruhi risiko tekanan bahan baku
*Harga CPO Terbang, Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan, Ini Pemicunya*
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil () di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terbang tinggi pada Rabu (22/4/2026), mencatat penutupan tertinggi dalam hampir tiga pekan. Kenaikan ini didorong penguatan minyak nabati global serta lonjakan harga energi.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (22/4/2026), kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 melonjak 58 Ringgit Malaysia menjadi 4.549 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 terkerek 64 Ringgit Malaysia menjadi 4.599 Ringgit Malaysia per ton.
https://investor.id/market/436374/harga-cpo-terbang-tembus-level-tertinggi-tiga-pekan-ini-pemicunya
JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil () di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) terbang tinggi pada Rabu (22/4/2026), mencatat penutupan tertinggi dalam hampir tiga pekan. Kenaikan ini didorong penguatan minyak nabati global serta lonjakan harga energi.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (22/4/2026), kontrak berjangka CPO untuk Mei 2026 melonjak 58 Ringgit Malaysia menjadi 4.549 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 terkerek 64 Ringgit Malaysia menjadi 4.599 Ringgit Malaysia per ton.
https://investor.id/market/436374/harga-cpo-terbang-tembus-level-tertinggi-tiga-pekan-ini-pemicunya
investor.id
Harga CPO Terbang, Tembus Level Tertinggi Tiga Pekan, Ini Pemicunya
Harga CPO terbang ke level tertinggi tiga pekan, didorong minyak nabati global dan harga energi, namun dibayangi kenaikan produksi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan melalui unggahan di media sosial bahwa Israel dan Lebanon akan memperpanjang masa gencatan senjata mereka selama tiga pekan ke depan.
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon guna membantu negara tersebut melindungi diri dari Hizbullah," ujar Trump. Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk pertemuan lebih lanjut.
Simak selengkapnya: https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/107023/trump-gencatan-senjata-israel-lebanon-diperpanjang-3-pekan/2
"Amerika Serikat akan bekerja sama dengan Lebanon guna membantu negara tersebut melindungi diri dari Hizbullah," ujar Trump. Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun untuk pertemuan lebih lanjut.
Simak selengkapnya: https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/107023/trump-gencatan-senjata-israel-lebanon-diperpanjang-3-pekan/2
Bloomberg Technoz
Trump: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang 3 Pekan
Trump mengumumkan melalui unggahan di media sosial bahwa Israel dan Lebanon akan memperpanjang masa gencatan senjata.
❤1
PGEO Tebar Dividen, Cek Jadwal Selengkapnya
https://market.bisnis.com/read/20260424/192/1968998/pgeo-tebar-dividen-cek-jadwal-selengkapnya
https://market.bisnis.com/read/20260424/192/1968998/pgeo-tebar-dividen-cek-jadwal-selengkapnya
Bisnis.com
PGEO Tebar Dividen, Cek Jadwal Selengkapnya
PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) akan membagikan dividen tunai sebesar US$123,9 juta pada 22 Mei 2026.
Naik 3,8%, BBCA Cetak Laba Rp14,7 T di Kuartal I-2026 - Market - Page 2
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106983/naik-3-8-bbca-cetak-laba-rp14-7-t-di-kuartal-i-2026
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106983/naik-3-8-bbca-cetak-laba-rp14-7-t-di-kuartal-i-2026
Bloomberg Technoz
Naik 3,8%, BBCA Cetak Laba Rp14,7 T di Kuartal I-2026
Bank swasta terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), mencatatkan kinerja keuangan positif.
*Lewat PTRO, Prajogo Pangestu Perbesar Portofolio Tambang Emas*
Bloomberg Technoz, Jakarta - Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu terus memperbesar penetrasi bisnis tambang emas. Langkah ini dilakukan melalui entitas usaha grup, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO).
Pada awal pekan ini, PTRO menyelesaikan penawaran atas convertible note yang diterbitkan Tolu Minerals Limited. Nilai surat utang mencapai A$23,75 juta atau setara sekitar 249,4 miliar.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/107002/lewat-ptro-prajogo-pangestu-perbesar-portofolio-tambang-emas
Bloomberg Technoz, Jakarta - Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu terus memperbesar penetrasi bisnis tambang emas. Langkah ini dilakukan melalui entitas usaha grup, yakni PT Petrosea Tbk (PTRO).
Pada awal pekan ini, PTRO menyelesaikan penawaran atas convertible note yang diterbitkan Tolu Minerals Limited. Nilai surat utang mencapai A$23,75 juta atau setara sekitar 249,4 miliar.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/107002/lewat-ptro-prajogo-pangestu-perbesar-portofolio-tambang-emas
Bloomberg Technoz
Lewat PTRO, Prajogo Pangestu Perbesar Portofolio Tambang Emas
Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu terus memperbesar penetrasi bisnis tambang emas.
*Prospek Japfa (JPFA) Meredup Meski Ada Sentimen MBG*

Bloomberg Technoz, Jakarta - Samuel Sekuritas menurunkan rekomendsi saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi hold dari sebelumnya buy, seiring meningkatnya tekanan biaya produksi yang diperkirakan akan menggerus marginperusahaan sepanjang 2026.
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dalam riset terbarunya menilai, lonjakan biaya pakan yang menyumbang sekitar 50% dari total biaya pokok penjualan (COGS) menjadi faktor utama penekan kinerja JPFA ke depan.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106953/prospek-japfa-jpfa-meredup-meski-ada-sentimen-mbg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Samuel Sekuritas menurunkan rekomendsi saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menjadi hold dari sebelumnya buy, seiring meningkatnya tekanan biaya produksi yang diperkirakan akan menggerus marginperusahaan sepanjang 2026.
Analis Samuel Sekuritas Fadhlan Banny dalam riset terbarunya menilai, lonjakan biaya pakan yang menyumbang sekitar 50% dari total biaya pokok penjualan (COGS) menjadi faktor utama penekan kinerja JPFA ke depan.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/106953/prospek-japfa-jpfa-meredup-meski-ada-sentimen-mbg
Bloomberg Technoz
Prospek Japfa (JPFA) Meredup Meski Ada Sentimen MBG
Kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah mengeliminasi sentimen positif dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk JPFA.
Follow juga senior dan kawan saya, banyak insight dan motivasi untuk trader biar ngga bingung dan selalu semangat hadapin dinamika pasar 👍
https://t.me/sahampemenang
https://t.me/sahampemenang
Telegram
Saham Pemenang
rekomendasi, edukasi, dan inspirasi dengan paradigma pemenang