๐ข Sebelum lanjut baca faedah dari buku "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya", ada beberapa hal penting yang perlu teman-teman ketahui dulu.
Buku ini secara khusus ditulis Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah untuk laki-laki, para suami maupun calon suami.
Penjelasan lengkapnya bisa disimak langsung di video terlampir.
Untuk teman-teman perempuan, silakan membaca dan menyimak dan menyimpan faedahnya, dengan catatan diniatkan sebagai hadiah atau bahan untuk suami maupun calon suami kalian ya.
Perlu diketahui juga, ada buku pasangannya yang khusus ditulis untuk istri atau calon istri, judulnya mirip yaitu "Andai Aku Menikah Dengannya".
Faedahnya belum bisa kami bagikan karena kami sendiri belum memiliki bukunya,
insyaallah kalau sudah ada bukunya, faedahnya akan menyusul.
Adapun untuk buku "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya" yang faedahnya akan kami bagikan dalam waktu dekat ini, alhamdulillah kami sudah memiliki bukunya.
Buat teman-teman yang ingin memiliki fisiknya juga, bisa dibeli di sini:
๐[https://s.shopee.co.id/BSCkh2Te8?share_channel_code=2]
Satu hal lagi, faedah lengkap dari seri "AATMD" ini hanya akan kami bagikan di grup belajar eksklusif @Usariyah, bukan di channel.
Ini bukan tanpa alasan, di grup, faedahnya bisa kami susun lebih terstruktur dan rapi per bagian, mudah dicari kembali kapan pun dibutuhkan, tanpa tenggelam di antara postingan lain seperti yang biasa terjadi di channel.
Selain itu, grup juga memungkinkan komunikasi dua arah, jadi kalau ada masukan atau koreksi dari teman-teman, bisa langsung disampaikan di sana.
Jadi buat teman-teman yang belum bergabung, yuk segera gabung supaya nggak ketinggalan:
๐น Grup Ikhwan
https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1
๐บ Grup Akhwat
https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1
Semoga bermanfaat, dan jazakumullahu khairan buat yang sudah menunggu seri faedah AATMD ini
โค1
๐ท Untuk Para Nahkoda dalam Bahtera Kehidupan Ini
Sebelum kami membagikan ringkasan faedah dari buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya, ada satu bagian yang menurut kami wajib disimak lebih dulu, yaitu mukadimahnya sendiri.
Bukan kata pengantar biasa, ini curahan hati Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. hafizhahullah, ditulis sebagai seorang putra yang punya ibu, seorang ayah yang punya putri-putri, seorang saudara yang punya saudari, sekaligus seorang suami yang punya istri. Ada perumpamaan yang begitu dalam di dalamnya soal bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya, sampai kutipan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang begitu menyentuh.
Kami harap mukadimah ini bisa jadi renungan awal sebelum masuk ke faedah-faedah yang lebih rinci nantinya.
Adapun ringkasan faedah lengkapnya, tersusun dalam 6 bagian, hanya tersedia di grup belajar eksklusif @Usariyah. Yuk gabung supaya bisa mengakses semuanya:
๐น Grup Ikhwan
https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1
๐บ Grup Akhwat
https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1
๐ท Menggugat Kalimat "Cuma Ibu Rumah Tangga"
Sering banget kita dengar ungkapan yang keliru. Ketika ada yang ditanya, "Kamu kerjanya apa?" jawabnya, "Aku nggak kerja, cuma ibu rumah tangga."
โPadahal faktanya, seorang ibu itu kerjanya 24 jam nonstop!
โNah, di kajian yang telah dibahas rabu pagi kemarin oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, mindset kita benar-benar diluruskan. Kita diingatkan kembali kalau menjadi seorang ibu itu adalah murni proyek peradaban.
โMenurutku, ini salah satu materi kajian yang paling insightful banget, khususnya bagi wanita. Saking pentingnya fondasi ini, rasanya kajian ini sangat pas kalau nanti bisa disimak bareng sama anak perempuan kita. Biar mereka punya pemahaman yang benar tentang mulianya peran perempuan, jauh sebelum waktunya tiba.
๐ https://www.youtube.com/live/nGNJZJ8tC2U?si=j5vucxIUa4PYoyD2
Mau dapat insight-insight menarik lainnya kayak gini secara rutin? Yuk jadi bagian dari ruang belajar eksklusif kami:
๐๐ปLink Grup Ikhwan (Laki-laki)
๐๐ปLink Grup Akhwat (Perempuan)
Sering banget kita dengar ungkapan yang keliru. Ketika ada yang ditanya, "Kamu kerjanya apa?" jawabnya, "Aku nggak kerja, cuma ibu rumah tangga."
โPadahal faktanya, seorang ibu itu kerjanya 24 jam nonstop!
โNah, di kajian yang telah dibahas rabu pagi kemarin oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, mindset kita benar-benar diluruskan. Kita diingatkan kembali kalau menjadi seorang ibu itu adalah murni proyek peradaban.
โMenurutku, ini salah satu materi kajian yang paling insightful banget, khususnya bagi wanita. Saking pentingnya fondasi ini, rasanya kajian ini sangat pas kalau nanti bisa disimak bareng sama anak perempuan kita. Biar mereka punya pemahaman yang benar tentang mulianya peran perempuan, jauh sebelum waktunya tiba.
๐ https://www.youtube.com/live/nGNJZJ8tC2U?si=j5vucxIUa4PYoyD2
Mau dapat insight-insight menarik lainnya kayak gini secara rutin? Yuk jadi bagian dari ruang belajar eksklusif kami:
๐๐ปLink Grup Ikhwan (Laki-laki)
๐๐ปLink Grup Akhwat (Perempuan)
YouTube
Mau Jadi Apa? - Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
๐ Amanah yang Berpindah Tangan
Menikah itu bukan cuma soal dua orang jatuh cinta, tapi juga soal satu amanah besar yang berpindah tangan.
Begitu akad selesai diucapkan, tanggung jawab yang selama ini dipegang orang tuanya kini beralih ke tanganmu. Cinta yang dulu ia dapat dari ayah, ibu, dan kakaknya, sekarang harus kamu hadirkan sendiri, dalam satu dekapan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan hal ini dengan tegas,
"Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya kalian telah ambil mereka dengan amanah Allah, dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah."
(HR. Muslim)
Amanah ini bukan beban yang bisa ditunda-tunda apalagi dilupakan begitu euforia awal pernikahan mereda. Ia akan terus dipertanggungjawabkan, sampai kapan pun pernikahan itu berjalan.
_
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id (coming soon)
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Menikah itu bukan cuma soal dua orang jatuh cinta, tapi juga soal satu amanah besar yang berpindah tangan.
Begitu akad selesai diucapkan, tanggung jawab yang selama ini dipegang orang tuanya kini beralih ke tanganmu. Cinta yang dulu ia dapat dari ayah, ibu, dan kakaknya, sekarang harus kamu hadirkan sendiri, dalam satu dekapan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan hal ini dengan tegas,
"Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya kalian telah ambil mereka dengan amanah Allah, dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah."
(HR. Muslim)
Amanah ini bukan beban yang bisa ditunda-tunda apalagi dilupakan begitu euforia awal pernikahan mereda. Ia akan terus dipertanggungjawabkan, sampai kapan pun pernikahan itu berjalan.
_
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id (coming soon)
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Qudwah (keteladanan) itu lebih gamblang daripada ribuan nasihat."
Sepuluh kaidah emas dalam mendidik anak โ dari ibadahnya mendidik, teladan, adab, kedisiplinan, hingga pentingnya kesepakatan ayah dan ibu โ segera hadir.
Diambil dari risalah Iman al-Wakil, Konsultan Pendidikan Keluarga.
Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
Semoga ilmu yang sedikit ini Allah subhanahu wa ta'ala jadikan berkah dan bermanfaat untuk bekal rumah tangga kita semua.
ู
ููู ุดูุจูู ุนูููู ุดูููุกู ุดูุงุจู ุนููููููู
"Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, ia akan menua di atasnya."
Anak bukan menghafal ucapan kita, tapi merekam perbuatan kita.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
"Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, ia akan menua di atasnya."
Anak bukan menghafal ucapan kita, tapi merekam perbuatan kita.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
โ๏ธJangan Kejar Ularnya, Sembuhkan Racunnya
๏ปฟ
Terdengar tidak masuk akal..
Tapi ini yang sering terjadi dalam rumah tangga.
Sepasang suami istri bertengkar, ada kata yang menyakiti.
Alih-alih menenangkan diri dan mencari jalan damai, yang terjadi malah mengorek chat lama, mengumpulkan bukti kesalahan pasangan, menceritakan versi diri ke banyak orang.
Semua demi satu tujuan: membuktikan diri benar, pasangan salah. Racun di hati justru dibiarkan menyebar, sementara waktu dan tenaga habis mengejar pembenaran.
Padahal Allah ta'ala sudah menunjukkan jalan yang lebih baik,
ููุงูุตููููุญู ุฎูููุฑู
"Dan perdamaian itu lebih baik." (QS. An-Nisa: 128)
Mufassirin seperti Al-Qurthubi dan Asy-Syaukani menjelaskan, kalimat ini punya makna luas, mencakup segala bentuk perdamaian antara suami istri, bukan cuma satu jenis konflik tertentu. Karena berlarut-larut dalam perselisihan dan kebencian itu sendiri adalah akar dari banyak keburukan lain yang mengikutinya.
Memperbaiki hubungan yang terluka jauh lebih bernilai daripada memenangkan argumen. Ularnya tidak perlu selalu dikejar. Racunnya yang harus segera diobati.
==========
โ Referensi:
โข Tafsir Al-Qurthubi, Jilid V, Kairo: Darul Kutub al-Mishriyah, 1964, hlm. 406
Insight menarik lainnya seputar keluarga, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
Bayangkan digigit ular..
Bukannya segera mencari penawar racun, yang dilakukan justru mengejar ular itu untuk memahami kenapa ia menggigit,
sambil berusaha membuktikan bahwa gigitan itu tidak pantas diterima..
๏ปฟ
Terdengar tidak masuk akal..
Tapi ini yang sering terjadi dalam rumah tangga.
Sepasang suami istri bertengkar, ada kata yang menyakiti.
Alih-alih menenangkan diri dan mencari jalan damai, yang terjadi malah mengorek chat lama, mengumpulkan bukti kesalahan pasangan, menceritakan versi diri ke banyak orang.
Semua demi satu tujuan: membuktikan diri benar, pasangan salah. Racun di hati justru dibiarkan menyebar, sementara waktu dan tenaga habis mengejar pembenaran.
Padahal Allah ta'ala sudah menunjukkan jalan yang lebih baik,
ููุงูุตููููุญู ุฎูููุฑู
"Dan perdamaian itu lebih baik." (QS. An-Nisa: 128)
Mufassirin seperti Al-Qurthubi dan Asy-Syaukani menjelaskan, kalimat ini punya makna luas, mencakup segala bentuk perdamaian antara suami istri, bukan cuma satu jenis konflik tertentu. Karena berlarut-larut dalam perselisihan dan kebencian itu sendiri adalah akar dari banyak keburukan lain yang mengikutinya.
Memperbaiki hubungan yang terluka jauh lebih bernilai daripada memenangkan argumen. Ularnya tidak perlu selalu dikejar. Racunnya yang harus segera diobati.
==========
โ Referensi:
โข Tafsir Al-Qurthubi, Jilid V, Kairo: Darul Kutub al-Mishriyah, 1964, hlm. 406
Insight menarik lainnya seputar keluarga, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
โค4
"Perbaikan separuh masyarakat, atau bahkan lebih, bergantung pada peran wanita."
E-book terbaru dari Usariyah.id segera hadir: Peran Wanita dalam Perbaikan Masyarakat โ terjemahan risalah Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah yang berjudul:
ุฏูุฑ ุงูู ุฑุฃุฉ ูู ุฅุตูุงุญ ุงูู ุฌุชู ุน
Dari kesalihan pribadi, kefasihan berbicara, sikap hikmah dalam berdakwah, hingga peran mendidik generasi โ lengkap dengan kisah-kisah hikmah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โค3
Usariyah.id
Photo
"Membangun keluarga itu ibarat bercocok tanam, dan tanaman yang paling mulia adalah manusia."
E-book terbaru dari Usariyah.id: Menanam Manusia, Menumbuhkan Umat โ diolah dari kajian Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A. tentang Membangun Keluarga Islami.
Enam kaidah membangun rumah tangga yang islami: dari memilih pasangan, menafkahi yang halal, hak dan kewajiban suami istri, sampai mendidik anak dengan kasih sayang โ lengkap dengan sesi tanya jawab yang membahas persoalan rumah tangga yang nyata.
Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
E-book terbaru dari Usariyah.id: Menanam Manusia, Menumbuhkan Umat โ diolah dari kajian Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, M.A. tentang Membangun Keluarga Islami.
Enam kaidah membangun rumah tangga yang islami: dari memilih pasangan, menafkahi yang halal, hak dan kewajiban suami istri, sampai mendidik anak dengan kasih sayang โ lengkap dengan sesi tanya jawab yang membahas persoalan rumah tangga yang nyata.
Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Usariyah.id
Video
Yang Salah Itu Siapa? Yang Memilih atau Yang Dipilih?
Kalau sudah tau cacatnya, sudah tau resikonya, dan masih ada jalan lain โ tapi tetap kamu pilih juga, maka jangan salahkan yang dipilih ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Dalam kaidah fikhiyyah disebutkan,
ุงูุฑุถุง ุจุงูุนูุจ ูุณูุท ุญู ุงูุฑุฏ."
โ Ridha terhadap aib yang sudah engkau ketahui, menggugurkan hakmu untuk mengembalikan (mengeluh belakangan)."
Memilih dengan mata terbuka itu sudah termasuk menerima konsekuensinya, bukan alasan untuk mengeluh belakangan.
Memilih dengan mata terbuka artinya sudah menerima konsekuensinya. Yang salah bukan yang dipilih โ dia memang begitu adanya sejak awal. Yang salah adalah lupa bahwa memilih itu ridha, dan ridha itu siap menanggung. Kecuali kamu dipaksa keadaan hingga tak ada pilihan lain โ itu cerita lain.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id
Kalau sudah tau cacatnya, sudah tau resikonya, dan masih ada jalan lain โ tapi tetap kamu pilih juga, maka jangan salahkan yang dipilih ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Dalam kaidah fikhiyyah disebutkan,
ุงูุฑุถุง ุจุงูุนูุจ ูุณูุท ุญู ุงูุฑุฏ."
โ Ridha terhadap aib yang sudah engkau ketahui, menggugurkan hakmu untuk mengembalikan (mengeluh belakangan)."
Memilih dengan mata terbuka itu sudah termasuk menerima konsekuensinya, bukan alasan untuk mengeluh belakangan.
Memilih dengan mata terbuka artinya sudah menerima konsekuensinya. Yang salah bukan yang dipilih โ dia memang begitu adanya sejak awal. Yang salah adalah lupa bahwa memilih itu ridha, dan ridha itu siap menanggung. Kecuali kamu dipaksa keadaan hingga tak ada pilihan lain โ itu cerita lain.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id
"Sering kali rusaknya hubungan antar sesama anggota keluarga disebabkan rusaknya hubungan kita dengan Allah."
Bacaan pilihan kali ini: Seputar Suami yang Bermasalah, disusun oleh Tim Bimbingan Islam.
Sebelas tanya jawab tentang persoalan yang sering dipendam sendirian: suami yang meninggalkan salat, yang kasar, yang kecanduan game, yang menahan nafkah, sampai yang melarang istri menemui orang tuanya. Semuanya dijawab dengan dalil dan pertimbangan fikih yang jelas oleh para ustadz Dewan Konsultasi Bimbingan Islam.
Kami bagikan utuh untuk kamu baca. Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Bacaan pilihan kali ini: Seputar Suami yang Bermasalah, disusun oleh Tim Bimbingan Islam.
Sebelas tanya jawab tentang persoalan yang sering dipendam sendirian: suami yang meninggalkan salat, yang kasar, yang kecanduan game, yang menahan nafkah, sampai yang melarang istri menemui orang tuanya. Semuanya dijawab dengan dalil dan pertimbangan fikih yang jelas oleh para ustadz Dewan Konsultasi Bimbingan Islam.
Kami bagikan utuh untuk kamu baca. Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค2