Usariyah.id
Photo
โ๐ท Ketegasan Syariat dalam Menjaga Fitrah Manusia
โ"Sebuah kejahatan yang tidak hanya merusak individu, tapi meruntuhkan tatanan masyarakat..."
โDalam kajian Fikih Hudud, tindak pidana penyimpangan seksual sesama jenis (liwath) mendapatkan sorotan yang luar biasa tegas dari syariat dan para sahabat. Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan penyimpangan yang mengancam kelestarian moral dan fitrah umat manusia.
โKetegasan dari Para Sahabat
Para Khulafaur Rasyidin dan sahabat senior memiliki pandangan yang sangat tegas mengenai hukuman bagi para pelakunya:
โ- Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
berpendapat bahwa pelakunya dijatuhkan atau diruntuhkan tembok bangunan ke atasnya.
โ- Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas
berpendapat pelakunya dijatuhkan dari tempat tertinggi lalu dilempari batu (sebagaimana azab kaum Luth).
โHukuman yang sangat berat ini adalah bentuk zawajir (pencegahan) maksimal agar tidak ada seorang pun yang berani mendekati, apalagi menormalisasi dosa besar ini. Di peradilan Islam, pelaku pasif (maf'ul bihi) yang rela melakukannya pun diancam hukuman yang sama, karena ia turut menjadi sekutu dalam kemaksiatan yang merusak masyarakat.
โKeadilan Syariat: Gugurnya Hukum karena Paksaan
Namun, di balik ketegasan tersebut, Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Hukuman seberat itu memiliki satu syarat mutlak: perbuatan tersebut dilakukan tanpa paksaan (bisyarthi allaa yakuuna mukrahan).
โJika seseorang terbukti murni menjadi korban karena dipaksa atau diancam nyawanya, unsur kerelaan itu hilang. Baginya, hukuman had ini gugur sepenuhnya.
โSyariat ditetapkan bukan semata-mata untuk ajang penghukuman, melainkan untuk menjaga kelestarian keturunan (hifzh an-nasl) dan melindungi peradaban dari kehancuran moral.
โSudah sejauh mana kita membentengi keluarga dan lingkungan kita dari hal-hal yang menyimpang dari fitrah?
Agar kamu bisa upgrade insight seputar keluarga tiap hari, ikuti:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โ"Sebuah kejahatan yang tidak hanya merusak individu, tapi meruntuhkan tatanan masyarakat..."
โDalam kajian Fikih Hudud, tindak pidana penyimpangan seksual sesama jenis (liwath) mendapatkan sorotan yang luar biasa tegas dari syariat dan para sahabat. Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan penyimpangan yang mengancam kelestarian moral dan fitrah umat manusia.
โKetegasan dari Para Sahabat
Para Khulafaur Rasyidin dan sahabat senior memiliki pandangan yang sangat tegas mengenai hukuman bagi para pelakunya:
โ- Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
berpendapat bahwa pelakunya dijatuhkan atau diruntuhkan tembok bangunan ke atasnya.
โ- Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas
berpendapat pelakunya dijatuhkan dari tempat tertinggi lalu dilempari batu (sebagaimana azab kaum Luth).
โHukuman yang sangat berat ini adalah bentuk zawajir (pencegahan) maksimal agar tidak ada seorang pun yang berani mendekati, apalagi menormalisasi dosa besar ini. Di peradilan Islam, pelaku pasif (maf'ul bihi) yang rela melakukannya pun diancam hukuman yang sama, karena ia turut menjadi sekutu dalam kemaksiatan yang merusak masyarakat.
โKeadilan Syariat: Gugurnya Hukum karena Paksaan
Namun, di balik ketegasan tersebut, Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Hukuman seberat itu memiliki satu syarat mutlak: perbuatan tersebut dilakukan tanpa paksaan (bisyarthi allaa yakuuna mukrahan).
โJika seseorang terbukti murni menjadi korban karena dipaksa atau diancam nyawanya, unsur kerelaan itu hilang. Baginya, hukuman had ini gugur sepenuhnya.
โSyariat ditetapkan bukan semata-mata untuk ajang penghukuman, melainkan untuk menjaga kelestarian keturunan (hifzh an-nasl) dan melindungi peradaban dari kehancuran moral.
โSudah sejauh mana kita membentengi keluarga dan lingkungan kita dari hal-hal yang menyimpang dari fitrah?
Agar kamu bisa upgrade insight seputar keluarga tiap hari, ikuti:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค3
๐ท Bukan Cuma Sekolah Umum yang Perlu Waspada
Ada anggapan yang sering keliru, seolah isu LGBT di lingkungan pendidikan cuma jadi ancaman di sekolah umum, sementara lingkungan yang basisnya agama dianggap otomatis aman.
Faktanya nggak sesederhana itu. Risiko ini bisa masuk ke mana saja, termasuk ke lingkungan asrama dan pesantren, yang justru sering luput dari kewaspadaan karena dianggap sudah terlindungi oleh nilai-nilai agama itu sendiri.
Materi yang membahas "Tips Mencegah Anak Menjadi Korban LGBT di Lingkungan Pendidikan" ini membahas persoalannya secara runtut, mulai dari data dan fakta yang sedang terjadi, akar masalah kenapa anak bisa terpengaruh, cara mengenali tanda-tanda pada korban maupun pelaku, sampai peran konkret yang bisa diambil orang tua dan sekolah sebagai benteng perlindungan.
Disampaikan oleh Dr (c) Ir. Abu Musa al-Fadaniy, S.Kom., M.MT, selaku pembina Yayasan Sahabat Tauhid al-Atsariy.
Buat yang mau pembahasannya lebih mendalam, ada juga rekaman webinarnya:
๐ฅ Sesi 1
youtube.com/live/OacKSOg23b8
๐ฅ Sesi 2
https://youtu.be/cypdEM6kAk8
Topik ini bagi sebagian pihak memang berat dinalar, tapi justru karena itu penting dipelajari lebih dulu sebelum kejadian, bukan sesudahnya.
Agar kamu bisa upgrade insight seputar keluarga tiap hari, ikuti:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
โ Bagi yang berminat mendapatkan E-booknya secara gratis bisa ikuti grup:
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Ada anggapan yang sering keliru, seolah isu LGBT di lingkungan pendidikan cuma jadi ancaman di sekolah umum, sementara lingkungan yang basisnya agama dianggap otomatis aman.
Faktanya nggak sesederhana itu. Risiko ini bisa masuk ke mana saja, termasuk ke lingkungan asrama dan pesantren, yang justru sering luput dari kewaspadaan karena dianggap sudah terlindungi oleh nilai-nilai agama itu sendiri.
Materi yang membahas "Tips Mencegah Anak Menjadi Korban LGBT di Lingkungan Pendidikan" ini membahas persoalannya secara runtut, mulai dari data dan fakta yang sedang terjadi, akar masalah kenapa anak bisa terpengaruh, cara mengenali tanda-tanda pada korban maupun pelaku, sampai peran konkret yang bisa diambil orang tua dan sekolah sebagai benteng perlindungan.
Disampaikan oleh Dr (c) Ir. Abu Musa al-Fadaniy, S.Kom., M.MT, selaku pembina Yayasan Sahabat Tauhid al-Atsariy.
Buat yang mau pembahasannya lebih mendalam, ada juga rekaman webinarnya:
๐ฅ Sesi 1
youtube.com/live/OacKSOg23b8
๐ฅ Sesi 2
https://youtu.be/cypdEM6kAk8
Topik ini bagi sebagian pihak memang berat dinalar, tapi justru karena itu penting dipelajari lebih dulu sebelum kejadian, bukan sesudahnya.
Agar kamu bisa upgrade insight seputar keluarga tiap hari, ikuti:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
โ Bagi yang berminat mendapatkan E-booknya secara gratis bisa ikuti grup:
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
โ๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
๐ก๏ธ Anak Perempuanmu, Bentengmu di Akhirat
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ู ููู ุงุจูุชููููู ู ููู ููุฐููู ุงููุจูููุงุชู ุจูุดูููุกู ููุฃูุญูุณููู ุฅูููููููููู ููููู ูููู ุณูุชูุฑูุง ู ููู ุงููููุงุฑู
"Siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka."
(HR. Bukhari no. 1418, Muslim no. 2629)
Orang Arab jahiliyah dulu benci punya anak perempuan. Islam membalik logika itu total: yang dianggap beban justru dijanjikan jadi As-sitr, penghalang dari api neraka.
โฆ "Diuji" bukan basa-basi โ anak perempuan butuh perhatian lebih karena Ibnu Hajar (Fathul Bari) menyebut mereka lebih lemah mengurus kepentingan sendiri dibanding anak laki-laki.
โฆ "Berbuat baik" itu syarat, bukan otomatis โ bukan sekadar disekolahkan, tapi dididik agama dan diperlakukan adil.
โฆ Ganjarannya bukan pahala biasa โ SITR, perlindungan langsung dari neraka di hari paling genting.
Kekecewaan diam-diam karena punya anak perempuan sedang menutup pintu yang justru Allah bukakan lebar untukmu.
================
โ Referensi:
โข Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Baari Syarh Shahih Al-Bukhari.
Sudah berapa lama kamu tidak memeluk anak perempuanmu dan bersyukur karena dia, bukan meski dia?
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Rasulullah ๏ทบ bersabda:
ู ููู ุงุจูุชููููู ู ููู ููุฐููู ุงููุจูููุงุชู ุจูุดูููุกู ููุฃูุญูุณููู ุฅูููููููููู ููููู ูููู ุณูุชูุฑูุง ู ููู ุงููููุงุฑู
"Siapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka."
(HR. Bukhari no. 1418, Muslim no. 2629)
Orang Arab jahiliyah dulu benci punya anak perempuan. Islam membalik logika itu total: yang dianggap beban justru dijanjikan jadi As-sitr, penghalang dari api neraka.
โฆ "Diuji" bukan basa-basi โ anak perempuan butuh perhatian lebih karena Ibnu Hajar (Fathul Bari) menyebut mereka lebih lemah mengurus kepentingan sendiri dibanding anak laki-laki.
โฆ "Berbuat baik" itu syarat, bukan otomatis โ bukan sekadar disekolahkan, tapi dididik agama dan diperlakukan adil.
โฆ Ganjarannya bukan pahala biasa โ SITR, perlindungan langsung dari neraka di hari paling genting.
Kekecewaan diam-diam karena punya anak perempuan sedang menutup pintu yang justru Allah bukakan lebar untukmu.
================
โ Referensi:
โข Ibnu Hajar Al-Asqalani, Fathul Baari Syarh Shahih Al-Bukhari.
Sudah berapa lama kamu tidak memeluk anak perempuanmu dan bersyukur karena dia, bukan meski dia?
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Usariyah.id
Photo
๐ "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya"
Kalimat itu sering terbetik di hati pasangan yang rumah tangganya jauh dari harapan. Bukan karena menikah itu salah, tapi karena banyak yang belum benar-benar paham bagaimana memperlakukan pasangan sesuai tuntunan syariat.
Insyaallah kami sedang membagikan e-book berisi faedah yang diambil dari buku karya Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. hafizhahullah dengan judul yang sama, disusun ulang secara tematik dan dibagi jadi beberapa bagian yang lebih ringkas dan mudah dibaca bertahap.
E-booknya dibagikan khusus di grup belajar eksklusif (GRATIS!!). Yuk gabung:
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
Semoga ilmu yang sedikit ini Allah subhanahu wa ta'ala jadikan berkah dan bermanfaat untuk bekal rumah tangga kita semua. ๐คฒ
Kalimat itu sering terbetik di hati pasangan yang rumah tangganya jauh dari harapan. Bukan karena menikah itu salah, tapi karena banyak yang belum benar-benar paham bagaimana memperlakukan pasangan sesuai tuntunan syariat.
Insyaallah kami sedang membagikan e-book berisi faedah yang diambil dari buku karya Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. hafizhahullah dengan judul yang sama, disusun ulang secara tematik dan dibagi jadi beberapa bagian yang lebih ringkas dan mudah dibaca bertahap.
E-booknya dibagikan khusus di grup belajar eksklusif (GRATIS!!). Yuk gabung:
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
Semoga ilmu yang sedikit ini Allah subhanahu wa ta'ala jadikan berkah dan bermanfaat untuk bekal rumah tangga kita semua. ๐คฒ
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
Tentang Buku "Andai Tidak Menikah Dengannya"
karya Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. hafizhahullah
karya Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA. hafizhahullah
๐ข Sebelum lanjut baca faedah dari buku "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya", ada beberapa hal penting yang perlu teman-teman ketahui dulu.
Buku ini secara khusus ditulis Ustadz Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah untuk laki-laki, para suami maupun calon suami.
Penjelasan lengkapnya bisa disimak langsung di video terlampir.
Untuk teman-teman perempuan, silakan membaca dan menyimak dan menyimpan faedahnya, dengan catatan diniatkan sebagai hadiah atau bahan untuk suami maupun calon suami kalian ya.
Perlu diketahui juga, ada buku pasangannya yang khusus ditulis untuk istri atau calon istri, judulnya mirip yaitu "Andai Aku Menikah Dengannya".
Faedahnya belum bisa kami bagikan karena kami sendiri belum memiliki bukunya,
insyaallah kalau sudah ada bukunya, faedahnya akan menyusul.
Adapun untuk buku "Andai Aku Tidak Menikah Dengannya" yang faedahnya akan kami bagikan dalam waktu dekat ini, alhamdulillah kami sudah memiliki bukunya.
Buat teman-teman yang ingin memiliki fisiknya juga, bisa dibeli di sini:
๐[https://s.shopee.co.id/BSCkh2Te8?share_channel_code=2]
Satu hal lagi, faedah lengkap dari seri "AATMD" ini hanya akan kami bagikan di grup belajar eksklusif @Usariyah, bukan di channel.
Ini bukan tanpa alasan, di grup, faedahnya bisa kami susun lebih terstruktur dan rapi per bagian, mudah dicari kembali kapan pun dibutuhkan, tanpa tenggelam di antara postingan lain seperti yang biasa terjadi di channel.
Selain itu, grup juga memungkinkan komunikasi dua arah, jadi kalau ada masukan atau koreksi dari teman-teman, bisa langsung disampaikan di sana.
Jadi buat teman-teman yang belum bergabung, yuk segera gabung supaya nggak ketinggalan:
๐น Grup Ikhwan
https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1
๐บ Grup Akhwat
https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1
Semoga bermanfaat, dan jazakumullahu khairan buat yang sudah menunggu seri faedah AATMD ini
โค1
๐ท Untuk Para Nahkoda dalam Bahtera Kehidupan Ini
Sebelum kami membagikan ringkasan faedah dari buku Andai Aku Tidak Menikah Dengannya, ada satu bagian yang menurut kami wajib disimak lebih dulu, yaitu mukadimahnya sendiri.
Bukan kata pengantar biasa, ini curahan hati Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. hafizhahullah, ditulis sebagai seorang putra yang punya ibu, seorang ayah yang punya putri-putri, seorang saudara yang punya saudari, sekaligus seorang suami yang punya istri. Ada perumpamaan yang begitu dalam di dalamnya soal bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya, sampai kutipan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang begitu menyentuh.
Kami harap mukadimah ini bisa jadi renungan awal sebelum masuk ke faedah-faedah yang lebih rinci nantinya.
Adapun ringkasan faedah lengkapnya, tersusun dalam 6 bagian, hanya tersedia di grup belajar eksklusif @Usariyah. Yuk gabung supaya bisa mengakses semuanya:
๐น Grup Ikhwan
https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1
๐บ Grup Akhwat
https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1
๐ท Menggugat Kalimat "Cuma Ibu Rumah Tangga"
Sering banget kita dengar ungkapan yang keliru. Ketika ada yang ditanya, "Kamu kerjanya apa?" jawabnya, "Aku nggak kerja, cuma ibu rumah tangga."
โPadahal faktanya, seorang ibu itu kerjanya 24 jam nonstop!
โNah, di kajian yang telah dibahas rabu pagi kemarin oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, mindset kita benar-benar diluruskan. Kita diingatkan kembali kalau menjadi seorang ibu itu adalah murni proyek peradaban.
โMenurutku, ini salah satu materi kajian yang paling insightful banget, khususnya bagi wanita. Saking pentingnya fondasi ini, rasanya kajian ini sangat pas kalau nanti bisa disimak bareng sama anak perempuan kita. Biar mereka punya pemahaman yang benar tentang mulianya peran perempuan, jauh sebelum waktunya tiba.
๐ https://www.youtube.com/live/nGNJZJ8tC2U?si=j5vucxIUa4PYoyD2
Mau dapat insight-insight menarik lainnya kayak gini secara rutin? Yuk jadi bagian dari ruang belajar eksklusif kami:
๐๐ปLink Grup Ikhwan (Laki-laki)
๐๐ปLink Grup Akhwat (Perempuan)
Sering banget kita dengar ungkapan yang keliru. Ketika ada yang ditanya, "Kamu kerjanya apa?" jawabnya, "Aku nggak kerja, cuma ibu rumah tangga."
โPadahal faktanya, seorang ibu itu kerjanya 24 jam nonstop!
โNah, di kajian yang telah dibahas rabu pagi kemarin oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah, mindset kita benar-benar diluruskan. Kita diingatkan kembali kalau menjadi seorang ibu itu adalah murni proyek peradaban.
โMenurutku, ini salah satu materi kajian yang paling insightful banget, khususnya bagi wanita. Saking pentingnya fondasi ini, rasanya kajian ini sangat pas kalau nanti bisa disimak bareng sama anak perempuan kita. Biar mereka punya pemahaman yang benar tentang mulianya peran perempuan, jauh sebelum waktunya tiba.
๐ https://www.youtube.com/live/nGNJZJ8tC2U?si=j5vucxIUa4PYoyD2
Mau dapat insight-insight menarik lainnya kayak gini secara rutin? Yuk jadi bagian dari ruang belajar eksklusif kami:
๐๐ปLink Grup Ikhwan (Laki-laki)
๐๐ปLink Grup Akhwat (Perempuan)
YouTube
Mau Jadi Apa? - Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA
๐ Amanah yang Berpindah Tangan
Menikah itu bukan cuma soal dua orang jatuh cinta, tapi juga soal satu amanah besar yang berpindah tangan.
Begitu akad selesai diucapkan, tanggung jawab yang selama ini dipegang orang tuanya kini beralih ke tanganmu. Cinta yang dulu ia dapat dari ayah, ibu, dan kakaknya, sekarang harus kamu hadirkan sendiri, dalam satu dekapan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan hal ini dengan tegas,
"Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya kalian telah ambil mereka dengan amanah Allah, dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah."
(HR. Muslim)
Amanah ini bukan beban yang bisa ditunda-tunda apalagi dilupakan begitu euforia awal pernikahan mereda. Ia akan terus dipertanggungjawabkan, sampai kapan pun pernikahan itu berjalan.
_
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id (coming soon)
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Menikah itu bukan cuma soal dua orang jatuh cinta, tapi juga soal satu amanah besar yang berpindah tangan.
Begitu akad selesai diucapkan, tanggung jawab yang selama ini dipegang orang tuanya kini beralih ke tanganmu. Cinta yang dulu ia dapat dari ayah, ibu, dan kakaknya, sekarang harus kamu hadirkan sendiri, dalam satu dekapan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan hal ini dengan tegas,
"Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya kalian telah ambil mereka dengan amanah Allah, dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah."
(HR. Muslim)
Amanah ini bukan beban yang bisa ditunda-tunda apalagi dilupakan begitu euforia awal pernikahan mereda. Ia akan terus dipertanggungjawabkan, sampai kapan pun pernikahan itu berjalan.
_
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
๐ instagram.com/usariyah.id (coming soon)
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Qudwah (keteladanan) itu lebih gamblang daripada ribuan nasihat."
Sepuluh kaidah emas dalam mendidik anak โ dari ibadahnya mendidik, teladan, adab, kedisiplinan, hingga pentingnya kesepakatan ayah dan ibu โ segera hadir.
Diambil dari risalah Iman al-Wakil, Konsultan Pendidikan Keluarga.
Mau baca lebih dulu? Yuk gabung ke grup belajar eksklusif kami ๐
๐น Ikhwan (Laki-Laki)
Link Grup Ikhwan
๐ธAkhwat (Perempuan)
Link Grup Akhwat
Semoga ilmu yang sedikit ini Allah subhanahu wa ta'ala jadikan berkah dan bermanfaat untuk bekal rumah tangga kita semua.
ู
ููู ุดูุจูู ุนูููู ุดูููุกู ุดูุงุจู ุนููููููู
"Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, ia akan menua di atasnya."
Anak bukan menghafal ucapan kita, tapi merekam perbuatan kita.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah
"Siapa yang tumbuh di atas sesuatu, ia akan menua di atasnya."
Anak bukan menghafal ucapan kita, tapi merekam perbuatan kita.
Insight menarik lainnya, ikuti:
๐ https://t.me/usariyah