Usariyah.id
365 subscribers
67 photos
3 videos
1 file
68 links
Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.

Follow:
instagram.com/usariyah.id/
Download Telegram
2
🏷 Menjaga Pasangan dengan Mata

"Pernahkah merasa sosok pasangan mulai terasa biasa saja, atau bahkan kehilangan daya tariknya di mata kita?"

Mungkin ini saatnya kita melakukan audit pada pandangan kita sendiri.
Dunia hari ini menawarkan begitu banyak visual yang menggoda mata. Media sosial, jalanan, hingga lingkungan sekitar penuh dengan apa yang terlihat "lebih" dari apa yang ada di rumah.

Namun, ada hukum spiritual yang jarang disadari: semakin liar pandangan kita di luar sana, semakin pudar pula pesona pasangan kita di rumah.

Fitrah Mata dan Hati
Pandangan mata adalah pintu masuk bagi syahwat dan perbandingan. Ketika mata sering memandang yang bukan haknya, hati secara otomatis mulai membanding-bandingkan.

Akibatnya, kelembutan, pengabdian, dan kebaikan pasangan yang sudah menahun kita terima, perlahan-lahan tertutup oleh kekaguman palsu terhadap "tampilan luar" orang lain.

Menundukkan Pandangan, Menjaga Kecantikan
Seperti pesan dalam gambar di atas, menjaga pandangan bukanlah tentang mengekang diri, melainkan tentang menjaga "kecantikan" pasangan tetap utuh di mata kita.

Ketika seorang suami berkomitmen menundukkan pandangannya dari yang haram:
• Ia sedang menjaga kehormatan istrinya di dalam hatinya sendiri.
• Ia akan mendapati bahwa paras istrinya adalah yang paling elok dan menenangkan.
• Ia menutup celah setan yang ingin menyusupkan rasa bosan ke dalam rumah tangga.

Semakin terjaga pandangan, semakin terjaga pula rasa cinta dan penghargaan kepada pasangan.

Rumah Tangga adalah Fokus Utama
Kecantikan pasangan bukanlah tentang seberapa sempurna fisik mereka, melainkan tentang bagaimana mata kita memandang mereka dengan pandangan syukur dan kasih sayang.

Jika kita ingin pasangan tetap menjadi yang paling memesona, maka "isi" lah mata kita dengan kebaikan-kebaikan pasangan, bukan dengan pemandangan yang justru melunturkan rasa cinta.

Tundukkan pandangan, maka Allah akan menjaga keelokan pasangan dalam pandangan kita.

Sudahkah kita menjaga pandangan hari ini agar cinta di rumah tetap terjaga?

Jangan biarkan rumah tanggamu berjalan tanpa arah.

Ilmu rumah tangga adalah pondasi, namun seringkali terabaikan hingga masalah datang menghampiri.

Kami menyusun materi yang sistematis agar setiap pasangan mampu membangun keluarga yang kokoh di atas bimbingan syariat.

Ambil peranmu sekarang:
🖇 Gabung di Telegram: t.me/usariyah
🖇 Ikuti Instagram: instagram.com/usariyah.id

Jangan tunggu rumah tangga goyah untuk mulai belajar. Jadilah pelopor kebaikan di rumah sendiri.
👍5
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Usariyah.id
Photo
🌷Yang Pertama Ditanyakan kepada Wanita di Hari Kiamat

Ka'ab radhiyallahu 'anhu berkata — sebagaimana diriwayatkan oleh Qatadah rahimahullah:

"Pada hari kiamat nanti, yang pertama kali akan ditanyakan kepada seorang wanita adalah tentang shalatnya dan hak suaminya — apakah kewajiban itu dijalankan dengan baik atau tidak."
[Al-Mushannaf, 11/304]

Dua hal. Hanya dua. Shalat dan hak suami.
✦ Shalat — hubungan seorang wanita dengan Allah, yang akan ditanya PERTAMA KALI
✦ Hak suami — bukan sekadar urusan rumah tangga, ini urusan AKHIRAT yang akan dipertanggungjawabkan
✦ Bukan karir, bukan penampilan, bukan pencapaian dunia — yang ditanya adalah dua hal yang justru sering dianggap remeh
✦ Ini bukan soal memberatkan wanita — ini soal di mana Allah meletakkan prioritas seorang istri

Dunia boleh menilai wanita dari banyak hal. Tapi Allah sudah menetapkan apa yang pertama kali akan ditanya.

Sudah sejauh mana dua hal ini dijaga hari ini?
================
— Referensi:
• Abdurrazzaq bin Hammam al-Shan'ani, Al-Mushannaf, jld. 11, hlm. 304.

Rumah tangga yang berantakan jarang karena tidak cinta. Tapi karena tidak tahu.

Banyak yang baru sadar pentingnya ilmu ini setelah masalah datang. Di sini, kita belajar sebelum itu terjadi.

👉 https://t.me/usariyah
🖇 instagram.com/usariyah.id

🚪 USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
1
Ini adalah catatanku pas zaman masih SMA kelas 11 dulu,
Isinya rangkuman kajian Ustadz Dr. Sufyan Baswedan soal "Membangun Keluarga Islami". Pas kubaca-baca lagi beberapa waktu lalu, kok rasanya sayang banget ya kalau ilmu seberharga ini cuma ngendap di buku catatan lama.

Daripada cuma jadi kenangan, aku mutusin buat ngerapihin catatan ini jadi sebuah E-Book yang insyaallah bakal aku bagiin GRATIS.

​Bukan sekadar rangkuman, aku pengen kasih insight yang bener-bener "daging", padat, berbobot, dan pastinya aplikatif buat realita rumah tangga zaman sekarang. ​Di dalamnya, kita bakal bedah tuntas kaidah-kaidah mendasar dalam membangun rumah tangga yang sesuai syariat, seperti:

​Hak dan Kewajiban sebagai Pondasi:
Memahami peran pasutri bukan untuk saling menuntut, melainkan saling menunaikan hak dan kewajiban tanpa mengandalkan satu pihak saja demi terciptanya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

​Etos Kerja Islami:
Meneladani potret ideal rumah tangga di mana suami bekerja mencari nafkah dengan cara yang halal dan istri menjadi manajer di rumah tangga, serta bagaimana menyikapi dinamika kerja di era modern.

​Keluarga sebagai Project Dakwah:
Mengapa rumah tangga Islami adalah "proyek percontohan" terbaik di mata masyarakat dan bagaimana menjadikannya cerminan keindahan ajaran Islam bagi orang lain.

​Komunikasi sebagai Kunci Solusi:
Pentingnya manajemen rumah tangga yang baik dan keberanian untuk mengomunikasikan setiap konflik guna mencari jalan keluar yang syar’i sebelum masalah kian membesar.

​Prioritas di Atas Segalanya:
Menanamkan prinsip bahwa ketaatan kepada syariat adalah fondasi utama, di mana setiap anggota keluarga belajar untuk menomorsatukan hak pasangannya di atas kepentingan pribadi.

Ilmu-ilmu kayak gini sebenernya krusial banget biar kita nggak asal melangkah pas nanti sudah berumah tangga.

E-Book ini bakal aku bagiin secara eksklusif di grup belajar khusus Usariyah.id.

Yuk, silakan join di grup "sesuai gender" ya:

🚹 Ikhwan (Laki-laki)
👉 https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1

🚺 Akhwat (Perempuan)
👉 https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1

Jangan sampai kelewatan. Insyaallah di grup nanti kita bakal bahas berbagai problem rumah tangga yang relate banget sama keseharian, tapi jarang banget dibahas secara jujur dan solutif.

Ilmunya mungkin terlihat sederhana, tapi bakal jadi bekal berharga banget buat masa depan keluarga kita nanti.

Sampai ketemu di grup ya!

✍🏻|t.me/usariyah x t.me/kutaibulfawaid
2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📍 Info Penting!
Channel Usariyah ini insyaallah akan difokuskan khusus untuk membagikan catatan-catatan ringkas, padat, dan bermanfaat seputar ilmu keluarga dan rumah tangga — agar kamu bisa menikmati setiap konten tanpa distraksi.

📮 Untuk info e-book gratis dan update terbaru, obrolan seputar belajar, dan diskusi interaktif — semuanya akan hadir di GRUP khusus yang sudah kami siapkan.

Yuk segera gabung sesuai kategorimu:
🔹 Ikhwan (Laki-laki)
https://t.me/+Y-cEwIGXvaEzMmY1

🔹 Akhwat (Perempuan)
https://t.me/+5JMaS4VdfJ0zZTA1

Jangan sampai ketinggalan — karena di sana kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluargamu.

🚪 USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Usariyah.id pinned «📍 Info Penting! Channel Usariyah ini insyaallah akan difokuskan khusus untuk membagikan catatan-catatan ringkas, padat, dan bermanfaat seputar ilmu keluarga dan rumah tangga — agar kamu bisa menikmati setiap konten tanpa distraksi. 📮 Untuk info e-book gratis…»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Usariyah.id
Photo
🏷 Empat Amalan, Semua Pintu Surga Terbuka Untukmu

Rasulullah ﷺ bersabda:

إذا صلتِ المرأةُ خمسها، وصامت شهرها، وحصنت فرجها، وأطاعت زوجها، قيل لها: ادخلي الجنةَ من أي أبواب الجنة شئت
"Jika seorang wanita salat lima waktu, berpuasa Ramadan, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah surga dari pintu mana saja yang dia suka."
(HR. Ahmad no. 1661 — dinyatakan hasan lighairihi oleh Syekh Al-Arnauth)

Di antara ibadah yang paling memudahkan seorang wanita masuk surga adalah ketaatannya kepada suami. Dan karena pahalanya begitu besar, ujiannya pun tidak ringan.

✦ Shalat lima waktu — tiang agama yang tidak bisa ditawar
✦ Puasa Ramadan — menahan diri dari yang halal, apalagi yang haram
✦ Menjaga kemaluan — kehormatan yang Allah titipkan, bukan untuk dijual murah
✦ Taat kepada suami — artinya menundukkan ego, menekan keinginan membantah, dan melembutkan sikap ketika hati sedang panas. Bukan kehinaan — justru kehormatan di sisi Allah

Taat kepada suami terasa lebih berat bagi wanita yang terbiasa dengan tayangan yang merusak fitrah, salah dalam pergaulan, atau kurang mendapat bimbingan yang benar. Maka ilmu bukan pilihan — ia adalah bekal.

Di balik ketaatan yang terasa berat itu, telah menanti kebahagiaan abadi. Surga, dengan semua pintunya terbuka lebar.

Empat amalan. Bukan seratus. Tapi hasilnya: semua pintu surga bebas dimasuki dari mana saja.
================
— Referensi:
• Dr. Firanda Andirja, Syarah Bait-Bait Khairunnisa (Karakteristik Wanita Terbaik), UFA Office, Jakarta.

Surga dengan semua pintunya — tapi jalannya butuh ilmu dan latihan.

👉 https://t.me/usariyah
🖇 instagram.com/usariyah.id

🚪 USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
1
Usariyah.id
Photo
🏷 Ketegasan Syariat dalam Menjaga Fitrah Manusia

​"Sebuah kejahatan yang tidak hanya merusak individu, tapi meruntuhkan tatanan masyarakat..."

​Dalam kajian Fikih Hudud, tindak pidana penyimpangan seksual sesama jenis (liwath) mendapatkan sorotan yang luar biasa tegas dari syariat dan para sahabat. Ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan penyimpangan yang mengancam kelestarian moral dan fitrah umat manusia.

Ketegasan dari Para Sahabat
Para Khulafaur Rasyidin dan sahabat senior memiliki pandangan yang sangat tegas mengenai hukuman bagi para pelakunya:

​- Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan
berpendapat bahwa pelakunya dijatuhkan atau diruntuhkan tembok bangunan ke atasnya.

​- Ali bin Abi Thalib dan Ibnu Abbas
berpendapat pelakunya dijatuhkan dari tempat tertinggi lalu dilempari batu (sebagaimana azab kaum Luth).

​Hukuman yang sangat berat ini adalah bentuk zawajir (pencegahan) maksimal agar tidak ada seorang pun yang berani mendekati, apalagi menormalisasi dosa besar ini. Di peradilan Islam, pelaku pasif (maf'ul bihi) yang rela melakukannya pun diancam hukuman yang sama, karena ia turut menjadi sekutu dalam kemaksiatan yang merusak masyarakat.

Keadilan Syariat: Gugurnya Hukum karena Paksaan
Namun, di balik ketegasan tersebut, Islam sangat menjunjung tinggi keadilan. Hukuman seberat itu memiliki satu syarat mutlak: perbuatan tersebut dilakukan tanpa paksaan (bisyarthi allaa yakuuna mukrahan).

​Jika seseorang terbukti murni menjadi korban karena dipaksa atau diancam nyawanya, unsur kerelaan itu hilang. Baginya, hukuman had ini gugur sepenuhnya.

​Syariat ditetapkan bukan semata-mata untuk ajang penghukuman, melainkan untuk menjaga kelestarian keturunan (hifzh an-nasl) dan melindungi peradaban dari kehancuran moral.

​Sudah sejauh mana kita membentengi keluarga dan lingkungan kita dari hal-hal yang menyimpang dari fitrah?

Agar kamu bisa upgrade insight seputar keluarga tiap hari, ikuti:
🖇 Telegram: t.me/usariyah
🖇 Instagram: instagram.com/usariyah.id

🚪 USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM