π¦ Ayah Pemimpin, Ibu Madrasah β Begitulah Generasi Rabbani Dicetak
"Betapa banyak ketakwaan terpatri pada diri seorang anak disebabkan mengikuti ketakwaan kedua orang tua ataupun salah seorang dari mereka."
[Mencetak Generasi Rabbani, hal. 22-23]
Artinya: sebelum mendidik anak, perbaiki dirimu dulu β karena anakmu belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.
β¦ Ayah adalah panglima rumah tangga β teladannya menentukan arah keluarga
β¦ Ibu adalah madrasah pertama β yang paling sering hadir, paling dekat di hati anak
β¦ Peran ibu bisa lebih dominan karena intensitas pertemuan yang lebih tinggi dan tabiatnya yang lembut dan penuh kasih
β¦ Namun keduanya wajib bersinergi β tanpa kerjasama ayah dan ibu, generasi Rabbani tidak akan terwujud
Mendidik anak bukan tugas satu pihak. Ayah dan ibu adalah satu tim, menang dan kalah bersama.
Sudah seberapa solid kerjasama kita hari ini?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Abu Ihsan Al-Atsary & Ummu Ihsan Al-Atsary, Mencetak Generasi Rabbani, Cetakan Keenam, 1442 H/2021 M, Pustaka Imam Syafi'i, hal. 22-23.
_
Dan kalau insight seperti ini relate, tandanya kita orang tua yang serius soal tumbuh kembang anak.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Betapa banyak ketakwaan terpatri pada diri seorang anak disebabkan mengikuti ketakwaan kedua orang tua ataupun salah seorang dari mereka."
[Mencetak Generasi Rabbani, hal. 22-23]
Artinya: sebelum mendidik anak, perbaiki dirimu dulu β karena anakmu belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.
β¦ Ayah adalah panglima rumah tangga β teladannya menentukan arah keluarga
β¦ Ibu adalah madrasah pertama β yang paling sering hadir, paling dekat di hati anak
β¦ Peran ibu bisa lebih dominan karena intensitas pertemuan yang lebih tinggi dan tabiatnya yang lembut dan penuh kasih
β¦ Namun keduanya wajib bersinergi β tanpa kerjasama ayah dan ibu, generasi Rabbani tidak akan terwujud
Mendidik anak bukan tugas satu pihak. Ayah dan ibu adalah satu tim, menang dan kalah bersama.
Sudah seberapa solid kerjasama kita hari ini?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Abu Ihsan Al-Atsary & Ummu Ihsan Al-Atsary, Mencetak Generasi Rabbani, Cetakan Keenam, 1442 H/2021 M, Pustaka Imam Syafi'i, hal. 22-23.
_
Dan kalau insight seperti ini relate, tandanya kita orang tua yang serius soal tumbuh kembang anak.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
πCintanya Membinasakan
Betapa banyak yang merusak dirinya dan orang-orang tersayangnya β bukan karena benci, tapi karena tidak tahu.
β¦ Pemuda yang berfoya-foya menyangka itulah cara menikmati masa muda β padahal ia sedang menghancurkan masa depannya sendiri
β¦ Orang tua yang menuruti semua kemauan anak menyangka itulah kasih sayang β padahal ia sedang merusak karakter dan melemahkan mental sang anak
β¦ Suami yang mengumbar kemesraan di medsos menyangka itulah bukti cinta β padahal ia sedang membuang rasa malu dan mengundang keburukan
β¦ Istri yang berdandan di hadapan teman-teman suami menyangka itulah menjaga wibawa β padahal ia sedang membuka pintu fitnah bagi keluarganya
Semua itu bukan karena niat buruk. Tapi karena hilangnya ilmu. Niat baik tanpa ilmu bisa sama bahayanya dengan niat buruk.
Maka sungguh benar pepatah Arab:
Niat baik saja tidak cukup. Yang membedakan adalah ilmu.
Sudah cukupkah ilmumu untuk mencintai dengan benar?
================
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu orang yang serius soal kualitas hidupmu dan orang-orang yang kamu cintai.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Betapa banyak yang merusak dirinya dan orang-orang tersayangnya β bukan karena benci, tapi karena tidak tahu.
β¦ Pemuda yang berfoya-foya menyangka itulah cara menikmati masa muda β padahal ia sedang menghancurkan masa depannya sendiri
β¦ Orang tua yang menuruti semua kemauan anak menyangka itulah kasih sayang β padahal ia sedang merusak karakter dan melemahkan mental sang anak
β¦ Suami yang mengumbar kemesraan di medsos menyangka itulah bukti cinta β padahal ia sedang membuang rasa malu dan mengundang keburukan
β¦ Istri yang berdandan di hadapan teman-teman suami menyangka itulah menjaga wibawa β padahal ia sedang membuka pintu fitnah bagi keluarganya
Semua itu bukan karena niat buruk. Tapi karena hilangnya ilmu. Niat baik tanpa ilmu bisa sama bahayanya dengan niat buruk.
Maka sungguh benar pepatah Arab:
"ΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΨ¬Ψ§ΩΩ Ψ¨ΩΩΨ³Ω ΩΩ ΨΨ¨ΩΨ¨Ψ§ΨͺΩ Ω Ψ§ ΩΨ§ ΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΨΉΨ―Ω Ψ¨ΨΉΨ―ΩΩ"
"Orang yang jahil melakukan terhadap dirinya dan orang-orang yang dicintainya, sesuatu yang bahkan tidak akan dilakukan oleh seorang musuh terhadap musuh bebuyutannya."
Niat baik saja tidak cukup. Yang membedakan adalah ilmu.
Sudah cukupkah ilmumu untuk mencintai dengan benar?
================
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu orang yang serius soal kualitas hidupmu dan orang-orang yang kamu cintai.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€3
Usariyah.id
Photo
πͺ Izin Suami: βToxic Controlβ atau Benteng Kehormatan? β Pahami Hak yang Sering Dilupakan
"Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan seizin suaminya. Dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah kecuali dengan seizin suaminya."
(HR. Bukhari no. 4899)
Di era ketika kebebasan sangat diagungkan, syariat justru mengajarkan bahwa menjaga pintu rumah dengan izin suami adalah bentuk ketaatan yang agung. Rumah adalah wilayah privasi keluarga, bukan ruang publik yang bebas dimasuki siapa saja.
β¦ Rumah adalah wilayah tanggung jawab suami. Sebagai qawwam (pemimpin keluarga), ia memikul amanah untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan ketenteraman rumah tangga.
β¦ Ketentuan ini berlaku untuk semua tamu, termasuk orang-orang yang sudah dikenal, bukan hanya orang asing.
β¦ Ini bukan persoalan kecurigaan atau trust issue, melainkan bentuk penjagaan syariat terhadap berbagai pintu fitnah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.
β¦ Istri yang mematuhi aturan ini bukanlah wanita yang dikekang. Justru ia menunjukkan kecerdasan dan ketaatan dalam menempatkan segala sesuatu pada porsinya sesuai tuntunan syariat.
Aturan ini tidak dibuat untuk membatasi istri, melainkan untuk menjaga keluarga. Banyak keretakan rumah tangga berawal dari perkara yang dianggap sepele, lalu berkembang menjadi masalah besar karena tidak dijaga sejak awal.
Ilmunya sudah sampai. Pertanyaannya: sudahkah ego kita tunduk untuk mengamalkannya?
β Referensi:
β’ Al-Qism Al-'Ilmiy Muassasah Ad-Duror As-Saniyah, Fiqhu Al-Usroh, cet. pertama, 1440 H/2019 M, Ad-Duror As-Saniyah, hlm. 816β817.
Membangun rumah tangga yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar cinta; ia membutuhkan syariat sebagai pondasi dan ketaatan sebagai dindingnya.
Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi celah yang melemahkan benteng keluargamu.
π Ingin mendapatkan kajian keluarga dan adab rumah tangga setiap hari?
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
USARIYAH β Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan seizin suaminya. Dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah kecuali dengan seizin suaminya."
(HR. Bukhari no. 4899)
Di era ketika kebebasan sangat diagungkan, syariat justru mengajarkan bahwa menjaga pintu rumah dengan izin suami adalah bentuk ketaatan yang agung. Rumah adalah wilayah privasi keluarga, bukan ruang publik yang bebas dimasuki siapa saja.
β¦ Rumah adalah wilayah tanggung jawab suami. Sebagai qawwam (pemimpin keluarga), ia memikul amanah untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan ketenteraman rumah tangga.
β¦ Ketentuan ini berlaku untuk semua tamu, termasuk orang-orang yang sudah dikenal, bukan hanya orang asing.
β¦ Ini bukan persoalan kecurigaan atau trust issue, melainkan bentuk penjagaan syariat terhadap berbagai pintu fitnah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.
β¦ Istri yang mematuhi aturan ini bukanlah wanita yang dikekang. Justru ia menunjukkan kecerdasan dan ketaatan dalam menempatkan segala sesuatu pada porsinya sesuai tuntunan syariat.
Aturan ini tidak dibuat untuk membatasi istri, melainkan untuk menjaga keluarga. Banyak keretakan rumah tangga berawal dari perkara yang dianggap sepele, lalu berkembang menjadi masalah besar karena tidak dijaga sejak awal.
Ilmunya sudah sampai. Pertanyaannya: sudahkah ego kita tunduk untuk mengamalkannya?
β Referensi:
β’ Al-Qism Al-'Ilmiy Muassasah Ad-Duror As-Saniyah, Fiqhu Al-Usroh, cet. pertama, 1440 H/2019 M, Ad-Duror As-Saniyah, hlm. 816β817.
Membangun rumah tangga yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar cinta; ia membutuhkan syariat sebagai pondasi dan ketaatan sebagai dindingnya.
Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi celah yang melemahkan benteng keluargamu.
π Ingin mendapatkan kajian keluarga dan adab rumah tangga setiap hari?
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
USARIYAH β Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€1
Usariyah.id
Photo
π·Karena Hatinya Lebih Lembut
Imam Al-Alusi -rahimahullah- berkata:
"Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΨ§ΨΉΩΨͺΩΩΩΨ§Ψ‘Ω Ψ¨ΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨ³ΩΨ±ΩΩ Ψ¨ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΨ¨Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ³ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΩΩΩΨͺΩΩΩΩΩΩΨ ΩΩΩΩΩΩΨ¨ΩΨΊΩΩ ΩΩΩΩΨ£ΩΨ¨Ω Ψ₯ΩΨ°ΩΨ§ Ψ£ΩΨΉΩΨ·ΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΨ§Ψ―ΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ¦ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΨ¨ΩΨ―ΩΨ£Ω Ψ¨ΩΨ§ΩΩΨ£ΩΩΩΨ«ΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ§ΩΨ°ΩΩΩΩΨ±Ω"
"Di antara perkara yang dikenal dari orang-orang yang mulia adalah perhatian mereka terhadap hal-hal yang dapat menghibur hati para wanita karena kelembutan mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang ayah, apabila memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, mendahulukan anak perempuannya sebelum anak laki-lakinya."
[Ruhul Ma'ani, 8/36]
Artinya: mendahulukan anak perempuan bukan pilihan β itu cerminan kemuliaan akhlak seorang ayah.
β¦ Orang-orang mulia dikenal dari cara mereka memperlakukan wanita β termasuk anak perempuan mereka sendiri
β¦ Mendahulukan anak perempuan saat memberi sesuatu adalah sunnah akhlak yang banyak ditinggalkan
β¦ Kelembutan hati anak perempuan butuh perhatian yang lebih peka β bukan diabaikan atau dinomor-duakan
β¦ Ayah yang memuliakan anak perempuannya sedang menanam rasa aman dan harga diri yang akan ia bawa seumur hidup
Cara seorang ayah memperlakukan anak perempuannya akan menentukan bagaimana ia kelak memandang dirinya sendiri.
Sudah kapan terakhir kali kamu mendahulukan anak perempuanmu?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Imam Al-Alusi, Ruhul Ma'ani, 8/36.
Menjaga fitrah dan kemuliaan anak perempuan butuh ilmu, bukan sekadar naluri. Jangan biarkan mereka mencari sosok pelindung di luar karena kehilangan kehangatan di dalam rumahnya sendiri.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id (coming soon)
βDapatkan panduan mendidik anak dan merawat keluarga dengan ketegasan syariat yang berbalut kelembutan.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Imam Al-Alusi -rahimahullah- berkata:
"Ω ΩΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΩΨΉΩΨ±ΩΩΩΩ ΨΉΩΩΩΨ―Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ±ΩΨ§Ω Ω Ψ§ΩΩΨ§ΨΉΩΨͺΩΩΩΨ§Ψ‘Ω Ψ¨ΩΩ ΩΨ§ ΩΩΨ³ΩΨ±ΩΩ Ψ¨ΩΩΩ ΩΩΩΩΩΨ¨Ω Ψ§ΩΩΩΩΨ³ΩΨ§Ψ‘Ω ΩΩΨ±ΩΩΩΩΨͺΩΩΩΩΩΩΨ ΩΩΩΩΩΩΨ¨ΩΨΊΩΩ ΩΩΩΩΨ£ΩΨ¨Ω Ψ₯ΩΨ°ΩΨ§ Ψ£ΩΨΉΩΨ·ΩΩ Ψ£ΩΩΩΩΩΨ§Ψ―ΩΩΩ Ψ΄ΩΩΩΨ¦ΩΨ§ Ψ£ΩΩΩ ΩΩΨ¨ΩΨ―ΩΨ£Ω Ψ¨ΩΨ§ΩΩΨ£ΩΩΩΨ«ΩΩ ΩΩΨ¨ΩΩΩ Ψ§ΩΨ°ΩΩΩΩΨ±Ω"
"Di antara perkara yang dikenal dari orang-orang yang mulia adalah perhatian mereka terhadap hal-hal yang dapat menghibur hati para wanita karena kelembutan mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang ayah, apabila memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, mendahulukan anak perempuannya sebelum anak laki-lakinya."
[Ruhul Ma'ani, 8/36]
Artinya: mendahulukan anak perempuan bukan pilihan β itu cerminan kemuliaan akhlak seorang ayah.
β¦ Orang-orang mulia dikenal dari cara mereka memperlakukan wanita β termasuk anak perempuan mereka sendiri
β¦ Mendahulukan anak perempuan saat memberi sesuatu adalah sunnah akhlak yang banyak ditinggalkan
β¦ Kelembutan hati anak perempuan butuh perhatian yang lebih peka β bukan diabaikan atau dinomor-duakan
β¦ Ayah yang memuliakan anak perempuannya sedang menanam rasa aman dan harga diri yang akan ia bawa seumur hidup
Cara seorang ayah memperlakukan anak perempuannya akan menentukan bagaimana ia kelak memandang dirinya sendiri.
Sudah kapan terakhir kali kamu mendahulukan anak perempuanmu?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Imam Al-Alusi, Ruhul Ma'ani, 8/36.
Menjaga fitrah dan kemuliaan anak perempuan butuh ilmu, bukan sekadar naluri. Jangan biarkan mereka mencari sosok pelindung di luar karena kehilangan kehangatan di dalam rumahnya sendiri.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id (coming soon)
βDapatkan panduan mendidik anak dan merawat keluarga dengan ketegasan syariat yang berbalut kelembutan.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€4
πͺ Sibuk Lihat Buahnya, Lupa Lihat Pohonnya β Introspeksi Sebelum Membandingkan
Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. hafizhahullah dalam salah satu kajiannya menuturkan,
Artinya: sungguh tidak adil menuntut anak kita sehebat anak orang lain, jika kita sebagai orang tua belum memberikan pengorbanan, ilmu, dan keteladanan sehebat orang tua mereka.
β¦ Anak adalah cerminan didikan β buah yang manis hanya lahir dari pohon yang dirawat dengan ilmu, doa, dan kesabaran ekstra.
β¦ Membandingkan anak hanya akan melukai harga dirinya dan mematikan fitrahnya, tanpa pernah memberikan solusi atas kekurangannya.
β¦ Sebelum menuntut anak untuk rajin ibadah, menghafal Al-Qur'an, atau beradab mulia, tanyakan pada cermin: sudahkah kita mencontohkannya di rumah?
β¦ Fokuslah memperbaiki "pohonnya" (kualitas diri kita sebagai pendidik). Jika akarnya kuat dan disirami tauhid, maka "buahnya" akan tumbuh lebat dengan sendirinya atas izin Allah.
Mendidik anak bukanlah ajang perlombaan kehebatan dengan tetangga, melainkan pertanggungjawaban berat di hadapan Allah kelak.
Sudahkah kita lebih sibuk mengevaluasi cara didik kita, daripada mengkritik hasil belajar anak?
Mendidik anak butuh cermin untuk terus mengevaluasi diri, bukan kaca pembesar untuk terus-menerus mencari kesalahan mereka. Jangan biarkan ambisi pribadi justru merusak mental sang buah hati.
ππ»Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Dapatkan asupan nutrisi parenting berlandaskan syariat yang akan meluruskan kembali kompas pengasuhan di rumahmu.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. hafizhahullah dalam salah satu kajiannya menuturkan,
"Bagaimana bisa orangtua (begitu mudah) membandingkan anaknya dengan anak orang lain, namun (dia sendiri) tidak membandingkan kualitas dirinya (dalam mendidik) dengan orang tua anak tersebut?!"
Artinya: sungguh tidak adil menuntut anak kita sehebat anak orang lain, jika kita sebagai orang tua belum memberikan pengorbanan, ilmu, dan keteladanan sehebat orang tua mereka.
β¦ Anak adalah cerminan didikan β buah yang manis hanya lahir dari pohon yang dirawat dengan ilmu, doa, dan kesabaran ekstra.
β¦ Membandingkan anak hanya akan melukai harga dirinya dan mematikan fitrahnya, tanpa pernah memberikan solusi atas kekurangannya.
β¦ Sebelum menuntut anak untuk rajin ibadah, menghafal Al-Qur'an, atau beradab mulia, tanyakan pada cermin: sudahkah kita mencontohkannya di rumah?
β¦ Fokuslah memperbaiki "pohonnya" (kualitas diri kita sebagai pendidik). Jika akarnya kuat dan disirami tauhid, maka "buahnya" akan tumbuh lebat dengan sendirinya atas izin Allah.
Mendidik anak bukanlah ajang perlombaan kehebatan dengan tetangga, melainkan pertanggungjawaban berat di hadapan Allah kelak.
Sudahkah kita lebih sibuk mengevaluasi cara didik kita, daripada mengkritik hasil belajar anak?
Mendidik anak butuh cermin untuk terus mengevaluasi diri, bukan kaca pembesar untuk terus-menerus mencari kesalahan mereka. Jangan biarkan ambisi pribadi justru merusak mental sang buah hati.
ππ»Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Dapatkan asupan nutrisi parenting berlandaskan syariat yang akan meluruskan kembali kompas pengasuhan di rumahmu.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€2
Usariyah.id
Photo
πIkhtiar yang Jarang Diketahui untuk Memudahkan Persalinan
dr. Raehanul Bahraen dalam Fiqih Kontemporer Kesehatan Wanita membahas beberapa ikhtiar yang bisa dilakukan pasangan suami istri menjelang persalinan β bukan jaminan, tapi sebab yang dianjurkan untuk diusahakan.
β¦ Dzikir pagi-petang β dibaca rutin dalam keseharian, bukan hanya saat hamil; berlaku juga untuk suami
β¦ Jaga berat bayi ideal β untuk anak pertama, disarankan di kisaran 2.600-3.000 gram, dikontrol lewat konsumsi karbohidrat, gula, dan protein
β¦ Senam kegel β melatih otot dasar panggul, juga bermanfaat untuk kejantanan suami
β¦ Hubungan suami istri menjelang HPL β prostaglandin dalam sperma membantu pematangan serviks dan memicu kontraksi alami; suami perlu memperhatikan posisi dan kondisi istri
β¦ Jalan pagi atau sore bersama suami β aktivitas ringan yang membantu proses persalinan
β¦ Kurangi capek dan stres β suami ikut membantu pekerjaan rumah, bila perlu manfaatkan jasa laundry
Persalinan yang mudah bukan hanya soal medis β tapi juga soal ikhtiar suami istri yang berjalan bersama.
Sudah berapa banyak dari ikhtiar ini yang sudah dijalankan bersama pasangan?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
dr. Raehanul Bahraen, Fiqih Kontemporer Kesehatan Wanita, hal. 91-96, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Cet. ke-4, 1444 H.
β οΈ Tetap konsultasikan dengan dokter kandungan β ini adalah ikhtiar pendukung, bukan pengganti pemeriksaan medis.
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu pasangan yang serius soal persiapan persalinan.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
dr. Raehanul Bahraen dalam Fiqih Kontemporer Kesehatan Wanita membahas beberapa ikhtiar yang bisa dilakukan pasangan suami istri menjelang persalinan β bukan jaminan, tapi sebab yang dianjurkan untuk diusahakan.
β¦ Dzikir pagi-petang β dibaca rutin dalam keseharian, bukan hanya saat hamil; berlaku juga untuk suami
β¦ Jaga berat bayi ideal β untuk anak pertama, disarankan di kisaran 2.600-3.000 gram, dikontrol lewat konsumsi karbohidrat, gula, dan protein
β¦ Senam kegel β melatih otot dasar panggul, juga bermanfaat untuk kejantanan suami
β¦ Hubungan suami istri menjelang HPL β prostaglandin dalam sperma membantu pematangan serviks dan memicu kontraksi alami; suami perlu memperhatikan posisi dan kondisi istri
β¦ Jalan pagi atau sore bersama suami β aktivitas ringan yang membantu proses persalinan
β¦ Kurangi capek dan stres β suami ikut membantu pekerjaan rumah, bila perlu manfaatkan jasa laundry
Persalinan yang mudah bukan hanya soal medis β tapi juga soal ikhtiar suami istri yang berjalan bersama.
Sudah berapa banyak dari ikhtiar ini yang sudah dijalankan bersama pasangan?
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
dr. Raehanul Bahraen, Fiqih Kontemporer Kesehatan Wanita, hal. 91-96, Pustaka Imam Asy-Syafi'i, Cet. ke-4, 1444 H.
β οΈ Tetap konsultasikan dengan dokter kandungan β ini adalah ikhtiar pendukung, bukan pengganti pemeriksaan medis.
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu pasangan yang serius soal persiapan persalinan.
Follow sekarang:
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
πͺ USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€4
Usariyah.id
Photo
π± Apa pelajaran pertama yang harus diajarkan kepada anak?
Banyak orang tua berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk buah hatinya. Namun, sebelum mengajarkan berbagai ilmu, ada satu pondasi yang tidak boleh terlewat.
Tauhid.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa orang tua wajib mendahulukan pengajaran tauhid kepada anak-anaknya. Sebagaimana Rasulullah ο·Ί membangun akidah para sahabat sebelum mengajarkan Al-Qur'an dan syariat. Sebab, tauhid adalah pondasi, sedangkan ilmu dan amal lainnya dibangun di atasnya.
Mari mulai membangun keluarga dari pondasi yang benar. Karena anak yang mengenal Rabb-nya akan memiliki arah dalam menjalani kehidupannya.
β¨ InsyaAllah, masih banyak faedah seputar pernikahan, keluarga, dan pendidikan anak yang kami sajikan dalam bentuk infografis yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Jangan lewatkan pembahasan berikutnya.
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Syarh Tsalatsatil Ushul, Muqaddimah.
β’ Fatawa Nurun 'ala Ad-Darb, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin.
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
π‘ Semoga faedah ini menjadi sebab kita semakin memperhatikan pendidikan akidah dalam keluarga dan dimudahkan untuk mengamalkannya.
Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£Ψ΅ΩΨ Ψ£Ψ¨ΩΨ§Ψ‘ Ψ§ΩΩ Ψ³ΩΩ ΩΩΨ ΩΨ§Ψ¬ΨΉΩΩΩ Ω Ω Ψ£ΩΩ Ψ§ΩΨͺΩΨΩΨ― ΩΨ§ΩΨ³ΩΨ©Ψ ΩΨ¨Ψ§Ψ±Ω ΩΩ Ψ’Ψ¨Ψ§Ψ¦ΩΩ ΩΨ£Ω ΩΨ§ΨͺΩΩ .
"Ya Allah, perbaikilah anak-anak kaum muslimin, jadikan mereka termasuk hamba-hamba yang bertauhid dan mengikuti sunnah, serta berkahilah ayah dan ibu mereka."
πͺ USARIYAH
Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Banyak orang tua berusaha memberikan pendidikan terbaik untuk buah hatinya. Namun, sebelum mengajarkan berbagai ilmu, ada satu pondasi yang tidak boleh terlewat.
Tauhid.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa orang tua wajib mendahulukan pengajaran tauhid kepada anak-anaknya. Sebagaimana Rasulullah ο·Ί membangun akidah para sahabat sebelum mengajarkan Al-Qur'an dan syariat. Sebab, tauhid adalah pondasi, sedangkan ilmu dan amal lainnya dibangun di atasnya.
Mari mulai membangun keluarga dari pondasi yang benar. Karena anak yang mengenal Rabb-nya akan memiliki arah dalam menjalani kehidupannya.
β¨ InsyaAllah, masih banyak faedah seputar pernikahan, keluarga, dan pendidikan anak yang kami sajikan dalam bentuk infografis yang ringkas, menarik, dan mudah dipahami. Jangan lewatkan pembahasan berikutnya.
================
β πππππ«ππ§π¬π’:
β’ Syarh Tsalatsatil Ushul, Muqaddimah.
β’ Fatawa Nurun 'ala Ad-Darb, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin.
π Telegram: t.me/usariyah
π Instagram: instagram.com/usariyah.id
π‘ Semoga faedah ini menjadi sebab kita semakin memperhatikan pendidikan akidah dalam keluarga dan dimudahkan untuk mengamalkannya.
Ψ§ΩΩΩΩ Ψ£Ψ΅ΩΨ Ψ£Ψ¨ΩΨ§Ψ‘ Ψ§ΩΩ Ψ³ΩΩ ΩΩΨ ΩΨ§Ψ¬ΨΉΩΩΩ Ω Ω Ψ£ΩΩ Ψ§ΩΨͺΩΨΩΨ― ΩΨ§ΩΨ³ΩΨ©Ψ ΩΨ¨Ψ§Ψ±Ω ΩΩ Ψ’Ψ¨Ψ§Ψ¦ΩΩ ΩΨ£Ω ΩΨ§ΨͺΩΩ .
"Ya Allah, perbaikilah anak-anak kaum muslimin, jadikan mereka termasuk hamba-hamba yang bertauhid dan mengikuti sunnah, serta berkahilah ayah dan ibu mereka."
πͺ USARIYAH
Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
β€8