Usariyah.id
363 subscribers
67 photos
3 videos
1 file
68 links
Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.

Follow:
instagram.com/usariyah.id/
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐Ÿ’ฅTeman Anakmu Bisa Menghapus Semua yang Sudah Kamu Bangun

Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar -hafizhahullah- berkata:

"ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ -ุญูŽููุธูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ู- ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฑูŽูููŠู‚ูŽ ูˆูŽู„ูŽุฏููƒูŽ ู‚ูŽุฏู’ ูŠููู’ุณูุฏู ู…ูŽุง ุจูŽู†ูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ุทููˆู„ูŽ ุนูู…ู’ุฑููƒูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽู…ู’ุญููˆ ุงู„ุตูŽู‘ููŽุญูŽุงุชู ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ุตูŽู…ูŽู‘ู…ู’ุชูŽู‡ูŽุง ุจูุนูŽุฑูŽู‚ู ุฌูŽุจููŠู†ููƒูŽ"

"Ketahuilah โ€” semoga Allah menjagamu โ€” sungguh teman anakmu bisa saja merusak apa yang telah engkau bangun selama hidupmu, dan menghapus lembaran yang telah engkau desain dengan keringat di keningmu."
[Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, hal. 72]

Artinya: satu teman yang salah bisa meruntuhkan bertahun-tahun jerih payah mendidik anak.

โœฆ Memilih teman yang baik bagi anak memangkas beban mendidik hingga separuhnya

โœฆ Pertemanan anak di usia dini tampak lemah โ€” tapi jika berlanjut, ia mengakar kuat dan bertahan lama.

โœฆ Seleksi pergaulan anak harus dimulai sejak masa balita, bukan menunggu remaja

โœฆ Ini bukan tugas sekolah atau lingkungan โ€” ini tanggung jawab ayah dan ibu secara langsung.

Didikanmu bisa hancur bukan karena kamu tidak serius โ€” tapi karena kamu salah memilih teman untuk anakmu.

Sudah seberapa serius kamu memilih lingkungan pergaulan anakmu?

================
โ€” ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ฌ๐ข:
โ€ข Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar, Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, Cetakan Pertama, 1436 H, Maktabah Darul Hijaz, hal. 72.

๐Ÿ‘‡ Follow agar bisa terus upgrade keluargamu menjadi lebih berkualitas
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Usariyah.id
Photo
๐Ÿ’ฅSudah Lama Mencari, Tapi Belum Juga Ketemu?! Mungkin Ini Sebabnya

Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky -rahimahullah- berkata:

"ุงู„ุฒูˆุฌุฉ ุงู„ุตุงู„ุญุฉ ู„ุง ุชุฃุชูŠ ุจุณุนูŠูƒุŒ ูู‡ูŠ ุฑุฒู‚ ูŠูุณุงู‚ ู„ูู…ู† ุงุชู‚ู‰ ุฑุจู‡ุŒ ู„ุง ุชุชุฒูˆุฌ ุฅู„ุง ุจุงู„ุตุงู„ุญุฉุŒ ุฅุฐ ู„ู… ูŠูƒู† ู„ู„ุฑุฌู„ ุฒูˆุฌุฉ ุตุงู„ุญุฉุŒ ูุฅู†ู‡ ู„ุง ูŠุณุชู‚ูŠู… ุฃู…ุฑ ู…ุนู‡ุง ุฅู„ุง ุจุฐู‡ุงุจ ุฌุฒุก ู…ู† ุฏูŠู†ู‡ุŒ ูˆุฐู„ูƒ ู…ุดุงู‡ุฏ ู…ุนู„ูˆู… ุจุงู„ุชุฌุฑุจุฉ"

"Istri yang shalihah tidak datang semata-mata karena usahamu โ€” dia adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba yang bertakwa kepada-Nya. Jangan menikah kecuali dengan wanita shalihah. Jika seorang laki-laki tidak memiliki istri shalihah, urusannya tidak akan berjalan baik kecuali dengan mengorbankan sebagian agamanya โ€” dan ini telah terbukti melalui pengalaman."
[Ahkamul Qur'an, 1/536]

Artinya: istri shalihah bukan soal seberapa keras kamu mencari โ€” tapi seberapa sungguh kamu bertakwa.

โœฆ Istri shalihah adalah rezeki, bukan sekadar hasil ikhtiar

โœฆ Kunci mendapatkannya bukan memperbanyak pendekatan โ€” tapi memperbanyak ketakwaan

โœฆ Menikah dengan yang tidak shalihah bukan sekadar masalah rumah tangga โ€” agamamu yang jadi taruhannya

โœฆ Perbaiki dirimu dulu โ€” karena laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik

Bukan soal belum ketemu. Mungkin soal belum siap โ€” dan belum cukup takwa.

Sudah sejauh mana kamu memperbaiki diri untuk menjemput rezeki itu?

================
โ€” ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ฌ๐ข:
โ€ข Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky, Ahkamul Qur'an, 1/536.

๐Ÿ‘‡ Bagikan ke yang sedang dalam penantian ๐Ÿค
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โค1
๐ŸŒฆ Ayah Pemimpin, Ibu Madrasah โ€” Begitulah Generasi Rabbani Dicetak

"Betapa banyak ketakwaan terpatri pada diri seorang anak disebabkan mengikuti ketakwaan kedua orang tua ataupun salah seorang dari mereka."
[Mencetak Generasi Rabbani, hal. 22-23]

Artinya: sebelum mendidik anak, perbaiki dirimu dulu โ€” karena anakmu belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.

โœฆ Ayah adalah panglima rumah tangga โ€” teladannya menentukan arah keluarga
โœฆ Ibu adalah madrasah pertama โ€” yang paling sering hadir, paling dekat di hati anak
โœฆ Peran ibu bisa lebih dominan karena intensitas pertemuan yang lebih tinggi dan tabiatnya yang lembut dan penuh kasih
โœฆ Namun keduanya wajib bersinergi โ€” tanpa kerjasama ayah dan ibu, generasi Rabbani tidak akan terwujud

Mendidik anak bukan tugas satu pihak. Ayah dan ibu adalah satu tim, menang dan kalah bersama.

Sudah seberapa solid kerjasama kita hari ini?
================
โ€” ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ฌ๐ข:
โ€ข Abu Ihsan Al-Atsary & Ummu Ihsan Al-Atsary, Mencetak Generasi Rabbani, Cetakan Keenam, 1442 H/2021 M, Pustaka Imam Syafi'i, hal. 22-23.
_
Dan kalau insight seperti ini relate, tandanya kita orang tua yang serius soal tumbuh kembang anak.

Follow sekarang:
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id

Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โค2
๐Ÿ’”Cintanya Membinasakan

Betapa banyak yang merusak dirinya dan orang-orang tersayangnya โ€” bukan karena benci, tapi karena tidak tahu.

โœฆ Pemuda yang berfoya-foya menyangka itulah cara menikmati masa muda โ€” padahal ia sedang menghancurkan masa depannya sendiri
โœฆ Orang tua yang menuruti semua kemauan anak menyangka itulah kasih sayang โ€” padahal ia sedang merusak karakter dan melemahkan mental sang anak
โœฆ Suami yang mengumbar kemesraan di medsos menyangka itulah bukti cinta โ€” padahal ia sedang membuang rasa malu dan mengundang keburukan
โœฆ Istri yang berdandan di hadapan teman-teman suami menyangka itulah menjaga wibawa โ€” padahal ia sedang membuka pintu fitnah bagi keluarganya

Semua itu bukan karena niat buruk. Tapi karena hilangnya ilmu. Niat baik tanpa ilmu bisa sama bahayanya dengan niat buruk.

Maka sungguh benar pepatah Arab:

"ูŠูุนู„ ุงู„ุฌุงู‡ู„ ุจู†ูุณู‡ ูˆู…ุญุจูˆุจุงุชู‡ ู…ุง ู„ุง ูŠูุนู„ ุงู„ุนุฏูˆ ุจุนุฏูˆู‡"
"Orang yang jahil melakukan terhadap dirinya dan orang-orang yang dicintainya, sesuatu yang bahkan tidak akan dilakukan oleh seorang musuh terhadap musuh bebuyutannya."


Niat baik saja tidak cukup. Yang membedakan adalah ilmu.
Sudah cukupkah ilmumu untuk mencintai dengan benar?
================
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu orang yang serius soal kualitas hidupmu dan orang-orang yang kamu cintai.

Follow sekarang:
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id

Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Usariyah.id
Photo
๐Ÿšช Izin Suami: โ€œToxic Controlโ€ atau Benteng Kehormatan? โ€” Pahami Hak yang Sering Dilupakan

"Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan seizin suaminya. Dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah kecuali dengan seizin suaminya."
(HR. Bukhari no. 4899)

Di era ketika kebebasan sangat diagungkan, syariat justru mengajarkan bahwa menjaga pintu rumah dengan izin suami adalah bentuk ketaatan yang agung. Rumah adalah wilayah privasi keluarga, bukan ruang publik yang bebas dimasuki siapa saja.

โœฆ Rumah adalah wilayah tanggung jawab suami. Sebagai qawwam (pemimpin keluarga), ia memikul amanah untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan ketenteraman rumah tangga.
โœฆ Ketentuan ini berlaku untuk semua tamu, termasuk orang-orang yang sudah dikenal, bukan hanya orang asing.
โœฆ Ini bukan persoalan kecurigaan atau trust issue, melainkan bentuk penjagaan syariat terhadap berbagai pintu fitnah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.
โœฆ Istri yang mematuhi aturan ini bukanlah wanita yang dikekang. Justru ia menunjukkan kecerdasan dan ketaatan dalam menempatkan segala sesuatu pada porsinya sesuai tuntunan syariat.

Aturan ini tidak dibuat untuk membatasi istri, melainkan untuk menjaga keluarga. Banyak keretakan rumah tangga berawal dari perkara yang dianggap sepele, lalu berkembang menjadi masalah besar karena tidak dijaga sejak awal.

Ilmunya sudah sampai. Pertanyaannya: sudahkah ego kita tunduk untuk mengamalkannya?

โ€” Referensi:
โ€ข Al-Qism Al-'Ilmiy Muassasah Ad-Duror As-Saniyah, Fiqhu Al-Usroh, cet. pertama, 1440 H/2019 M, Ad-Duror As-Saniyah, hlm. 816โ€“817.

Membangun rumah tangga yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar cinta; ia membutuhkan syariat sebagai pondasi dan ketaatan sebagai dindingnya.
Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi celah yang melemahkan benteng keluargamu.


๐Ÿ“š Ingin mendapatkan kajian keluarga dan adab rumah tangga setiap hari?
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id

USARIYAH โ€” Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โค1
Usariyah.id
Photo
๐ŸŒทKarena Hatinya Lebih Lembut

Imam Al-Alusi -rahimahullah- berkata:

"ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ูƒูุฑูŽุงู…ู ุงู„ูุงุนู’ุชูู†ูŽุงุกู ุจูู…ูŽุง ูŠูุณูŽุฑูู‘ ุจูู‡ู ู‚ูู„ููˆุจู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ู„ูุฑูู‚ูŽู‘ุชูู‡ูู†ูŽู‘ุŒ ููŽูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠ ู„ูู„ู’ุฃูŽุจู ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽุงุฏูŽู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุจู’ุฏูŽุฃูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุฐูŽู‘ูƒูŽุฑู"
"Di antara perkara yang dikenal dari orang-orang yang mulia adalah perhatian mereka terhadap hal-hal yang dapat menghibur hati para wanita karena kelembutan mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang ayah, apabila memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, mendahulukan anak perempuannya sebelum anak laki-lakinya."
[Ruhul Ma'ani, 8/36]

Artinya: mendahulukan anak perempuan bukan pilihan โ€” itu cerminan kemuliaan akhlak seorang ayah.

โœฆ Orang-orang mulia dikenal dari cara mereka memperlakukan wanita โ€” termasuk anak perempuan mereka sendiri
โœฆ Mendahulukan anak perempuan saat memberi sesuatu adalah sunnah akhlak yang banyak ditinggalkan
โœฆ Kelembutan hati anak perempuan butuh perhatian yang lebih peka โ€” bukan diabaikan atau dinomor-duakan
โœฆ Ayah yang memuliakan anak perempuannya sedang menanam rasa aman dan harga diri yang akan ia bawa seumur hidup

Cara seorang ayah memperlakukan anak perempuannya akan menentukan bagaimana ia kelak memandang dirinya sendiri.

Sudah kapan terakhir kali kamu mendahulukan anak perempuanmu?
================
โ€” ๐‘๐ž๐Ÿ๐ž๐ซ๐ž๐ง๐ฌ๐ข:
โ€ข Imam Al-Alusi, Ruhul Ma'ani, 8/36.

Menjaga fitrah dan kemuliaan anak perempuan butuh ilmu, bukan sekadar naluri. Jangan biarkan mereka mencari sosok pelindung di luar karena kehilangan kehangatan di dalam rumahnya sendiri.

Follow sekarang:
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id (coming soon)

โ€‹Dapatkan panduan mendidik anak dan merawat keluarga dengan ketegasan syariat yang berbalut kelembutan.

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค4
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โค2
๐Ÿšช Sibuk Lihat Buahnya, Lupa Lihat Pohonnya โ€” Introspeksi Sebelum Membandingkan

Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. hafizhahullah dalam salah satu kajiannya menuturkan,
"Bagaimana bisa orangtua (begitu mudah) membandingkan anaknya dengan anak orang lain, namun (dia sendiri) tidak membandingkan kualitas dirinya (dalam mendidik) dengan orang tua anak tersebut?!"


Artinya: sungguh tidak adil menuntut anak kita sehebat anak orang lain, jika kita sebagai orang tua belum memberikan pengorbanan, ilmu, dan keteladanan sehebat orang tua mereka.

โœฆ Anak adalah cerminan didikan โ€” buah yang manis hanya lahir dari pohon yang dirawat dengan ilmu, doa, dan kesabaran ekstra.
โœฆ Membandingkan anak hanya akan melukai harga dirinya dan mematikan fitrahnya, tanpa pernah memberikan solusi atas kekurangannya.
โœฆ Sebelum menuntut anak untuk rajin ibadah, menghafal Al-Qur'an, atau beradab mulia, tanyakan pada cermin: sudahkah kita mencontohkannya di rumah?
โœฆ Fokuslah memperbaiki "pohonnya" (kualitas diri kita sebagai pendidik). Jika akarnya kuat dan disirami tauhid, maka "buahnya" akan tumbuh lebat dengan sendirinya atas izin Allah.

Mendidik anak bukanlah ajang perlombaan kehebatan dengan tetangga, melainkan pertanggungjawaban berat di hadapan Allah kelak.

Sudahkah kita lebih sibuk mengevaluasi cara didik kita, daripada mengkritik hasil belajar anak?

Mendidik anak butuh cermin untuk terus mengevaluasi diri, bukan kaca pembesar untuk terus-menerus mencari kesalahan mereka. Jangan biarkan ambisi pribadi justru merusak mental sang buah hati.

๐Ÿ‘‰๐ŸปFollow sekarang:
๐Ÿ–‡ Telegram: t.me/usariyah
๐Ÿ–‡ Instagram: instagram.com/usariyah.id

Dapatkan asupan nutrisi parenting berlandaskan syariat yang akan meluruskan kembali kompas pengasuhan di rumahmu.

๐Ÿšช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค2