๐ฅTeman Anakmu Bisa Menghapus Semua yang Sudah Kamu Bangun
Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar -hafizhahullah- berkata:
"ููุงุนูููู ู -ุญูููุธููู ุงูููู- ุฃูููู ุฑูููููู ููููุฏููู ููุฏู ููููุณูุฏู ู ูุง ุจูููููุชููู ุทูููู ุนูู ูุฑูููุ ููููู ูุญูู ุงูุตููููุญูุงุชู ุงูููุชูู ุตูู ููู ูุชูููุง ุจูุนูุฑููู ุฌูุจูููููู"
"Ketahuilah โ semoga Allah menjagamu โ sungguh teman anakmu bisa saja merusak apa yang telah engkau bangun selama hidupmu, dan menghapus lembaran yang telah engkau desain dengan keringat di keningmu."
[Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, hal. 72]
Artinya: satu teman yang salah bisa meruntuhkan bertahun-tahun jerih payah mendidik anak.
โฆ Memilih teman yang baik bagi anak memangkas beban mendidik hingga separuhnya
โฆ Pertemanan anak di usia dini tampak lemah โ tapi jika berlanjut, ia mengakar kuat dan bertahan lama.
โฆ Seleksi pergaulan anak harus dimulai sejak masa balita, bukan menunggu remaja
โฆ Ini bukan tugas sekolah atau lingkungan โ ini tanggung jawab ayah dan ibu secara langsung.
Didikanmu bisa hancur bukan karena kamu tidak serius โ tapi karena kamu salah memilih teman untuk anakmu.
Sudah seberapa serius kamu memilih lingkungan pergaulan anakmu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar, Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, Cetakan Pertama, 1436 H, Maktabah Darul Hijaz, hal. 72.
๐ Follow agar bisa terus upgrade keluargamu menjadi lebih berkualitas
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar -hafizhahullah- berkata:
"ููุงุนูููู ู -ุญูููุธููู ุงูููู- ุฃูููู ุฑูููููู ููููุฏููู ููุฏู ููููุณูุฏู ู ูุง ุจูููููุชููู ุทูููู ุนูู ูุฑูููุ ููููู ูุญูู ุงูุตููููุญูุงุชู ุงูููุชูู ุตูู ููู ูุชูููุง ุจูุนูุฑููู ุฌูุจูููููู"
"Ketahuilah โ semoga Allah menjagamu โ sungguh teman anakmu bisa saja merusak apa yang telah engkau bangun selama hidupmu, dan menghapus lembaran yang telah engkau desain dengan keringat di keningmu."
[Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, hal. 72]
Artinya: satu teman yang salah bisa meruntuhkan bertahun-tahun jerih payah mendidik anak.
โฆ Memilih teman yang baik bagi anak memangkas beban mendidik hingga separuhnya
โฆ Pertemanan anak di usia dini tampak lemah โ tapi jika berlanjut, ia mengakar kuat dan bertahan lama.
โฆ Seleksi pergaulan anak harus dimulai sejak masa balita, bukan menunggu remaja
โฆ Ini bukan tugas sekolah atau lingkungan โ ini tanggung jawab ayah dan ibu secara langsung.
Didikanmu bisa hancur bukan karena kamu tidak serius โ tapi karena kamu salah memilih teman untuk anakmu.
Sudah seberapa serius kamu memilih lingkungan pergaulan anakmu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Syaikh Ahmad bin Nashir At-Thayyar, Kaifa Turabbiy Abnaa-Ak, Cetakan Pertama, 1436 H, Maktabah Darul Hijaz, hal. 72.
๐ Follow agar bisa terus upgrade keluargamu menjadi lebih berkualitas
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค1
Usariyah.id
Photo
๐ฅSudah Lama Mencari, Tapi Belum Juga Ketemu?! Mungkin Ini Sebabnya
Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky -rahimahullah- berkata:
"ุงูุฒูุฌุฉ ุงูุตุงูุญุฉ ูุง ุชุฃุชู ุจุณุนููุ ููู ุฑุฒู ููุณุงู ููู ู ุงุชูู ุฑุจูุ ูุง ุชุชุฒูุฌ ุฅูุง ุจุงูุตุงูุญุฉุ ุฅุฐ ูู ููู ููุฑุฌู ุฒูุฌุฉ ุตุงูุญุฉุ ูุฅูู ูุง ูุณุชููู ุฃู ุฑ ู ุนูุง ุฅูุง ุจุฐูุงุจ ุฌุฒุก ู ู ุฏูููุ ูุฐูู ู ุดุงูุฏ ู ุนููู ุจุงูุชุฌุฑุจุฉ"
"Istri yang shalihah tidak datang semata-mata karena usahamu โ dia adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba yang bertakwa kepada-Nya. Jangan menikah kecuali dengan wanita shalihah. Jika seorang laki-laki tidak memiliki istri shalihah, urusannya tidak akan berjalan baik kecuali dengan mengorbankan sebagian agamanya โ dan ini telah terbukti melalui pengalaman."
[Ahkamul Qur'an, 1/536]
Artinya: istri shalihah bukan soal seberapa keras kamu mencari โ tapi seberapa sungguh kamu bertakwa.
โฆ Istri shalihah adalah rezeki, bukan sekadar hasil ikhtiar
โฆ Kunci mendapatkannya bukan memperbanyak pendekatan โ tapi memperbanyak ketakwaan
โฆ Menikah dengan yang tidak shalihah bukan sekadar masalah rumah tangga โ agamamu yang jadi taruhannya
โฆ Perbaiki dirimu dulu โ karena laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik
Bukan soal belum ketemu. Mungkin soal belum siap โ dan belum cukup takwa.
Sudah sejauh mana kamu memperbaiki diri untuk menjemput rezeki itu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky, Ahkamul Qur'an, 1/536.
๐ Bagikan ke yang sedang dalam penantian ๐ค
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky -rahimahullah- berkata:
"ุงูุฒูุฌุฉ ุงูุตุงูุญุฉ ูุง ุชุฃุชู ุจุณุนููุ ููู ุฑุฒู ููุณุงู ููู ู ุงุชูู ุฑุจูุ ูุง ุชุชุฒูุฌ ุฅูุง ุจุงูุตุงูุญุฉุ ุฅุฐ ูู ููู ููุฑุฌู ุฒูุฌุฉ ุตุงูุญุฉุ ูุฅูู ูุง ูุณุชููู ุฃู ุฑ ู ุนูุง ุฅูุง ุจุฐูุงุจ ุฌุฒุก ู ู ุฏูููุ ูุฐูู ู ุดุงูุฏ ู ุนููู ุจุงูุชุฌุฑุจุฉ"
"Istri yang shalihah tidak datang semata-mata karena usahamu โ dia adalah rezeki yang Allah berikan kepada hamba yang bertakwa kepada-Nya. Jangan menikah kecuali dengan wanita shalihah. Jika seorang laki-laki tidak memiliki istri shalihah, urusannya tidak akan berjalan baik kecuali dengan mengorbankan sebagian agamanya โ dan ini telah terbukti melalui pengalaman."
[Ahkamul Qur'an, 1/536]
Artinya: istri shalihah bukan soal seberapa keras kamu mencari โ tapi seberapa sungguh kamu bertakwa.
โฆ Istri shalihah adalah rezeki, bukan sekadar hasil ikhtiar
โฆ Kunci mendapatkannya bukan memperbanyak pendekatan โ tapi memperbanyak ketakwaan
โฆ Menikah dengan yang tidak shalihah bukan sekadar masalah rumah tangga โ agamamu yang jadi taruhannya
โฆ Perbaiki dirimu dulu โ karena laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik
Bukan soal belum ketemu. Mungkin soal belum siap โ dan belum cukup takwa.
Sudah sejauh mana kamu memperbaiki diri untuk menjemput rezeki itu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Al-Imam Ibnul 'Araby al-Maliky, Ahkamul Qur'an, 1/536.
๐ Bagikan ke yang sedang dalam penantian ๐ค
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค4
๐ฆ Ayah Pemimpin, Ibu Madrasah โ Begitulah Generasi Rabbani Dicetak
"Betapa banyak ketakwaan terpatri pada diri seorang anak disebabkan mengikuti ketakwaan kedua orang tua ataupun salah seorang dari mereka."
[Mencetak Generasi Rabbani, hal. 22-23]
Artinya: sebelum mendidik anak, perbaiki dirimu dulu โ karena anakmu belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.
โฆ Ayah adalah panglima rumah tangga โ teladannya menentukan arah keluarga
โฆ Ibu adalah madrasah pertama โ yang paling sering hadir, paling dekat di hati anak
โฆ Peran ibu bisa lebih dominan karena intensitas pertemuan yang lebih tinggi dan tabiatnya yang lembut dan penuh kasih
โฆ Namun keduanya wajib bersinergi โ tanpa kerjasama ayah dan ibu, generasi Rabbani tidak akan terwujud
Mendidik anak bukan tugas satu pihak. Ayah dan ibu adalah satu tim, menang dan kalah bersama.
Sudah seberapa solid kerjasama kita hari ini?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Abu Ihsan Al-Atsary & Ummu Ihsan Al-Atsary, Mencetak Generasi Rabbani, Cetakan Keenam, 1442 H/2021 M, Pustaka Imam Syafi'i, hal. 22-23.
_
Dan kalau insight seperti ini relate, tandanya kita orang tua yang serius soal tumbuh kembang anak.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Betapa banyak ketakwaan terpatri pada diri seorang anak disebabkan mengikuti ketakwaan kedua orang tua ataupun salah seorang dari mereka."
[Mencetak Generasi Rabbani, hal. 22-23]
Artinya: sebelum mendidik anak, perbaiki dirimu dulu โ karena anakmu belajar dari apa yang ia lihat, bukan sekadar apa yang ia dengar.
โฆ Ayah adalah panglima rumah tangga โ teladannya menentukan arah keluarga
โฆ Ibu adalah madrasah pertama โ yang paling sering hadir, paling dekat di hati anak
โฆ Peran ibu bisa lebih dominan karena intensitas pertemuan yang lebih tinggi dan tabiatnya yang lembut dan penuh kasih
โฆ Namun keduanya wajib bersinergi โ tanpa kerjasama ayah dan ibu, generasi Rabbani tidak akan terwujud
Mendidik anak bukan tugas satu pihak. Ayah dan ibu adalah satu tim, menang dan kalah bersama.
Sudah seberapa solid kerjasama kita hari ini?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Abu Ihsan Al-Atsary & Ummu Ihsan Al-Atsary, Mencetak Generasi Rabbani, Cetakan Keenam, 1442 H/2021 M, Pustaka Imam Syafi'i, hal. 22-23.
_
Dan kalau insight seperti ini relate, tandanya kita orang tua yang serius soal tumbuh kembang anak.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
๐Cintanya Membinasakan
Betapa banyak yang merusak dirinya dan orang-orang tersayangnya โ bukan karena benci, tapi karena tidak tahu.
โฆ Pemuda yang berfoya-foya menyangka itulah cara menikmati masa muda โ padahal ia sedang menghancurkan masa depannya sendiri
โฆ Orang tua yang menuruti semua kemauan anak menyangka itulah kasih sayang โ padahal ia sedang merusak karakter dan melemahkan mental sang anak
โฆ Suami yang mengumbar kemesraan di medsos menyangka itulah bukti cinta โ padahal ia sedang membuang rasa malu dan mengundang keburukan
โฆ Istri yang berdandan di hadapan teman-teman suami menyangka itulah menjaga wibawa โ padahal ia sedang membuka pintu fitnah bagi keluarganya
Semua itu bukan karena niat buruk. Tapi karena hilangnya ilmu. Niat baik tanpa ilmu bisa sama bahayanya dengan niat buruk.
Maka sungguh benar pepatah Arab:
Niat baik saja tidak cukup. Yang membedakan adalah ilmu.
Sudah cukupkah ilmumu untuk mencintai dengan benar?
================
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu orang yang serius soal kualitas hidupmu dan orang-orang yang kamu cintai.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Betapa banyak yang merusak dirinya dan orang-orang tersayangnya โ bukan karena benci, tapi karena tidak tahu.
โฆ Pemuda yang berfoya-foya menyangka itulah cara menikmati masa muda โ padahal ia sedang menghancurkan masa depannya sendiri
โฆ Orang tua yang menuruti semua kemauan anak menyangka itulah kasih sayang โ padahal ia sedang merusak karakter dan melemahkan mental sang anak
โฆ Suami yang mengumbar kemesraan di medsos menyangka itulah bukti cinta โ padahal ia sedang membuang rasa malu dan mengundang keburukan
โฆ Istri yang berdandan di hadapan teman-teman suami menyangka itulah menjaga wibawa โ padahal ia sedang membuka pintu fitnah bagi keluarganya
Semua itu bukan karena niat buruk. Tapi karena hilangnya ilmu. Niat baik tanpa ilmu bisa sama bahayanya dengan niat buruk.
Maka sungguh benar pepatah Arab:
"ููุนู ุงูุฌุงูู ุจููุณู ูู ุญุจูุจุงุชู ู ุง ูุง ููุนู ุงูุนุฏู ุจุนุฏูู"
"Orang yang jahil melakukan terhadap dirinya dan orang-orang yang dicintainya, sesuatu yang bahkan tidak akan dilakukan oleh seorang musuh terhadap musuh bebuyutannya."
Niat baik saja tidak cukup. Yang membedakan adalah ilmu.
Sudah cukupkah ilmumu untuk mencintai dengan benar?
================
Kalau insight seperti ini relate, tandanya kamu orang yang serius soal kualitas hidupmu dan orang-orang yang kamu cintai.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Karena di sini kita akan bahas hal-hal yang jarang dibicarakan, tapi justru paling menentukan masa depan keluarga.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค3
Usariyah.id
Photo
๐ช Izin Suami: โToxic Controlโ atau Benteng Kehormatan? โ Pahami Hak yang Sering Dilupakan
"Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan seizin suaminya. Dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah kecuali dengan seizin suaminya."
(HR. Bukhari no. 4899)
Di era ketika kebebasan sangat diagungkan, syariat justru mengajarkan bahwa menjaga pintu rumah dengan izin suami adalah bentuk ketaatan yang agung. Rumah adalah wilayah privasi keluarga, bukan ruang publik yang bebas dimasuki siapa saja.
โฆ Rumah adalah wilayah tanggung jawab suami. Sebagai qawwam (pemimpin keluarga), ia memikul amanah untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan ketenteraman rumah tangga.
โฆ Ketentuan ini berlaku untuk semua tamu, termasuk orang-orang yang sudah dikenal, bukan hanya orang asing.
โฆ Ini bukan persoalan kecurigaan atau trust issue, melainkan bentuk penjagaan syariat terhadap berbagai pintu fitnah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.
โฆ Istri yang mematuhi aturan ini bukanlah wanita yang dikekang. Justru ia menunjukkan kecerdasan dan ketaatan dalam menempatkan segala sesuatu pada porsinya sesuai tuntunan syariat.
Aturan ini tidak dibuat untuk membatasi istri, melainkan untuk menjaga keluarga. Banyak keretakan rumah tangga berawal dari perkara yang dianggap sepele, lalu berkembang menjadi masalah besar karena tidak dijaga sejak awal.
Ilmunya sudah sampai. Pertanyaannya: sudahkah ego kita tunduk untuk mengamalkannya?
โ Referensi:
โข Al-Qism Al-'Ilmiy Muassasah Ad-Duror As-Saniyah, Fiqhu Al-Usroh, cet. pertama, 1440 H/2019 M, Ad-Duror As-Saniyah, hlm. 816โ817.
Membangun rumah tangga yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar cinta; ia membutuhkan syariat sebagai pondasi dan ketaatan sebagai dindingnya.
Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi celah yang melemahkan benteng keluargamu.
๐ Ingin mendapatkan kajian keluarga dan adab rumah tangga setiap hari?
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
USARIYAH โ Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
"Tidak halal bagi seorang istri melakukan puasa sunnah sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan seizin suaminya. Dan tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke rumah kecuali dengan seizin suaminya."
(HR. Bukhari no. 4899)
Di era ketika kebebasan sangat diagungkan, syariat justru mengajarkan bahwa menjaga pintu rumah dengan izin suami adalah bentuk ketaatan yang agung. Rumah adalah wilayah privasi keluarga, bukan ruang publik yang bebas dimasuki siapa saja.
โฆ Rumah adalah wilayah tanggung jawab suami. Sebagai qawwam (pemimpin keluarga), ia memikul amanah untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan ketenteraman rumah tangga.
โฆ Ketentuan ini berlaku untuk semua tamu, termasuk orang-orang yang sudah dikenal, bukan hanya orang asing.
โฆ Ini bukan persoalan kecurigaan atau trust issue, melainkan bentuk penjagaan syariat terhadap berbagai pintu fitnah yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.
โฆ Istri yang mematuhi aturan ini bukanlah wanita yang dikekang. Justru ia menunjukkan kecerdasan dan ketaatan dalam menempatkan segala sesuatu pada porsinya sesuai tuntunan syariat.
Aturan ini tidak dibuat untuk membatasi istri, melainkan untuk menjaga keluarga. Banyak keretakan rumah tangga berawal dari perkara yang dianggap sepele, lalu berkembang menjadi masalah besar karena tidak dijaga sejak awal.
Ilmunya sudah sampai. Pertanyaannya: sudahkah ego kita tunduk untuk mengamalkannya?
โ Referensi:
โข Al-Qism Al-'Ilmiy Muassasah Ad-Duror As-Saniyah, Fiqhu Al-Usroh, cet. pertama, 1440 H/2019 M, Ad-Duror As-Saniyah, hlm. 816โ817.
Membangun rumah tangga yang kokoh membutuhkan lebih dari sekadar cinta; ia membutuhkan syariat sebagai pondasi dan ketaatan sebagai dindingnya.
Jangan biarkan ketidaktahuan menjadi celah yang melemahkan benteng keluargamu.
๐ Ingin mendapatkan kajian keluarga dan adab rumah tangga setiap hari?
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
USARIYAH โ Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค1
Usariyah.id
Photo
๐ทKarena Hatinya Lebih Lembut
Imam Al-Alusi -rahimahullah- berkata:
"ู ููู ุงููู ูุนูุฑูููู ุนูููุฏู ุงููููุฑูุงู ู ุงููุงุนูุชูููุงุกู ุจูู ูุง ููุณูุฑูู ุจููู ูููููุจู ุงููููุณูุงุกู ููุฑููููุชููููููุ ููููููุจูุบูู ููููุฃูุจู ุฅูุฐูุง ุฃูุนูุทูู ุฃูููููุงุฏููู ุดูููุฆูุง ุฃููู ููุจูุฏูุฃู ุจูุงููุฃูููุซูู ููุจููู ุงูุฐููููุฑู"
"Di antara perkara yang dikenal dari orang-orang yang mulia adalah perhatian mereka terhadap hal-hal yang dapat menghibur hati para wanita karena kelembutan mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang ayah, apabila memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, mendahulukan anak perempuannya sebelum anak laki-lakinya."
[Ruhul Ma'ani, 8/36]
Artinya: mendahulukan anak perempuan bukan pilihan โ itu cerminan kemuliaan akhlak seorang ayah.
โฆ Orang-orang mulia dikenal dari cara mereka memperlakukan wanita โ termasuk anak perempuan mereka sendiri
โฆ Mendahulukan anak perempuan saat memberi sesuatu adalah sunnah akhlak yang banyak ditinggalkan
โฆ Kelembutan hati anak perempuan butuh perhatian yang lebih peka โ bukan diabaikan atau dinomor-duakan
โฆ Ayah yang memuliakan anak perempuannya sedang menanam rasa aman dan harga diri yang akan ia bawa seumur hidup
Cara seorang ayah memperlakukan anak perempuannya akan menentukan bagaimana ia kelak memandang dirinya sendiri.
Sudah kapan terakhir kali kamu mendahulukan anak perempuanmu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Imam Al-Alusi, Ruhul Ma'ani, 8/36.
Menjaga fitrah dan kemuliaan anak perempuan butuh ilmu, bukan sekadar naluri. Jangan biarkan mereka mencari sosok pelindung di luar karena kehilangan kehangatan di dalam rumahnya sendiri.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id (coming soon)
โDapatkan panduan mendidik anak dan merawat keluarga dengan ketegasan syariat yang berbalut kelembutan.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Imam Al-Alusi -rahimahullah- berkata:
"ู ููู ุงููู ูุนูุฑูููู ุนูููุฏู ุงููููุฑูุงู ู ุงููุงุนูุชูููุงุกู ุจูู ูุง ููุณูุฑูู ุจููู ูููููุจู ุงููููุณูุงุกู ููุฑููููุชููููููุ ููููููุจูุบูู ููููุฃูุจู ุฅูุฐูุง ุฃูุนูุทูู ุฃูููููุงุฏููู ุดูููุฆูุง ุฃููู ููุจูุฏูุฃู ุจูุงููุฃูููุซูู ููุจููู ุงูุฐููููุฑู"
"Di antara perkara yang dikenal dari orang-orang yang mulia adalah perhatian mereka terhadap hal-hal yang dapat menghibur hati para wanita karena kelembutan mereka. Oleh karena itu, hendaknya seorang ayah, apabila memberikan sesuatu kepada anak-anaknya, mendahulukan anak perempuannya sebelum anak laki-lakinya."
[Ruhul Ma'ani, 8/36]
Artinya: mendahulukan anak perempuan bukan pilihan โ itu cerminan kemuliaan akhlak seorang ayah.
โฆ Orang-orang mulia dikenal dari cara mereka memperlakukan wanita โ termasuk anak perempuan mereka sendiri
โฆ Mendahulukan anak perempuan saat memberi sesuatu adalah sunnah akhlak yang banyak ditinggalkan
โฆ Kelembutan hati anak perempuan butuh perhatian yang lebih peka โ bukan diabaikan atau dinomor-duakan
โฆ Ayah yang memuliakan anak perempuannya sedang menanam rasa aman dan harga diri yang akan ia bawa seumur hidup
Cara seorang ayah memperlakukan anak perempuannya akan menentukan bagaimana ia kelak memandang dirinya sendiri.
Sudah kapan terakhir kali kamu mendahulukan anak perempuanmu?
================
โ ๐๐๐๐๐ซ๐๐ง๐ฌ๐ข:
โข Imam Al-Alusi, Ruhul Ma'ani, 8/36.
Menjaga fitrah dan kemuliaan anak perempuan butuh ilmu, bukan sekadar naluri. Jangan biarkan mereka mencari sosok pelindung di luar karena kehilangan kehangatan di dalam rumahnya sendiri.
Follow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id (coming soon)
โDapatkan panduan mendidik anak dan merawat keluarga dengan ketegasan syariat yang berbalut kelembutan.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค4
๐ช Sibuk Lihat Buahnya, Lupa Lihat Pohonnya โ Introspeksi Sebelum Membandingkan
Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. hafizhahullah dalam salah satu kajiannya menuturkan,
Artinya: sungguh tidak adil menuntut anak kita sehebat anak orang lain, jika kita sebagai orang tua belum memberikan pengorbanan, ilmu, dan keteladanan sehebat orang tua mereka.
โฆ Anak adalah cerminan didikan โ buah yang manis hanya lahir dari pohon yang dirawat dengan ilmu, doa, dan kesabaran ekstra.
โฆ Membandingkan anak hanya akan melukai harga dirinya dan mematikan fitrahnya, tanpa pernah memberikan solusi atas kekurangannya.
โฆ Sebelum menuntut anak untuk rajin ibadah, menghafal Al-Qur'an, atau beradab mulia, tanyakan pada cermin: sudahkah kita mencontohkannya di rumah?
โฆ Fokuslah memperbaiki "pohonnya" (kualitas diri kita sebagai pendidik). Jika akarnya kuat dan disirami tauhid, maka "buahnya" akan tumbuh lebat dengan sendirinya atas izin Allah.
Mendidik anak bukanlah ajang perlombaan kehebatan dengan tetangga, melainkan pertanggungjawaban berat di hadapan Allah kelak.
Sudahkah kita lebih sibuk mengevaluasi cara didik kita, daripada mengkritik hasil belajar anak?
Mendidik anak butuh cermin untuk terus mengevaluasi diri, bukan kaca pembesar untuk terus-menerus mencari kesalahan mereka. Jangan biarkan ambisi pribadi justru merusak mental sang buah hati.
๐๐ปFollow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Dapatkan asupan nutrisi parenting berlandaskan syariat yang akan meluruskan kembali kompas pengasuhan di rumahmu.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. hafizhahullah dalam salah satu kajiannya menuturkan,
"Bagaimana bisa orangtua (begitu mudah) membandingkan anaknya dengan anak orang lain, namun (dia sendiri) tidak membandingkan kualitas dirinya (dalam mendidik) dengan orang tua anak tersebut?!"
Artinya: sungguh tidak adil menuntut anak kita sehebat anak orang lain, jika kita sebagai orang tua belum memberikan pengorbanan, ilmu, dan keteladanan sehebat orang tua mereka.
โฆ Anak adalah cerminan didikan โ buah yang manis hanya lahir dari pohon yang dirawat dengan ilmu, doa, dan kesabaran ekstra.
โฆ Membandingkan anak hanya akan melukai harga dirinya dan mematikan fitrahnya, tanpa pernah memberikan solusi atas kekurangannya.
โฆ Sebelum menuntut anak untuk rajin ibadah, menghafal Al-Qur'an, atau beradab mulia, tanyakan pada cermin: sudahkah kita mencontohkannya di rumah?
โฆ Fokuslah memperbaiki "pohonnya" (kualitas diri kita sebagai pendidik). Jika akarnya kuat dan disirami tauhid, maka "buahnya" akan tumbuh lebat dengan sendirinya atas izin Allah.
Mendidik anak bukanlah ajang perlombaan kehebatan dengan tetangga, melainkan pertanggungjawaban berat di hadapan Allah kelak.
Sudahkah kita lebih sibuk mengevaluasi cara didik kita, daripada mengkritik hasil belajar anak?
Mendidik anak butuh cermin untuk terus mengevaluasi diri, bukan kaca pembesar untuk terus-menerus mencari kesalahan mereka. Jangan biarkan ambisi pribadi justru merusak mental sang buah hati.
๐๐ปFollow sekarang:
๐ Telegram: t.me/usariyah
๐ Instagram: instagram.com/usariyah.id
Dapatkan asupan nutrisi parenting berlandaskan syariat yang akan meluruskan kembali kompas pengasuhan di rumahmu.
๐ช USARIYAH, Membangun Peradaban dari Balik Pintu Rumah.
โค2