15. Manajemen Persediaan Tradisional menganggap bahwa permintaan konsumen yg tdk pasti menyebabkan produksi yg tdk pasti pula #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
16. Untuk mengatasi hal tsb perusahaan hrs mempunyai persediaan yg signifikan dan pengelolaan persediaan yg baik #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
17. Ada bbrp alasan knp dalam #MPTradisional diantaranya diperlukan Persediaan : 1.utk menyeimbangkan biaya penyimpanan dan pemesanan (cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
18. 2.Utk memuaskan permintaan Pelanggan, 3. Utk memanfaatkan PotonganHarga, Utk berjaga-jaga jk terjadi kenaikan harga(cont) #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
19. (cont) Dan 4. utk menjaga kelancaran proses produksi #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
20. Dalam #MPTradisional didasarkan pada Metode Maksimal dan Metode Minimal atas persediaannya.
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
21. Metode tsb menggambarkan batas minimal dan maksimal persediaan yg harus diadakan oleh perusahaan #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
22. Untuk mengetahui Persediaan di batas Minimal, maka : 1. Menentukan Economic Order Quantity (EOQ) atau Pemesanan yg plg ekonomis
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
23. Economic Order Quantity menjwb pertanyaan tentang berapa banyak barang yg harus diproduksi atau dibeli pd suatu waktu. #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
24. Economic Order Quantity ini terkait dengan Biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan. Apabila kita memesan dengan jumlah (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
25. Kuantitas sedikit,Maka untuk memenuhi permintaan konsumen, kita akan terlalu sering melakukan pemesanan, sehingga Biaya Pemesanan (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
26. Akan terlalu tinggi, untuk mengatasinya, maka dilakukan Pemesanan namun dengan kuantitas besar.Kuantitas Besar tidak dapat dijual (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
27.sekaligus dalam suatu waktu, sehingga membutuhkan biaya penyimpanan pula. Untuk itu, EOQ mencoba menjadi berapa kuantitas ideal (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
28. yang harus dipesan untuk meminimalkan Total Biaya, yang terdiri dari Biaya Pemesanan dan Biaya Penyimpanan #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
29. 2. Mengetahui Reorder Point (Titik Pemesanan Ulang), yaitu kapan kita harus melakukan pemesanan ulang atas persediaan tertentu, (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
30. Untuk menentukan Reorder Point, kita harus mengetahui waktu tunggu atas pemesanan dan tingkat pemakaian (rate of usage) persediaan
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
31. Jadi, Titik Reorder Point ditentukan dg brp Tingkat Pemakaian per hari dikalikan dg Waktu Tunggu, jadi apabila Pemakaian harian (Cont)
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
32. Mencapai 300 Kg, dan waktu tunggu adalah 4 hari, maka 1,2 Ton merupakan Reorder Pointnya, jd Persediaan tdk blh melewati titik Reorder.
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
33. Saat mencapai Titik Reoder, persediaan hrs sgra dipesan, sehingga sampai tepat saat Persediaan yg ada skrng sdh digunakan spnuhnya.
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
34. Titik Reorder yang tepat dpt digunakan apabila tgkat ktepatan dr Supplier atas barang yg dipesannya tinggi shg tidak terjadi kekosongan.
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
35. Jika permintaan bahan atau produk tidak diketahui secara pasti, kemungkinan terjadinya kekurangan persediaan muncul. #MPTradisional
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi
sumber: https://twitter.com/JagoAkuntansi