thesunnah_path
28.2K subscribers
2.37K photos
266 videos
25.3K files
11.2K links
Chanel Dakwah Sunnah
Download Telegram
IMG_0525.PNG
1.6 MB
Jgn berlebihan, kurangi porsimu
IMG_0526.PNG
3.1 MB
Andaikan engkau tahu hak suamimu
IMG_0527.PNG
3.7 MB
Tak perlu membalas
IMG_0531.PNG
2.1 MB
Bahagiakanlah pendidik anak-anakmu
IMG_0529.PNG
2.6 MB
Keburukan org lain yg kita dengar
IMG_0528.PNG
2.8 MB
Dunia hanya jembatan
Forwarded from Hery Setyawan
Berkata Baik Atau Diam Sekalian

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ،
وَمَنْ كَانَ يُؤْمُِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini merupakan kaidah agung dalam akhlak seorang mukmin. Penyebutan “beriman kepada Allah dan hari akhir” menunjukkan bahwa seluruh amalan yang disebutkan adalah konsekuensi dari iman yang benar. Seorang yang yakin akan perjumpaan dengan Allah akan menjaga ucapan dan perilakunya, karena setiap kata dan sikap akan dimintai pertanggungjawaban.

Sabda Nabi ﷺ “hendaklah berkata yang baik atau diam” adalah prinsip utama dalam menjaga lisan. Yang dimaksud “baik” mencakup semua ucapan yang bermanfaat seperti dzikir, nasihat, ilmu, dan perkataan yang menyenangkan serta tidak menyakiti. Adapun jika ucapan tidak membawa manfaat atau berpotensi menimbulkan mudarat—seperti ghibah, dusta, atau perdebatan sia-sia—maka diam lebih utama dan lebih selamat. Para ulama seperti Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ini adalah ukuran: bila jelas baik, ucapkan; bila tidak, tinggalkan.

Kemudian sabda Nabi ﷺ “hendaklah memuliakan tetangganya” menunjukkan bahwa berbuat baik kepada tetangga adalah bagian dari kesempurnaan iman. Bentuknya dengan tidak mengganggu, membantu saat dibutuhkan, serta bersikap ramah dan sabar atas gangguan mereka. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menekankan hubungan sosial yang harmonis.

Adapun sabda beliau ﷺ “hendaklah memuliakan tamunya” menunjukkan pentingnya menghormati tamu sebagai bentuk kemuliaan akhlak. Menyambut dengan baik, menjamu sesuai kemampuan, dan memperlakukan tamu dengan hormat termasuk amalan yang dicintai Allah.

Kesimpulannya, hadits ini menghimpun tiga pokok akhlak: menjaga lisan, berbuat baik kepada tetangga, dan memuliakan tamu. Semuanya adalah tanda nyata dari iman yang hidup dalam hati seorang mukmin.
Forwarded from Hery Setyawan
Diam.png
4.2 MB
Forwarded from Ibnu Yusuf
‎ILMU DAPAT HIDUPKAN HATI

‎Imam Al-Hafidz lbnu Hajar berkata,
‎"Maka sebagaimana hujan itu menghidupkan kampung yang mati (tandus), maka demikian pulalah ilmu-ilmu agama itu menghidupakan hati yang mati."
‎(Fathul Bari 1:117)

#oganilirmengaji #kajianindralaya #kajianoganilir #thesunnah_path

IMG_0588.PNG
2.8 MB
Doa ketika dalam kesulitan
IMG_0586.PNG
1.3 MB
Semakin lebar pakaiannya
IMG_0585.PNG
2.3 MB
Jual beli emas lama dan emas baru
IMG_0583.PNG
3.5 MB
Selama engkau bertakwa
IMG_0582.PNG
1.7 MB
Sedikit harta tapi berkah
IMG_0581.PNG
3.2 MB
Jgn umbar masalah rumah tangganya pada org tua
IMG_0579.PNG
2.3 MB
Kenapa wanita banyak masuk neraka?