π‘­π’Šπ’π’…π’Šπ’π’ˆ 𝒃𝒂𝒍𝒂𝒏𝒄𝒆 π’ƒπ’†π’•π’˜π’†π’†π’ π’π’–π’™π’–π’“π’š 𝒂𝒏𝒅 𝒕𝒉𝒆 π’“π’Šπ’π’ˆ
62 subscribers
18 photos
2 videos
3 links
Download Telegram
Pagi ini, pesan dari sang papa sudah masuk sejak beberapa menit lalu. Kafhid diminta untuk langsung datang ke hotel pusat karena adanya pembahasan penting mengenai proses pembangunan hotel Brata berikutnya di salah satu kota. Tapi bukannya berangkat, Kafhid malah mematikan layar ponselnya dan memilih melaju ke boxing gym miliknya.

Buatnya, pembahasan hotel itu masih bisa menyusul. Pagi ini ia cuma ingin latihan sebentar yang akhirnya berubah menjadi ikut turun ke ring dan melatih beberapa member seperti biasa.
β€œSebentar doang,”

pikirnya, sementara pesan dari sang papa masih belum juga dibalas. πŸ₯Š

#KafhRound
❀12
β™‘ 2,481 likes πŸ’¬ 128 comments β†— 47 shares ⟳ 31 reposts

π’‹π’Šπ’‰π’‚π’π’π’Šπ’„π’† ✦ finally i met kakaf , katanya suruh beli semuanya. Kalo diiyain mah bisa jadi juragan gelato πŸ₯Ή pleaseee ini enak banget gelato n kopi nya @scoopnsip_official

#jihannicedaily
❀12
#BrataPrive ─ Pagi tadi, Kafhid baru saja selesai berbincang dengan beberapa staff di area lobby sebelum sosok Arya Bratajaya terlihat memasuki hotel bersama beberapa staff kepercayaannya. Kafhid yang mengenali sang papa langsung menghampiri, menyapa singkat sebelum akhirnya berjalan beriringan menuju kantor utama. Beberapa staff Arya mengikuti dari belakang, sementara suasana lobby tetap sibuk seperti biasanya.

β€œPagi-pagi udah keliling aja. Udah sarapan?”
tanya Arya santai sambil melirik putranya.

β€œUdah, Pa. Papa sendiri?”

β€œBelum. Dari rumah langsung ke sini,”
jawab Arya.
β€œMakanya jangan ajak Papa ngobrol panjang-panjang sebelum minum kopi.”

Kafhid terkekeh kecil.
β€œBerarti kita sama-sama butuh kopi.”

Mereka terus berjalan melewati koridor hotel. Setelah beberapa langkah, Arya kembali membuka percakapan.
β€œGimana mengurus hotel utama kita?”
❀8
Kafhid memasukkan kedua tangannya ke saku celana, lalu menjawab santai, β€œSusah-susah gampang, Pa.”

Arya mengangguk sambil memperhatikan beberapa staff yang sedang bekerja. β€œKamu jangan sering hilang-hilangan lagi, Kafi. Kamu Papa percaya untuk mengelola satu hotel saja susah, sedangkan kita punya banyak hotel di berbagai daerah.”

Kafhid langsung menoleh dengan senyum jahil. β€œJustru karena dipercaya satu hotel aja lah, Pa, aku hilang-hilangan.”

Arya terdiam sebentar sebelum akhirnya tertawa singkat sambil menggeleng. β€œAda-ada aja kamu.”

Kafhid ikut tertawa kecil. Mereka kemudian sampai di depan pintu kantor, sementara para staff Arya berhenti beberapa langkah di belakang. Basa-basi pagi itu pun perlahan berubah menjadi pembahasan serius mengenai perkembangan hotel dan proyek Brata berikutnya.
❀11