Nata + Anybaby
1 subscriber
4 photos
DO NOT JOIN
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
live sex 🔞🔞
~\\~
/berbaring di tempat tidur ; membuka seluruh pakaian ku ; menyisakan celana dalam ; menghela nafas/

hufft kenapa ya mas suka banget pulang lama lama aku kan kangen dibelai

/mengambil ponsel di samping bantal ; membuka aplikasi 18+ ; mulai mencari video BXB/

aku juga mauu...
/merasakan hole ku yang mulai gatal ; mulai memasukan beberapa jari ke hole ku ; melenguh/

euhh mass enak bangett

/mengambil mainan penis dari laci ; mulai maju mundurin mainan itu di hole ku ; mendongak keenakan/

ahh massh, shhh euhh enakkhh pleaseee
/mengocok penis mungil ku ; tubuh ku bergetar hebat karna mainannya menyentuh titik nikmat ku ; memasukan vibrator ke hole ku bersamaan dengan mainan penis tadi ; mengatur speed vibrator di kecepatan sedang/

ahhh enakkhh mauu pipisshh

/mengeluarkan pipis ku ; membiarkan vibrator itu tetap bersemayam di dalam ; lanjut menonton video di ponsel ku
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Malam
Senin, 20 Juli 2026
1. @cummelioo
2. @diresapii
3. @N4tachai1
4. @lilteaparty
5. @jvandra1z
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
A. WAWANCARA LOYALITAS

1. Menurut kamu, apa arti loyalitas dalam pekerjaan?
Jawaban: Setia dan komit sama tempat kerja. Tetap kasih yang terbaik, jujur, dan ngebantu jaga nama baik instansi, mau lagi di posisi enak ataupun susah.

2. Apakah kamu melakukan kesalahan di tempat kerja sebelumnya yang berpotensi merugikan team atau petinggi? Apa yang kamu lakukan setelahnya?
Jawaban: Pernah pastinya. Pas sadar bikin salah, aku langsung ngaku, enggak cari-cari alasan, terus fokus nyari solusi biar dampak konyolnya enggak ngerugiin tim atau atasan. Habis itu aku jadiin evaluasi keras biar enggak keulang.

3. Kalau kamu tahu ada rekan kerja yang sangat dekat dengan mu yang melanggar aturan instansi tapi petinggi tidak tahu, apa yang akan kamu lakukan?
Jawaban: Aku bakal ajak ngobrol deep talk berdua dulu. Aku ingetin dan suruh dia stop atau ngaku sendiri. Tapi kalau dia tetep nekat dan dampaknya ngerugiin instansi, aku tetep bakal laporin. Profesionalitas harus di atas rasa sungkan sama temen.

4. Kalau kepercayaan petinggi rusak sekali, menurut kamu masih bisa diperbaiki atau tidak? kenapa?
Jawaban: Masih bisa, tapi butuh proses panjang. Enggak cukup cuma modal kata maaf, tapi harus ngebuktikin lewat tindakan nyata secara konsisten dalam jangka waktu lama.

5. Kalau suatu hari kamu kecewa sama tempat kerja ini, merasa tidak dihargai, apa batasan yang tetap tidak akan kamu langgar?
Jawaban: Segimanapun kecewanya aku, aku enggak bakal pernah bocorin rahasia atau data internal, ngerusak aset, atau jelek-jelekin instansi ini di luar. Masalah internal tetep selesaiin secara internal.

6. Ada aturan yang menurut kamu tidak merugikan instansi tempat mu bekerja kalau itu dilanggar sedikit. Apa yang akan kamu lakukan, tetap melanggar atau mematuhinya?
Jawaban: Tetap aku patuhin. Soalnya dari hal kecil yang disepelein itu biasanya jadi kebiasaan buruk buat ngelanggar aturan yang lebih besar. Rules are rules.

7. Kalau kamu merasa diperlakukan tidak adil oleh petinggi, apa bentuk reaksi paling ekstrem yang mungkin kamu lakukan?
Jawaban: Diskusi dingin dan lurusin masalahnya bareng atasan atau pihak yang berwenang. Kalau emang udah enggak ketemu titik terangnya dan tetep toxic, reaksi paling ekstrem aku ya resign secara sopan dan profesional.

8. Kalau seseorang pernah berkhianat, apa syarat minimum agar dia pantas dipercaya lagi?
Jawaban: Dia harus akuin kesalahannya, berani terima konsekuensi, dan mau mulai dari nol lagi buat ngebuktiin kalau dia emang udah berubah dan layak dipercaya.

9. Jika suatu hari nanti kamu mempunyai instansi dan mendapati bahwa kamu telah dikhianati oleh staff mu sendiri, apa yang akan kamu rasakan dan tindakan apa yang akan kamu lakukan?
Jawaban: Pasti nyesek dan kecewa banget karena kepercayaan dibalas kayak gitu. Tapi aku bakal tetep tahan emosi. Aku klarifikasi dulu masalahnya, ketahuin motifnya, terus ambil tindakan tegas sesuai prosedur mulai dari sanksi sampai pemutusan hubungan kerja kalau emang udah melampaui batas.

10. Jika kamu mengetahui data pribadi penting milik petinggi tempat kamu bekerja ( Data RL ), apa yang membuat kamu tidak menyebarluaskan nya disaat kamu merasa kecewa terhadap mereka?
Jawaban: Karena itu masalah prinsip dan integritas diri aku. Kecewa sama orang itu masalah emosi sementara, tapi ngebocorin data itu pelanggaran hukum dan bikin harga diri aku turun. Aku enggak bakal ngerusak nilai diri aku cuma gara-gara emosi.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
B. WAWANCARA INTEGRITAS PERSONAL

1. Jika kamu sedang bekerja/melayani customer, namun ada hal lain diluar pekerjaan mu yang begitu mendesak. apa yang akan kamu lakukan? Tetap melanjutkan melayani customer karena tidak ada yang mem - back up pekerjaan mu? atau meninggalkan pekerjaan mu begitu saja meski tidak ada yang mem - back up nya?
Jawaban: Aku bakal prioritasin customer dulu sambil cari solusi cepat. Kalau emang urusannya super darurat dan life-threatening, aku bakal minta izin ke customer secara sopan buat jeda sebentar, atau langsung minta bantuan rekan lain/atasan buat pegang kendali sebentar.

2. Apa satu hal yang menurut kamu salah meskipun tidak ada aturan tertulisnya di dalam instansi?
Jawaban: Membocorkan masalah internal/rahasia sesama rekan kerja ke luar atau bersikap toxic dan enggak saling hargai. Enggak perlu ada aturan tertulis buat tahu kalau etika dasar itu wajib dijaga.

3. Kalau kamu tidak setuju dengan keputusan petinggi, apa yang biasanya kamu lakukan?
Jawaban: Aku bakal tetep hargai keputusannya. Tapi kalau emang ada kesempatan buat diskusi, aku bakal sampaikan pandangan aku secara sopan dan rasional di momen yang tepat, bukan ngedumel di belakang.

4. Kalau kamu bisa menutup kesalahan kecil tanpa ada yang tahu, kamu akan menutupinya atau mengaku?
Jawaban: Pilih ngaku dan langsung dibenerin. Soalnya kesalahan kecil yang ditutupi bisa jadi kebiasaan buruk dan berpotensi numpuk jadi masalah besar di kemudian hari.

5. Apa yang biasanya membuat kamu berubah ke arah negatif di tempat kerja?
Jawaban: Lingkungan kerja yang toxic, kayak favouritism (pilih kasih) yang berlebihan, atau saat usaha keras dan kejujuran sama sekali enggak dihargai dalam jangka waktu lama.

6. Apa alasan yang membuat kamu ingin bekerja disini? Kecualikan alasan karena instansi ramai dan besar.
Jawaban: Karena aku suka sama concept dan atmosfer tempat ini, plus aku pengen ngembangin skill komunikasi dan pengalaman berorganisasi/berkomunitas di sini.

7. Dalam kondisi apa diam itu bijak, dan dalam kondisi apa diam justru salah?
Jawaban: Diam itu bijak pas kita lagi emosi tinggi biar enggak nambah masalah, atau pas dengar gosip yang enggak penting. Tapi diam itu salah pas kita tahu ada ketidakadilan, pelanggaran aturan, atau kesalahan yang merugikan orang banyak.

8. Kalau berkata jujur justru membuat posisi kamu terlihat buruk, apa yang biasanya kamu pilih?
Jawaban: Tetep pilih jujur. Mending posisi kelihatan buruk sebentar karena jujur dan tanggung jawab, daripada kelihatan 'aman' tapi hasil dari manipulasi atau kebohongan.

9. Saat terjadi masalah, menurut kamu kapan sebuah alasan masih bisa diterima, dan kapan itu sudah jadi bentuk lari dari tanggung jawab?
Jawaban: Alasan masih bisa diterima kalau disampaikan jujur sebagai kronologi beserta solusi yang mau dilakukan. Tapi bakal jadi bentuk lari dari tanggung jawab kalau cuma dipakai buat nyalahin keadaan/orang lain tanpa ada niat buat beresin masalahnya.

10. Jika kamu melakukan kesalahan yang membuat instansi terlihat tidak profesional, apa menurut mu yang membuat petinggi tidak pantas untuk marah?
Jawaban: Pas kesalahan itu terjadi karena instruksi dari petinggi itu sendiri yang kurang jelas sejak awal, atau saat kita udah jujur ngaku dan langsung berusaha keras ngeberesin masalahnya. Emosi berlebihan dari petinggi enggak akan nuntasin masalahnya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
C. WAWANCARA SEPUTAR INSTANSI
1. Perusahaan kami menaungi sebuah bar dengan sistem wajib imagine yang sudah kami hak patenkan, menurut mu benar atau salah tindakan kami mempatenkan hal tersebut? jelaskan dengan baik.
Jawaban: menurut saya benar, karna dari awal roleplayer ini dimulai, untuk melakukan tindakan pasti kita semua menggunakan imagine (/ , ;).

2. Apakah kamu tipe orang yang mudah emosi? bagaimana jika kamu mempunyai petinggi yang emosional?
Jawaban: Aku tipe orang yang mudah emosi, tapi aku punya solusi agar tidak mudah terpancing emosi sendiri dengan cara diam terlebih dahulu dan coba untuk menenangkan diri. Kalau punya petinggi yang emosional, aku bakal tetep kepala dingin dan profesional. Aku bakal fokus sama inti poin atau instruksi yang disampaikan, bukan sama nada baca yang dikasih, biar masalah atau pekerjaan tetep selesai dengan baik.

3. Apakah kamu siap jika suatu hari di tunjuk untuk mengisi konten nsfw mingguan yang ada di instansi kami? Dan menurut mu apa tanggapan yang pantas kami berikan saat kamu menjawab siap sewaktu wawancara, namun saat sudah bekerja dan di tunjuk kamu menolak?
Jawaban: Aku kurang siap karna aku jarang memiliki video NSFW dan aku kesulitan untuk mencarinya karena tidak memiliki akun X, Tapi kalau dari awal aku bilang siap lalu pas ditunjuk malah menolak, tanggapan yang pantas dari instansi adalah melayangkan teguran tegas atau evaluasi. Soalnya itu bentuk ketidakkonsistenan dan enggak profesional. Makanya dari awal penting buat jujur soal batasan diri.

4. Perusahaan kami sering mengadakan event maupun acara dalam skala kecil bahkan besar, acara/event tersebut sering kami handle sendiri tanpa bantuan Event Organizer. Apakah kamu siap jika suatu hari nanti kamu ditunjuk untuk menjadi bagian pengurus/pengisi dalam acara atau event tersebut?
Jawaban: Siap banget. Justru ini kesempatan bagus buat aku belajar hal baru, ngembangin skill, dan nambah pengalaman dalam mengelola acara, baik itu skala kecil maupun besar.

5. Banyak peraturan ketat didalam instansi kami, bagaimana jika kamu lolos trainee ini namun kamu keberatan dengan peraturan yang ada nanti?
Jawaban: kalau aturan itu udah mutlak demi kebaikan instansi dan aku tetep enggak bisa menyesuaikan diri, aku siap terima konsekuensinya secara dewasa, termasuk kalau harus mundur secara baik-baik.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM