Channel name was changed to «Mengumpulkan bunga-bunga liar di keranjang rotan tua. Langkahnya seringan kapas, menyusuri jalan setapak yang dipenuhi wangi mel»
𝑺enandika sunyi di bawah langit desa. via @like
Photo
Duduk bersila di atas balai-balai kayu, matanya dengan tekun menyisir bait-bait puisi dari buku tua di pangkuan. Sesekali tangannya terulur ke arah semak belukar, memetik sekuntum bunga kenanga untuk dihirup wanginya dalam-dalam.
Di dekat kakinya, seekor kucing putih sibuk mengejar ujung kain jariknya, menciptakan tawa kecil di tengah sunyinya suasana pedesaan.This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
𝓛angkah kakiku menyentuh embun yang masih betah mendekap rerumputan. Menjadi gadis desa bagiku adalah tentang belajar membaca isyarat alam; kapan hujan akan turun dari pekatnya awan, atau kapan padi mulai merunduk meminta dipanen. Di antara gemericik air sungai dan hijaunya perbukitan, aku menemukan diri yang paling utuh. Inilah sepenggal kisah tentang jejak tanah dan senandung angin.
Paras nan ayu kau terpejam, kembangkan sejuta senyuman di jiwa, Masih kurasa hadirmu oh jelita
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
singgah sejenak dari bisingnya dunia. mari duduk dan mengobrol tentang apa—saja tentang sawah, langit, atau hal-hal kecil yang membuatmu tersenyum hari ini



