[ Primadone Bandung - 1990 ] πŸ“œ
1 subscriber
9 photos
2 links
βŒ›οΈ___ / Bandung, kota dengan sejuta cerita. Di sini, setiap sudutnya punya kisah, setiap langkahnya punya makna. Yuk, eksplor Bandung bareng @lBidaedariβ€”tempat, rasa, dan suasana yang bikin jatuh cinta berulang kali { @ssongmina}
Download Telegram
[ Primadone Bandung - 1990 ] πŸ“œ
Photo
[ "Aku adalah hujan, jika tidak suka silahkan berteduh. –Pidi Baiq" ]


Bandung. ⚊ Kenanganku dan kamu terlukis indah di kota tua yang indah ini, semua yang telah kita lalui disana berdua, sembari tersenyum. πŸ“½
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to Β«"Mungkin saja ada tempat yang lainnya ketika aku berada disana, akan tetapi perasaanku sepenuhnya ada di bandung" - Pidi BaiqΒ»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Kepada Noor
Panji Sakti
β–·  . . . Tak tau mengapa, tapi tiap tempat yang aku datengin selalu ngasih cerita. Entah dari obrolan, suasananya, atau hal kecil yang aku temuin. Bandung tuh emang kayak gitu, selalu ada yang bikin kita pengen balik lagi.
|`Apakah kalian percaya dengan kalimat "Jangan menyimpan seseorang disuatu kota. Bila masanya telah habis, maka kota itu akan menjadi pengingat kembali kisah kalian."?
Anonymous Poll
25%
🦒 _ 𝒯idak. Lembar baru dapat dirajut di kota yang sama untuk membangun harapan kembali
75%
🦒 _ _ π’œku percaya, kota dapat menjadi cermin kenangan yang kini memantulkan luka.
Channel name was changed to Β«filosofi bandung "Ketika kamu sudah menginjak tanah di kota Bandung, kamu akan rindu ingin kembali ke sana."Β»
"Jangan bersedih karena kita berpisah, tapi bersenanglah karena kita pernah ada."
-pidi baiq
ㅀ𖀝 πŸ“¨ Lembaran soerat kertas yang terbang di cakrawala &` melintasi garis khatulistiwa. ku tulis untuk nona tjantik jelita, dengan rasa tulus dan gembira. TITIEK JENUH O’35 .. πŸ–‹
Di ini Januari
Pidi Baiq
[ β–Έ ] Β» Terima kasih untuk hari yang mengajarkan ku sunyi, untuk waktu yang melambatkan diri,
Dan.. untuk jatuh yang diam-diam mengajari.
Tahun ini, aku tak ingin berlari,
hanya ingin hatiku tenang sendiri,
agar harapan tak lagi sembunyi,
dan beraniβ€”menemani.
β€” π’Ÿi awal kita saling mengenal, di antara percakapan singkat dan tatap yang mungkin biasa saja… bagaimana aku terlukis di matamu kala itu? π„žπŸ