Insight Pintarsaham.id
5.01K subscribers
1.39K photos
2 videos
290 files
4.93K links
Daftar Membership: WA +62831-1918-1386

Buka Rekening Saham: http://eform.sucorsekuritas.com/
Gunakan Referal NGURAH1

Daftar Trading Kripto: https://www.tokocrypto.com/account/signup?ref=V4R4AF69

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
Download Telegram
$ASII Akuisisi Bank Jasa Jakarta

Di Bank Jasa Jakarta, sudah ada WeLab. Jadi aksi korporasi yang dilakukan oleh ASII ini mirip dengan aksi korporasi ASII di masa lalu ketika melakukan akuisisi $BNLI. Di masa lalu, ASII punya bank BNLI tapi berbagi kendali dengan Standard Charter. Begitu BNLI sudah besar, ASII kemudian menjualnya ke Bangkok Bank.

Oleh karena itu menurut saya, apa yang dilakukan ASII sekarang, yakni membeli Bank Jasa Jakarta bareng WeLab akan memiliki ending yang sama juga dengan BNLI. Setelah besar, Bank Jasa Jakarta akan dijual lagi.

Sudah menjadi kebiasaan ASII melakukan jual beli bank. Dulu mereka jual BNLI 16,8 Triliun.

Sekarang beli bank Jasa Jakarta hanya 3,87 Triliun. Paling mentok nanti tambah modal inti sampai 10 Triliun rupiah kemudian di IPO kan. Lalu Right Issue, lalu Saham bank tersebut dijual 20 Triliun. Cuan banyak lagi ASII.

Tapi masa jualnya mungkin tidak dalam 1-5 tahun ke depan. Bisa jadi nanti setelah 10-20 tahun kemudian baru dijual.

Dulu ASII dan Stanchar beli BNLI di 2006 dari pemerintah. Di 2020 dijual. Itu artinya holding period ASII adalah 14 tahun.

Tinggal tandai saja, 2022 ASII beli Jasa Jakarta.

Membangun bank digital semakin sulit. Karena saingan makin banyak. Bahkan sudah banyak bank digital yang kolaps. Yang terbaru adalah Volt. Dulu ada Xinja dan N26 yang juga gagal.

Apalagi bank tradisional kini juga memiliki layanan digital yang mumpuni hingga membuat bank digital kelihatan obsolete. Sulit untuk membedakan bank tradisional dan bank digital karena apa yang dimiliki bank digital kini juga dimiliki oleh aplikasi mobile banking bank tradisional.

Buka Rekening online, $BBNI $BMRI $BBRI juga bisa melakukannya.
Ambil pinjaman online, BBNI juga bisa melakukannya.
Deposito online, BBNI BBCA juga melakukannya.

Jadi apa yang bisa membedakan bank digital baru dengan aplikasi mobile banking bank tradisional?

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc

https://stockbit.com/post/9030208
Peta Nyangkut $SCMA dan $ACES

Di postingan sebelumnya saya sudah membuat peta nyangkut ACES
http://bit.ly/3OLeiSr

Di postingan kali ini saya membuat peta nyangkut SCMA.

Saya memutuskan masuk lagi SCMA di harga 200.

Alasan saya masuk kedua saham ini sederhana saja. Karena saya suka jalan - jalan di gerai ACES dan mertua saya suka nonton sinetron Indosiar.

Alasan lainnya adalah karena kedua perusahaan ini rich cash.

Di ACES saya sudah nyangkut sejak 9 Juni 2022, awalnya di kisaran harga 900an. Dan sekarang 5 Juli 2022, harga ACES sudah 700an. Jadi belum sampai 1 bulan nyangkutnya. Sedangkan di SCMA setelah sempat TP waktu harga naik, saya melakukan re-entry lagi di harga 200.

Target nyangkut selot selot, pasang GTC sampai gocap.

Never all in. Gunakan duit gaji bulanan untuk tambah posisi. Jangan gunakan margin dan duit mertua. Ikuti peta nyangkut agar bisa ikhlas nyangkutnya.

Nyangkut sebulan dua bulan tiga bulan jangan mengeluh. Ingat ada investor lain yang lebih menderita dari kita. Jika mulai sedih ketika nyangkut, ingatlah para investor $BACA yang sampai sekarang tunggu tanggal mainnya sejak lebih dari setahun yang lalu. Ingat lah investor $DUCK yang sampai sekarang kena suspend.

Jadi semenderita-menderitanya nyangkuter SCMA dan ACES, masih ada yang lebih menderita lainnya.

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/9030721
Keberanian Investor

Jika Kalian Berani Beli $PTBA di Harga 4000 harusnya kalian juga berani beli PTBA di harga 2000

Jika kalian berani beli $SMDR di harga 4000 harusnya kalian juga berani beli SMDR di harga 400

Jika kalian berani $ADRO di harga 3000, harusnya berani beli juga ketika ADRO 1000

Saya banyak melihat banyak investor yang katanya berani serok ketika saham sedang bullish saja. Namun ketika saham sedang bearish malah keberanian tersebut hilang.

Keberanian investor untuk beli saham ketika bearish hanya bisa muncul ketika investor tahu apa yang dia beli dan valuasi saham yang dimilikinya.

Beli lah saham perusahaan yang Undervalued ketika bearish. Itu jaminan cuan ketika nanti market rebound. Karena tak selamanya market akan bearish.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc

https://stockbit.com/post/9030779
Insight Pintarsaham.id
Keberanian Investor Jika Kalian Berani Beli $PTBA di Harga 4000 harusnya kalian juga berani beli PTBA di harga 2000 Jika kalian berani beli $SMDR di harga 4000 harusnya kalian juga berani beli SMDR di harga 400 Jika kalian berani $ADRO di harga 3000, harusnya…
Saham Penopang $IHSG Sudah Overvalued?

Gambar yang saya lampirkan adalah saham - saham yang menopang IHSG. Mengapa mereka menopang IHSG? Itu karena market capital mereka sangat besar.

Total ada 25 saham dengan market capital raksasa untuk ukuran Indonesia. Jika ditotal, 25 saham ini memiliki market capital 5000 Triliun rupiah. Bandingkan dengan total market cap IHSG yang mencapai 8000 Triliun.

$GOTO memiliki market cap 409 Triliun. Lebih besar dari $TLKM dan $BMRI. Ajaib.

Kita bisa lihat tidak ada satupun saham Penopang IHSG yang memiliki valuasi PBV < 1.

Dan dari 25 saham Penopang IHSG, ternyata ada 2 saham rugi yakni GOTO dan TPIA.

Dan hanya 6 saham yang PER <10. Itu artinya mayoritas saham Penopang IHSG valuasinya memang masih mahal. Jadi menurut saya, wajar saja kalau IHSG koreksi karena mayoritas saham Penopang nya masih Overvalued.

Fokus pada saham penopang IHSG yang PER < 10-15 dan non-siklus serta laba nya bukan dari extraordinary income.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/9031168
Perusahaan Kontainer Terbesar di Dunia

Perusahaan Kontainer Terbesar di dunia adalah Mediterranean Shipping Company. Sayangnya perusahaan ini masih private. Keluarga Aponte dari Italia tidak ingin membuat perusahaannya publik. Mungkin karena keluarga Aponte tidak pengen bagi cuan ke investor lain dan tidak pengen direcokin sama investor ritel karena bagi dividen kecil. Salah satu keuntungan perusahaan tidak Go Public memang itu, lebih bebas melakukan apapun yang PSP inginkan.

Market shares MSC sekitar 17,1%. Sedangkan di posisi kedua adalah APM-Maersk. Nah, APM Maersk ini listing di Bursa Kopenhagen Denmark. Di 2021, revenue APM Maersk adalah 62 Milyar dollars. Dan laba 2021 mencapai 17,9 milyar dollar atau sekitar 268 Triliun. Sangat besar. Bandingkan dengan laba $SMDR yang hanya 1,3 Triliun di 2021. Jadi dari sisi laba, APM Maersk itu ukurannya sama dengan 200x lipat SMDR. Secara valuasi, APM Maersk sekarang PBV 0,99 dan PER 2. Jadi secara valuasi PBV dan PER, APM Maersk juga lebih murah dari SMDR.

Meskipun sudah memiliki skala sebesar itu, APM Maersk hanya bagi dividen sebesar 34-39% dari total laba. Jadi untuk SMDR yang masih dalam fase growth maka wajar saja kalau bagi dividen dengan payout <30%.

SMDR punya potensi bisa tumbuh sebesar APM Maersk di masa depan. Dengan catatan jumlah armada SMDR bisa sebesar APM Maersk.

Jumlah kapal yang dimiliki APM Maersk adalah 331 kapal. Tapi mereka melakukan charter kapal hingga 400 armada di April 2022. Itu artinya APM Maersk juga harus menyewa kapal dari perusahaan lain untuk menjalankan bisnisnya. Bandingkan dengan SMDR yang jumlah armadanya sekitar 100 kapal.

Kapasitas APM Maersk adalah 2,5 juta TEUs. Sedangkan total TEUs SMDR hanya 37.384.

Jadi kesimpulannya adalah SMDR masih sangat kecil jika dibandingkan dengan raksasa Kontainer dunia seperti APM Maersk.

Kalau kepengen SMDR jadi lebih besar di masa depan seperti APM Maersk ya harus ikhlas terima dividen kecil. Laba perusahaan harus di reinvestasi untuk beli kapal baru.

2,5 juta TEUs Maersk vs 37.384 TEUs SMDR sudah terlihat jelas gap-nya.

SMDR mungkin adalah perusahaan raksasa di Indonesia. Tapi untuk skala dunia, SMDR belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan APM Maersk. Namun jangan berkecil hati. Dalam jangka panjang, jika manajemen tetap jujur dan konsisten inovasi maka bukan tidak mungkin di masa depan SMDR bisa sebesar APM Maersk.

Meskipun SMDR adalah perusahaan bagus, best buy tetap di kisaran 200an rupiah.
https://stockbit.com/post/6289446

Sebagus apapun sebuah perusahaan, belilah ketika masih Undervalued, beli lah ketika masih sunyi. Jual ketika sudah ramai dan dibahas di mana-mana.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/9033818
Kenapa Baru Beli $SMDR di 4000?

Saya sebenarnya cukup heran dengan investor yang baru paparkan segala kebaikan SMDR ketika harganya sudah di 4000.

Padahal SMDR itu lama banget ngetem di bawah harga 1000.
https://stockbit.com/post/6289446
https://stockbit.com/post/7433891

Beli awal tahun 2022 pun sebenarnya masih bisa cuan 126%.

Investor seringkali mengalami myopia waktu. Yang mereka lihat hanya kejadian terakhir. SMDR bagi dividen 50 rupiah, diprotes. Kalau pakai harga beli 4000, dividen 50 rupiah memang kelihatan seuprit. Tapi bagi investor yang sudah borong SMDR sejak harga <500, itu dividen 50 rupiah bisa dapat Yield >10%.

Yang borong sejak harga <200 malah dapat Yield >20%.

Jadi keboncosan dan kecuanan seseorang sangat bergantung pada time frame.

Yang perlu diwaspadai oleh investor adalah selalu waspada dengan orang yang baru pompom sebuah saham segala kebaikan ketika saham sudah terbang lebih dari 100% dalam jangka waktu < 1 tahun.

Pompom yang baik adalah Pompom yang dilakukan ketika saham sedang tidur. Misalnya Pompom SMDR sejak harga 200-500. Kalau pompom SMDR ketika harga sudah >4000, maka kita harus meragukan intention Pompom nya. Kenapa baru Pompom ketika sudah di pucuk?

Investor selot selot contrarian, jangan mengejar saham yang sudah terbang. Carilah saham sideways dan downtrend yang sunyi namun prospektif. Jual ketika ramai. Sederhana saja jika ingin jadi contrarian.

Saham yang aktif di Pompom biasanya adalah saham yang investor nya pengen jualan. Mereka butuh pembeli untuk exit liquidity.

SMDR perusahaan bagus. Tapi akan lebih bagus lagi kalau bisa beli di 200 rupiah.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/9031965
Prinsip Investasi Di Saham Komoditas

Prinsip utama investasi di saham komoditas itu sangat sederhana.

Bagaimana caranya?

1. Cek apakah harga komoditas yang dijual perusahaan itu sudah mendekati bottom.

Seperti harga coal bottom nya itu di bawah 60 dollar.

2. Pastikan harga saham komoditas itu sudah anjlok > 50% dari puncak tertingginya.

Contoh $PTBA pucuknya 5000
Harga sekarang 1985
Artinya sudah anjlok > 50% dari pucuk

$ITMG pucuknya 32000
Harga sekarang 8100
Artinya sudah anjlok > 50%

3. Pastikan perusahaan itu sehat, utang kecil, kas banyak sehingga biarpun harga komoditas anjlok, perusahaan itu tidak bangkrut.

Contoh Perusahaan Sehat bisa dilihat di link ini
https://stockbit.com/post/4737910

4. Pastikan perusahaan itu bagi dividen.

Jadi selama anjlok sahamnya, kita dapat uang tunggu.

Sisanya tinggal sabar menunggu saja.

Kebiasaan investor retail kalau harga anjlok dan banyak sentimen buruk, mereka cutloss.

Padahal investor seperti LKH justru borong banyak ketika harga komoditas anjlok.

LKH cuan gede di $INDY waktu dia borong di 100an. Waktu itu sentiment buruk coal di mana - mana. Tebar fear coal di mana - mana. Tapi LKH cuek, tetap beli dan dia cuan lebar. Investor ritel malah baru beli INDY di 4000. Ketika harga coal sudah 100 dollar lebih.

Investor itu harus cari barang murah dan diskon. Jangan mau kalah sama emak-emak yang nawar sadis - sadis, sampai penjual sayur kompleks saja ampun - ampun.

Disclaimer: http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/4743634
Insight Pintarsaham.id
Prinsip Investasi Di Saham Komoditas Prinsip utama investasi di saham komoditas itu sangat sederhana. Bagaimana caranya? 1. Cek apakah harga komoditas yang dijual perusahaan itu sudah mendekati bottom. Seperti harga coal bottom nya itu di bawah 60 dollar.…
Prospek Emiten Siklikal

Saya sudah sering bahas tentang saham siklus seperti seperti PTBA karena kebetulan saya juga adalah Coal Lover.

Saham komoditas atau produsen komoditas yang memiliki utility dalam kehidupan sehari - hari tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini selama komoditas mereka terus menerus digunakan.

Coal hingga saat ini merupakan sumber energi paling murah untuk negara berkembang. Sehingga prospek saham coal akan tetap bagus selama tidak ada sumber energi lain yang bisa lebih murah dari coal.

Namun prinsip investasi di saham siklikal adalah beli ketika harga komoditas nya anjlok dan harga sahamnya anjlok lalu kemudian jual ketika harga komoditas sudah naik bersamaan dengan harga sahamnya.

Ketika harga komoditas anjlok, hanya perusahaan yang low cost dan low debt yang akan bertahan. Apalagi jika penurunan harga komoditas itu berlangsung >3 tahun.

Disclaimer http://bit.ly/3bLj4Oc

https://stockbit.com/post/6248744
$SMDR Bisa Ke 10.000?

Bisa banget. Dengan catatan laba perusahaan setahun tembus 10 Triliun.

Saat ini laba SMDR di 2021 masih 1,3 Triliun. Proyeksi laba di 2022 adalah 4 Triliun.

Jadi membeli SMDR di harga 4000 adalah sama saja dengan berharap SMDR akan mencetak laba 10 Triliun di masa depan.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah mungkin SMDR cetak laba 10 Triliun di masa depan?

Jawabannya hanya bisa dijawab di masa depan. Jadi kalau punya mesin waktu, silakan ke masa depan untuk tahu jawabannya.

Karena kita tidak punya mesin waktu jadi kita hanya bisa menduga - duga saja.

Kalau saya melakukan proyeksi, SMDR hanya bisa menghasilkan laba 10 Triliun jika kapasitas Kontainer mereka minimal 100.000 TEUs dan harga Kontainer per 40 kaki Kontainer adalah 8000 dollar. Sedangkan rata-rata harga Kontainer normalnya itu adalah 2000-4000 dollar. Jika pakai harga normal seperti itu maka kapasitas minimal SMDR adalah 200.000 TEUs. Sedangkan saat ini kapasitas SMDR hanya 35.000 TEUs. Bisa saja sih dengan kapasitas 35.000 TEUs SMDR cetak laba 10 Triliun dengan catatan harga sewa Kontainer >20.000 dollar. Tapi kalau harga kontainer >20.000 dollar, maka inflasi mungkin bisa tembus >15%.

Jadi peningkatan laba SMDR di masa depan sangat bergantung pada willingness manajemen untuk meningkatkan kapasitas kapalnya.

Jika manajemen terlihat leha-leha dan tidak peduli dengan peningkatan laba masa depan maka direksi tidak akan membeli kapal baru. Namun jika manajemen berorientasi masa depan maka mereka pasti akan menambah kapal baru untuk menambah revenue masa depan.

Namun menambah armada baru ketika harga kontainer sedang meroket adalah hal yang tricky. Karena ketika harga Kontainer meroket, harga jual kapal juga ikut meroket. Akibatnya perusahaan bisa saja beli kapal di harga yang Overvalued. Contoh paling nyata adalah $LEAD. Di tahun 2013-2014 mereka aktif beli kapal karena ketika itu harga oil meroket. Karena manajemen merasa bahwa harga oil akan meroket selamanya. Mereka beli kapal pakai banyak utang dan beli OSV di harga premium.
https://economy.okezone.com/read/2014/04/16/278/971463/anggarkan-rp1-08-triliun-logindo-beli-5-kapal

Dan ujungnya ternyata harga oil anjlok dan LEAD menderita karena harus bayar utang gede dan banyak kapal yang sudah dibeli malah nganggur.
Kerjaan LEAD bukannya cetak laba tapi restrukturisasi utang terus.
https://britama.com/index.php/2019/08/lead-lakukan-restrukturisasi-utang-senilai-sgd50-juta/

Jadi menambah armada ketika siklus berada di puncak memang sangat tricky. Salah strategi bisa mengakibatkan konsekuensi jangka panjang bagi perusahaan.

LEAD terakhir kali cetak laba di 2015. Setelah itu rugi terus karena laba habis kena makan beban bunga. Dan utilisasi kapal tidak pernah lagi tembus 100% karena harga oil anjlok. Akibatnya untuk bayar utang dan efisiensi, LEAD terpaksa jual kapal di harga murah.
https://market.bisnis.com/read/20170330/192/641427/lead-sudah-jual-tiga-kapal-usur

Bisnis SMDR memang beda dengan bisnis LEAD. Tapi strategi bisnis ekspansi nya mirip. Untuk menambah revenue ya harus beli kapal. There is no other way. Dan untuk beli kapal, pilihannya hanya 3 yakni pakai kas internal, pakai utang, atau injeksi modal baru via RI atau PP. LEAD dulu pakai strategi ambil utang gede. Sedangkan SMDR nampaknya akan pakai kas internal.

Mana strategi yang terbaik? Tergantung preferensi masing-masing.

Sebagai perbandingan, APM Maersk punya utang Berbunga 101 milyar dolar. Dengan cadangan kas. 80 miliar dollars sedangkan laba setahun APM Maersk adalah 18 milyar dollar. Utang - Kas = sekitar 20 miliar dolar. Utang bersih nya masih bisa dicover oleh laba setahun. Jadi balance sheet APM Maersk masih dalam kondisi baik. Ekspansi mereka bisa di support oleh balance sheet mereka.

Kondisi balance sheet SMDR pun dalam kondisi yang sehat untuk melakukan ekspansi. Jadi kalau pakai orientasi jangka panjang, tindakan manajemen menahan laba untuk menambah kapasitas armada menurut saya adalah langkah yang tepat apalagi jika tujuan manajemen adalah menjadi perusahaan kontainer global seperti Maersk.
Tapi sekali lagi, tak ada yang tahu masa depan. Karena niat baik untuk ekspansi bisa saja terhambat oleh black swan effect seperti pembajakan, kapal terbakar, kapal tenggelam atau kontrak hilang.

Jika percaya di masa depan SMDR bisa cetak laba 10 Triliun maka harga saham SMDR di 2500 itu masih murah. Namun jika tidak yakin di masa depan SMDR bisa cetak laba 10 Triliun, maka harga best buy SMDR adalah 200 rupiah.

Jadi yakin kah kalian kalau SMDR akan cetak laba 10 Triliun di masa depan?

Disclaimer http://bit.ly/3bLj4Oc
https://stockbit.com/post/9035683
Maersk Masih Menjadi Bellwether

Di 2020 yang lalu, saya pernah menulis tentang Maersk yang menjadi Bellwether Ekonomi dunia.
https://stockbit.com/post/4867200

Itu karena dulu Maersk selalu menjadi market leader kapal Kontainer dunia. Meskipun sudah tergeser di posisi dunia sebagai raja Kontainer dunia, menurut saya Maersk masih layak menjadi bellwether karena Maersk sudah Go Public. Sehingga kita bisa memantau laporan keuangannya. MSC yang sekarang jadi market leader Kontainer dunia adalah private company sehingga sulit memantau jeroannya.
http://bit.ly/3P0BPPv

Manajemen Maersk dalam analyst meeting sudah mengatakan bahwa mereka akan mencetak laba tertinggi dalam sejarah di 2022. Wajar saja manajemen mengatakan hal tersebut karena harga kontainer dunia memang masih meroket.

Rata-rata harga kontainer dunia adalah dalam 5 tahun terakhir adalah 3490 dollar. Sedangkan sekarang harganya adalah 7000-8400 dollar.

Kapan akan normal? Menurut saya paling cepat 3 tahun. Karena untuk menyediakan supplies kapal baru, itu butuh waktu minimal 3 tahun. Jangka waktu untuk bikin sebuah kapal adalah rata-rata 1-3 tahun. Dengan harga baja yang juga meroket, tentu perusahaan pembuat kapal juga pikir - pikir dulu kalau mau membuat kapal. Itu lah mengapa MSC lebih memilih memborong kapal bekas untuk memperbesar armada ketimbang beli kapal baru. Karena untuk beli kapal baru harus indent. Sedangkan klien butuh kapal dalam waktu cepat.

Di 2021, MSC Borong 100 kapal. Itu lah momen ketika Maersk tergeser dari posisi market leader Kontainer.
https://splash247.com/msc-takes-secondhand-spree-past-the-100-ship-mark/

Perusahaan Kontainer lebih suka beli kapal bekas ketimbang kapal baru.

Perusahaan scrap besi tua juga demen sama kapal bekas.

Disclaimer:http://bit.ly/3bLj4Oc

$SMDR $GGRP $OPMS
https://stockbit.com/post/9037577
IHSG 5 Juli 2022

PER 13,5
PER WA 19,3

Transaksi hanya 11,3 Triliun

Jauh di bawah transaksi rata-rata 15,9 Triliun.

Market cap 8801 Triliun
Dan per 5 Juli 2022, IHSG masih jadi bursa paling strong di Asia Pasifik. Return YTD +1,85%

Disclaimer:http://bit.ly/3bLj4Oc