๐—ฅ๐—จ๐—”๐—ก๐—š ๐—”๐——๐—–
2.23K subscribers
246 photos
57 videos
21 links
Download Telegram
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ เผบ๐“†ฉ๐Ÿ‘ป๐“†ชเผป โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐—ง๐—›๐—˜ ๐—Ÿ๐—”๐—ฆ๐—ง ๐—ก๐—”๐— ๐—˜
๐‘จ ๐‘บ๐‘ช๐‘ฏ๐‘ถ๐‘ถ๐‘ณ ๐‘ฏ๐‘ถ๐‘น๐‘น๐‘ถ๐‘น ๐‘บ๐‘ป๐‘ถ๐‘น๐’€
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ เผบ๐“†ฉ๐Ÿ‘ป๐“†ชเผป โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Halo warga adity, balik lagi bareng aku Jeie dan Katherinee!

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Haloo semuanya! Malam ini kita bakal nemenin kalian di #๐€๐ƒ๐‚๐—ผ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฒ dengan cerita horor yang cocok banget didengerin jam segini, apalagi kalau kalian lagi sendirian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Ih, jangan nakut-nakutin dari awal dong. Tapi iya sih, cerita kali ini tentang sebuah sekolah yang kelihatannya biasa aja.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : sampai ada seorang siswa yang masih tercatat di daftar absensi, padahal dia udah meninggal tiga hari sebelumnya.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Nah, daripada aku sama Katherine malah makin panjang ngobrolnya, langsung aja yuk kita masuk ke ceritanya. Tapi kalian yang lagi sendirianโ€ฆ siap-siap aja ya.
โคโ€๐Ÿ”ฅ1โค1
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐ŸŽ๐Ÿ
๐—ก๐—”๐— ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—›๐—”๐——๐—œ๐—ฅ
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ
เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Sekolahnya sendiri terbilang biasa aja. Ada kelas, kantin, lapangan, semuanya normal kok.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Tapi ada satu kelas yang udah jarang banget dilewatin kalau udah sore, yaitu 'Kelas 11 IPS 2'.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Nah, di kelas itu ada seorang siswa bernama Rian. Dia anaknya pendiam, tapi dia punya satu sahabat dekat, namanya Dito.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Sampai suatu hari, Rian ini nggak masuk sekolah. Awalnya sih semua orang biasa aja, mungkin dia sakit atau izin.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Tapi setelah beberapa hari kemudian, wali kelas mereka masuk dengan wajah yang beda dan bilang..

โ€œAnak-anak, Rian meninggal dunia.โ€


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Suasana kelas tentunya langsung berubah. Apalagi beberapa hari kemudian, ketika nama Rian dipanggil waktu absensi.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Tiba-tiba terdengar ada suara yang terdengar dari belakang kelas.

โ€œHadir, Bu.โ€


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Padahal kursi Rian itu kosong, dan yang lebih anehnya lagi..

nggak semua orang di kelas mendengar suara itu.
โคโ€๐Ÿ”ฅ2โค2
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐ŸŽ๐Ÿ
๐—ž๐—จ๐—ฅ๐—ฆ๐—œ ๐——๐—˜๐—ž๐—”๐—ง ๐—๐—˜๐—ก๐——๐—˜๐—Ÿ๐—”
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Setelah kejadian hari itu, Dito mulai sering memperhatikan kursi sahabatnya, Rian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Kursinya ada di dekat jendela, tepat di sebelah Dito. Dan sejak Rian meninggal, kursi itu mulai terasa agak aneh.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Terkadang kursinya bergeser sendiri. Kadang jendelanya terbuka, padahal semua jendela lain itu tertutup rapat.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Sampai suatu pagi, Dito menemukan sesuatu di atas mejanya Rian.

Buku catatan hitam milik Rian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Padahal semua barang barang Rian sudah dibawa pulang oleh pihak keluarganya.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Mereka akhirnya memberanikan diri untuk membuka buku tersebut.

โ€œJANGAN BIARKAN AKU SENDIRIAN DI KELAS.โ€


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Dito langsung saja menutup bukunya ketika melihat tulisan itu.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Tapi waktu mereka ingin pergi dari sana..

"Kreeeek."

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Kursi Rian tiba tiba bergeser seolah-olah ada yang menggerakkannya.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Dan yang lebih bikin merinding...

mereka sama sekali nggak mendengar suara kursi itu bergerak.
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ ๐ŸŽ๐Ÿ‘ ๐—ฃ๐—˜๐—ฆ๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ฅ๐—œ ๐—ก๐—ข๐— ๐—ข๐—ฅ ๐—Ÿ๐—”๐— ๐—” โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Malamnya, Dito tiba-tiba dapat pesan dari nomor Rian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Padahal nomor itu udah nggak aktif sejak Rian meninggal.

โ€œDIT, BUKA.โ€


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Dito nggak membalas. Tapi beberapa detik kemudian, ada pesan kedua.

โ€œAKU MASIH DI SINI.โ€

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Dito langsung menelepon nomor itu, tapi nggak tersambung.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Sampai akhirnya dia menerima sebuah foto.

Kelas 11 IPS 2.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Di dalam foto itu, ada seseorang yang sedang duduk di kursi Rian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Tapi yang paling aneh...

foto itu dikirim malam-malam, sementara langit di dalam foto masih terlihat terang.
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐ŸŽ๐Ÿ’
๐—๐—”๐—  ๐Ÿญ๐Ÿณ.๐Ÿญ๐Ÿฏ
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Besok sorenya, Dito dan Alin memutuskan buat balik ke sekolah.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Mereka penasaran sama satu hal... kenapa setiap pukul 17.13 selalu ada sosok yang berdiri di depan kelas.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Mereka nunggu sampai jamnya tiba.

17.13

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Dan benar aja... ada seseorang berdiri di depan kelas.

โ€œDit...โ€


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Suara itu pelan, tapi Dito langsung mengenalinya. Itu suara Rian.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Saat sosok itu perlahan mengangkat kepalanya...

wajahnya sama sekali bukan Rian.
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐ŸŽ๐Ÿ“
๐—”๐—•๐—ฆ๐—˜๐—ก๐—ฆ๐—œ ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ž๐—›๐—œ๐—ฅ
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ โ‹†๏ฝกยฐโœฉยฐ๏ฝกโ‹† โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ
เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Besok paginya, Dito langsung menemui wali kelas dan menceritakan semua yang terjadi.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Tapi bukannya kaget, wali kelas malah membuka buku absensi lama.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Di halaman terakhir, mereka menemukan satu tulisan.

"MURID BERIKUTNYA : __"


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Dito langsung membeku. Karena di bawah tulisan itu...

nama Rian sudah tercatat jauh sebelum ia menjadi murid di sekolah itu.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Sejak hari itu, kelas tersebut selalu dikosongkan setiap pukul 17.13.

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Dan sampai sekarang...

belum ada yang tahu, siapa nama berikutnya yang akan muncul di buku absensi itu.
โ•ญโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ เผบ๐“†ฉ๐Ÿ‘ป๐“†ชเผป โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฎ
๐—ง๐—›๐—˜ ๐—˜๐—ก๐——
โ•ฐโ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€ เผบ๐“†ฉ๐Ÿ‘ป๐“†ชเผป โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ•ฏ


เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Jujur ya, kalau aku jadi Dito... kayaknya besoknya udah pindah sekolah deh. ๐Ÿ˜ญ

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Hahaha, sama. Tapi kalau kalian gimana? Masih berani masuk ke kelas itu nggak?

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Katherine : Coba jawab di kolom komentar yaa. Kalian bakal tetap masuk... atau langsung kabur? ๐Ÿ‘€

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie : Oke, makasih banyak buat yang udah nemenin kita malam ini. Semoga kalian suka sama cerita kali ini!

เฃชห– ึดึถึธโ˜พ. Jeie & Katherine : Sampai ketemu di cerita horor berikutnya... dan jangan lupa, kalau suatu saat kalian dengar suara yang memanggil nama kalian...

...pastikan dulu siapa yang memanggil.


Karena nggak semua yang memanggil... masih hidup. ๐Ÿ‘ป