Channel name was changed to «Hari ini kepalaku terasa berat untuk diajak berbincang, bahkan huruf-huruf di layar tampak menari tanpa pegangan.»
ㅤ ㅤ | Kutempuh lorong waktu yang bisu,
ㅤ ㅤ | mengembara dari simpang ke simpang
ㅤ ㅤ | sembari menuliskan lesu, sebab hidupku
ㅤ ㅤ | hanya gugusan hari yang layu dan tak
ㅤ ㅤ | menyimpan sesuatu yang baru...
Jika seluruh jejak yang kutulis hanyalah debu, mengapa sakit ini tetap bertamu dan lelah ini tak jua berlalu, Bu?
ㅤ ㅤ | mengembara dari simpang ke simpang
ㅤ ㅤ | sembari menuliskan lesu, sebab hidupku
ㅤ ㅤ | hanya gugusan hari yang layu dan tak
ㅤ ㅤ | menyimpan sesuatu yang baru...
Jika seluruh jejak yang kutulis hanyalah debu, mengapa sakit ini tetap bertamu dan lelah ini tak jua berlalu, Bu?
Forwarded from -
Andai suatu hari kau membaca seluruh catatan yang kubentang, mungkin kau akan menemukan betapa sering namamu singgah dibanding nama bintang. Betapa banyak malam yang kuhabiskan hanya untuk menghapus lalu menulis ulang satu kalimat sayang.
ㅤLucunya, aku selalu mengaku tak pandai mengarang. Akan tetapi setiap tentangmu, selalu ada halaman baru yang ingin kuundang. Tentang tawamu yang menenangkan petang, dan kamu yang membuat hari lapang.
ㅤMaka biarkan aku tetap menjadi penulisabal-abal yang sedikit kikuk dan sering salah bilang.
ㅤSebab... selama cakrawala masih menyimpan petang, selama rembulan masih setia datang... Aku akan terus menuliskan tentangmu, tersayang. ❥
ㅤLucunya, aku selalu mengaku tak pandai mengarang. Akan tetapi setiap tentangmu, selalu ada halaman baru yang ingin kuundang. Tentang tawamu yang menenangkan petang, dan kamu yang membuat hari lapang.
ㅤMaka biarkan aku tetap menjadi penulis
ㅤSebab... selama cakrawala masih menyimpan petang, selama rembulan masih setia datang... Aku akan terus menuliskan tentangmu, tersayang. ❥
