1 subscriber
3 photos
Jika bahkan @rintiih telah menjadi teman paling setia bagiku, mengapa dunia masih terasa begitu jauh dan membisu?
Download Telegram
Channel created
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel photo updated
Channel name was changed to «Hari ini kepalaku terasa berat untuk diajak berbincang, bahkan huruf-huruf di layar tampak menari tanpa pegangan.»
Channel name was changed to «Jika nanti aku tertidur lebih cepat menjelang petang...»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ ㅤ | Kutempuh lorong waktu yang bisu,
ㅤ ㅤ | mengembara dari simpang ke simpang
ㅤ ㅤ | sembari menuliskan lesu, sebab hidupku
ㅤ ㅤ | hanya gugusan hari yang layu dan tak
ㅤ ㅤ | menyimpan sesuatu yang baru...

Jika seluruh jejak yang kutulis hanyalah debu, mengapa sakit ini tetap bertamu dan lelah ini tak jua berlalu, Bu?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤ ི༏ ˖ ࣪ ʺ Maka kutulis lagi segala yang membelenggu, dari rindu yang membatu hingga amarah yang memburu—sebelum tubuhku membiru. ‌‌ུུ‌‌ 𓈒 ݂
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Forwarded from -
Andai suatu hari kau membaca seluruh catatan yang kubentang, mungkin kau akan menemukan betapa sering namamu singgah dibanding nama bintang. Betapa banyak malam yang kuhabiskan hanya untuk menghapus lalu menulis ulang satu kalimat sayang.

ㅤLucunya, aku selalu mengaku tak pandai mengarang. Akan tetapi setiap tentangmu, selalu ada halaman baru yang ingin kuundang. Tentang tawamu yang menenangkan petang, dan kamu yang membuat hari lapang.

ㅤMaka biarkan aku tetap menjadi penulis abal-abal yang sedikit kikuk dan sering salah bilang.

ㅤSebab... selama cakrawala masih menyimpan petang, selama rembulan masih setia datang... Aku akan terus menuliskan tentangmu, tersayang.
Mungkin kau sedang tertawa bersama orang-orang yang kau sayangi.
In another life, ya, Theo?