Seperti ulasan Rikopedia sebelumnya, Gagalnya negosiasi AS–Iran menegaskan bahwa gap kepentingan kedua negara masih terlalu besar untuk diselesaikan dalam waktu singkat.
Selama isu utama seperti nuklir, geopolitik, dan kontrol jalur energi belum terselesaikan, gencatan senjata masih rapuh dan perang berisiko pecah kembali.
Selama isu utama seperti nuklir, geopolitik, dan kontrol jalur energi belum terselesaikan, gencatan senjata masih rapuh dan perang berisiko pecah kembali.
BREAKING: Details emerge regarding failed talks between the US and Iran as negotiations end with no deal.
Details include:
1. Talks ended because Iran refused to offer a commitment not to develop a nuclear weapon
2. JD Vance says Iran has "chosen to not accept the US' terms"
3. Iran currently has "no plans" for additional talks with the US, per Iran's Fars News
4. Negotiations lasted for 21 hours and marked the first direct talks between the US and Iran since 1979
It appears the highly anticipated US-Iran talks have collapsed.
Details include:
1. Talks ended because Iran refused to offer a commitment not to develop a nuclear weapon
2. JD Vance says Iran has "chosen to not accept the US' terms"
3. Iran currently has "no plans" for additional talks with the US, per Iran's Fars News
4. Negotiations lasted for 21 hours and marked the first direct talks between the US and Iran since 1979
It appears the highly anticipated US-Iran talks have collapsed.
The Stock Vigilantes
Dulu bond market yang mengontrol pemerintah. Sekarang saham yang pegang kendali. Setiap market jatuh, policymakers langsung pivot (stimulus, dovish, dll). Contohnya kemarin waktu saham jatuh trump langsung minta gencatan senjata. Stocks terlalu besar untuk dibiarkan jatuh (“too big to fail”). Nanti saat bond yield naik or pasar saham AS crash pasti trump melunak lagi.
Dulu bond market yang mengontrol pemerintah. Sekarang saham yang pegang kendali. Setiap market jatuh, policymakers langsung pivot (stimulus, dovish, dll). Contohnya kemarin waktu saham jatuh trump langsung minta gencatan senjata. Stocks terlalu besar untuk dibiarkan jatuh (“too big to fail”). Nanti saat bond yield naik or pasar saham AS crash pasti trump melunak lagi.
Market masih digerakan headline AS vs Iran. Ketegangan meningkat, Harga oil meroket, IHSG potensi tertekan lagi.
Defisit APBN 2026 sudah mencapai Rp240,1 triliun (0,93% PDB) hanya dalam satu kuartal, sementara belanja negara tumbuh jauh lebih cepat (+31,4% YoY) dibandingkan penerimaan (+10,5% YoY).
Harga minyak yang tinggi dan pelemahan rupiah membuat ruang fiskal menjadi semakin sempit. Jika tren ini berlanjut tanpa penyesuaian belanja yang lebih disiplin dan selektif, risiko defisit tembus 3%.
Jika tren berlanjut risiko downgrade rating meningkat.
Harga minyak yang tinggi dan pelemahan rupiah membuat ruang fiskal menjadi semakin sempit. Jika tren ini berlanjut tanpa penyesuaian belanja yang lebih disiplin dan selektif, risiko defisit tembus 3%.
Jika tren berlanjut risiko downgrade rating meningkat.
Bahasa simplenya boros. Pengeluaran lebih besar dari pendapatan akhirnya defisit
www.rikopedia.com
Buy 8500 lot saham CTRA. Antisipasi teknikal rebound
Saham CTRA fase bottoming. Potensi rebound menguji R 790-870.
Revenue beat. CTRA reported 4Q25 revenue of Rp 4.2tn (+68% QoQ, +4% YoY), mainly driven by landed property revenue, which grew +85% YoY. FY25 revenue reached Rp 12.6tn, marking CTRA’s highest level on record.
Revenue beat. CTRA reported 4Q25 revenue of Rp 4.2tn (+68% QoQ, +4% YoY), mainly driven by landed property revenue, which grew +85% YoY. FY25 revenue reached Rp 12.6tn, marking CTRA’s highest level on record.
IHSG menguat banyak saham yang teknikalnya mulai bagus buat trading nih