RIDDLE OBSESSION
5 subscribers
Download Telegram
Channel created
Pada suatu malam yang dingin dan langit mulai menggelap dan angin berhembusan, sebuah mobil mendarat tepat di depan rumah, Cessa turun dari mobil lalu melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Ibass lalu berjalan perlahan memasuki sebuah rumah.

Dalam waktu beberapa menit, Ibass terdiam dan menyanjungi kepergian Cessa perlahan, tangan nya bergerak merogoh suatu plastik belanja dan mengambil secarik barang kotak persegi panjang ber ukuran kecil yang berjudul “One Wish Willow” ia membuka nya dan memulai membuat permohonan sebagai berikut “ONE WISH WILLOW I WISH NIKI FREEMAN LOVED M—-“ lalu ketukan kaca mobil terketuk dari samping.

“Bass, mau masuk dulu sekedar ngopi atau minum teh?” Itu adalah Cessa. Dengan wajah polos nya di baluri senyuman sedikit kaku, Ibass pun terheran sedikit senang, pada malam itu akhirnya ibas pun menuruti perkataan Cesaa, malam itu banyak perubahan yang terjadi.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Di suatu villa, Dante, Loviana , Zag dan Justa , Trian begitupun Ibas dan Cessa sedang melakukan liburan bersama, suatu malam berkumpul di ruangan tamu , dalam keheningan mereka mengobrol perlahan dan sesekali melihat tingkah laku Cessa yang sangat sangat aneh.

Ibasss terdiam dengan ada beberapa luka lebam yang di miliki di sekitaran wajah dan tangan, Ibass tidak banyak berbicara. Dengan wajah nya yang begitu pucat, saat cessa mendekat ke arah Ibasss, Cessa pun panik melihat diriinya dikaca ibass berada di sampingnya dan mengatakan “SHE’S NOT ME” Cessa pun terlempar mundur dan memukul kepala nya sendiri dan tertawa nyaring.

Semua orang pun terkejut dan berteriak ngeri melihat tingkah Cessa yang semakin aneh pada malam itu. Terdengar suara langkah dari lantai dua menuju lantai satu.

berikut kegiatan semua orang yang menyaksikan hal tersebut :

💀Dante : sedang meminum alkohol dan menggeleng kepala melihat tingkah laku Cessa yang aneh

👗Loviana : sedang bermain catur bersama teman lain nya dan sesekali tersenyum licik

👀Zag : sedang membaca buku sambil berminum alkohol dan sesekal berbatuk ringan

💀Trian : sedang duduk menatap lurus menggeliat tak nyaman dan sesekali menggaruk lengan nya

🔪Ibbasss : terlihat pasrah dan merenung terhadap kejadian tersebut dan sesekali menghentak hentakan kaki nya pelan
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tak lama kemudian tingkah laku cessa kembali normal, dia ketawa bersama teman-teman lainnya. Zag berjalan ke arah Loviana dan bertanya kepadanya

Zag: lu aneh ga sih sama tingkah laku si cessa?
Loviana: aneh gimana? Gua ngeliatnya biasa aja
Zag: wah otak lu kena nih, cessa daritadi berprilaku aneh masa lu ga ngerasa aneh?
Loviana: apasih zag udahlah gua mau main catur
Zag: main catur apaan, stress lu ya emang ada main catur sendirian
Loviana: lu yg stres zag liat gua lagi main sama Justa (sambil berteriak)

Setelah mengeluarkan kalimat itu zag langsung pergi dari tempat yg dimana ia tadi bersama loviana. Zag menoleh ke arah papan catur. Bidak putih dan hitam memang tersusun seperti permainan yang sedang berlangsung. Namun... kursi di hadapan Loviana kosong.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pagi pun tiba, mereka melakukan sarapan dan tertawa tapi ada seseorang yang ngerasa janggal dengen situasi di pagi hari ini, merasa ada yang hilang tapi bukan barang.

Hari liburan telah usai, semuanya berkumpul untuk pulang kerumah masing-masing ada Dante, Loviana, Zag, Justa, Trian, Ibasss, dan juga Cessa telah berkumpul diruang tengah. Dua orng berbisik "malam kejadian si Justa ga ada" kenapa dia berfikir seperti itu? Padahal Justa ada bermain bersama loviana. Dia membuat keadaan yang seakan-akan Justa yang melakukan itu kepada Cessa, tapi bukannya mereka berdua baik-baik aja ya? Apa yang sebenarnya terjadi

Esoknya, mereka berkumpul seperti biasa dan lagi-lagi ada yg ngerasa aneh dengan situasi yg di alaminya. Keadaan Ibas terlalu banyak luka yang ia alami bahkan sekarang seluruh tubuh penuh dengan luka dan melihat badan teman lainnya yang biasa-biasa saja tanpa ada luka sedikitpun. Setiap kali bangun tidur, jumlah luka di tubuh Ibass selalu bertambah. Anehnya, tidak ada satu pun yang pernah melihat siapa yang melukainya. Semua orng menghampiri Ibas dan bertanya

"Kenapa badan lu banyak sekali luka" ucap Justa
"Haha.... Gua gapapa aman." Sautnya

Tapi... Dalam keadaan seperti itu ada satu orng yang semakin ngerasa bahagia kalau Ibas mengalami luka yang banyak. Teman lainnya membatu untuk mengoleskan salep kepada badan Ibas.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Beberapa hari berlalu setelah liburan bersama di villa, Loviana dengan ekspresi datar nya mendapatkan kabar bahwa Ibass telah di temukan meninggal dunia di karenakan mengonsumsi obat berlebihan. Di samping tubuh Ibass terdapat secarik kertas yang sudah kusut dan beberapa bercak darah. Tulisan di kertas itu terlihat berantakan, seolah ditulis dengan tangan yang gemetar. Jejak apa yang dia berikan kepada temannya?

Dalam situasi berduka teman-teman Ibas berkumpul untuk menanyakan jejak apa yang Ibas berika kepada mereka.

"Jangan percaya luka yang terlihat. Pelakunya selalu berada paling dekat denganku. Dia memakai wajah yang sama, tapi tidak pernah memiliki hati yang sama."


Semua teman Ibass berkumpul di ruang tamu untuk mencoba memecahkan pesan terakhir yang ia tinggalkan. Namun, saat surat itu dibacakan, ada beberapa orang yang menunjukkan reaksi berbeda.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ibass sengaja meninggalkan petunjuk terakhir agar pelakunya tidak bisa lagi bersembunyi.

Dante mengernyitkan dahinya. Ia mengingat kembali malam saat Cessa bertingkah aneh. Selama ini ia yakin Cessa adalah penyebab semuanya, tetapi isi surat itu membuat keyakinannya mulai goyah.

"Kalau bukan Cessa... terus siapa?"

Loviana terdiam cukup lama. Ia mulai mengingat percakapannya dengan Zag.

"Main catur apaan? Lu main sendirian."

Saat itu Loviana yakin Justa sedang bermain dengannya. Namun setelah dipikirkan kembali... Ia sama sekali tidak bisa mengingat satu percakapan pun yang dilakukan Justa malam itu. Buluk kuduknya mulai berdiri.

Justa terlihat kebingungan.

"Kenapa dari awal gue terus yang dicurigain...? Padahal malam itu gue bahkan sempat keluar villa buat nerima telepon."

Semua orang langsung menoleh ke arahnya. Kalau memang Justa tidak berada di ruang tamu... Lalu siapa yang sebenarnya bersama Loviana saat bermain catur?

Ruangan kembali hening.

Zag mengepalkan tangannya.

"Gue udah bilang dari awal ada yang aneh sama Cessa."

"Tapi sekarang gue sadar..."

"Yang aneh bukan Cessa..."

"Yang aneh adalah cara kita semua melihat malam itu."

Berbeda dengan yang lain.

Trian hanya duduk sambil tersenyum kecil, Tatapannya kosong tidak ada sedikit pun ekspresi sedih atas kematian orang terdekatnya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Di bagian paling bawah terdapat sebuah petunjuk kecil.

20 - 18 - 9 - 1 - 14

4 - 5 - 12 - 3 - 15 - 21 - 18 - 20

Tak ada seorang pun yang langsung memahami arti deretan angka tersebut. Mereka saling berpandangan, mencoba menebak-nebak maksud dari pesan terakhir Ibass.

"Ini sandi... tapi sandi apa?" gumam Dante.

Loviana kemudian memperhatikan sebuah tulisan kecil di sudut kertas.

Ruangan mendadak sunyi. Tak ada yang menyangka bahwa orang yang selama ini berada paling dekat dengan Ibass adalah orang yang menghancurkan hidupnya.

Tatapan kecewa, marah, dan tak percaya memenuhi ruangan. Semua petunjuk yang selama ini mereka abaikan perlahan tersusun menjadi satu jawaban.

Pelakunya tidak pernah jauh. Ia selalu berada di sisi Ibass.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM