Hampiri laman-laman bisnis yang tak lagi asing di jemari.
Ayat-ayat kau lafaz, meski dada dipenuhi lara yang tak bertepi.
Jampi-jampi lirih, mengiring harap:
agar hidup tenang, bebas dari cela dan dusta yang menyepi.
Tapi sunyi tetap menyapa, di sela angka dan janji semu yang membius hati.
Bisnis bersajak:
@seduhdiksi
Ayat-ayat kau lafaz, meski dada dipenuhi lara yang tak bertepi.
Jampi-jampi lirih, mengiring harap:
agar hidup tenang, bebas dari cela dan dusta yang menyepi.
Tapi sunyi tetap menyapa, di sela angka dan janji semu yang membius hati.
Bisnis bersajak:
@seduhdiksi
Dedikasi..
Teruntuk jiwa yang hampa, tak bertepi; mencari akhir cerita, namun yang ada hanyalah awal segala yang baru.
Teruntuk jiwa yang hampa, tak bertepi; mencari akhir cerita, namun yang ada hanyalah awal segala yang baru.
Hal. 1
"Hampa.."
Tiada pernah aku berjalan seselinglung ini. Tiada pernah selalai ini. Tiada pernah sesendu ini.
Ada kalanya aku ingin ditemani, selain hanya lintas pikiranku sendiri. Aku ingin bersama dia yang menantiku, yang memanggilku seseorang yang penting; yang tak pernah letih olehnya, dan yang tak pernah mengabaikanku. Layaknya nikotin yang candu, di sanalah pula aku akan hadir, membawa kasih dan rindu.
"Hampa.."
Tiada pernah aku berjalan seselinglung ini. Tiada pernah selalai ini. Tiada pernah sesendu ini.
Ada kalanya aku ingin ditemani, selain hanya lintas pikiranku sendiri. Aku ingin bersama dia yang menantiku, yang memanggilku seseorang yang penting; yang tak pernah letih olehnya, dan yang tak pernah mengabaikanku. Layaknya nikotin yang candu, di sanalah pula aku akan hadir, membawa kasih dan rindu.
Hal. 2
“Berdamai dengan Takdir”
Takdir—enam huruf yang melekat pada keheningan Ilahi. Pernahkah kamu berpikir bahwa garis yang ditulis untuk kita hampir tak pernah meleset dari janjinya?
Sering kali, apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki dan direncanakan bagi kita. Ada kalanya kita berucap “jalanin aja dulu,” sekadar agar tetap mampu bertahan. Namun berapapun gigihnya kita berusaha, takdir tetap akan menepati panggilannya. Kita tak dapat memaksa apa pun di luar jangkauan; yang dapat kita lakukan hanyalah mencoba sebaik mungkin sembari menggantungkan diri pada rencana yang lebih besar.
Pada akhirnya, menerima adalah jalan pulang. Ia ’lah sebuah titik temu antara diri dan ketetapan, tempat kita belajar ikhlas tanpa berhenti berusaha. Sebagaimana doa yang lirih dipanjatkan, Tuhan senantiasa mendengarnya. Tidaklah mudah, namun kelegaan itu hadir ketika kita berhasil merelakan dan membiarkan hidup berjalan dengan waktunya sendiri. Jadi.. jalanin aja dulu, yuk?
“Berdamai dengan Takdir”
Takdir—enam huruf yang melekat pada keheningan Ilahi. Pernahkah kamu berpikir bahwa garis yang ditulis untuk kita hampir tak pernah meleset dari janjinya?
Sering kali, apa yang kita inginkan tidak sejalan dengan apa yang dikehendaki dan direncanakan bagi kita. Ada kalanya kita berucap “jalanin aja dulu,” sekadar agar tetap mampu bertahan. Namun berapapun gigihnya kita berusaha, takdir tetap akan menepati panggilannya. Kita tak dapat memaksa apa pun di luar jangkauan; yang dapat kita lakukan hanyalah mencoba sebaik mungkin sembari menggantungkan diri pada rencana yang lebih besar.
Pada akhirnya, menerima adalah jalan pulang. Ia ’lah sebuah titik temu antara diri dan ketetapan, tempat kita belajar ikhlas tanpa berhenti berusaha. Sebagaimana doa yang lirih dipanjatkan, Tuhan senantiasa mendengarnya. Tidaklah mudah, namun kelegaan itu hadir ketika kita berhasil merelakan dan membiarkan hidup berjalan dengan waktunya sendiri. Jadi.. jalanin aja dulu, yuk?