📜 #Hadits_Pilihan
KEMAH SURGA BAGI SEORANG MUKMIN
Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّ للمؤمنِ في الجنةِ لَخيمةً من لؤلؤةٍ واحدةٍ مجوَّفةٍ، طولُها ستون ميلًا، للمؤمن فيها أهلُون، يطوف عليهم المؤمنُ فلا يرى بعضُهم بعضًا
Sesungguhnya di surga ada kemah yang diperuntukkan bagi seorang mukmin yang terbuat dari satu batu permata yang berlubang (berongga), panjangnya 60 mil.
Di dalamnya ada para istri bagi seorang mukmin. Ia berkeliling menggilir mereka, sementara satu sama lain tidak bisa saling melihat.
📚 HR. Bukhari 4879 dan Muslim 2838; dari Sahabat Abu Musa Al-Asy'ariy radhiyallahu'anhu. Lihat Ĥadil Arwaĥ karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
KEMAH SURGA BAGI SEORANG MUKMIN
Rasulullah ﷺ bersabda,
إنَّ للمؤمنِ في الجنةِ لَخيمةً من لؤلؤةٍ واحدةٍ مجوَّفةٍ، طولُها ستون ميلًا، للمؤمن فيها أهلُون، يطوف عليهم المؤمنُ فلا يرى بعضُهم بعضًا
Sesungguhnya di surga ada kemah yang diperuntukkan bagi seorang mukmin yang terbuat dari satu batu permata yang berlubang (berongga), panjangnya 60 mil.
Di dalamnya ada para istri bagi seorang mukmin. Ia berkeliling menggilir mereka, sementara satu sama lain tidak bisa saling melihat.
📚 HR. Bukhari 4879 dan Muslim 2838; dari Sahabat Abu Musa Al-Asy'ariy radhiyallahu'anhu. Lihat Ĥadil Arwaĥ karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
RAUDHATUL ANWAR
02 | Mengapa Dinamakan Al-Hawā Al-Hawā dinamakan demikian lantaran ia memikat pemiliknya dan mengajaknya untuk merasakan kelezatan yang ada di hadapan tanpa memikirkan akibatnya. Ia mendorongnya untuk memuaskan syahwatnya saat itu juga, meski hal itu menjadi…
003 | Peran Akal dan Agama Dalam Meredam al-Hawā
Lantaran orang yang mukallaf itu diuji dengan al-Hawā, dan setiap waktu muncul keinginan-keinginan yang baru, maka dijadikanlah baginya dua hakim. Yakni, hakim akal dan hakim agama.
Ia diperintahkan untuk mengangkat keinginan-keinginan barunya itu kepada kedua hakim tersebut, dan diperintahkan untuk tunduk kepada keputusan keduanya.
Lalu, ia dilatih untuk meninggalkan Hawā yang masih dirasa aman akibatnya, supaya ia lebih mudah untuk meninggalkan hawanafsu yang akan berakibat keburukan.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Lantaran orang yang mukallaf itu diuji dengan al-Hawā, dan setiap waktu muncul keinginan-keinginan yang baru, maka dijadikanlah baginya dua hakim. Yakni, hakim akal dan hakim agama.
Ia diperintahkan untuk mengangkat keinginan-keinginan barunya itu kepada kedua hakim tersebut, dan diperintahkan untuk tunduk kepada keputusan keduanya.
Lalu, ia dilatih untuk meninggalkan Hawā yang masih dirasa aman akibatnya, supaya ia lebih mudah untuk meninggalkan hawanafsu yang akan berakibat keburukan.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Forwarded from ILMU DAN RENUNGAN
Fase Terberat Dalam Dakwah
Dalam salah satu majelis, sebuah pertanyaan diajukan kepada guru kami dan orang tua kami, Al-Ustadz Ahmad Sa'dani hafizhahullah, "Afwan ustadz, apakah ada fase terberat dalam dakwah (yakni dari awal perjalanan dakwah hingga sekarang)?"
Sesaat beliau termenung, lalu menjawab, "Kalau dilihat dari sisi bebannya, ya sekarang ini."
Beliau memaksudkan, mendidik anak-anak di generasi sekarang itu merupakan sesuatu yang sangat berat, sebab banyak sekali problem dan tantangannya.
Terlebih di era sekarang ini banyak sekali faktor-faktor yang menggerus nalar seorang anak, baik dari konsumsi tontonan, figur, dan semisalnya.
Memang, disadari atau tidak, mental anak-anak era sekarang berbeda dengan mental anak-anak zaman dulu.
Minat belajar santri-santri dan ikhwan di era sekarang berbeda dengan minat belajar santri-santri zaman dulu.
Moral di era sekarang juga mengalami dekadensi yang merosot tajam daripada zaman dulu.
Karena itu, apakah anda sebagai orang tua, wali, pendidik, guru, atau penanggung jawab yang lain, siapkanlah kesabaran yang besar dan banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan.
Sisakan ruang maaf dalam hati agar bisa lebih bijak dan rahmah dalam bertindak, dan jangan lupa untuk banyak berkonsultasi dan musyawarah dengan orang-orang tua dan yang berkompeten.
Insyaallah, akan ada solusi pada setiap masalah, ada jalan keluar pada setiap ruang yang tertutup, dan ada pertolongan pada setiap kesusuhan.
Kebumen, 07 Dzul Qa'dah 1447
https://t.me/ilmudanrenungan/514
Dalam salah satu majelis, sebuah pertanyaan diajukan kepada guru kami dan orang tua kami, Al-Ustadz Ahmad Sa'dani hafizhahullah, "Afwan ustadz, apakah ada fase terberat dalam dakwah (yakni dari awal perjalanan dakwah hingga sekarang)?"
Sesaat beliau termenung, lalu menjawab, "Kalau dilihat dari sisi bebannya, ya sekarang ini."
Beliau memaksudkan, mendidik anak-anak di generasi sekarang itu merupakan sesuatu yang sangat berat, sebab banyak sekali problem dan tantangannya.
Terlebih di era sekarang ini banyak sekali faktor-faktor yang menggerus nalar seorang anak, baik dari konsumsi tontonan, figur, dan semisalnya.
Memang, disadari atau tidak, mental anak-anak era sekarang berbeda dengan mental anak-anak zaman dulu.
Minat belajar santri-santri dan ikhwan di era sekarang berbeda dengan minat belajar santri-santri zaman dulu.
Moral di era sekarang juga mengalami dekadensi yang merosot tajam daripada zaman dulu.
Karena itu, apakah anda sebagai orang tua, wali, pendidik, guru, atau penanggung jawab yang lain, siapkanlah kesabaran yang besar dan banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar diberi kemudahan.
Sisakan ruang maaf dalam hati agar bisa lebih bijak dan rahmah dalam bertindak, dan jangan lupa untuk banyak berkonsultasi dan musyawarah dengan orang-orang tua dan yang berkompeten.
Insyaallah, akan ada solusi pada setiap masalah, ada jalan keluar pada setiap ruang yang tertutup, dan ada pertolongan pada setiap kesusuhan.
Kebumen, 07 Dzul Qa'dah 1447
https://t.me/ilmudanrenungan/514
Telegram
ILMU DAN RENUNGAN
Renungan Beberapa Poin Penting Dalam Menyikapi Kenakalan Remaja
Sudah menjadi sunnatullah, zaman semakin akhir semakin banyak fitnah dengan beragam jenisnya, seiring dengan itu juga menuntut untuk mengimbanginya dengan kesabaran.
Tak terkecuali fitnah yang…
Sudah menjadi sunnatullah, zaman semakin akhir semakin banyak fitnah dengan beragam jenisnya, seiring dengan itu juga menuntut untuk mengimbanginya dengan kesabaran.
Tak terkecuali fitnah yang…
RAUDHATUL ANWAR
003 | Peran Akal dan Agama Dalam Meredam al-Hawā Lantaran orang yang mukallaf itu diuji dengan al-Hawā, dan setiap waktu muncul keinginan-keinginan yang baru, maka dijadikanlah baginya dua hakim. Yakni, hakim akal dan hakim agama. Ia diperintahkan untuk…
004 | Jebakan al-Hawā
Satu hal yang perlu dipahami oleh setiap yang berakal, bahwasannya orang-orang yang terbiasa memuaskan syahwatnya itu akan sampai pada suatu keadaan yang dia sudah tidak bisa merasakan nikmat padanya, pun demikian ia tidak mampu untuk meninggalkannya.
Sebab, hal itu sudah menjadi bagian hidupnya.
Karena inilah kamu dapati orang yang kecanduan minum khamr dan hubungan seks, ia tidak bisa merasakan seper-sepuluh dari kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang jarang melakukan hal tersebut.
Hanya saja keadaanlah yang menuntut hal tersebut, sehingga iapun menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan, hanya sekedar untuk mendapatkan tuntutan kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Seandainya penutup al-Hawā itu hilang, barulah ia sadar bahwa sebenarnya ia mengusahakan sesuatu yang disangka kebahagiaan, padahal bukan.
Ia menderita karena sesuatu yang dia anggap kesenangan, dan ia tersiksa karena sesuatu yang dia anggap kelezatan.
Ibarat burung yang tertipu oleh biji dalam perangkap. Ia tidak benar-benar memakan biji tersebut, pun demikian ia tidak bisa melepaskan diri dari perangkap tersebut.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Satu hal yang perlu dipahami oleh setiap yang berakal, bahwasannya orang-orang yang terbiasa memuaskan syahwatnya itu akan sampai pada suatu keadaan yang dia sudah tidak bisa merasakan nikmat padanya, pun demikian ia tidak mampu untuk meninggalkannya.
Sebab, hal itu sudah menjadi bagian hidupnya.
Karena inilah kamu dapati orang yang kecanduan minum khamr dan hubungan seks, ia tidak bisa merasakan seper-sepuluh dari kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang jarang melakukan hal tersebut.
Hanya saja keadaanlah yang menuntut hal tersebut, sehingga iapun menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan, hanya sekedar untuk mendapatkan tuntutan kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Seandainya penutup al-Hawā itu hilang, barulah ia sadar bahwa sebenarnya ia mengusahakan sesuatu yang disangka kebahagiaan, padahal bukan.
Ia menderita karena sesuatu yang dia anggap kesenangan, dan ia tersiksa karena sesuatu yang dia anggap kelezatan.
Ibarat burung yang tertipu oleh biji dalam perangkap. Ia tidak benar-benar memakan biji tersebut, pun demikian ia tidak bisa melepaskan diri dari perangkap tersebut.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Forwarded from Pondok Pesantren As Salaam Pejagoan Kebumen
PSB Ponpes As Salaam Pejagoan Kebumen Gelombang 2 Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tautan link PSB: https://bit.ly/PSB_MASPK_GEL2_2026_2027
📜 #Hadits_Pilihan
FADHILAH BERUMUR PANJANG DI DALAM ISLAM
Rasulullah ﷺ bersabda,
ليسَ أحدٌ أفضلَ عندَ اللهِ مِنْ مؤمنٍ يُعَمَّرُ في الإسلامِ لتَكبِيرِه و تَحمِيده و تسبيحِهِ وتهليلِهِ
Tiada seorang yang lebih utama di sisi Allah daripada seorang mukmin yang diberi umur di dalam Islam, lantaran takbirnya, tahmidnya, tasbihnya, dan tahlilnya.
📚 Shahihul Jami', no. 5371; dari Sahabat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu'anhu
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
FADHILAH BERUMUR PANJANG DI DALAM ISLAM
Rasulullah ﷺ bersabda,
ليسَ أحدٌ أفضلَ عندَ اللهِ مِنْ مؤمنٍ يُعَمَّرُ في الإسلامِ لتَكبِيرِه و تَحمِيده و تسبيحِهِ وتهليلِهِ
Tiada seorang yang lebih utama di sisi Allah daripada seorang mukmin yang diberi umur di dalam Islam, lantaran takbirnya, tahmidnya, tasbihnya, dan tahlilnya.
📚 Shahihul Jami', no. 5371; dari Sahabat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu'anhu
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
[Arsip Rekaman Audio] SEJARAH DAKWAH SALAFIYYAH DI INDONESIA
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah
Salah satu rekaman audio yang sangat bermanfaat, menjelaskan bagaimana perjalanan awal dakwah Salafiyyah di Indonesia dari masa dominasi ikhwanul muslimin hingga mengapa harus bertamayyuz dari hizbiyyah.
Disampaikan oleh : Al-Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullah
Salah satu rekaman audio yang sangat bermanfaat, menjelaskan bagaimana perjalanan awal dakwah Salafiyyah di Indonesia dari masa dominasi ikhwanul muslimin hingga mengapa harus bertamayyuz dari hizbiyyah.
Forwarded from ILMU DAN RENUNGAN
Penting Memohon Ampunan
Memohon ampunan merupakan sesuatu yang mestinya sering diulang-ulang oleh seorang, sebab dosa itu suatu kemestian lantaran manusia memang banyak berbuat salah.
Entah dia menyadarinya atau tidak, masih ingat atau sudah lupa, seorang mukmin tentulah tidak pernah merasa dirinya bebas dari dosa.
Karena itu ia banyak memohon ampunan kepada Allah ta'ala atas segala dosanya. Salah satu yang terangkai dengan indah ialah, doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ (HR. Muslim 771)
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
"Ya Allah,
Daku memohon ampunilah dosa-dosaku yang telah kulakukan, dan dosa-dosa yang sudah kurencanakan.
Ampunilah dosa-dosaku yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi, dan dosa-dosa yang kulakukan dengan terang-terangan.
Ammpunilah dosa-dosaku yang kulakukan secara berlebihan, dan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku"
Salah satu dosa yang dahulu para salaf sangat mengkhawatirkannya ialah dosa yang sudah dilupa. Karena jikalau dosa itu masih diingat, ia bisa memohon ampunan atasnya. Sementara bagaimana mungkin seorang akan memohon ampunan atas dosa yang sudah dilupa?!
Yang masih diingat saja kadang masih luput dari memohon ampunannya, lebih-lebih yang sudah dilupa.
Maka untaian doa di atas adalah di antara doa yang indah karena ia mencakup seluruh dosa, bahkan dosa yang sudah dilupa.
Ruang Kelas 3 MTs; Ma'had Anwarussunnah-Petanahan
Dzul Qa'dah, 09-1447
https://t.me/ilmudanrenungan/529
Memohon ampunan merupakan sesuatu yang mestinya sering diulang-ulang oleh seorang, sebab dosa itu suatu kemestian lantaran manusia memang banyak berbuat salah.
Entah dia menyadarinya atau tidak, masih ingat atau sudah lupa, seorang mukmin tentulah tidak pernah merasa dirinya bebas dari dosa.
Karena itu ia banyak memohon ampunan kepada Allah ta'ala atas segala dosanya. Salah satu yang terangkai dengan indah ialah, doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ (HR. Muslim 771)
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَسْرَفْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي
"Ya Allah,
Daku memohon ampunilah dosa-dosaku yang telah kulakukan, dan dosa-dosa yang sudah kurencanakan.
Ampunilah dosa-dosaku yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi, dan dosa-dosa yang kulakukan dengan terang-terangan.
Ammpunilah dosa-dosaku yang kulakukan secara berlebihan, dan yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku"
Salah satu dosa yang dahulu para salaf sangat mengkhawatirkannya ialah dosa yang sudah dilupa. Karena jikalau dosa itu masih diingat, ia bisa memohon ampunan atasnya. Sementara bagaimana mungkin seorang akan memohon ampunan atas dosa yang sudah dilupa?!
Yang masih diingat saja kadang masih luput dari memohon ampunannya, lebih-lebih yang sudah dilupa.
Maka untaian doa di atas adalah di antara doa yang indah karena ia mencakup seluruh dosa, bahkan dosa yang sudah dilupa.
Ruang Kelas 3 MTs; Ma'had Anwarussunnah-Petanahan
Dzul Qa'dah, 09-1447
https://t.me/ilmudanrenungan/529
Telegram
ILMU DAN RENUNGAN
Dosa Tiada Terlupakan
Manusia...
Betapa cepatnya ia melupakan sesuatu. Bahkan dosa yang bisa membinasakan ia juga lupakan.
Tetapi betapapun banyak dosa yang telah kamu lakukan, ingatlah yang menulis dosa-dosamu tiada akan pernah lupa.
Sebab itu jangan…
Manusia...
Betapa cepatnya ia melupakan sesuatu. Bahkan dosa yang bisa membinasakan ia juga lupakan.
Tetapi betapapun banyak dosa yang telah kamu lakukan, ingatlah yang menulis dosa-dosamu tiada akan pernah lupa.
Sebab itu jangan…
📜 #Hadits_Pilihan #Kalimut_Thayyib
DZIKIR SESUDAH SHALAT [04] Fadhilah Bertasbih, Bertahmid, dan Bertakbir Setelah Shalat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata,
أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِيْنَ أَتَوا رَسُولَ اللهِ فَقَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيْمِ الْمُقِيْمِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّيّ وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ وَ لَهُم فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالِ يَحُجُّونَ بِهَا وَ يَعْتَمِرُون وَ يُجَاهِدُون وَ يَتَصَدَّقُوْنَ
فَقَالَ: أَفَلاَ أُعَلِّمُكُم شَيْئًا تُدْرِكُونَ مَن سَبَقَكُم وَ تَسْبِقُونَ مَن بَعْدَكُم وَلاَ يَكُوْنُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ اِلاَّ مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ.
قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ الله.
قَالَ: تُسَبِّحُوْنَ وَتُكَبِّرُوْنَ وَتَحْمَدُوْنَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ.
Bahwasannya orang-orang faqir dari Muhajirin menemui Rasulullah ﷺ seraya mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi membawa derajat yang tinggi dan nikmat yang abadi. Mereka mengerjakan shalat seperti kita shalat dan berpuasa seperti kita berpuasa, tetapi mereka punya kelebihan dari harta yang dengannya bisa haji, umrah, berjihad, dan bersedekah."
Beliau menjawab, "Maukah aku beritahukan sesuatu yang dengannya kalian bisa menyusul orang-orang mendahului kalian, serta mengungguli orang-orang setelah kalian, dan tiada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali siapa yang melakukan semisal dengan yang kalian lakukan?"
Mereka menjawab, "Tentu mau, wahai Rasulullah!"
Beliau bersabda, "Yaitu bertasbih, bertakbir, dan bertahmid 33 kali setiap selesai shalat."
📚 Muttafaqun Alaihi. Lihat al-Kalimuth Thayyib karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
Berkata Abu Shalih (perawi hadits), "Yakni mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahuakbar, masing-masingnya 33 kali."
DZIKIR SESUDAH SHALAT [04] Fadhilah Bertasbih, Bertahmid, dan Bertakbir Setelah Shalat
Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata,
أَنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِيْنَ أَتَوا رَسُولَ اللهِ فَقَالُوْا: يَارَسُوْلَ اللهِ ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِالدَّرَجَاتِ الْعُلَى وَالنَّعِيْمِ الْمُقِيْمِ، يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّيّ وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ وَ لَهُم فَضْلٌ مِنْ أَمْوَالِ يَحُجُّونَ بِهَا وَ يَعْتَمِرُون وَ يُجَاهِدُون وَ يَتَصَدَّقُوْنَ
فَقَالَ: أَفَلاَ أُعَلِّمُكُم شَيْئًا تُدْرِكُونَ مَن سَبَقَكُم وَ تَسْبِقُونَ مَن بَعْدَكُم وَلاَ يَكُوْنُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ اِلاَّ مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ.
قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ الله.
قَالَ: تُسَبِّحُوْنَ وَتُكَبِّرُوْنَ وَتَحْمَدُوْنَ دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ.
Bahwasannya orang-orang faqir dari Muhajirin menemui Rasulullah ﷺ seraya mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi membawa derajat yang tinggi dan nikmat yang abadi. Mereka mengerjakan shalat seperti kita shalat dan berpuasa seperti kita berpuasa, tetapi mereka punya kelebihan dari harta yang dengannya bisa haji, umrah, berjihad, dan bersedekah."
Beliau menjawab, "Maukah aku beritahukan sesuatu yang dengannya kalian bisa menyusul orang-orang mendahului kalian, serta mengungguli orang-orang setelah kalian, dan tiada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali siapa yang melakukan semisal dengan yang kalian lakukan?"
Mereka menjawab, "Tentu mau, wahai Rasulullah!"
Beliau bersabda, "Yaitu bertasbih, bertakbir, dan bertahmid 33 kali setiap selesai shalat."
📚 Muttafaqun Alaihi. Lihat al-Kalimuth Thayyib karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
Berkata Abu Shalih (perawi hadits), "Yakni mengucapkan Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahuakbar, masing-masingnya 33 kali."
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
KETENTRAMAN HATI ADA PADA IBADAH
📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata,
Hati itu tiada akan baik, beruntung, senang, gembira, merasa lezat, tentram, dan tenang melainkan dengan beribadah kepada Allah, mencintai-Nya, dan ber-inabah kepada-Nya.
Jika pun ia merasa senang dengan para makhluq, ia tiada tenang dan tentram. Sebab sejatinya ia membutuhkan Rabbnya karena Dia-lah sesembahannya, kekasihnya, dan harapannya.
Dengan itu ia akan mendapat kegembiraan, kebahagiaan, kelezatan, kesenangan, ketentraman dan ketenangan.
📚Al-Ubudiyyah, hal. 97
#Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
📝 Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata,
Hati itu tiada akan baik, beruntung, senang, gembira, merasa lezat, tentram, dan tenang melainkan dengan beribadah kepada Allah, mencintai-Nya, dan ber-inabah kepada-Nya.
Jika pun ia merasa senang dengan para makhluq, ia tiada tenang dan tentram. Sebab sejatinya ia membutuhkan Rabbnya karena Dia-lah sesembahannya, kekasihnya, dan harapannya.
Dengan itu ia akan mendapat kegembiraan, kebahagiaan, kelezatan, kesenangan, ketentraman dan ketenangan.
📚Al-Ubudiyyah, hal. 97
#Kalam_Indah_Ibnu_Taimiyyah
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
📖 #TafsirAyat
BELUM TIBAKAH WAKTUNYA, HAI MUKMIN?
Allah ﷻ berfirman,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belum datangkah waktunya bagi orang-orang mukmin, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq." Qs. Al-Hadid: 16
📝 Al-Allamah Abdurrahman bin Nashir As-Sa'diy rahimahullah berkata,
Ketika Allah menyebutkan keadaan orang-orang mukmin dan orang-orang munafiq di akhirat, yang hal tersebut termasuk perkara yang menarik hati supaya khusyuk terhadap Rabbnya, dan tunduk terhadap keagungan-Nya, maka Allah menegur orang-orang mukmin lantaran hal tersebut belum ada pada mereka.
Allah berfirman,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ
"Belum datangkah waktunya bagi orang-orang mukmin, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)."
Yakni, belum datangkah waktu melunak hatinya dan khusyuk dengan mengingat Allah, yaitu dengan membaca Al-Qur'an, dan tunduk kepada perintah dan larangan-Nya, dan kepada kepada kebenaran yang diturunkan, yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ?
Maka pada ayat ini terdapat dorongan untuk bersungguh-sungguh mengupayakan supaya hati khusyuk kepada Allah, dan kepada kitab dan hikmah yang telah diturunkan.
Supaya orang-orang mukmin sepanjang waktunya mendapat peringatan dengan nasihat-nasihat Ilahi dan ketetapan-ketetapan syariat, dan memuhasabah diri-diri mereka pada perkara tersebut.
وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ
"Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka."
Yakni, janganlah seperti orang-orang yang Allah telah menurunkan al-Kitab kepada mereka yang sewajarnya hal tersebut membuat hati mereka khusyuk dan tunduk secara sempurna, namun mereka tidak konsisten di atasnya dan tidak istiqamah.
Bahkan berlalulah masa yang panjang dalam keadaan mereka tetap dalam kelalaian sehingga menjadi hilanglah iman mereka dan terkikis yakin mereka.
فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq."
Maka hati itu sepanjang waktu butuh untuk mengingat-ingat apa yang telah Allah turunkan kepadanya, dan tidak sepantasnya untuk melalaikan hal tersebut.
Sebab yang demikian akan menyebabkan hati menjadi keras dan mata menjadi kering.
📚 Taisir Karimir Rahman
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
BELUM TIBAKAH WAKTUNYA, HAI MUKMIN?
Allah ﷻ berfirman,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Belum datangkah waktunya bagi orang-orang mukmin, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq." Qs. Al-Hadid: 16
📝 Al-Allamah Abdurrahman bin Nashir As-Sa'diy rahimahullah berkata,
Ketika Allah menyebutkan keadaan orang-orang mukmin dan orang-orang munafiq di akhirat, yang hal tersebut termasuk perkara yang menarik hati supaya khusyuk terhadap Rabbnya, dan tunduk terhadap keagungan-Nya, maka Allah menegur orang-orang mukmin lantaran hal tersebut belum ada pada mereka.
Allah berfirman,
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ
"Belum datangkah waktunya bagi orang-orang mukmin, untuk khusyuk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka)."
Yakni, belum datangkah waktu melunak hatinya dan khusyuk dengan mengingat Allah, yaitu dengan membaca Al-Qur'an, dan tunduk kepada perintah dan larangan-Nya, dan kepada kepada kebenaran yang diturunkan, yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ?
Maka pada ayat ini terdapat dorongan untuk bersungguh-sungguh mengupayakan supaya hati khusyuk kepada Allah, dan kepada kitab dan hikmah yang telah diturunkan.
Supaya orang-orang mukmin sepanjang waktunya mendapat peringatan dengan nasihat-nasihat Ilahi dan ketetapan-ketetapan syariat, dan memuhasabah diri-diri mereka pada perkara tersebut.
وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ
"Dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka."
Yakni, janganlah seperti orang-orang yang Allah telah menurunkan al-Kitab kepada mereka yang sewajarnya hal tersebut membuat hati mereka khusyuk dan tunduk secara sempurna, namun mereka tidak konsisten di atasnya dan tidak istiqamah.
Bahkan berlalulah masa yang panjang dalam keadaan mereka tetap dalam kelalaian sehingga menjadi hilanglah iman mereka dan terkikis yakin mereka.
فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ
"Lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasiq."
Maka hati itu sepanjang waktu butuh untuk mengingat-ingat apa yang telah Allah turunkan kepadanya, dan tidak sepantasnya untuk melalaikan hal tersebut.
Sebab yang demikian akan menyebabkan hati menjadi keras dan mata menjadi kering.
📚 Taisir Karimir Rahman
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
📜 #Hadits_Pilihan
TERMASUK TANDA DEKATNYA KIAMAT KETIKA SHALAT TAHIYATUL MASJID MULAI DITINGGALKAN
Rasulullah ﷺ bersabda,
مِنْ أشراطِ الساعةِ أنْ يَمُرَّ الرجلُ في المسجدِ ، لا يصلي فيه ركعتينِ ، وأنْ لَّا يُسَلِّمَ الرجلُ إلَّا على مَنْ يعرفُ
Termasuk tanda-tanda dekatnya kiamat ialah ketika seorang berjalan di dalam masjid namun ia tidak shalat dua raka'at padanya. Dan ketika seorang tidak lagi mengucapkan salam kecuali hanya kepada siapa yang dikenalnya.
📚 Shahihul Jami' no. 5896; dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
TERMASUK TANDA DEKATNYA KIAMAT KETIKA SHALAT TAHIYATUL MASJID MULAI DITINGGALKAN
Rasulullah ﷺ bersabda,
مِنْ أشراطِ الساعةِ أنْ يَمُرَّ الرجلُ في المسجدِ ، لا يصلي فيه ركعتينِ ، وأنْ لَّا يُسَلِّمَ الرجلُ إلَّا على مَنْ يعرفُ
Termasuk tanda-tanda dekatnya kiamat ialah ketika seorang berjalan di dalam masjid namun ia tidak shalat dua raka'at padanya. Dan ketika seorang tidak lagi mengucapkan salam kecuali hanya kepada siapa yang dikenalnya.
📚 Shahihul Jami' no. 5896; dari Sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
📜 #Hadits_Pilihan
ORANG-ORANG YANG DIBANGUNKAN UNTUKNYA RUMAH DI SURGA [01] Orang yang Membangun Masjid
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيتًا فِي الْجَنَّةِ
Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.
📚 HR. Bukhari 450 dan Muslim 533; dari Dzun Nurrain Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu. Lihat Hadil Arwah karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
ORANG-ORANG YANG DIBANGUNKAN UNTUKNYA RUMAH DI SURGA [01] Orang yang Membangun Masjid
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَنْ بَنَى لِلَّهِ مَسْجِدًا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيتًا فِي الْجَنَّةِ
Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.
📚 HR. Bukhari 450 dan Muslim 533; dari Dzun Nurrain Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu. Lihat Hadil Arwah karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
RAUDHATUL ANWAR
004 | Jebakan al-Hawā Satu hal yang perlu dipahami oleh setiap yang berakal, bahwasannya orang-orang yang terbiasa memuaskan syahwatnya itu akan sampai pada suatu keadaan yang dia sudah tidak bisa merasakan nikmat padanya, pun demikian ia tidak mampu untuk…
005 | Kiat-kiat Melepaskan Diri dari Perangkap al-Hawā
Jika ada yang berkata, "Bagaimanakah cara agar orang yang terjebak di perangkap al-Hawā bisa melepaskan diri darinya?"
Maka dijawab, "Dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya ia bisa melepaskan diri darinya dengan beberapa tips berikut:
1. Dengan memiliki tekad yang membara dan rasa cemburu terhadapnya dan terhadap dirinya.
2. Dosis kesabaran yang akan menguatkan dirinya untuk bersabar meneguk kepahitan di masa-masa tersebut.
3. Jiwa yang kuat yang membuatnya berani meneguk dosis kesabaran tersebut. Keberanian sejatinya adalah kesabatan sesaat.
Dan sebaik-baik hidup yang didapat seorang hamba adalah ketika ia bersabar.
4. Memerhatikan kesudahan yang baik dan kesembuhan setelah meneguk dosis kesabaran tersebut.
5. Merenungkan derita yang bertambah jikalau ia kembali berlezat-lezat menuruti al-Hawā.
6. Ia berusaha memantapkan posisinya di sisi Allah, dan di hati-hati para hamba-Nya.
Yang demikian lebih baik baginya daripada kenikmatan menuruti al-Hawā.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Jika ada yang berkata, "Bagaimanakah cara agar orang yang terjebak di perangkap al-Hawā bisa melepaskan diri darinya?"
Maka dijawab, "Dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya ia bisa melepaskan diri darinya dengan beberapa tips berikut:
1. Dengan memiliki tekad yang membara dan rasa cemburu terhadapnya dan terhadap dirinya.
2. Dosis kesabaran yang akan menguatkan dirinya untuk bersabar meneguk kepahitan di masa-masa tersebut.
3. Jiwa yang kuat yang membuatnya berani meneguk dosis kesabaran tersebut. Keberanian sejatinya adalah kesabatan sesaat.
Dan sebaik-baik hidup yang didapat seorang hamba adalah ketika ia bersabar.
4. Memerhatikan kesudahan yang baik dan kesembuhan setelah meneguk dosis kesabaran tersebut.
5. Merenungkan derita yang bertambah jikalau ia kembali berlezat-lezat menuruti al-Hawā.
6. Ia berusaha memantapkan posisinya di sisi Allah, dan di hati-hati para hamba-Nya.
Yang demikian lebih baik baginya daripada kenikmatan menuruti al-Hawā.
📚 disarikan dari Kitab Raudhatul Muhibbin karya Imam Ibnul Qayyim rahimahullah
#Kalam_Hikmah_Ibnul_Qayyim
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Forwarded from ILMU DAN RENUNGAN
Mengapa Mawar Hitam ?
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al-Jawabul Kafi, hal. 64 menyebutkan bahwa dosa yang dilakukan itu memiliki dampak-dampak negatif.
Salah satunya ialah kegelapan yang menyelimuti hati. Benar-benar dirasakan, seperti seorang merasakan pekatnya malam yang gulita.
"Ketika hati semakin gelap, maka bertambahlah kebingungannya, hingga bisa membuatnya terjerumus ke dalam kebid'ahan, kesesatan, dan kebinasaan. Ibarat orang buta yang berjalan sendirian di tengah gelapnya malam." Tegas beliau.
Dosa itulah sebab munculnya kegelapan dalam hati. Ketika hati sudah gelap, seorang akan berada dalam kebingungan tidak bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.
Ia rawan terjerembab ke dalam jurang kebinasaan, lantaran orang yang bingung itu pada kondisi tidak mampu berpikir panjang. Mentok bahkan tumpul.
Karena sangat gelap, ia bisa memetik 'Mawar Hitam' karena tidak bisa membedakannya di antara mawar-mawar merah yang merekah indah.
Karenanya terangilah hati dengan sinar keta'atan dan jauhilah dosa, sebab dosa adalah hulu dari kegelapan. Berkata Ibnul Qayyim, "Keta'atan adalah cahaya, sementara dosa adalah kegelapan."
Lalu beliau menukil ucapan Habrul Ummah Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhuma, "Sesungguhnya amal kebaikan itu mempunyai faidah pancaran cahaya pada wajah, sinar di hati, kelapangan rezeki, kekuatan badan, dan kecintaan di hati manusia. Sementara amal kejelekan itu memiliki tanda hitam pada wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan badan, berkurangnya rezeki, dan kebencian di hati manusia."
Paling besarnya keta'atan ialah tauhid; mengibadahi Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Itulah jalan hidup yang akan menuntun menuju cahaya yang terang, lebih terang dari arunika.
Karena itulah para nabi dahulu ketika hendak wafat berpesan kepada anak-anaknya untuk berpegang teguh dengannya. Sebagai bekal menjalani kehidupan agar tidak salah arah.
Allah ta'ala berfirman,
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
"Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya'qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya." Qs. Al-Baqarah: 133.
Ketika tauhid sudah tertanam dalam hati, seorang akan mengetahui ke mana ia mengadu di saat banyak masalah menghantam, ia akan tahu ke mana harus pergi ketika semua tempat menolaknya, ia akan tahu ke mana jalan pulang ketika hilang arah.
Karena ia tahu bahwa dirinya memiliki Allah, Tuhannya dan sesembahannya, Rabb alam semesta, Yang menciptakannya, memberinya petunjuk, memberinya makan dan minum, menyembuhkannya ketika sakit, yang diharapkan ampunan-Nya ketika terjatuh dalam dosa (Lihat Qs. Asy-Syu'ara: 77-80)
Maka ketika hati terasa gelap, dada serasa sesak, pandangan mata keruh karena beratnya beban yang dipikul punggung dan derita luka yang mengiris hati, maka kembalilah kepada Allah, mendekatlah kepada-Nya dan bertaubatlah, bukan dengan memetik Mawar Hitam.
Kembalilah kepada Rabbmu, niscaya kamu akan menemukan solusi pada setiap masalah, jalan keluar dari segala kehimpitan, dan cahaya terang di tengah gelapnya keputus-asaan.
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
"Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Qs. Ash-Shaffat: 99
Petanahan, 14 Dzulqa'dah 1447
https://t.me/ilmudanrenungan
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al-Jawabul Kafi, hal. 64 menyebutkan bahwa dosa yang dilakukan itu memiliki dampak-dampak negatif.
Salah satunya ialah kegelapan yang menyelimuti hati. Benar-benar dirasakan, seperti seorang merasakan pekatnya malam yang gulita.
"Ketika hati semakin gelap, maka bertambahlah kebingungannya, hingga bisa membuatnya terjerumus ke dalam kebid'ahan, kesesatan, dan kebinasaan. Ibarat orang buta yang berjalan sendirian di tengah gelapnya malam." Tegas beliau.
Dosa itulah sebab munculnya kegelapan dalam hati. Ketika hati sudah gelap, seorang akan berada dalam kebingungan tidak bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk.
Ia rawan terjerembab ke dalam jurang kebinasaan, lantaran orang yang bingung itu pada kondisi tidak mampu berpikir panjang. Mentok bahkan tumpul.
Karena sangat gelap, ia bisa memetik 'Mawar Hitam' karena tidak bisa membedakannya di antara mawar-mawar merah yang merekah indah.
Karenanya terangilah hati dengan sinar keta'atan dan jauhilah dosa, sebab dosa adalah hulu dari kegelapan. Berkata Ibnul Qayyim, "Keta'atan adalah cahaya, sementara dosa adalah kegelapan."
Lalu beliau menukil ucapan Habrul Ummah Abdullah bin Abbas radhiyallahu'anhuma, "Sesungguhnya amal kebaikan itu mempunyai faidah pancaran cahaya pada wajah, sinar di hati, kelapangan rezeki, kekuatan badan, dan kecintaan di hati manusia. Sementara amal kejelekan itu memiliki tanda hitam pada wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan badan, berkurangnya rezeki, dan kebencian di hati manusia."
Paling besarnya keta'atan ialah tauhid; mengibadahi Allah saja dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu. Itulah jalan hidup yang akan menuntun menuju cahaya yang terang, lebih terang dari arunika.
Karena itulah para nabi dahulu ketika hendak wafat berpesan kepada anak-anaknya untuk berpegang teguh dengannya. Sebagai bekal menjalani kehidupan agar tidak salah arah.
Allah ta'ala berfirman,
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
"Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Ya'qub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya." Qs. Al-Baqarah: 133.
Ketika tauhid sudah tertanam dalam hati, seorang akan mengetahui ke mana ia mengadu di saat banyak masalah menghantam, ia akan tahu ke mana harus pergi ketika semua tempat menolaknya, ia akan tahu ke mana jalan pulang ketika hilang arah.
Karena ia tahu bahwa dirinya memiliki Allah, Tuhannya dan sesembahannya, Rabb alam semesta, Yang menciptakannya, memberinya petunjuk, memberinya makan dan minum, menyembuhkannya ketika sakit, yang diharapkan ampunan-Nya ketika terjatuh dalam dosa (Lihat Qs. Asy-Syu'ara: 77-80)
Maka ketika hati terasa gelap, dada serasa sesak, pandangan mata keruh karena beratnya beban yang dipikul punggung dan derita luka yang mengiris hati, maka kembalilah kepada Allah, mendekatlah kepada-Nya dan bertaubatlah, bukan dengan memetik Mawar Hitam.
Kembalilah kepada Rabbmu, niscaya kamu akan menemukan solusi pada setiap masalah, jalan keluar dari segala kehimpitan, dan cahaya terang di tengah gelapnya keputus-asaan.
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
"Dan dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Qs. Ash-Shaffat: 99
Petanahan, 14 Dzulqa'dah 1447
https://t.me/ilmudanrenungan
Telegram
ILMU DAN RENUNGAN
Merupakan chanel untuk menyimpan arsip faidah-faidah ilmiyyah dan renungan.
Pemilik @rozanabdullah (Muqim di lingkungan sekitar Ma'had Anwarussunnah-Petanahan)
Pemilik @rozanabdullah (Muqim di lingkungan sekitar Ma'had Anwarussunnah-Petanahan)
📜 #Hadits_Pilihan
MASUK TELINGA KANAN KELUAR DARI TELINGA KIRI
Rasulullah ﷺ bersabda,
ارْحَموا تُرْحَموا ، و اغفِروا يغْفِرِ اللهُ لكم ، و ويلٌ لأقماعِ القولِ ، و ويلٌ للمُصِرِّينَ الذين يُصِرُّون على ما فَعلوا و هم يعلَمون
Sayangilah -makhluq di bumi- niscaya kalian akan disayangi (oleh Allah). Berilah maaf niscaya kalian akan dimaafkan.
Celakalah orang-orang yang mendengar perkataan namun tidak memahaminya.
Celakalah bagi orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa sedang mereka mengetahuinya.
📚 HR. Ahmad 6541, dan Bukhari dalam Adabul Mufrad 380; dari Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu'anhuma. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 897
Kata أقماع jamak dari kata قمع; artinya adalah corong yang biasa digunakan untuk memasukkan air, minyak atau selainnya ke dalam suatu wadah.
Rasulullah ﷺ menjadikannya sebagai perumpamaan buat orang yang mendengar ilmu namun lewat begitu saja; tidak menghafalkannya, tidak pula memahaminya. Ibaratnya, masuk lewat telinga kanan, keluar lewat telinga kiri.
Abu Najib Rozan
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
MASUK TELINGA KANAN KELUAR DARI TELINGA KIRI
Rasulullah ﷺ bersabda,
ارْحَموا تُرْحَموا ، و اغفِروا يغْفِرِ اللهُ لكم ، و ويلٌ لأقماعِ القولِ ، و ويلٌ للمُصِرِّينَ الذين يُصِرُّون على ما فَعلوا و هم يعلَمون
Sayangilah -makhluq di bumi- niscaya kalian akan disayangi (oleh Allah). Berilah maaf niscaya kalian akan dimaafkan.
Celakalah orang-orang yang mendengar perkataan namun tidak memahaminya.
Celakalah bagi orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa sedang mereka mengetahuinya.
📚 HR. Ahmad 6541, dan Bukhari dalam Adabul Mufrad 380; dari Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu'anhuma. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' no. 897
Kata أقماع jamak dari kata قمع; artinya adalah corong yang biasa digunakan untuk memasukkan air, minyak atau selainnya ke dalam suatu wadah.
Rasulullah ﷺ menjadikannya sebagai perumpamaan buat orang yang mendengar ilmu namun lewat begitu saja; tidak menghafalkannya, tidak pula memahaminya. Ibaratnya, masuk lewat telinga kanan, keluar lewat telinga kiri.
Abu Najib Rozan
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
Telegram
RAUDHATUL ANWAR
Bersama Menebar Warisan Nabi. Menyajikan faidah-faidah ilmiyyah sesuai manhaj salafus shalih.
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
Dikelola oleh: Thullab Anwarussunnah Petanahan
Penasihat: Al-Ustadz Abdulmu'thi Sutarman, Lc
Saran,kritik, atau pertanyaan: 083840127320 / 089633113043
نظرنا في أمور الناس،
فوجدنا:
الشريف إذا تقوّى تواضع ،
ووجدنا:
الدنيء إذا تقوّى تجبّر .
••----------------------------••
Daku perhatikan keadaan-keadaan manusia,
Kutemukan...
Orang yang mulia ketika kuat (punya kedudukan baik karena ilmu, jabatan, atau harta) ia bersikap rendah hati.
Sementara...
Orang yang rendahan ketika kuat ia akan bertindak sewenang-wenang.
📚 Manaqib Asy-Syafi' Lil Abariy, hal. 2
#Petuah_Hikmah_AsySyafi'i
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1
فوجدنا:
الشريف إذا تقوّى تواضع ،
ووجدنا:
الدنيء إذا تقوّى تجبّر .
••----------------------------••
Daku perhatikan keadaan-keadaan manusia,
Kutemukan...
Orang yang mulia ketika kuat (punya kedudukan baik karena ilmu, jabatan, atau harta) ia bersikap rendah hati.
Sementara...
Orang yang rendahan ketika kuat ia akan bertindak sewenang-wenang.
📚 Manaqib Asy-Syafi' Lil Abariy, hal. 2
#Petuah_Hikmah_AsySyafi'i
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
https://t.me/RaudhatulAnwar1