P U I T I S II : PENTAS CHARLIE CHAPLIN
36 subscribers
16 photos
Rak cereka 2 tahun lalu sudah ku jasakan pada silam . Entah itu puisi atau kenangan . Apa pun ia , sudah sepenuhnya aku redhaKan . Pembuka buku baharu , rantai baharu , cuma aku sahaja yang kekal. Ya ,aku . KurirKata , pentas kata , PENTAS CHARLIE CHAPLIN
Download Telegram
Sedang aku
menitipkan pura
sisih purnama kasih jelik
yang berutus hikayat
melampirkan qada
bahkan apung
menjadikan aku Perindu .

Namun jelir basah
tiada segumpal rasa
tiada bermadah Jiwa .

Maka benarlah contekan puisi Singapura : M. Ghazali ,

" saTU "
Karya Hina

Sepucuk dari Nusantara
melahirkan fajar dari bucu tinta
kanvas dan garis menjadi saksi
meski engkau Warna , aku Aksara .
Diatas kanvas sama
pertemuan hampa kasih
Titik hina karya .

Menjadikan pertemuan suatu kesatuan .

23:14 , 20 September 2024 ,
Perpustakaan Tanjung Aru , Rak 3A , PUISI AWANG GHAZALI .
Dendang Si Buta

Satu - bermuka/muka
Kiri - Yang Satu 3
3 - melopong filsufi
Kamu - Si buta/buta

Mimpi kelana Sibuta . Jejak kiri . 3 entiti jelirnya Gangsa . Satu tiada 3 .
saTu pada media . Fiksi ?

KurirKata
ImanKhif
Aqma
Pesta Puisi ! ☺️🫶🏻
" Jika kemudian aku punya 3 peluang untuk kita , Aqma , 2 peluang itu akan ku usahakan mencuba beri kamu dunia dan seisinya . "

" Bagaimana satunya ? "

" Sisa peluang itu aku takrifkan pada puisi . Disudut cafe , nota , puisi , menulis sesuatu yang kurang aku . Sesuatu yang mampu ku ubah dalam tulis ku . Sesuatu yang hanya mimpi saja tahu . Untuk Aku , pada Aku . "
Wan Ahmad Ismail
Lemas

masih aku dilembah ini
jurang , gelap
sirna mentari malam
bertanya pada aku
Kepada Ku

" Apa ini yang kau mahu ? "

" Apa ini yang kau perlu ? "


Masih aku membaca lembar semalam ,
secangkir kopi O
jurnal tua ,
cerpen dan puisi .
menemani malam ku .
Masih aku lemas dalam kepalaKu.

" Siapa aku ? "

Masih juga aku tenggelam
dalam puisi ku .

Sedang aku meratapi pergi mu ,
mencari makna redha ,
mencari makna aku .
Sedang juga aku berpaut ada janji Mu .
Mahu itu asmaraloka ,
atau fantasia/fiksi .

Puspa , masih aku mencintaimu .

Sukar untuk memutus rasa ini .

Mahu itu bertahun ,
aku yakin
puisi ku juga tidak seteguh cinta ini .

Ibuku

" Nak , cinta itu berharga . Perjuangkan sampai kamu lelah , cintai raganya , nilai dari sikapnya , jangan di buang rasa seperti tiada harganya . "

Mungkin itu yang mencekik aku .

Mungkin itu yang membunuh aku .

Lemas dalam kepalaKu sendiri .

Dalam fantasi ;

K i t a
senadi aku Puspa , pelabuhan usang ini sentiasa menanti kepulangan mu . Mendaratlah kasih . Mahupun itu kali terakhir kita mencuba . Karna saja cinta ini masih sedalam itu , masih semanis itu .

Benar . Aku rela menunggu K I T A .
13 Oktober 2024 .

Puspa ,
semalam dirumah mu kosong.
Tiada gurau
tiada tawa.
Bertanda aku dengan Mu.
Waktu itu tiada Aku.

Malam ini
Lorong sunyi bergaul

" Dimana rumah mu? "
" Masihkah kamu rindu? "

Nyata Mu sirna
dan malam ini masih Aku
menanti pulang mu.

Salahkah aku?
Zalimkah aku?

Secebis harapan Mu masih ku genggam
masih nama-Mu dalam doaku.
masih Subuhku,
basah
berdzikir
gelarMu

Puspa <3 .
1👍1
Firdaus, KurirKata, Aqma, Imankhif

Dalam perbicaraan malam itu. Masih aku memujuk diri. Mencela yang lali, bertongkat dan pelita dalam fikir ku sendiri. Biasakah sekepala 4 bersuara? Masihkah aku wujud sebagai aku?

Atau tengkolok ku sarung, berpura-pura aku tahu?

Namun salahkah aku?
Waras atau Gila itu klasifikasi norma sosial.
Terus apa mahu aku Gila?
Mengufuk kah lelangit mu?
Bertempik kah iman mu?

Penulis ini cuba berseteru Perindu.
Karya Si Gila.

Aku mahu Takhta itu.
2
Solitude

Ruang hampa ini menjadi kubur rasa ku.
Jiwa
Cinta
Rindu
segalanya kambus dalam Ego.
Sebagaimana aku digadai ,
Begitu juga Ego seru dalam sepi ku.
Semalam masih ada ruang tunggu.

KurirKata Take Off,
ImanKhif , almameter tekadku.

Wallah masih aku mencari kamu dalam Mereka.
Wallah , walau kambus tetap bernyawa rasa itu.
Hingga tiada lagi cela padaKu.
Tiada Pawn mahu ku korban,
tiada Waktu .

Diruang ini
Aku dan Ego
Solitude.
1804.1707.2224
1
Lingkar

Ceritakan kita semalam
Mahupun itu manis,
pahit
Jiwa ku korban itu
Sekufu Ego dan Cinta.

Aqma
walaupun dalam bisu
cuping tuli
tidak celik pandang
Aku tetap aku.
soal pilih itu ku serah padamu.
Takdir atau Takdir.

Hanya saja jangan berhenti
selagi mana harap mu bernadi
bertamu dalam ruang kosong ini.
Ikhlas,
aku mahu bantu kamu.
Aku bantu Aku.

- ImanKhif
1
Sumpahku
sengaja ciptakan rasa ,
tetap kamu pilihan ku .
ruang dan angkasa
mencebik kita .

dan diantara kamu dan aku
Luh Mahfuz lebih dekat .

Maka dari itu Cinta ,
kemudi bahtera kita .
bawa aku pergi.
Hilang kita di Novosibirsk
badai asmaraloka .

KITA
SALAM BERKELANA CINTA !

Terbit lagi aku , mendulang kasih , menista rasa , sebuah epilog Cinta yang wujud tiada ku sangka . Puisikan Hikayat Ini Kurir Kata !

Akan menjadi saksi , perjalanan kali ini , bukan omong kosong semata . Satu visi , satu mata , satu rasa .

dewi Cinta , peluang kedua ?

060325 : 0145
Nafas bertanda .

" T "
1
Terlalu aku ...
2
I lied , I'll be waiting for you sayang (⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡ ~
1
Terima

Dan pada akhir coretan ini ,
masih saja tiada Suara Ku
Apa kedap ?
Atau tiada terdengar ?
Penting ?

Dan diakhir kalam ini juga aku berdiri ,
dalam sendiri .
Sendiri .
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAJAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH .

selamat aku terima !!!

Gustaá
KurirKata