Channel created
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"Maki, tolong kembali." Kugisaki memohon, tubuhnya sangat lemah, hatinya menaruh harap kepada sang Hawa yang kini berada sekitar 2 meter darinya untuk berhenti melangkah, berhenti menjauh darinya.

Yang lebih tua masa bodoh, berpura-pura tidak mendengar apapun, berfokus kepada langkahnya dan terus-terusan menjauh dari wanita yang agak jauh darinya itu. Ia ingin kembali, sangat ingin kembali. Sayangnya, keberadaannya disekitar Kugisaki hanya akan membawa celaka kepadanya.

Suara Kugisaki parau, nyaris habis, ia hanya akan menghabiskan sisa suaranya hari ini untuk membujuk wanitanya agar kembali. Air keluar dari matanya, sudah ditahan sejak pertama kali ia berada di tempat ini, di tengah padang rumput, menunggu Maki hanya untuk menyaksikan wanitanya pergi darinya.

"Maki ... Saya tidak apa-apa celaka, saya tidak apa-apa terluka. Asalkan saya ada di sini sama kamu, dan kamu ada di sini sama saya."
👍1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
👍1