PILARMAS RESEARCH
172 members
51 photos
31 files
670 links
Pilarmas research is under Pilarmas Investindo Sekuritas. A member of Indonesia Stock Exchange. For more info please messages us on research@pilarmas-investindo.com
Download Telegram
to view and join the conversation
Closing Review
17 January 2020

Sepanjang hari ini rupiah terdepresiasi 12 poin ke level 16.637. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 59.56 ditutup lebih rendah dengan level kemarin. Secara teknikal rupiah diproyeksikan bergerak pada area 13.570 – 13.740 untuk minggu depan.

Pada akhir perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat sebesar 5 poin ke level 6.291. Sektor perkebunan, keuangan, industri dasar menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG hari ini. Sementara dalam seminggu ini investor asing melakukan pembelian bersih sebesar 762 miliar rupiah. Dengan saham – saham yang paling banyak dibeli antara lain BBRI, BBCA, ASII, BRPT, SMGR.

Berdasarkan relative rotation graph sektor pertambangan, pertambangan, infrastruktur, perdagangan berada pada fase lagging saat ini. Sektor aneka industri, industri konsumsi, berada pada fase improving. Sektor perkebunan, keuangan, industri dasar berada pada fase leading, sedangkan property berada pada fase weakening.

Full Research :
-
Equity Morning Research Pilarmas Investindo Sekuritas
20 January 2020

Pada perdagangan hari Jum’at 17/01/2020, IHSG ditutup menguat 5 poin atau 0.09% menjadi 6.291. Sektor agriculture, keuangan, industri dasar bergerak poistif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 197 miliar rupiah.

Point point hari ini adalah sebagai berikut;

•WHAT’S NEXT ?
•INSENTIF ESDM

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah ditradingkan pada level 6.252 – 6.320.

Full Research:
http://bit.ly/30BviSD

Good morning and have a good day!
Day Break Review
20 January 2020

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Senin 20/01/2020, IHSG ditutup berada pada zona merah. Nilai transaksi yang terjadi saat ini sebesar 3.27 triliun rupiah. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 77.4 milyar.

Indeks pasar saham Asia hari ini bergerak mixed. Di awal perdagangan hari ini, pergerakan pasar saham Asia dipengaruhi oleh seiring kesepakatan perdagangan AS-China, indikator kesehatan ekonomi dari China dan AS pekan lalu, harga minyak dunia. Kesepakatan fase pertama AS dan China merupakan kabar baik sebagai tanda gencatan senjata kedua negara tersebut setelah mengalami ketegangan sebelumnya. Kesepakatan tersebut tentunya suatu yang luar biasa bagi ekonomi secara keseluruhan dan pasar melihat ini sebagai tanda-tanda akan prospek ekonomi global berpontensi membaik. Sementara itu, pada pekan lalu seiring dengan positifnya data pembangunan perumahan AmerikaSerikat (AS) yang berhasil mencatatkan level tertinggi selama 13 tahun terakhir atau sepanjang bulan Desember 2019 berhasil naik sebesar 16,9% dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 2,6%. Selain itu pasar juga merespon positif data pertumbuhan ekonomi China kuartal IV-2019 yang berhasil tumbuh 6% atau sama dengan pertumbuhan kuartal IV-2018 sebelumnya. Selain itu juga People's Bank of China (PBoC) menjaga Loan Prime Rate (LPR) tidak berubah, mempertahankan suku bunga pinjaman tidak berubah. Suku bunga pinjaman satu tahun tak berubah di level 4,15% dari bulan sebelumnya dan suku bunga pinjaman lima tahun juga tak berubah di level 4,80%. Sebelumnya dalam survei yang dilakukan Reuters pada minggu lalu menunjukkan pasar keuangan China i apakah suku bunga pinjaman akan diturunkan bulan ini guna mendorong ekonomi atau dipertahankan. Perbedaan itu terjadi usai bank sentral (PBOC) menyuntik dana segar lewat fasilitas pinjaman jangka menengan (MLF) ke sistem perbankan minggu lalu namun tak merubah suku bunganya. Sedanagkan minyak mentah naik menyusul gangguan pasokan di Libya dan Irak. Minyak melonjak karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara menghentikan produksi dan ekspor dari produsen utama OPEC Irak dan Libya.Irak untuk sementara menghentikan produksinya karena ketegangan meningkat. Di libya , National Oil Corp menyatakan force majeure setelah komandam Khalifa Haftar memblokir eskpor di pelabuhan di bawah kendalinya. Minyak mengalami awal yang sulit pada tahun ini ketika ketegangan melonjak antara AS dan Iran. Badan Energi Intenasional mengatakan pekan lalu bahwa pasokan dari Irak berpotensi rentan karena meningkatknya risiko politik di negara ini dan dapat memicu ke wilayah yang lebih luas.

Stock Recommendation

ANTM. Kami merekomendasikan Sell dengan target pelemahan 790-770; PE:24,19x; PBV :0,98x

Full Research :
http://bit.ly/37a47B9
Closing Review
20 January 2020

Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 46 poin atau 0.74% menjadi 6.245. Sektor pertambangan, perkebunan, industri konsumsi, aneka industry, infrastruktur, industry dasar, perdagangan, keuangan, property bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG hari ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 668 milyar rupiah.

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia ditutup menguat. Kami melihat pekan ini tekanan dari geopolitik lebih rendah dimana pelaku pasar akan fokus pada data fundamental Amerika seperti data penjualan rumah, jumlah pengangguran, markit manufaktur PMI, markit servis PMI dan cadangan minyak Amerika. Pergerakan Dow yang terus mencatatkan harga tertingginya terus memberikan sinyal optimisme bagi pelaku pasar saham Wall Street, namun hal tersebut tidak ikut mewarnai perdagangan bursa Asia pada kali ini. Penguatan pasar saham Asia kali ini tertahan oleh beberapa data fundamental dari Jepang, dimana perlambatan pada produksi industry di Jepang kembali melambat. Meskipun perlambatan ini sudah terjadi sejak awal tahun 2017 dimana persaingan produk sesama negara di Asia cukup ketat. Hal tersebut juga yang ikut membawa pertumbuhan GDP Jepang terus turun. Jepang sendiri adalah negara mitra bisnis terbesar ke 2 setelah China bagi Indonesia. Sehingga perlambatan ekonomi di Jepang memberikan dampak penurunan permintaan dari beberapa produk ekspor unggulan seperti minyak nabati, peralatan listrik, ores, mutiara, batu mulia, logam, kayu dll. Fluktuasi rupiah pada hari ini turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Kami melihat penguatan Rupiah baik dari beberapa sisi, khususnya bagi para emiten importir bahan baku. Namun kinerja Rupiah yang terlalu kuat juga kurang baik untuk beberapa sisi, karena hal tersebut dapat mempengaruhi kinerja dari emiten eksportir.

Sepanjang hari ini rupiah terapresiasi 6 poin ke level Rp 13.639. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 59.95 lebih rendah dari level kemarin.

Full Research :
http://bit.ly/3aqoLPb
Equity Morning Research Pilarmas Investindo Sekuritas
21 January 2020

Pada perdagangan hari Senin 20/01/2020, IHSG ditutup melemah 46 poin atau 0,74% menjadi 6.245. Seluruh sektor bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 668.7 miliar rupiah.

Point point hari ini adalah sebagai berikut;

•DAVOS, SWISS
•MACRON DAN TRUMP, RASA ENGGA PERNAH BOHONG
•FOKUS PKP2B

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah ditradingkan pada level 6.193-6.339.

Full Research:
http://bit.ly/2G7Lr95

Good morning and have a good day!
Day Break Review
21 January 2020

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa 21/01/2020, IHSG ditutup berada pada zona Hijau. Nilai transaksi yang terjadi saat ini sebesar 2.78 triliun rupiah. Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 421.8 milyar.

Indeks pasar saham Asia hari ini bergerak melemah. Pemangkasan peringkat utang Hongkong dan IMF kurang optimis tentang pertumbuhan global turut menopang terkoreksi bursa saham Asia diawal perdagangan hari ini. Lembaga pemeringkat Moody memangkas peringkat utang Hongkong menjadi Aa3 dari Aa2. Penurunan tersebut mencerminkan pandangan Moodys terhadap institusi Hongkong dan pemerintah yang kekuatanya melemah dari yang diperkirakan sebelumnya. Dalam laporan Moody’s mengungkapkan tidak adanya rencana nyata untuk mengatasi kekhawatiran politik, ekonomi, dan sosial bagi penduduk Hongkong setelah kerusuhan sembilan bulan mencerminkan kapasitas institusi yang lebih lemah daripada penilaian Moody's sebelumnya. Meski demikian, Moody's menaikkan outlooknya menjadi stabil dari sebelumnya negative. Sementara itu dalam pertemuan para pemimpin dunia di Davos, Swiss, IMF mengemukakan bahwa kurang optimis tentang pertumbuhan global. Mereka menyampaikan bahwa prospek pertumbuhan global masih akan lambat dan belum ada titik yang lebih jelas mengenai kebangkitan pertumbuhan. IMF mengatakan bahwa prospek ekonomi global tetap lamban, karena itu memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk 2019 dan 2020 masing-masing menjadi 2,9% dan 3,3%. Dalam World Economic Outlook (WEO) edisi Januari 2020, IMF memaparkan kekhawatirannya terkait dengan kondisi perekonomian dunia di masa depan, utamanya terkait dengan memanasnya tensi di bidang perdagangan antar negara-negara dengan nilai perekonomian raksasa. Tentunya ini menjadi perhatian pelaku pasar untuk mewaspadai sentimen negatif dari prediksi IMF mengenai pertumbuhan ekonomi global yang semakin melambat.

Stock Recommendation

INTP. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 18.325-18.775; PE : 43,44x; PBV : 3,04x

Full Research :
http://bit.ly/2NKDvyF
Closing Review
21 January 2020

Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 6 poin atau 0,11% menjadi 6.238. Sektor agrikultur, properti, barang konsumsi, dan pertambangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG hari ini. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 220.8 milyar rupiah.

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia ditutup melemah. Pasar saham Asia diakhir perdagangan masih mengalami koreksi ke zona merah, ditengah sentimen pemangkasan peringkat utang dan proyeksi IMF pertumbuhan ekonomi yang melambat, pasar juga di selimuti kekhawatiran menyebarnya wabah virus corona baru yang jadi penyebab merebaknya pneumonia (penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan), bahwa virus mematikan di China dapat ditularkan antar manusia. Ditengah kekhawatiran penyebaran virus di China ketika kasus SARS pada 2002-2003 menewaskan 800 orang, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan bertemu minggu ini untuk membahas virus yang mirip virus SARS. Apalagi, para pejabat di Beijing menyatakan virus baru yang masih misterius ini menular antar manusia. Kondisi ini tentunya memberikan kekhawatiran tentang wabah virus yang menyerupai SARS, dan pasar melihat ini akan memberikan dampak buruknya pada aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Stephen Innes, seorang analis di AxiCorp, memperingatkan bahwa biaya untuk ekonomi global bisa sangat mengejutkan dalam hal PDB negatif jika wabah ini mencapai proporsi epidemic. Sementara itu, dikabarkan ada tiga roket yang jatuh dekat dengan kedutaaan AS di Irak. Mengutip Theguardian, Polisi Irak mengatakan kepada Reuters bahwa tiga roket Katyusha jatuh di dalam Zona Hijau, yang menampung gedung-gedung pemerintah dan misi asing. Roket diluncurkan dari distrik Zafaraniyah di luar Baghdad, kata sumber itu, menambahkan bahwa dua roket mendarat di dekat kedutaan AS.

Sepanjang hari ini rupiah terdepreasiasi 30 poin ke level Rp 13.669. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 59.97 lebih tinggi dari level kemarin.

Full Research :
http://bit.ly/36axdib
Equity Morning Research Pilarmas Investindo Sekuritas
22 January 2020

Pada perdagangan hari Selasa 21/01/2020, IHSG ditutup melemah 6 poin atau 0,11% menjadi 6.238. Sektor agrikultur, properti, barang konsumsi, dan pertambangan bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 220.8 miliar rupiah.

Point point hari ini adalah sebagai berikut;

•TRUMP UNTUK DAVOS
•JANGAN KHAWATIR
•BANK SENTRAL JEPANG

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak menguat ditradingkan pada level 6.223 - 6.272.

Full Research:
http://bit.ly/2TIogtU

Good morning and have a good day!
Day Break Review
22 January 2020

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu 22/01/2020, IHSG ditutup berada pada zona merah. Nilai transaksi yang terjadi saat ini sebesar 2.98 triliun rupiah. Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 192.5 milyar.

Indeks pasar saham Asia hari ini bergerak mixed. Reli pergerakan pasar saham di kawasan Asia di pengaruhi oleh sentimen dari penyebaran virus corona, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, dan hubungan AS dan China dalam kesepakatan tahap kedua. Pasar sedang diselimiuti akan kekhawatiran virus yang berasal dari kota Wuhan, China pada akhir tahun lalu telah menyebar ke ke Beijing, Shanghai dan tempat lain, dan kasus-kasus juga telah dikonfirmasi di Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Enam orang di Wuhan telah meninggal dunia. Hal ini mendorong pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati setelah berita meningkatnya penyebaran virus seperti SAR. Penyebaran virus tersebut tentunya menjadi kecemasan pasar yang berpotensi pada pengeluaran konsumen domestik, karena akan menahan orang untuk jadi tidak mau bepergian dan penyebaran virus baru ini bisa menurunkan konsumsi, termasuk termasuk pariwisata serta bisnis terkait perjalanan dan transportasi. Sehingga akan berpotensi terhadap pertumbuhan ekonomi, hal ini tentunya yang menjadi perhatian pasar. Sementara itu, Bank Sentral Korea Selatan melaporakan pertumbuhan ekonomi GDP Q0Q kuartal empat 2019 tumbuh 1,2% dari sebelumnya berada 0,4%. Tumbuhnya ekonomi tersebut diatas konsensus analis yang memprediksi hanya tumbuh sebesar 0,8%, sedanagkan YoY GDP tumbuh 2,2% dari sebelumnya 2%. Bertumbuhnya ekonomi GDP tersebut di topang oleh belanja pemerintahan Korea Selatan. Dimana pengeluaran di sektor infrastruktur publik dan konsumsi swasta yang lebih baik meningkatkan pertumbuhan pada kuartal keempat tahun 2019. Pasca penandatangan fase pertama kesepakatan perdagangan AS-China, Presiden AS Donald Trump kembali mengatakan bersama Presiden Xi Jinping berhubungan baik dan Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi untuk kesepakatan perdagangan fase dua akan dimulai dengan segera.

Stock Recommendation

TOWR. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 790-875; PE : 19,59x; PBV : 5,02x.
WSKT. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 1.320-1.435; PE : 11,95x; PBV : 0,63x.

Full Research :
http://bit.ly/30SXzVf
Closing Review
22 January 2020

Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup melemah 4 poin atau 0.08% menjadi 6.233. Sektor pertambangan, infrastruktur, property bergerak negatif dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG hari ini. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 290 milyar rupiah.

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia ditutup menguat. Pelaku pasar saham Asia merespon positif strategi dari Bank Sentral Jepang ketika mereka memberikan pernyataan terkait strategi kebijakan moneter untuk tahun 2020. Upaya Bank Sentral Jepang dalam menangani perlambatan ekonomi menjadi fokus kami dalam beberapa bulan ke depan. Sejauh ini pertumbuhan ekonomi Jepang cukup penting untuk diikuti, terlebih Jepang adalah mitra terbesar ke dua setelah China yang menjadi mitra dagang strategis Indonesia. Bank Sentral Jepang berencana akan menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, dimana Jepang menahan suku bunga minus 0.1%. Menurut kami perbaikan ekonomi Jepang di tahun 2019 menjadi sebuah trigger kebijakan tersebut. Saat ini yang perlu diperhatikan adalah daya beli masyarakat yang perlu terjaga stabil dan diharapkan dapat tumbuh. Sehingga pertumbuhan dari indicator tersebut dapat memperkuat strategi dari Bank Sentral Jepang guna menjaga pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020. Dari dalam negeri, pelaku pasar kali ini menunggu keputusan dari Bank Indonesia yang rencananya akan mengadakan pertemuan pada Kamis siang. Poin – poin kebijakan dari Bank Indonesia cukup perlu diperhatikan terlebih apabila kebijakan tersebut mampu mendukung likuditas pasar keuangan serta pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan konsensum yang dihimpun oleh Bloomberg, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunganya pada level 5%.

Sepanjang hari ini rupiah terapresiasi 23 poin ke level Rp 13.646. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 61.94 lebih tinggi dari level kemarin.

Full Research :
http://bit.ly/2NOjVSl
Equity Morning Research Pilarmas Investindo Sekuritas
23 January 2020

Pada perdagangan hari Rabu 22/01/2020, IHSG ditutup melemah 4 poin atau 0.08% menjadi 6.233. Sektor pertambangan, infrastruktur, dan properti bergerak melemah dan menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG kemarin. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar 290 miliar rupiah.

Point point hari ini adalah sebagai berikut;

•GOSOKAN MAUT ALA TRUMP!
•SEBUAH USAHA

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak fluktuasi dalam kecenderungan melemah terbatas ditradingkan pada level 6.197 -6.258.

Full Research:
http://bit.ly/2TNy9GX

Good morning and have a good day!
Day Break Review
23 January 2020

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis 23/01/2020, IHSG ditutup berada pada zona hijau. Nilai transaksi yang terjadi saat ini sebesar 2.61 triliun rupiah. Investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp 28.7 milyar.

Indeks pasar saham Asia hari ini bergerak melemah. Indeks bursa Asia bergerak melamah, tampaknya kecemasan akan penyebaran virus corona menjadi perhatian pelaku pasar. Virus Corona sendiri merupakan virus yang menyerang sistem pernafasan manusia dimana gejala dari virus Corona meliputi batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sidangnya hari Rabu kemarin menunda keputusan tentang apakah akan menyatakan penyakit ini darurat kesehatan global. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan perlu informasi lebih lanjut dan dia meminta komite, yang mengadakan pertemuan darurat di Jenewa, Swiss, untuk mengadakan pertemuan kembali pada hari Kamis. Organisasi Kesehatan Dunia akan bertemu lagi hari Kamis untuk menentukan apakah akan mengumumkan darurat kesehatan masyarakat global atas penyakit tersebut, yang juga telah terdeteksi di Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. Keputusan tentang apakah atau tidak menyatakan darurat kesehatan publik yang menjadi perhatian internasional. Semntara itu, data perdagangan Jepang yang dirilis Kamis menunjukkan ekspor turun lebih dari yang diharapkan pada bulan Desember. Ekspor Jepang untuk Desember turun 6,3% pada Desember dibandingkan dengan tahun sebelumnya, data dari data Kementerian Keuangan negara itu menunjukkan. Itu jauh lebih rendah dari ekspektasi penurunan 4,2% yang diharapkan oleh para ekonom dalam jajak. Penurunan ekspor 6,3% tahun-ke-tahun lebih buruk, ini mengikuti penurunan 7,9% year-on-year di bulan sebelumnya. Ekspor Jepang turun, dirugikan oleh pengiriman mobil, konstruksi, dan mesin pertambangan yang terikat di AS, menunjukkan lemahnya permintaan eksternal kemungkinan akan tetap menjadi hambatan pada ekonomi yang bergantung pada perdagangan untuk sementara waktu lebih lama dan sebagai hasilnya, neraca perdagangan mencapai defisit 152,5 miliar yen. Dari dalam negeri, hari ini pasar menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terakit dengan pengumuman suku bunga acuan akan diumumkan hari ini. Konsensus pasar memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan BI 7 Day Reverse Repo Rate di 5%. Langkah dan kebijakana bank sentral tentunya juga dinantikan oleh pasar dalam menjaga stabilitas moneter dalam negeri.

Stock Recommendation

BSDE. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 1.155-1.280; PE : 9,42x; PBV : 0,75x.
ERAA. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 1.600-1.730; PE : 24,13x; PBV : 1.10x.

Full Research :
http://bit.ly/38xTs3j
Closing Review
23 January 2020

Pada akhir perdagangan, IHSG ditutup menguat 15 poin atau 0.25% menjadi 6.249. Sektor industry dasar, aneka industry, infrastruktur bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG hari ini. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 297.2 milyar rupiah.

Pada perdagangan hari ini, bursa Asia ditutup melemah. Pelaku pasar saham Asia kali ini merespon negative penurunan dari ekpor dan impor Jepang sebesar yang juga memperbesar defisit neraca perdagangan Jepang pada bulan Desember 2019. Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan pada level 5% berdasarkan RDG yang diadakan pada siang ini. Bank Indonesia juga memperkirakan inflasi pada tahun 2020 masih tetap stabil pada level 3%. Selain itu, Bank Indonesia memandang penguatan nilai tukar rupiah sejalan dengan fundamental Indonesia yang mengalami adanya perbaikan. Ke depannya Bank Indonesia masih akan terus memperkuat sinergi dari kebijakan moneter dengan kebijakan pemerintah guna memperkuat pertahanan dari gejolak eksternal. Kami melihat hal tersebut dapat mempengaruhi aliran modal asing untuk masuk ke pasar Indonesia. Sebagai informasi, Foreign Direct Investment Indonesia mengalami perlambatan sejak level tertingginya pada Januari 2018. Penurunan tersebut memberikan dampak pada fluktuasi nilai tukar rupiah yang cukup signifikan dimana rupiah terdepresiasi hingga hingga 14.82% ke level 15.268 pada bulan Oktober 2018, hal tersebut ikut memberikan gejolak pada pasar keuangan dimana defisit neraca dagang ikut menyelimuti aksi jual pada pasar saham dan memberikan dampak penurunan pada IHSG sebesar 16.93% dalam kurun waktu 2 bulan. Membaiknya rupiah selama tahun 2018 akhir seiringan dengan upaya pemerintah guna memperbaiki neraca dagang dimana apresiasi terhadap rupiah cukup menarik perhatian investor asing yang berdampak langsung pada perbaikan Foreign Direct Investment di akhir tahun 2018.

Sepanjang hari ini rupiah terapresiasi 7 poin ke level Rp 13.639. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 62.56 lebih tinggi dari level kemarin.

Full Research :
http://bit.ly/38vebVt
Equity Morning Research Pilarmas Investindo Sekuritas
24 January 2020

Pada perdagangan hari Kamis 23/01/2020, IHSG ditutup menguat 15 poin atau 0.25% menjadi 6.249. Sektor industri dasar, aneka industri, dan infrastruktur bergerak positif dan menjadi kontributor terbesar pada kenaikan IHSG kemarin. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar 297 miliar rupiah.

Point point hari ini adalah sebagai berikut;

•ECB IN ACTION!
•BANK INDONESIA
•PERBAIKAN, APA IYA?

Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas ditradingkan pada level 6.218 -6.270.

Full Research:
http://bit.ly/2uq0c4w

Good morning and have a good day!
Day Break Review
24 January 2020

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat 24/01/2020, IHSG ditutup berada pada zona merah. Nilai transaksi yang terjadi saat ini sebesar 2.9 triliun rupiah. Investor asing melakukan pembelian bersih sebesar Rp 98 milyar.

Indeks pasar saham Asia hari ini bergerak mixed. Disaat liburnya bursa China dan Korea Selatan libur menjelang imlek, indeks bursa saham Asia bergerak fluktuatif. Sentimen wabah virus corona dan rilis laporan keuangan perusahan masih menjadi menjadi perhatian pelaku pasar. Ditengah kondisi virus corona yang melanda di China, World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyatakan keadaan darurat kesehatan global. Meskipun belum menjadi keadaan darurat kesehatan global, namun hal ini tetap menjadi perhatian negara-negara dalam merespon untuk mencegah penyebaran virus tersebut, investor tetap berhati-hati akan berkembangnya virus tersebut. Penyebaran virus tersebut menjadi kekhawatiran pasar karena adanya keengganan orang untuk bepergian di tengah penyebaran virus ini sehingga bisa menekan ekonomi. Sementara itu Japan Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) naik tipis menjadi 49,3 dari sebelumnya dari 48,4 akhir pada bulan Desember. Indeks Harga Konsumen Pertumbuhan CPI Jepang dilaporkan sebesar 0.8 % pada Desember 2019. Dari dalam negeri, indeks IHSG bergerak fluktuatif, rilis laporan keuangan di prediksi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indek IHSG pada perdagangan hari ini.

Stock Recommendation

ASRI. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 202-228; PE : 15,93x; PBV : 0,44x.
BNGA. Kami merekomendasikan BUY dengan support dan resistance pada 930-980; PE : 6,61x; PBV : 0,56x.

Full Research :
http://bit.ly/2NXIvQS
Closing Review
24 January 2020

Sepanjang hari ini rupiah terapresiasi 57 poin ke level 13.583. CDS 5 tahun Indonesia saat ini berada pada level 63.79 ditutup lebih tinggi dengan level kemarin. Secara teknikal rupiah diproyeksikan bergerak pada area 13.460 – 13.725 untuk minggu depan.

Pada akhir perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah sebesar 5 poin ke level 6.244. Sektor aneka industri, perkebunan, industri konsumsi menjadi kontributor terbesar pada penurunan IHSG hari ini. Sementara dalam seminggu ini investor asing melakukan penjualan bersih sebesar 314 miliar rupiah. Dengan saham – saham yang paling banyak dijual antara lain BBCa, INDF, BBNI, HMSP, WSKT.

Berdasarkan relative rotation graph sektor infrastruktur, perdagangan, property berada pada fase lagging saat ini. Sektor pertambangan, industri konsumsi, berada pada fase improving. Sektor aneka industri, perkebunan, keuangan berada pada fase leading, sedangkan industri dasar, berada pada fase weakening.

Full Research :
http://bit.ly/36nmWzB