Kronik Negeri Para Bedebah. #INDONESIAGELAP
1 subscriber
5 photos
2 links
Download Telegram
Terbentur, terbentur kemudian terbentuk lelaki ini di Jakarta, 20 April 2002.

Dirinya lahir dalam keluarga yang memiliki titik fokus untuk mengkritik pemerintah. Dirinya yang lugu pernah bertanya kepada orang tuanya, "Mengapa kita perlu mengkritik mereka? Bukannya mereka penguasa, sehingga mereka bebas?" Dengan lugas ibunya menjawab;
"Indonesia ini milik kita sebagai rakyatnya, bukan milik mereka yang berkuasa sewenang-wenang. Kita menitipkan kekuasaan kepada mereka untuk membawa negara ini maju dan berkembang, bukan menjadi terbelakang dan babak belur." Kemudian ayahnya melanjutkan dialog mereka berdua;
"Negara kita adalah negara demokrasi, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, nak."
Sejak saat itu, dirinya bercita-cita ingin menjadi seperti orang tuanya; Memperjuangkan haknya serta hak orang lain sebagai rakyat.
Kronik Negeri Para Bedebah. #INDONESIAGELAP
Terbentur, terbentur kemudian terbentuk lelaki ini di Jakarta, 20 April 2002. Dirinya lahir dalam keluarga yang memiliki titik fokus untuk mengkritik pemerintah. Dirinya yang lugu pernah bertanya kepada orang tuanya, "Mengapa kita perlu mengkritik mereka?…
Salam hangat dari anak remaja dengan segala pemikirannya yang kini sudah siap "memperjuangkan haknya serta hak orang lain sebagai rakyat", rasanya kurang etis apabila teman-teman belum mengenal sang 'anak remaja', lagi pula ada pribahasa tak kenal maka tak sayang tapi kadang udah kenal masih belum sayang juga tuh, haha.
Kronik Negeri Para Bedebah. #INDONESIAGELAP
Salam hangat dari anak remaja dengan segala pemikirannya yang kini sudah siap "memperjuangkan haknya serta hak orang lain sebagai rakyat"
ㅤㅤ

Caraka Abimanyu


Caraka memiliki arti pengembara; Abimanyu memiliki arti tak kenal takut; sang pengembara tanpa rasa takut.

Caraka akrab di sapa Raka oleh teman-teman seperjuangannya, dan Abi khusus panggilan kesayangan dari keluarganya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Rakyat Dirampok,
Pemerintah Pesta Pora.


Carut marut sudah dibuatnya kami oleh pemerintah. Dikebiri peraturan tak masuk logika— mencekik serta membungkam kami. Suara kami dianggap angin lalu.

Sudah seratus hari Kabinet Gemuk menduduki kursi pemerintahan— tak peduli tentang apapun sebutan yang kami bentuk, bagi 'mereka' yang dipentingkan adalah hasil untuk 'mereka'. Hasil untuk memenuhi perut gemuk keroncongan itu— hasil rampasan mereka dari rakyat, dibuat melarat, sampai sekarat.

Efisiensi anggaran dilakukan, demi memenuhi ekspetasi pesta pora mereka. Memotong banyak sekali tangan rakyat— rakyat dibuat miskin dan melarat, agar tak ada kekuatan, untuk melawan; diputusnya pendidikan rakyat, agar rakyat semakin bodoh dan yang berkuasa semakin semena mena.

#IndonesiaGelap
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
"Kalau kekuasaan nggak memperhatikan sejarah, publik yang memperhatikan. Setiap terpelajar mulailah mendokumentasikan sejarah." — Pramoedya Ananta Toer, April 2006
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM