Penerbit Layar, DI. Yogyakarta
295 subscribers
520 photos
27 videos
12 files
197 links
Penerbitan | Percetakan
Download Telegram
FAWAID HADIR MAJELIS TAKLIM

Di antara metode pengobatan dan penyembuhan ala Salafush Shaleh yaitu dengan hadir majelis taklim, lalu meniatkannya untuk kesembuhan (bi-niyyatin syifa). Kita ketahui bersama bahwa INNAMAL A'MALU BIN-NIYYAT (Setiap amal itu tergantung dengan niat), begitulah HAL-IHWAL salaf terdahulu dalam pengagungannya kepada MAJELIS ILMU hingga ketika sakit pun berwasilah dengan hadir ke majelis seraya menjadi obat penyembuh. Wallahu a'lam.

#kalamuulama #habibmuhammadhaddar #habaib #fotohabaib #quotesislami #kalamhikmah #tasawuf #ulama #nasihatulama #shalawat #penerbitlayar
3 HAL MEMILIKI DAMPAK ISTIMEWA

Baginda Rasulullah saw. pernah memberi wasiat kepada sahabat Abu Hurairah ra., jangan tinggalkan; yaitu Puasa Ayyamul Baidh tiap bulannya (13,14 ,15 hijriyah), dua rakaat shalat sunnah Dhuha (namun para salaf mengatakan sedikitnya paling tidak 4 rakaat), dan shalat witir sebelum tidur (dan salaf sering melakukan hal ini 3 rakaat witir, setelah sunnah ba'diyah Isya bagi yang memang susah bangun di malam hari). Dan tiga perkara di atas banyak diakukan para salaf utamanya untuk MEMBERSIHKAN PENYAKIT HATI dan KOTORAN/DOSA-DOSA. Silahkan sebarkan.

#sunnahnabi #sunnah #quotes #penerbitlayar
-- Bismillah, kalau teman-teman suka cover yang mana nih? Tulis jawaban dikomentar. ^^
.
*JAWABAN PILIHAN ...

PILIH A (ALHAMDULILLAH)
PILIH B (BISMILLAH)
.
#jajakpendapat #segeraterbit #penerbitlayar
HISTORISASI JALAN SUFI PENULIS AL-HIKAM

Dahulu ada seorang ulama ahli fikih dari negeri Mesir yang bermazhab al-Maliki, beliau bernama Ahmad ibn Muhammad as-Sakandari atau yang lebih dikenal dengan “Ibnu Athaillah as-Sakandari”. Beliau sangat ahli fikih, namun ‘disayangkan’ saat itu beliau paling tidak suka (tidak setuju) dengan ilmu tasawuf. Nah, di zaman itu juga hiduplah seorang tokoh sufi murid daripada al-Imam Abul Hasan asy-Syadzili, yaitu Syaikh Abul Abbas al-Mursi.

Sewaktu saat, Imam Ibnu Athaillah berkeinginan bertemu dengan Syaikh Abul Abbas al-Mursi. Walhasil, beliau pun menyampaikan maksud keinginannya tersebut kepada murid beliau seraya berkata, “Aku ingin bertemu Syaikh Abul Abbas al-Mursi, aku ingin berbincang dengannya tentang ilmu tasawuf. Sebab, aku sendiri tidak setuju dengan ilmu tasawuf tersebut.” Kata Ibnu Athaillah.

Dengan gaya ilmu fikih yang mendalam, maka bertemulah Imam Ibnu Athaillah dengan Imam Abul Abbas al-Mursi, lantas kata Imam Ibnu Athaillah, “Ternyata dibelakang ilmu itu ada lautan ilmu.” Masya Allah Tabarakallah. Jangan kita kira apa yang kita pelajari ini sudah alim (maksimal), ternyata masih ada lagi lautan ilmu yang paling kita kagumi, ilmu yang tidak pernah ada di kitab-kitab. Masya Allah.

Akhirnya Imam Ibnu Athaillah pun bertanya kepada Syaikh Abul Abbas, maka terjadilah percakapan dan jawaban yang membuat Imam Ibnu Athaillah terkagum-kagum dengan ilmu tasawuf Syaikh Abul Abbas. Kata Ibnu Athaillah, “Ternyata ada ilmu dibelakang ilmu, padahal diriku sudah paling alimnya ilmu apa yang aku miliki ini. Tapi masih ada lautan ilmu.” Lanjut kata Imam Ibnu Athaillah, “Wahai Syaikh, aku cinta kepadamu.” Di sini ada point menarik, yakni apabila kita ingin berkah, mendapatkan futuh, maka cintailah guru kita terlebih dahulu.

Maka Syaikh Ibnu Athaillah datang lagi kepada Syaikh Abul Mursi, mendengarkan kajian beliau; hari-hari demi hari pun berganti hingga pada akhirnya Imam Ibnu Athaillah melepaskan ilmu fikih yang selama ini ditekuninya. Kata Imam Ibnu Athaillah, “Ternyata dibelakang ilmuku masih ada lautan ilmu yang tidak aku ketahui, yaitu ilmu yang diberikan oleh Allah dihati orang-orang yang bersih.” Walhasil, Imam Ibnu Athaillah pun menggeluti ilmu tasawuf yang pada akhirnya beliau mengarang sebuah kitab fenomenal; AL-HIKAM IBNU ATHAILLAH AS-SAKANDARI. Yaitu, kitab yang banyak menyampaikan orang kepada Allah.

Satu kutipan dari AL-HIKAM, “Bagaimana mau sampai kepada Allah dalam perjalananmu, jikalau kakimu itu terikat oleh ikatan nafsu.”

*Sumber: al-Ustadz Alwi ibn Isa as-Saqqaf
Editing: Muhsin Muhammad Basyaiban

• Pesmesanan buku klik http://bit.ly/2Gge82w
Info pemesanan: WA + 0896 3122 7377
Dari hadits inilah para Salafush Shaleh mengambil fawaid tentang diadakannya perayaan "KHATAMAN", semisal khataman Quran, khataman kitab-kitab salaf atau khataman kitab hadits seperti yang banyak diadakan bulan Rajab ini, yakni Khataman Shaihih Bukhari. Sebab menurut Salafush Shaleh, jika tidak bisa membaca dari awal sampai akhir, maka minimal hadirlah dalam akhir. INNAMAL-A'MAL BI-KHAWATIMIHA. Dengan berharap hadir diakhir tersebut (baca: KHATAMAN) kita mendapatkan pula semua keberkahannya.
Perumpamaan yang indah dari Sayyidil Habib Umar ibn Hafizh (Kota Tarim) tentang fadhail mencintai dan dekat kepada para kekasih Allah (baca: Waliyullah). Sungguh beruntung bagi siapa saja yang dekat dengan mereka, mendapat nadzhrah/pandangan, ilmu dan haal mereka. Semua itu akan menambah rasa keimanan dalam hati kita, maka berusaha lah untuk menghadirkan mereka dalam hati sanubari sehingga kita pun kembali dipandang oleh mereka. #penerbitlayar
Alhamdulillah, segera terbit buku BIOGRAFI SALAF SALEH, ada sekitar 125 tokoh Salaf Saadah Baalawy yang ada di buku ini. Dengan bahasa yang lugas dan bahasan singkat tentu buku ini akan menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal para pendahulu MIN AULIYA WAS-SHALIHIN. Yuk, ikutan segera promo PO-nya. 🙂🙏🏻

PRE ORDER Buku "BIOGRAFI SALAF SALEH"
Karya : al-Habib Sa'ad Alaydrus (Yaman).

Harga Pre Order : Rp. 50.000,-
Harga Normal : Rp. 55.000,-
*Promo pre order hingga 6/11/2022

*Info pemesanan via WA + 0896 3122 7377
Link pemesanan klik - http://bit.ly/2Gge82w

#bukubaru #biografisalafsaleh #habibsaad #tasawuf #karyahabaib #penerbitlayar