Ada yang penasaran tentang Kampus Guru Cikal? Ada yang mau tahu program menulis Kampus Guru Cikal?
Atau ada yang penasaran tentang anggota Kampus Guru Cikal?
Besok, Jumat 21 Juli 2017 akan ada Temu Pendidik Bulanan "Program Menulis dan Info KGC Lainnya".
Yuk lihat Live-nya.
Bapak, Ibu juga bisa buat pertanyaan tentang topik di atas.
Yuk tuliskan pertanyaan di
https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/posts/1779728198993879
Atau ada yang penasaran tentang anggota Kampus Guru Cikal?
Besok, Jumat 21 Juli 2017 akan ada Temu Pendidik Bulanan "Program Menulis dan Info KGC Lainnya".
Yuk lihat Live-nya.
Bapak, Ibu juga bisa buat pertanyaan tentang topik di atas.
Yuk tuliskan pertanyaan di
https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/posts/1779728198993879
Facebook
Kampus Guru Cikal
Ada yang penasaran tentang Kampus Guru Cikal? Ada yang mau tahu program menulis Kampus Guru Cikal? Atau ada yang penasaran tentang anggota Kampus Guru Cikal? Besok, Jumat 21 Juli 2017 akan ada Temu...
Apa jadinya bila ada 243 guru, wakil komunitas dan lembaga pendidikan serta perusahaan hadir sebagai pembicara dalam konferensi tahunan komunitas guru belajar? Belajar yang super seru!
Ayo bergabung menjadi pembicara di Temu Pendidik Nusantara. Daftar di http://bit.ly/pembicaraTPN
Ayo bergabung menjadi pembicara di Temu Pendidik Nusantara. Daftar di http://bit.ly/pembicaraTPN
Apa itu Temu Pendidik Nusantara 2017?
Temu Pendidik Nusantara adalah pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan refleksi, saling berbagi praktik baik, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Temu Pendidik Nusantara adalah puncak dari Temu Pendidik yang telah diadakan Komunitas Guru Belajar di berbagai kanal dan berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun.
Apa serunya menjadi pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2017?
Saksikan saja video singkat ini
Sudah siap jadi pembicara? Klik http://bit.ly/pembicaraTPN
Temu Pendidik Nusantara adalah pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan refleksi, saling berbagi praktik baik, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Temu Pendidik Nusantara adalah puncak dari Temu Pendidik yang telah diadakan Komunitas Guru Belajar di berbagai kanal dan berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun.
Apa serunya menjadi pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2017?
Saksikan saja video singkat ini
Sudah siap jadi pembicara? Klik http://bit.ly/pembicaraTPN
Selamat berjumpa kembali, para pendidik merdeka ππΌ
Salah satu karakter Guru Merdeka Belajar adalah terus berusaha mengembangkan diri. Ada banyak cara untuk itu. Melalui pelatihan di dalam dan di luar sekolah, melalui kegiatan belajar mandiri, atau dengan melanjutkan pendidikan formal. Namun apakah cukup sampai di situ?
Komunitas Guru Belajar Nusantara mempersembahkan Temu Pendidik Mingguan dengan diskusi tentang *"Pengembangan Guru melalui Temu Pendidik Nusantara"*
Kita akan membicarakan tentang bagaimana Temu Pendidik Nusantara menjadi ajang pengembangan diri para guru.
Bagaimana komunitas dari bermacam latar belakang berkolaborasi untuk pendidikan.
Bagaimana guru menjadi bagian utama dalam menggerakkan komunitas untuk kemajuan pendidikan.
Narasumber kali ini adalah _Guru Bukik Setiawan dari Kampus Guru Cikal_, dengan moderator _Guru Putri Anthie dari KGB Depok_.
Catat waktunya β°
Hari Jumat, 4 Agustus 2017
*18.30-20.30 WIB*
*19.30-21.30 WITA*
*20.30-22.30 WIT*
Hanya di https://telegram.me/mudikmingguan
Sampai jumpa π
Merdeka!
Salah satu karakter Guru Merdeka Belajar adalah terus berusaha mengembangkan diri. Ada banyak cara untuk itu. Melalui pelatihan di dalam dan di luar sekolah, melalui kegiatan belajar mandiri, atau dengan melanjutkan pendidikan formal. Namun apakah cukup sampai di situ?
Komunitas Guru Belajar Nusantara mempersembahkan Temu Pendidik Mingguan dengan diskusi tentang *"Pengembangan Guru melalui Temu Pendidik Nusantara"*
Kita akan membicarakan tentang bagaimana Temu Pendidik Nusantara menjadi ajang pengembangan diri para guru.
Bagaimana komunitas dari bermacam latar belakang berkolaborasi untuk pendidikan.
Bagaimana guru menjadi bagian utama dalam menggerakkan komunitas untuk kemajuan pendidikan.
Narasumber kali ini adalah _Guru Bukik Setiawan dari Kampus Guru Cikal_, dengan moderator _Guru Putri Anthie dari KGB Depok_.
Catat waktunya β°
Hari Jumat, 4 Agustus 2017
*18.30-20.30 WIB*
*19.30-21.30 WITA*
*20.30-22.30 WIT*
Hanya di https://telegram.me/mudikmingguan
Sampai jumpa π
Merdeka!
Penasaran dgn Temu Pendidik Nusantara tahun ini. Mau ikut jadi Pembicara, peserta atau relawan? Ikuti Mudik malam ini telegram.me/mudikmingguan
Pengembangan Guru melalui Temu Pendidik Nusantara
*Apa saja salah kaprah karier guru?*
1. Satu-satunya jalur karier guru adalah jalur kepala sekolah dan pengawas
2. Bila berkarier maka guru tidak bisa mengajar di kelas
3. Penanggung jawab karier guru adalah manajemen sekolah/dinas pendidikan
4. Ukuran keberhasilan karier adalah materi/kekayaan
5. Durasi karier diukur dari usia fisik/kronologi
6. Sumber satu-satunya rasa aman berkarier adalah uang pensiun
7. Perjalanan karier terbatas pada masa pensiun
*Bagaimana seharusnya guru mengembangkan karier?
Lingkar pengembangan karier
1. Kemerdekaan. Menentukan cita-cita guru
2. Kompetensi. Mempelajari kompetensi secara berkelanjutan (penemuan, penalaran, praktik, publikasi)
3. Kolaborasi. Mengembangkan kolaborasi yang inklusif
4. Karier. Menghasilkan karya yang bermanfaat
*Bagaimana Temu Pendidik Nusantara menjadi kerangka pengembangan guru?*
TPN 2017 hadir dengan kerangka baru yang memang dirancang berdasarkan 4 Kunci Pengembangan Guru Cikal.
1. Kelas Kemerdekaan: (a) Menyediakan kesempatan belajar bagi guru untuk menyebarluaskan suatu praktik atau hasil riset di kalangan guru; (b) Menyediakan kesempatan buat peserta mendapat inspirasi dan mengenal topik yang memenuhi kebutuhan belajarnya untuk dipelajari lebih lanjut.
2. Kelas Kompetensi: (a) menyediakan kesempatan bagi peserta kelas untuk mengembangkan kompetensinya; (b) menyediakan kesempatan bagi pembicara untuk mengembangkan karier sebagai pelatih.
3. Kelas Kolaborasi: (a) memberi kesempatan pada individu, komunitas, organisasi dan korporasi untuk mengajak guru terlibat dalam inisiatif/proyek yang terkait pengajaran dan pendidikan; (b) memberi kesempatan pada guru untuk menerapkan kompetensinya pada konteks yang beragam dan lebih luas.
4. Kelas Karier: Memberi kesempatan pada pendidik untuk memperkenalkan karya dan layanan yang memberi dampak positif terhadap praktik pengajaran dan pendidikan.
Kerangka TPN 2017 ini nantinya akan digunakan juga di Temu Pendidik Daerah oleh Komunitas Guru Belajar di berbagai daerah.
Itulah materi pengantar
Temu Pendidik Mingguan
Penasaran? Mari kita diskusikan lebih lanjut.....
Hari Jumat, 28 Juli 2017
18.30-20.30 WIB
19.30-21.30 WITA
20.30-22.30 WIT
Hanya di https://telegram.me/mudikmingguan
Bukik Setiawan
Kampus Guru Cikal
*Apa saja salah kaprah karier guru?*
1. Satu-satunya jalur karier guru adalah jalur kepala sekolah dan pengawas
2. Bila berkarier maka guru tidak bisa mengajar di kelas
3. Penanggung jawab karier guru adalah manajemen sekolah/dinas pendidikan
4. Ukuran keberhasilan karier adalah materi/kekayaan
5. Durasi karier diukur dari usia fisik/kronologi
6. Sumber satu-satunya rasa aman berkarier adalah uang pensiun
7. Perjalanan karier terbatas pada masa pensiun
*Bagaimana seharusnya guru mengembangkan karier?
Lingkar pengembangan karier
1. Kemerdekaan. Menentukan cita-cita guru
2. Kompetensi. Mempelajari kompetensi secara berkelanjutan (penemuan, penalaran, praktik, publikasi)
3. Kolaborasi. Mengembangkan kolaborasi yang inklusif
4. Karier. Menghasilkan karya yang bermanfaat
*Bagaimana Temu Pendidik Nusantara menjadi kerangka pengembangan guru?*
TPN 2017 hadir dengan kerangka baru yang memang dirancang berdasarkan 4 Kunci Pengembangan Guru Cikal.
1. Kelas Kemerdekaan: (a) Menyediakan kesempatan belajar bagi guru untuk menyebarluaskan suatu praktik atau hasil riset di kalangan guru; (b) Menyediakan kesempatan buat peserta mendapat inspirasi dan mengenal topik yang memenuhi kebutuhan belajarnya untuk dipelajari lebih lanjut.
2. Kelas Kompetensi: (a) menyediakan kesempatan bagi peserta kelas untuk mengembangkan kompetensinya; (b) menyediakan kesempatan bagi pembicara untuk mengembangkan karier sebagai pelatih.
3. Kelas Kolaborasi: (a) memberi kesempatan pada individu, komunitas, organisasi dan korporasi untuk mengajak guru terlibat dalam inisiatif/proyek yang terkait pengajaran dan pendidikan; (b) memberi kesempatan pada guru untuk menerapkan kompetensinya pada konteks yang beragam dan lebih luas.
4. Kelas Karier: Memberi kesempatan pada pendidik untuk memperkenalkan karya dan layanan yang memberi dampak positif terhadap praktik pengajaran dan pendidikan.
Kerangka TPN 2017 ini nantinya akan digunakan juga di Temu Pendidik Daerah oleh Komunitas Guru Belajar di berbagai daerah.
Itulah materi pengantar
Temu Pendidik Mingguan
Penasaran? Mari kita diskusikan lebih lanjut.....
Hari Jumat, 28 Juli 2017
18.30-20.30 WIB
19.30-21.30 WITA
20.30-22.30 WIT
Hanya di https://telegram.me/mudikmingguan
Bukik Setiawan
Kampus Guru Cikal
Telegram
TIDAK DIPAKAI - Temu Pendidik Mingguan
GRUP INI TIDAK DIGUNAKAN LAGI!
Silahkan bergabung di kanal #GuruBelajar
Klik
https://t.me/GuruBelajar
Silahkan bergabung di kanal #GuruBelajar
Klik
https://t.me/GuruBelajar
Halo teman-teman pendidik, sudah daftar jadi pembicara pada ajang Konferensi Guru Tahunan bertajuk Temu Pendidik Nusantara 2017?
Sila simak https://youtu.be/NXUejrZo5bI
Ajakan ini, untuk semua pendidik bersemangat seperti teman-teman π
Dari pengalaman yang sudah-sudah sih, teman-teman yang dulu berbagi, seperti mendapat inspirasi dan tambahan semangat untuk terus berbagi! π
Simak deh beberapa testimoni di https://youtu.be/_V2UnGgFZT0 π
Kelas-kelas yang bisa teman-teman isi beragam sekali. Sesuaikan saja dengan pengalaman teman-teman yang seru-seru π
Contohnya bisa dilihat di sini https://youtu.be/iu8Gi8qDAYw π©π»βπ»π¨π»βπ»
Nah, gimana?
Sudah yakin dong π
Daftar yuk, daftar.....
Caranya begini https://youtu.be/nxiQFFV8dQY
Jadi, jangan sampai terlewat batas pendaftaran pembicara akhir minggu ini ya.... ππΌ
Sila simak https://youtu.be/NXUejrZo5bI
Ajakan ini, untuk semua pendidik bersemangat seperti teman-teman π
Dari pengalaman yang sudah-sudah sih, teman-teman yang dulu berbagi, seperti mendapat inspirasi dan tambahan semangat untuk terus berbagi! π
Simak deh beberapa testimoni di https://youtu.be/_V2UnGgFZT0 π
Kelas-kelas yang bisa teman-teman isi beragam sekali. Sesuaikan saja dengan pengalaman teman-teman yang seru-seru π
Contohnya bisa dilihat di sini https://youtu.be/iu8Gi8qDAYw π©π»βπ»π¨π»βπ»
Nah, gimana?
Sudah yakin dong π
Daftar yuk, daftar.....
Caranya begini https://youtu.be/nxiQFFV8dQY
Jadi, jangan sampai terlewat batas pendaftaran pembicara akhir minggu ini ya.... ππΌ
Semua Murid Semua Guru:
Kebijakan Pendidikan adalah Keputusan Politik
Najelaa Shihab (Pendidik)
Sore ini saya tergelitik trending topic di media sosial, #stoppolitisasi8jamsekolah. Percakapan publik apapun tentang pendidikan selalu penting, karena menggambarkan paradigma yang ada di masyarakat. Dalam argumen di atas misalnya, jelas terlihat adanya miskonsepsi. Pernyataan yang mempertentangkan kebijakan pendidikan dengan politik adalah pernyataan yang salah kaprah. Semua kebijakan pendidikan adalah keputusan politik. Lanjutan pertanyaannya yang essensial. Siapa pemilik kepentingan yang dibela? Bagaimana posisi pemangku kepentingan dengan peran yang berbeda? Apa kerangka substansi dan konsekuensi yang diperjuangkan atau diabaikan dalam jangka panjang? Mengapa kebijakan ini ditetapkan pada rentang waktu tertentu?
Salah satu hambatan utama perubahan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya pemahaman bahwa kebijakan pendidikan dipengaruhi oleh sistem di masyarakat yang sangat luas - ekonomi, budaya, sejarah dan tentunya politik. Selama ini, sudut pandang dan perdebatan kita didominasi perspektif pendidikan sebagai isu mikro - hanya berkait seorang anak atau guru, satu sekolah atau satu menteri.
Tak heran, "hak guru" mendapat perlindungan hukum dilindungi oleh asosiasi, bahkan saat ia menggunakan kekerasan fisik pada anak, sementara kemerdekaannya belajar jarang didukung anggaran pemda yang cukup untuk peningkatan kompetensi. Tak aneh, kalau orangtua berpikir zonasi penerimaan murid sangat merugikan anaknya, tanpa memahami tanggungjawab sosial mempercepat pemerataan pendidikan. Tak mencengangkan, masyarakat bahkan anggota dewan berpikir pergantian (prioritas) kurikulum adalah keniscayaan saat pergantian menteri, tanpa melihat kaitan apa yang dipilih untuk diajarkan dengan demokrasi di negeri ini.
Narasi tentang kebijakan pendidikan sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih luas sangat esensial. Pengalaman di banyak negara yang mencapai kemajuan pendidikan menunjukkan pentingnya pemahaman konteks dalam perubahan. Kebijakan 8 jam sekolah, sama seperti semua kebijakan pendidikan - penguatan karakter, mengantar anak sekolah, kurikulum 2013 atau ujian nasional sudah seharusnya ditanggapi dengan kritis dari kacamata substansi dan implementasi.
Pertanyaan kunci yang selalu saya gunakan adalah apakah kebijakan pendidikan memberikan dampak yang optimal pada tiga tujuan utama - memperluas akses, mempercepat peningkatan mutu dan mengurangi kesenjangan. Sayangnya, dari penelitian kebijakan sejauh ini, jarang yang berhasil memenuhi aspek-aspek tersebut, dan karenanya jarang yang membawa dampak berkelanjutan.
Sudah puluhan tahun simplifikasi dalam melihat kebijakan pendidikan menjadi penghambat perubahan signifikan. Tanpa monitoring dan evaluasi, beasiswa bisa jadi hanyalah jembatan rapuh bagi kemiskinan. Bisa masuk sekolah, bila tidak diiringi peningkatan kualitas dan upaya sistematis mengurangi keterlambatan perkembangan, tidak akan membuat murid bertahan sampai sekolah lanjutan. Faktanya angka putus sekolah kita masih tinggi, kenyataannya banyak lulusan tidak memiliki literasi yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan.
Di tingkat sistem yang lebih kecil seperti sekolah pun, tiga pertanyaan kunci ini bisa diterapkan. Biasakan mempertanyakan segitiga akses, kualitas dan kesenjangan pada kebijakan pendidikan di lingkungan terdekat kita. Apakah pengayaan olahraga aksesnya dibatasi hanya pada calon pemenang yang penuh bakat atau tujuannya membiasakan hidup sehat, mengajarkan kerjasama dan sportivitas yang mestinya aksesnya terbuka bagi siapapun murid yang berminat? Apakah program membaca setiap hari bukan hanya dijamin terjadi dengan jumlah buku dan waktu yang cukup, tapi dibarengi dengan pemilihan buku berkualitas dari berbagai genre dan latar belakang penulis yang beragam? Apakah pengelompokan murid dibuat berdasarkan tingkat kemampuan matematika yang merugikan anak tertentu atau dengan sengaja dibuat bervariasi untuk mengurangi kesenjangan, agar yang belum siap bisa didukung teman?
Politisasi pendidikan, dalam bentu
Kebijakan Pendidikan adalah Keputusan Politik
Najelaa Shihab (Pendidik)
Sore ini saya tergelitik trending topic di media sosial, #stoppolitisasi8jamsekolah. Percakapan publik apapun tentang pendidikan selalu penting, karena menggambarkan paradigma yang ada di masyarakat. Dalam argumen di atas misalnya, jelas terlihat adanya miskonsepsi. Pernyataan yang mempertentangkan kebijakan pendidikan dengan politik adalah pernyataan yang salah kaprah. Semua kebijakan pendidikan adalah keputusan politik. Lanjutan pertanyaannya yang essensial. Siapa pemilik kepentingan yang dibela? Bagaimana posisi pemangku kepentingan dengan peran yang berbeda? Apa kerangka substansi dan konsekuensi yang diperjuangkan atau diabaikan dalam jangka panjang? Mengapa kebijakan ini ditetapkan pada rentang waktu tertentu?
Salah satu hambatan utama perubahan pendidikan di Indonesia adalah rendahnya pemahaman bahwa kebijakan pendidikan dipengaruhi oleh sistem di masyarakat yang sangat luas - ekonomi, budaya, sejarah dan tentunya politik. Selama ini, sudut pandang dan perdebatan kita didominasi perspektif pendidikan sebagai isu mikro - hanya berkait seorang anak atau guru, satu sekolah atau satu menteri.
Tak heran, "hak guru" mendapat perlindungan hukum dilindungi oleh asosiasi, bahkan saat ia menggunakan kekerasan fisik pada anak, sementara kemerdekaannya belajar jarang didukung anggaran pemda yang cukup untuk peningkatan kompetensi. Tak aneh, kalau orangtua berpikir zonasi penerimaan murid sangat merugikan anaknya, tanpa memahami tanggungjawab sosial mempercepat pemerataan pendidikan. Tak mencengangkan, masyarakat bahkan anggota dewan berpikir pergantian (prioritas) kurikulum adalah keniscayaan saat pergantian menteri, tanpa melihat kaitan apa yang dipilih untuk diajarkan dengan demokrasi di negeri ini.
Narasi tentang kebijakan pendidikan sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan yang lebih luas sangat esensial. Pengalaman di banyak negara yang mencapai kemajuan pendidikan menunjukkan pentingnya pemahaman konteks dalam perubahan. Kebijakan 8 jam sekolah, sama seperti semua kebijakan pendidikan - penguatan karakter, mengantar anak sekolah, kurikulum 2013 atau ujian nasional sudah seharusnya ditanggapi dengan kritis dari kacamata substansi dan implementasi.
Pertanyaan kunci yang selalu saya gunakan adalah apakah kebijakan pendidikan memberikan dampak yang optimal pada tiga tujuan utama - memperluas akses, mempercepat peningkatan mutu dan mengurangi kesenjangan. Sayangnya, dari penelitian kebijakan sejauh ini, jarang yang berhasil memenuhi aspek-aspek tersebut, dan karenanya jarang yang membawa dampak berkelanjutan.
Sudah puluhan tahun simplifikasi dalam melihat kebijakan pendidikan menjadi penghambat perubahan signifikan. Tanpa monitoring dan evaluasi, beasiswa bisa jadi hanyalah jembatan rapuh bagi kemiskinan. Bisa masuk sekolah, bila tidak diiringi peningkatan kualitas dan upaya sistematis mengurangi keterlambatan perkembangan, tidak akan membuat murid bertahan sampai sekolah lanjutan. Faktanya angka putus sekolah kita masih tinggi, kenyataannya banyak lulusan tidak memiliki literasi yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan.
Di tingkat sistem yang lebih kecil seperti sekolah pun, tiga pertanyaan kunci ini bisa diterapkan. Biasakan mempertanyakan segitiga akses, kualitas dan kesenjangan pada kebijakan pendidikan di lingkungan terdekat kita. Apakah pengayaan olahraga aksesnya dibatasi hanya pada calon pemenang yang penuh bakat atau tujuannya membiasakan hidup sehat, mengajarkan kerjasama dan sportivitas yang mestinya aksesnya terbuka bagi siapapun murid yang berminat? Apakah program membaca setiap hari bukan hanya dijamin terjadi dengan jumlah buku dan waktu yang cukup, tapi dibarengi dengan pemilihan buku berkualitas dari berbagai genre dan latar belakang penulis yang beragam? Apakah pengelompokan murid dibuat berdasarkan tingkat kemampuan matematika yang merugikan anak tertentu atau dengan sengaja dibuat bervariasi untuk mengurangi kesenjangan, agar yang belum siap bisa didukung teman?
Politisasi pendidikan, dalam bentu
k keterlibatan orangtua, alumni, semua bagian publik termasuk partai, bukanlah otomatis kriminalisasi atau konspirasi. Sama seperti politik bisa dilakukan dengan cara baik maupun cara yang tidak baik, kebijakan pendidikan juga ada yang efektif dan tidak efektif. Publik yang terlibat perlu menolak dimanipulasi, dan tidak hanya sekedar menjadi mitra konsultasi. Mari memahami pentingnya publik yang berdaya dalam mempengaruhi kebijakan pendidikan dari mulai tingkat sekolah, kecamatan dan daerah sampai nasional. Mari kita menjadi dewasa dalam politik pendidikan, saling menjaga janji untuk konsisten pada kepentingan anak, generasi Indonesia masa depan!
#MerdekaBelajar #SemuaMuridSemuaGuru
#MerdekaBelajar #SemuaMuridSemuaGuru
Selamat Pagi
Pertama, perkenakan saya Bukik Setiawan yang tahun ini dipercaya menjadi Ketua Panitia Temu Pendidik Nusantara, pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan refleksi, saling berbagi praktik baik, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Ciri utamanya adalah kehadiran para guru yang penuh semangat belajar. Silahkan saksikan testimoni pembicara tahun lalu di https://www.youtube.com/watch?v=_V2UnGgFZT0
Kedua, kami ingin memberitahukan perubahan Temu Pendidik Nusantara yang mulai tahun ini menjadi kerangka dasar (platform) pengembangan guru. Karena itu, kelas di TPN 2017 dibagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Kemerdekaan, Kelas Kompetensi, Kelas Kolaborasi, dan Kelas Karier. Saksikan video berikut untuk mengetahui perbedaan tiap kelas di https://www.youtube.com/watch?v=iu8Gi8qDAYw
Ketiga, kami mengundang teman-teman untuk mendaftar menjadi Pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2017. Karena kami percaya bahwa pengembangan kualitas guru merupakan tanggung jawab kita semua. Mari bekerja sama untuk memajukan kualitas guru kita, guru anak-anak Indonesia. Saksikan video undangannya di https://www.youtube.com/watch?v=NXUejrZo5bI
Bila tertarik, silahkan daftar di http://bit.ly/pembicaraTPN
Bila ingin tahu lebih detil cara pendaftaran, bisa saksikan video tutorial pendaftarannya di https://www.youtube.com/watch?v=nxiQFFV8dQY
Bila ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut, silahkan saksikan hadir di Pertemuan II Sosialisasi Pembicara Temu Pendidik Nusantara yang akan diadakan pada
Hari/Tanggal : Kamis, 10 Agustus 2017
Pukul : 18.00 - 19.30 WIB
Tempat : Rumah Main Cikal, Lantai 5 FX Sudirman
Ditunggu partisipasinya ya
Terima kasih
Bukik Setiawan
Ketua Panitia TPN 2017
Pertama, perkenakan saya Bukik Setiawan yang tahun ini dipercaya menjadi Ketua Panitia Temu Pendidik Nusantara, pertemuan tahunan yang mempertemukan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan refleksi, saling berbagi praktik baik, mengembangkan kompetensi, membangun kolaborasi dan merintis karier. Ciri utamanya adalah kehadiran para guru yang penuh semangat belajar. Silahkan saksikan testimoni pembicara tahun lalu di https://www.youtube.com/watch?v=_V2UnGgFZT0
Kedua, kami ingin memberitahukan perubahan Temu Pendidik Nusantara yang mulai tahun ini menjadi kerangka dasar (platform) pengembangan guru. Karena itu, kelas di TPN 2017 dibagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Kemerdekaan, Kelas Kompetensi, Kelas Kolaborasi, dan Kelas Karier. Saksikan video berikut untuk mengetahui perbedaan tiap kelas di https://www.youtube.com/watch?v=iu8Gi8qDAYw
Ketiga, kami mengundang teman-teman untuk mendaftar menjadi Pembicara di Temu Pendidik Nusantara 2017. Karena kami percaya bahwa pengembangan kualitas guru merupakan tanggung jawab kita semua. Mari bekerja sama untuk memajukan kualitas guru kita, guru anak-anak Indonesia. Saksikan video undangannya di https://www.youtube.com/watch?v=NXUejrZo5bI
Bila tertarik, silahkan daftar di http://bit.ly/pembicaraTPN
Bila ingin tahu lebih detil cara pendaftaran, bisa saksikan video tutorial pendaftarannya di https://www.youtube.com/watch?v=nxiQFFV8dQY
Bila ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut, silahkan saksikan hadir di Pertemuan II Sosialisasi Pembicara Temu Pendidik Nusantara yang akan diadakan pada
Hari/Tanggal : Kamis, 10 Agustus 2017
Pukul : 18.00 - 19.30 WIB
Tempat : Rumah Main Cikal, Lantai 5 FX Sudirman
Ditunggu partisipasinya ya
Terima kasih
Bukik Setiawan
Ketua Panitia TPN 2017
Selamat hari Jumat π
Benarkah sebanyak 60% aktivitas di kelas didominasi oleh pertanyaan guru?
Lalu bagaimana mendayakan pertanyaan tersebut agar meningkatkan pertanyaan siswa? Membantu siswa menjadi pembelajar mandiri dan sepanjang hayat.
Temukan jawaban di *Temu Pendidik Bulanan Komunitas Guru Belajar* dengan tema *"Strategi Bertanya"*.
Menghadirkan 3 narasumber :
1. Pia Adiprima (Operation Support Manager Sekolah Cikal)
2. Anik Mulyani (Anggota KGB Depok)
3. Chusnul Chotimah (Kampus Guru Cikal)
Catat tanggal dan waktunya ya!
Juat, 11 agustus 2017
15.00-17.00 WIB.
Live di Kampus Guru Cikal, https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/
Yuk catat tanggalnya!
Ikuti Temu Pendidiknya!
dan Ajak rekan untuk mendiskusikanya!
#MenujuTPN2017
#TPN2017
#GuruBelajar
Benarkah sebanyak 60% aktivitas di kelas didominasi oleh pertanyaan guru?
Lalu bagaimana mendayakan pertanyaan tersebut agar meningkatkan pertanyaan siswa? Membantu siswa menjadi pembelajar mandiri dan sepanjang hayat.
Temukan jawaban di *Temu Pendidik Bulanan Komunitas Guru Belajar* dengan tema *"Strategi Bertanya"*.
Menghadirkan 3 narasumber :
1. Pia Adiprima (Operation Support Manager Sekolah Cikal)
2. Anik Mulyani (Anggota KGB Depok)
3. Chusnul Chotimah (Kampus Guru Cikal)
Catat tanggal dan waktunya ya!
Juat, 11 agustus 2017
15.00-17.00 WIB.
Live di Kampus Guru Cikal, https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/
Yuk catat tanggalnya!
Ikuti Temu Pendidiknya!
dan Ajak rekan untuk mendiskusikanya!
#MenujuTPN2017
#TPN2017
#GuruBelajar