Pendidikan Merdeka Belajar
3.35K subscribers
563 photos
27 videos
35 files
636 links
Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung
Download Telegram
Sosok Wanita Penggerak Perubahan: Melanie Subono, Ananda Fitria, dan Najelaa Shihab Menginsipirasi di #PlayTalk – Women of Change
Jakarta – Seiring datangnya peringatan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April, #PlayTalk mengundang tokoh-tokoh wanita inspiratif yang siap berbagi kisah dan pengalamannya kepada generasi muda. #PlayTalk, persembahan MNC Play dan Binus International University yang diselenggarakan pada 4 April 2017 di Auditorium Binus International University, mengambil format inspiring story telling. Kali ini #PlayTalk mengusung tema Women of Change untuk menginspirasi generasi muda melalui beragam kisah yang dituangkan para tokoh wanita yang berkarya untuk memberi perubahan baik bagi sekitarnya.
“Tema Women of Change diangkat selain untuk menyambut Hari Kartini yang datang pada bulan ini juga untuk menghadirkan kisah-kisah luar biasa yang para pembicara miliki, bagaimana mereka berperan dan menciptakan perubahan lebih baik di sekitarnya. Kami harap mahasiswa dan pengunjung dapat terinspirasi dengan terselenggaranya acara #PlayTalk sehingga setelah ini mereka bisa turut memberi kebermanfaatan bagi orang lain.” Aditya Haikal, GM Marketing MNC Play.
Melanie Subono, namanya begitu dikenal dalam kancah seni Indonesia. Tak hanya berprestasi dalam dunia tarik suara, Melanie juga menorehkan karya dalam bidang lainnya dengan menjadi penulis buku, aktris, pemain film, dan presenter. Di lain sisi, Melanie merupakan seorang aktivis dalam berbagai gerakan sosial. Ia sendiri merupakan pendiri dan penggagas Rumah Harapan dengan misi untuk berbagi kebaikan kepada individu yang membutuhkan. Kiprahnya dalam dunia seni dan sosial kemudian berlanjut dengan misi untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Melalui kompetisi drum band terbesar sedunia, World Music Contest (WMC) di Belanda pada bulan Juli mendatang, Ia akan mengibarkan bendera merah putih Indonesia. Dipercaya sebagai Field Commander, Melanie akan memimpin tim drum band Gita Bahana Nusantara yang terdiri dari pemain-pemain muda terbaik dari banyak kota di Indonesia. Cerita Melanie akan pengalaman, prestasi dan mimpinya untuk menyebarkan kebaikan tentu menjadi sangat menarik untuk disimak dalam #PlayTalk.
Datang dari dunia seni musik, pembicara #PlayTalk kedua ialah Ananda Fitria. Perempuan yang biasa dipanggil Nanda atau Chonky merupakan seorang produser eksekutif, penulis lagu, dan drummer dari band lokal Sweet As Revenge dengan warna musik Post-Hardcore. Saat berada di atas panggung, permainan drum Nanda dikenal ganas, dahsyat, dan penuh energi. Nanda dengan Sweet As Revenge tidak hanya sukses mempertahankan eksistensi mereka di Indonesia namun juga pernah melakukan tur hingga ke Malaysia dan Singapura untuk menemui para penggemarnya. Melalui #PlayTalk, kisah Nanda yang konsisten menyebarkan minatnya dalam bermusik dari satu panggung ke panggung lainnya seraya memecahkan stereotype bahwa drummer wanita mampu tampil profesional dengan memukau dicurahkan.
Najelaa Shihab memiliki cita-cita untuk meningkatkan akses, kualitas, dan persamaan dalam pendidikan di Indonesia. Kontribusinya teruwujud dari sekolah Cikal yang ia dirikan pada tahun 1999 yang kini telah memiliki ribuan murid dengan berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Selain itu, Ia juga menginisiasi beragam organisasi serta komunitas pendidikan. Najelaa terlibat dalam Inibudi dengan Guru Berbudi sejak 2012, Komunitas Guru Belajar Nusantara sejak 2014, Sinedu sejak 2016 dan masih banyak lainnya. Saat ini Ia dan timnya juga mengorganisir Pesta Pendidikan dengan penuh semangat. Pesta Pendidikan merupakan inisiatif Najelaa Shihab untuk meningkatkan kolaborasi di antara beberapa pemangku kepentingan seperti pemerintah, guru, orang tua, murid, dan sektor publik lainnya dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia. Kisah Najelaa Shihab sebagai agen perubahan untuk selalu mengamalkan gagasannya demi pendidikan Indonesia yang lebih baik juga turut dituangkan dalam #PlayTalk kali ini.
Inspiring story telling dalam #PlayTalk menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Jessica Bennet dan P
atrecia Sarah atau yang lebih dikenal dengan Jebe & Petty, peraih juara pertama X Factor Indonesia 2015. Duo yang baru saja merilis single terbaru mereka Di Dekatmu ini senantiasa menunjukan kekompakkan dan musikalitas mengangumkan sejak masih berkompetisi di ajang X-Factor. Setelah kemenangannya, kini Jebe & Petty tengah fokus menggarap musik bernuansa Elecronic Dance Music dan meningkatkan eksistensinya di dunia musik tanah air. Dengan karakter suara yang unik, Jebe & Petty semakin menghidupkan suasana acara #PlayTalk dengan lagu-lagu yang mereka bawakan.
Christine Gneuss, Head of Communications Program Binus International University menuturkan, “Setelah lulus, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi agen perubahan. Bukan sekedar untuk mencari pekerjaan saja namun mampu menjadi pemimpin di tengah masyarakat dimana pun mereka berada. Untuk itu, acara ini bagus sekali untuk mahasiswa dan pengunjung karena mereka dapat menyimak langsung cerita dan pengalaman dari sosok-sosok yang tidak hanya berprestasi dalam bidangnya namun juga memiliki kisah menarik tentang gerakan perubahan yang mereka lakukan.”
#PlayTalk terselenggara atas kerja sama MNC Play dan Binus University International Communications Program, juga didukung oleh BINUS TV, SMN, V Radio, Global Radio, Go-Tix dan Pizza Nagih. Mahasiswa dan penonton yang ingin datang ke #PlayTalk dapat melakukan reservasi hanya dengan ‘klik’ #PlayTalk di Go-Tix pada aplikasi Go-Jek.
Pelatihan Guru Merdeka Belajar

Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. 

Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.

Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.

Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar. 

Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017.

Sabtu, 22 April 2017
08.00 - 16.00 WIB
Kompleks Balaikota Yogyakarta

Daftar di http://bit.ly/GMBPekan
Temu Pendidik Bulanan – Live Facebook

Ada beberapa alasan seseorang akhirnya memilih profesi menjadi seorang guru. Karena passion, kebermanfaatanya, bahkan karena penghasilan atau karena hal lainnya.

Menjadi guru bukanlah akhir, bukan jalan mentok. Ada istilah Your carrer its not your job, masih ada jalan dari profesi guru untuk mengembangkan dirinya yaitu karier. Karier guru yang paling familiar adalah kepala sekolah ataupun pengawas sekolah.

Namun di luar sana ternyata tidak hanya itu, banyak karier yang bisa dijajaki guru.

Apa saja karier guru itu di era millineal ini?
Bagaimana memulai menjajaki karier-karier tersebut?

Temukan jawabannya di Temu Pendidik Bulanan dengan tema “Karier Guru” dengan narasumber :

Evi Verawati – Guru dan peneliti
Eka Wardhana – Guru dan penulis
Najelaa Shihab – Pendidik, Inisiator Kampus Guru Cikal, Inisiator Pesta Pendidikan.

Waktu :
Jumat, 7 April 2017
14.00 - 16.00 WIB | 15.00 - 17.00 WITA | 16.00 - 18.00 WIT

Lokasi:
Facebook Kampus Guru Cikal | https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/

Anda bisa hanya menyimak, bisa bertanya, bisa juga berbagi pengalaman di kolom komentar pada waktu pelaksanaan. Siapkan pertanyaan atau pengalaman Anda
Catat waktunya pada kalendar di meja atau perangkat digital Anda
.
Ajak rekan guru yang lain untuk nonton bareng (nobar).
Posting foto keseruan nobar di media sosial memakai #karierguru

Salam Merdeka Belajar!
Belajar melintasi batas. Komunitas #GuruBelajar dengan teknologi yang ada menggelar Nonton Bareng Temu Pendidik Bulanan ttg #KarierGuru, Jumat 7 April 2017, 14.00-16.00 WIB. Gak ingin nobar juga?
Kampus Guru Cikal dan Komunitas Guru Belajar percaya belajar bisa melalui beragam kanal komunikasi termasuk media sosial. Karena itu, bila Anda ingin mendapatkan informasi dan percakapan berkualitas tentang guru dan pendidikan, silahkan

Follow Twitter @KampusGuruCikal
Like Facebook Kampus Guru Cikal
Follow Instagram @KampusGuruCikal

Gabung di Kanal Telegram: https://t.me/GuruBelajar
Gabung di Grup Diskusi Telegram https://t.me/mudikmingguan

Kualitas diri Kita ditentukan kualitas informasi yang kita dapatkan
Menjaga UN adalah momen menulis yang baik *eh
Kalau memang sempat menulis, tuliskan pengalaman mengajar di kelas dan kirimkan ke Surat Kabar Guru Belajar ya
MANDIRI BELAJAR
Ada beragam strategi mengajar, ada beragam cara belajar. Tantangan buat guru adalah bagaimana membantu murid mandiri memilih cara dan mempraktikkannya secara mandiri. Ketika sebuah cara gagal, murid berefleksi dan mencari cara lain yang lebih efektif.
Apakah Anda mempunyai pengalaman menggunakan beragam strategi mengajar di kelas?
Apakah Anda mempunyai pengalaman membantu murid menemukan cara belajar yang efektif?
Apakah Anda mempunyai pengalaman membantu murid menemukan cara mengatasi kesulitan belajarnya?
Tuliskan dan kirimkan pengalaman Anda untuk dimuat di Surat kabar Guru Belajar Edisi #8 “Mandiri Belajar”
Dengan cara sebagai berikut :
1. Unduh panduan Penulisan #PraktikCerdas di
http://bit.ly/MenulisKGB
2. Tuliskan sesuai panduan dan simpan dalam file dengan nama #PraktikCerdas "Nama Penulis"
3. Emailkan file beserta foto diri dan foto aktivitas dengan subyek email #PraktikCerdas "Nama Penulis" ke KampusGuru@Cikal.co.id paling lambat kami terima tanggal JUMAT, 14 APRIL 2017.
Karena tulisan di Surat Kabar ini mempunyai format yang unik, silahkan baca juga Tips Menulis di Surat Kabar Guru Belajar di http://bit.ly/TipsMenulis1 .
Kami juga menerima tulisan Anda mengenai pengalaman mengajar atau membuat kegiatan belajar di luar topik utama. Silahan ikuti panduan penulisan yang telah dicantukan di bagian atas.
Surat Kabar Guru Belajar Dapat Diunduh di
Edisi 8 http://bit.ly/SKGuruBelajar8 : Komitmen pada Tujuan
Edisi 7 http://bit.ly/SKGuruBelajar7 : Refleksi Belajar
Edisi 6 http://bit.ly/SKGuruBelajar6 : Merdeka Belajar
Edisi 5 http://bit.ly/SKGuruBelajar5 : Hari Pertama Sekolah
Edisi 4 http://bit.ly/SKGuruBelajar4 : Pendidikan Budi Pekerti
Edisi 3 http://bit.ly/SKGuruBelajar3 : Disiplin Positif
Edisi 2 http://bit.ly/SKGuruBelajar2 : Asesmen Otentik
Edisi 1 http://bit.ly/SKGuruBelajar1 : Guru Belajar
*Temu Pendidik - #PekanYogya*

Komunitas Guru Belajar (KGB) percaya bahwa belajar bisa dari siapa saja. Sumber inspirasi bukan figur yang serba tahu dan sempurna, tapi rekan seperjalanan yang realistis dengan pengalaman nyata, dan praktis, seringkali gagal sebelum berhasil. Karena itu, Komunitas Guru Belajar menyelenggarakan Temu Pendidik yang menghadirkan guru sebagai narasumber untuk berbagi praktik cerdas pengajaran dan pendidikan.

Yuk hadiri
Temu Pendidik - Pekan Yogya
Merdeka Belajar, Siap Mengajar
Minggu, 23 April 2017
13.00 - 15.30 WIB
Balaikota Yogyakarta

Narasumber:
Ameliasari Tauresia Kesuma (MAN Salatiga)
Andy Hermawan (Sanggar Anak Alam - SALAM)
Nunuk Riza Puji (SMAN 1 Petungkriyo, Pekalongan)

Dwi Widiyanti (School of life Lebah Putih, Salatiga)
Lily Halim (SD Kristen Kalam Kudus)
Iwan Pribadi (DOES University)

*Segera! Daftar di http://bit.ly/MudikPekan*
Gratis! Ajak rekan guru yang lain ya

Catatan: Bila butuh surat undangan, silahkan sampaikan ke Penggerak di grup WA KGB daerah masing-masing.
Pelatihan Guru Merdeka Belajar
Berbeasiswa

Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik. 

Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.

Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.

Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar. 

Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017 - Yogyakarta.

Sabtu, 22 April 2017
08.00 - 16.00 WIB
Kompleks Balaikota Yogyakarta

Info Beasiswa dan Pendaftaran di http://bit.ly/GMBPekan

*Silahkan sebarkan informasi ini ke rekan dan grup guru yang lain*
Merdeka Belajar: Ujian dan Pilihan-Pilihan yang Mengherankan

Najelaa Shihab (Pendidik)

"Ujian bagian dari kehidupan", sulit untuk tidak sepakat. "Hidup ini penuh pilihan", tidak ada yang tidak setuju. Lompatan kesimpulan dari dua pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan ujian nasional pilihan ganda yang, katanya lagi- "penting dijalani anak, untuk membuktikan keberhasilan pendidikan". Belum lagi ditambah dengan "Kejujuran Sangat Utama" yang tidak mungkin diperdebatkan. Kata-kata baik yang mudah diucapkan, hal bijak yang seharusnya diajarkan, sering jadi "jebakan" dalam pendidikan.

Sudut pandang pribadi, dengan pengalaman pernah bersekolah atau menjadi orangtua, tentu sah-sah saja, tapi harus ditempatkan sesuai porsinya, sebagai opini dengan asumsi terbatas, bukan otomatis praktik baik pendidikan. Perubahan pendidikan yang berdampak berkelanjutan sulit terjadi bila riset belum menjadi dasar kebijakan.

Melawan miskonsepsi memang belum menjadi bagian dari pendidikan kita.

Pembahasan tentang ujian sebagai tujuan pendidikan menggambarkan apa yang terjadi pada ekosistem pendidikan. Percakapan yang hanya muncul musiman, walau kenyataannya, ujian adalah kepanikan berkepanjangan bagi anak, guru bahkan pejabat kedinasan.

Hal yang sama terjadi buat isu kekerasan, pengembangan guru dan keluarga, literasi dan seni serta agenda reformasi lainnya. Perbedaan utama pendidikan dengan proses serba kebetulan adalah pendidikan selalu didesain berdasarkan tujuan. Alih-alih bicara tujuan kesuksesan di ujian kehidupan yang relevan, kita berfokus pada prestasi yang kecil cakupannya, penanganan yang pendek jangka waktunya.

Setiap mendengar cerita kita heran, mengapa anak mengeluh bosan dan tertekan. Padahal setiap hari juga anak memperhatikan, apa yang ada di buku pelajaran tidak relevan dengan kehidupan. Setiap membaca berita kita heran, mengapa lulusan sekolah "unggulan" kurang kompeten dalam pekerjaan. Padahal setiap hari juga guru dan orangtua mencontohkan bahwa kehadiran hanya perlu mengandalkan keaktifan badan tanpa keterlibatan pikiran dan keseluruhan perasaan.

Memberdayakan aspirasi anak memang belum menjadi kebiasaan di pendidikan kita.

Kalau belasan tahun anak menghabiskan berjam-jam tanpa pilihan, jangan heran kalau pendidikan bukan memerdekakan tapi terasa seperti penjajahan. Pilihan perlu diajarkan dalam hubungan di sekolah, tapi tujuannya bukan hanya dalam bentuk pilihan berganda di lembar ulangan. Pilihan perlu dibiasakan dalam hubungan dalam keluarga, tapi mulainya bukan dari ketakutan pada peraturan. Memilih dan mengambil keputusan di atas kertas atas dasar kewajiban, dengan memilih di dunia nyata dengan kesadaran, adalah proses yang luar biasa berbeda.

Kalau kita umpakan dalam pilkada yang sedang kita lalui bersama, siapa yang kita coblos di kertas suara adalah pilihan yang dipengaruhi oleh begitu banyak pertimbangan. Ini contoh ujian kehidupan. Tapi lagi-lagi kita heran bahwa masyarakat tidak siap menghadapi tantangan perbedaan keberpihakan. Padahal pendidikan politik dan kewarganegaraan tidak pernah menjadi prioritas. Padahal penyeragaman pendidikan selama ini diterima sebagai realitas.

Yang mengherankan sebetulnya keheranan kita.

Di pendidikan kita, di hampir semua bidang, dari penjurusan sampai penyetaraan, yang terjadi bukan pemberdayaan memilih dan mengambil keputusan, justru pembatasan berkelanjutan atau pendekatan hukuman dengan "keyakinan" bahwa pengendalian berlebihan dibutuhkan untuk kemaslahatan.

Di usia dini, anak lebih mungkin mendapatkan jawaban penuh kesabaran saat bertanya "mengapa" dan "mengapa", beberapa tahun kemudian anak justru belajar, pertanyaan beruntun direspon bentakan guru atau cibiran lingkungan. Guru dijanjikan kesempatan memilih profesi mulia yang mendorong perubahan, begitu masuk sekolah tidak pernah diajak bicara tentang cita-cita dan kalau perlu tak bersuara kecuali saat diwajibkan mensukseskan perintah atau menggalang suara.

Mengaktualisasi potensi dan mendorong kontribusi memang belum menjadi prioritas dalam pendidikan kita.

Semoga kita sepakat, bukan lebih banyak
bimbingan tes yang diperlukan anak, atau tekanan berlebihan yang dibutuhkan dalam hubungan kita dengan lingkungan. Apa yang kita lakukan atau tidak lakukan dalam seminggu ke depan, sebulan yang akan datang dan seterusnya, akan menjadi teladan harian bagi anak tentang menyikapi pilihan. Selamat ujian buat kita semua!

#SemuaMuridSemuaGuru


https://www.facebook.com/najelaa.shihab/posts/10154832226684681
Apa yang sering kita lihat di kelas adalah guru hadir di kelas melakukan drill (pengulangan latihan) agar anak menghafal materi pelajaran. Drill sebagai salah satu metode belajar intensional bisa berwujud dalam beragam bentuk seperti mengerjakan soal, menghafal tabel perkalian, atau menghafal materi pelajaran yang lain. Harapannya, semakin didrill maka anak akan semakin menguasai pelajaran dan tentu mendapatkan angka ujian yang bagus. Bila ada mendapatkan nilai buruk, maka murid akan semakin didrill.

Padahal metode drill hanya mengembangkan keterampilan berpikir tingkat rendah, sama sekali tidak menyentuh keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking). Intinya, semakin didrill maka sebenarnya kita sedang mengkerdilkan kemampuan murid kita. Drill pangkal bodoh!

Mari kita refleksikan dan diskusikan bersama dua pertanyaan kunci:
Apa sebenarnya tujuan kita mengajar murid kita?
Bagaimana metode belajar inisidental menjadi alternatif yang bisa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi?

Komunitas Guru Belajar Nusantara mempersembahkan diskusi daring dalam Temu Pendidik Mingguan kita di https://t.me/mudikmingguan

Malam ini pada pukul
18.30 - 20.30 WIB
19.30 - 21.30 WITA
20.30 - 22.30 WIT

Menghadirkan Ibu Chusnul Chotimah, Dosen Kampus Guru Cikal, sebagai narasumber. Dimoderatori oleh Ibu Nidiah Kusuma, penggerak Komunitas Guru Belajar Tanah Bumbu

Segera klik https://t.me/mudikmingguan
Suara Anak Kesembilan
Pesta Pendidikan Yogyakarta

Suara Anak adalah sebuah forum bagi anak untuk menceritakan pengalamannya menekuni suatu kegemaran, karya, atau misi sosial yang berdampak pada masyarakat dalam waktu 5 – 15 menit.

Saksikan presentasi anak-anak yang tekun belajar

Minggu, 23 April 3017
10.00 - 12.00 WIB
Ruang Amphi Theater, Kompleks Balaikota Yogyakarta
Jl. Kenari 56
Yogyakarta, 55165

1. Masayu Shelomita (Kegemaran - Pantomim)
2. Anggita Nur Erlina Zanuari (Kegemaran - Tari)
3. Zulfa Fitriani Nur Alyza (Kegemaran - Menulis)
4. Arsa Bintang Candra (Karya -Kreasi Jahit)
5. Orchitta Arum Sekar Hikari (Karya - Fotografi)
6. Maria Angelita (Misi Sosial - Kepedulian Terhadap Lingkungan)

Daftar di Suara-Anak.TemanTakita.com

Narahubung:
Tyas: +62 817-9429-707 ⁠
Mida: +62 857-2128-9105 ⁠

Kegiatan ini GRATIS. Anda kami undang memberi donasi untuk keberlanjutan gerakan Suara Anak.

#SuaraAnak #PekanYogya #Pekan2017