Ngobrol Publik @pspk_id di #PekanAmbon ttg Kompetensi guru dapat disaksikan videonya di http://bit.ly/BerandaAmbon
Temu Pendidik Komunitas Guru Belajar (KGB) Malang #2
Sabtu, 25 Maret 2017
14.00-16.00 WIB
Bertempat di Aula MTs Al-Huda, Jl Selat Sunda VII D-8 Sawojajar - Malang
Sesi berbagi oleh
(1)
Farah dan Jemy
Rumah Baca Merdesa
Literasi Masyarakat
(2)
Huda
KGB Malang
Metode Membuka Kelas Yang Asik dan Menyenangkan
(3)
Lany Rh
KGB Nusantara
Pendidik dan Kolaborasi untuk Pendidikan
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud #AksiPublik dalam #PestaPendidikan
Sabtu, 25 Maret 2017
14.00-16.00 WIB
Bertempat di Aula MTs Al-Huda, Jl Selat Sunda VII D-8 Sawojajar - Malang
Sesi berbagi oleh
(1)
Farah dan Jemy
Rumah Baca Merdesa
Literasi Masyarakat
(2)
Huda
KGB Malang
Metode Membuka Kelas Yang Asik dan Menyenangkan
(3)
Lany Rh
KGB Nusantara
Pendidik dan Kolaborasi untuk Pendidikan
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud #AksiPublik dalam #PestaPendidikan
Merdeka Belajar: Seni Tak Boleh Sepi
Najelaa Shihab (Pendidik)
(Link FB https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154770786634681&id=741664680 )
Setiap berbicara tentang seni dan pendidikan, kita sering terperangkap dalam salah kaprah yang sudah menahun. Bahwa pendidikan seni berkait dengan keterampilan semata. Bahwa tujuannya mendapat pekerjaan di industri seni dan karenanya bukan untuk semua orang. Bahwa seni sekedar pelajaran tambahan yang tak mengapa dipinggirkan.
Padahal seni adalah pendekatan pendidikan yang sangat berarti. Pendidikan seni tidak terbatas pada minat dan bakat yang beruntung dimiliki sebagian anak sejak kelahiran, tetapi diperlukan semua anak, karena mendasari kemampuan berempati dan memecahkan masalah, yang bermanfaat bagi semua profesi. Riset juga jelas mendukung penempatan seni sebagai disiplin yang terintegrasi ke kurikulum inti, bukan sekedar ekstra yang dilaksanakan setengah hati.
Buat sebagian kita, mengapresiasi seni atau berkarya lewat seni adalah bagian penting dari kehidupan sebagai manusia. Tak terbayang rasanya olahraga saya tanpa mendengar musik atau liburan saya tanpa menulis puisi. Namun pengalaman dengan kesenian di sebagian besar institusi pendidikan kita adalah pengalaman yang sangat terbatas. Guru mengajar recorder atau pianika bukan untuk mengasah musikalitas, hanya karena diharuskan pekerjaan. Dulu gerak dan lagu yang dihafalkan setiap hari hanya senam kesegaran jasmani, hingga sekarang pun banyak murid tidak mendapat pengalaman menggubah lagu atau main wayang untuk menyampaikan pesan yang relevan.
Buat banyak murid dengan nilai pelajaran seni "tertinggi" pun, menonton film atau mencatat di museum jauh lebih sering dilakukan daripada menganalisa latar belakang skenario yang ditayangkan atau memahami kaitan goresan lukisan dengan perubahan zaman. Pelajaran kesenian di institusi pendidikan kita lebih banyak yang pasif daripada aktif. Seni di sekolah kita lebih sering dipaksa dilakukan di lembar LKS dan perlombaan daripada dipraktikan dengan otentik di tempat publik dan pertunjukan.
Begitu banyak kesempatan tersedia untuk terlibat dalam kegiatan seni di sekitar kita. Mengamati patung di pinggir jalan, mendengarkan suara alam atau bahkan keheningan, memahami cerita batik yang dikenakan, mendokumentasikan uniknya bangunan selama perjalanan, bisa dilakukan mudah dan murah oleh berbagai usia. Saat ini hampir tidak ada hambatan berkreasi, saat ini seni bisa dibincangkan menggunakan teknologi.
Semua guru bisa menumbuhkan kompetensi seni anak, semua orangtua bisa menjadi teladan mengapresiasi kesenian. Seni menjadi pintu untuk berbagai ilmu - pemahaman mengenai pola, sikap berbudaya, pengetahuan tentang keragaman, keterampilan menarasikan gagasan. Semua kompetensi abad ini, jadi jauh lebih mudah dicapai sembari berkesenian, karena kita secara alamiah tertarik pada keindahan.
Seniman di sekitar kita, sebetulnya punya tanggung jawab lebih untuk ambil peran. Dalam kenyataannya, banyak insan kesenian punya pengalaman negatif tentang persekolahan, karena kebebasan yang menjadi ciri seniman sering terpenjarakan justru oleh sistem pendidikan. Butuh komitmen untuk mengatakan bahwa semua pendidik seharusnya punya tujuan mengembangkan kesenian. Butuh keberanian untuk barengan menyatakan bahwa semua seniman sejatinya adalah pendidik masa depan.
Sejarah membuktikan betapa kuat dan berharganya seni untuk menjadi jembatan dari banyak isu dan kepentingan di dunia ini. Karya seni Islami yang membuka percakapan berbagai pihak tentang moderasi, cerita di layar yang menggerakkan jutaan orang untuk berefleksi dan melakukan aksi untuk bumi. Saya beruntung dikelilingi sahabat di bidang seni yang selalu peduli, tidak hanya sibuk dengan karya dan profesi sendiri. Di sinedu.id, di Pesta Pendidikan dan banyak inisiasi lain, mereka meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu berkait seni dan edukasi. Berbagi keyakinan inovasi seni bisa jadi solusi pendidikan di negeri ini.
Jangan biarkan anak-anak yang punya potensi untuk mencintai seni dan berkontribusi, menjadi anak-anak yang kesepian di ha
Najelaa Shihab (Pendidik)
(Link FB https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10154770786634681&id=741664680 )
Setiap berbicara tentang seni dan pendidikan, kita sering terperangkap dalam salah kaprah yang sudah menahun. Bahwa pendidikan seni berkait dengan keterampilan semata. Bahwa tujuannya mendapat pekerjaan di industri seni dan karenanya bukan untuk semua orang. Bahwa seni sekedar pelajaran tambahan yang tak mengapa dipinggirkan.
Padahal seni adalah pendekatan pendidikan yang sangat berarti. Pendidikan seni tidak terbatas pada minat dan bakat yang beruntung dimiliki sebagian anak sejak kelahiran, tetapi diperlukan semua anak, karena mendasari kemampuan berempati dan memecahkan masalah, yang bermanfaat bagi semua profesi. Riset juga jelas mendukung penempatan seni sebagai disiplin yang terintegrasi ke kurikulum inti, bukan sekedar ekstra yang dilaksanakan setengah hati.
Buat sebagian kita, mengapresiasi seni atau berkarya lewat seni adalah bagian penting dari kehidupan sebagai manusia. Tak terbayang rasanya olahraga saya tanpa mendengar musik atau liburan saya tanpa menulis puisi. Namun pengalaman dengan kesenian di sebagian besar institusi pendidikan kita adalah pengalaman yang sangat terbatas. Guru mengajar recorder atau pianika bukan untuk mengasah musikalitas, hanya karena diharuskan pekerjaan. Dulu gerak dan lagu yang dihafalkan setiap hari hanya senam kesegaran jasmani, hingga sekarang pun banyak murid tidak mendapat pengalaman menggubah lagu atau main wayang untuk menyampaikan pesan yang relevan.
Buat banyak murid dengan nilai pelajaran seni "tertinggi" pun, menonton film atau mencatat di museum jauh lebih sering dilakukan daripada menganalisa latar belakang skenario yang ditayangkan atau memahami kaitan goresan lukisan dengan perubahan zaman. Pelajaran kesenian di institusi pendidikan kita lebih banyak yang pasif daripada aktif. Seni di sekolah kita lebih sering dipaksa dilakukan di lembar LKS dan perlombaan daripada dipraktikan dengan otentik di tempat publik dan pertunjukan.
Begitu banyak kesempatan tersedia untuk terlibat dalam kegiatan seni di sekitar kita. Mengamati patung di pinggir jalan, mendengarkan suara alam atau bahkan keheningan, memahami cerita batik yang dikenakan, mendokumentasikan uniknya bangunan selama perjalanan, bisa dilakukan mudah dan murah oleh berbagai usia. Saat ini hampir tidak ada hambatan berkreasi, saat ini seni bisa dibincangkan menggunakan teknologi.
Semua guru bisa menumbuhkan kompetensi seni anak, semua orangtua bisa menjadi teladan mengapresiasi kesenian. Seni menjadi pintu untuk berbagai ilmu - pemahaman mengenai pola, sikap berbudaya, pengetahuan tentang keragaman, keterampilan menarasikan gagasan. Semua kompetensi abad ini, jadi jauh lebih mudah dicapai sembari berkesenian, karena kita secara alamiah tertarik pada keindahan.
Seniman di sekitar kita, sebetulnya punya tanggung jawab lebih untuk ambil peran. Dalam kenyataannya, banyak insan kesenian punya pengalaman negatif tentang persekolahan, karena kebebasan yang menjadi ciri seniman sering terpenjarakan justru oleh sistem pendidikan. Butuh komitmen untuk mengatakan bahwa semua pendidik seharusnya punya tujuan mengembangkan kesenian. Butuh keberanian untuk barengan menyatakan bahwa semua seniman sejatinya adalah pendidik masa depan.
Sejarah membuktikan betapa kuat dan berharganya seni untuk menjadi jembatan dari banyak isu dan kepentingan di dunia ini. Karya seni Islami yang membuka percakapan berbagai pihak tentang moderasi, cerita di layar yang menggerakkan jutaan orang untuk berefleksi dan melakukan aksi untuk bumi. Saya beruntung dikelilingi sahabat di bidang seni yang selalu peduli, tidak hanya sibuk dengan karya dan profesi sendiri. Di sinedu.id, di Pesta Pendidikan dan banyak inisiasi lain, mereka meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu berkait seni dan edukasi. Berbagi keyakinan inovasi seni bisa jadi solusi pendidikan di negeri ini.
Jangan biarkan anak-anak yang punya potensi untuk mencintai seni dan berkontribusi, menjadi anak-anak yang kesepian di ha
Temu Pendidik #GuruBelajar Sorowako | Sabtu, 1 April 2017 | 09.00 - 11.00 WIB | SD YPS Lawewu | Belajar dari mereka yang telah melalangbuana | #AksiPublik #Pekan2017
Suara Anak Jogja siap kembali menginspirasi. Pernah dengar Suara Anak tapi masih belum jelas apa itu?
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 6-18 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, atau misi sosial bisa ikut daftar di sini http://bit.ly/DaftarSuaraAnak
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 6-18 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, atau misi sosial bisa ikut daftar di sini http://bit.ly/DaftarSuaraAnak
Inilah kata guru-guru Ambon tentang #MerdekaBelajar. Mereka begitu antusias mengikuti pelatihan selama 6 jam. Sekali lagi bukti bahwa guru pada dasarnya semangat belajar selama pelatihannya bermakna dan ada kepercayaan terhadap mereka. Ikuti pelatihan #MerdekaBelajar di #PekanYogya (22 April), #PekanMakassar (13 Mei) dan #PekanJakarta. Segera daftarkan diri Anda di http://bit.ly/GMBPekan
Selamat hari Jumat, para #GuruBelajar
Malam ini, kita akan bertemu lagi di https://telegram.me/mudikmingguan untuk berbincang dengan topik
"Jebakan Pembelajaran yang Menyenangkan".
Bersama Ibu Ameliasari Kesuma seorang pendidik, penulis, blogger, dan tentunya seorang yang selalu berusaha mengembangkan diri.
Saya, intan irawati akan memandu sebagai moderator.
Sampai bertemu nanti pada :
18.30 - 20.30 WIB
19.30 - 21.30 WITA
20.30 - 22.30 WIT
Merdeka!
Malam ini, kita akan bertemu lagi di https://telegram.me/mudikmingguan untuk berbincang dengan topik
"Jebakan Pembelajaran yang Menyenangkan".
Bersama Ibu Ameliasari Kesuma seorang pendidik, penulis, blogger, dan tentunya seorang yang selalu berusaha mengembangkan diri.
Saya, intan irawati akan memandu sebagai moderator.
Sampai bertemu nanti pada :
18.30 - 20.30 WIB
19.30 - 21.30 WITA
20.30 - 22.30 WIT
Merdeka!
Suara Anak Jogja siap kembali menginspirasi. Pernah dengar Suara Anak tapi masih belum jelas apa itu?
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 6-18 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, atau misi sosial bisa ikut daftar di sini http://bit.ly/DaftarSuaraAnak
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 6-18 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, atau misi sosial bisa ikut daftar di sini http://bit.ly/DaftarSuaraAnak
Sosok Wanita Penggerak Perubahan: Melanie Subono, Ananda Fitria, dan Najelaa Shihab Menginsipirasi di #PlayTalk – Women of Change
Jakarta – Seiring datangnya peringatan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April, #PlayTalk mengundang tokoh-tokoh wanita inspiratif yang siap berbagi kisah dan pengalamannya kepada generasi muda. #PlayTalk, persembahan MNC Play dan Binus International University yang diselenggarakan pada 4 April 2017 di Auditorium Binus International University, mengambil format inspiring story telling. Kali ini #PlayTalk mengusung tema Women of Change untuk menginspirasi generasi muda melalui beragam kisah yang dituangkan para tokoh wanita yang berkarya untuk memberi perubahan baik bagi sekitarnya.
“Tema Women of Change diangkat selain untuk menyambut Hari Kartini yang datang pada bulan ini juga untuk menghadirkan kisah-kisah luar biasa yang para pembicara miliki, bagaimana mereka berperan dan menciptakan perubahan lebih baik di sekitarnya. Kami harap mahasiswa dan pengunjung dapat terinspirasi dengan terselenggaranya acara #PlayTalk sehingga setelah ini mereka bisa turut memberi kebermanfaatan bagi orang lain.” Aditya Haikal, GM Marketing MNC Play.
Melanie Subono, namanya begitu dikenal dalam kancah seni Indonesia. Tak hanya berprestasi dalam dunia tarik suara, Melanie juga menorehkan karya dalam bidang lainnya dengan menjadi penulis buku, aktris, pemain film, dan presenter. Di lain sisi, Melanie merupakan seorang aktivis dalam berbagai gerakan sosial. Ia sendiri merupakan pendiri dan penggagas Rumah Harapan dengan misi untuk berbagi kebaikan kepada individu yang membutuhkan. Kiprahnya dalam dunia seni dan sosial kemudian berlanjut dengan misi untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Melalui kompetisi drum band terbesar sedunia, World Music Contest (WMC) di Belanda pada bulan Juli mendatang, Ia akan mengibarkan bendera merah putih Indonesia. Dipercaya sebagai Field Commander, Melanie akan memimpin tim drum band Gita Bahana Nusantara yang terdiri dari pemain-pemain muda terbaik dari banyak kota di Indonesia. Cerita Melanie akan pengalaman, prestasi dan mimpinya untuk menyebarkan kebaikan tentu menjadi sangat menarik untuk disimak dalam #PlayTalk.
Datang dari dunia seni musik, pembicara #PlayTalk kedua ialah Ananda Fitria. Perempuan yang biasa dipanggil Nanda atau Chonky merupakan seorang produser eksekutif, penulis lagu, dan drummer dari band lokal Sweet As Revenge dengan warna musik Post-Hardcore. Saat berada di atas panggung, permainan drum Nanda dikenal ganas, dahsyat, dan penuh energi. Nanda dengan Sweet As Revenge tidak hanya sukses mempertahankan eksistensi mereka di Indonesia namun juga pernah melakukan tur hingga ke Malaysia dan Singapura untuk menemui para penggemarnya. Melalui #PlayTalk, kisah Nanda yang konsisten menyebarkan minatnya dalam bermusik dari satu panggung ke panggung lainnya seraya memecahkan stereotype bahwa drummer wanita mampu tampil profesional dengan memukau dicurahkan.
Najelaa Shihab memiliki cita-cita untuk meningkatkan akses, kualitas, dan persamaan dalam pendidikan di Indonesia. Kontribusinya teruwujud dari sekolah Cikal yang ia dirikan pada tahun 1999 yang kini telah memiliki ribuan murid dengan berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Selain itu, Ia juga menginisiasi beragam organisasi serta komunitas pendidikan. Najelaa terlibat dalam Inibudi dengan Guru Berbudi sejak 2012, Komunitas Guru Belajar Nusantara sejak 2014, Sinedu sejak 2016 dan masih banyak lainnya. Saat ini Ia dan timnya juga mengorganisir Pesta Pendidikan dengan penuh semangat. Pesta Pendidikan merupakan inisiatif Najelaa Shihab untuk meningkatkan kolaborasi di antara beberapa pemangku kepentingan seperti pemerintah, guru, orang tua, murid, dan sektor publik lainnya dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia. Kisah Najelaa Shihab sebagai agen perubahan untuk selalu mengamalkan gagasannya demi pendidikan Indonesia yang lebih baik juga turut dituangkan dalam #PlayTalk kali ini.
Inspiring story telling dalam #PlayTalk menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Jessica Bennet dan P
Jakarta – Seiring datangnya peringatan Hari Kartini yang jatuh pada bulan April, #PlayTalk mengundang tokoh-tokoh wanita inspiratif yang siap berbagi kisah dan pengalamannya kepada generasi muda. #PlayTalk, persembahan MNC Play dan Binus International University yang diselenggarakan pada 4 April 2017 di Auditorium Binus International University, mengambil format inspiring story telling. Kali ini #PlayTalk mengusung tema Women of Change untuk menginspirasi generasi muda melalui beragam kisah yang dituangkan para tokoh wanita yang berkarya untuk memberi perubahan baik bagi sekitarnya.
“Tema Women of Change diangkat selain untuk menyambut Hari Kartini yang datang pada bulan ini juga untuk menghadirkan kisah-kisah luar biasa yang para pembicara miliki, bagaimana mereka berperan dan menciptakan perubahan lebih baik di sekitarnya. Kami harap mahasiswa dan pengunjung dapat terinspirasi dengan terselenggaranya acara #PlayTalk sehingga setelah ini mereka bisa turut memberi kebermanfaatan bagi orang lain.” Aditya Haikal, GM Marketing MNC Play.
Melanie Subono, namanya begitu dikenal dalam kancah seni Indonesia. Tak hanya berprestasi dalam dunia tarik suara, Melanie juga menorehkan karya dalam bidang lainnya dengan menjadi penulis buku, aktris, pemain film, dan presenter. Di lain sisi, Melanie merupakan seorang aktivis dalam berbagai gerakan sosial. Ia sendiri merupakan pendiri dan penggagas Rumah Harapan dengan misi untuk berbagi kebaikan kepada individu yang membutuhkan. Kiprahnya dalam dunia seni dan sosial kemudian berlanjut dengan misi untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Melalui kompetisi drum band terbesar sedunia, World Music Contest (WMC) di Belanda pada bulan Juli mendatang, Ia akan mengibarkan bendera merah putih Indonesia. Dipercaya sebagai Field Commander, Melanie akan memimpin tim drum band Gita Bahana Nusantara yang terdiri dari pemain-pemain muda terbaik dari banyak kota di Indonesia. Cerita Melanie akan pengalaman, prestasi dan mimpinya untuk menyebarkan kebaikan tentu menjadi sangat menarik untuk disimak dalam #PlayTalk.
Datang dari dunia seni musik, pembicara #PlayTalk kedua ialah Ananda Fitria. Perempuan yang biasa dipanggil Nanda atau Chonky merupakan seorang produser eksekutif, penulis lagu, dan drummer dari band lokal Sweet As Revenge dengan warna musik Post-Hardcore. Saat berada di atas panggung, permainan drum Nanda dikenal ganas, dahsyat, dan penuh energi. Nanda dengan Sweet As Revenge tidak hanya sukses mempertahankan eksistensi mereka di Indonesia namun juga pernah melakukan tur hingga ke Malaysia dan Singapura untuk menemui para penggemarnya. Melalui #PlayTalk, kisah Nanda yang konsisten menyebarkan minatnya dalam bermusik dari satu panggung ke panggung lainnya seraya memecahkan stereotype bahwa drummer wanita mampu tampil profesional dengan memukau dicurahkan.
Najelaa Shihab memiliki cita-cita untuk meningkatkan akses, kualitas, dan persamaan dalam pendidikan di Indonesia. Kontribusinya teruwujud dari sekolah Cikal yang ia dirikan pada tahun 1999 yang kini telah memiliki ribuan murid dengan berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di banyak kota di Indonesia. Selain itu, Ia juga menginisiasi beragam organisasi serta komunitas pendidikan. Najelaa terlibat dalam Inibudi dengan Guru Berbudi sejak 2012, Komunitas Guru Belajar Nusantara sejak 2014, Sinedu sejak 2016 dan masih banyak lainnya. Saat ini Ia dan timnya juga mengorganisir Pesta Pendidikan dengan penuh semangat. Pesta Pendidikan merupakan inisiatif Najelaa Shihab untuk meningkatkan kolaborasi di antara beberapa pemangku kepentingan seperti pemerintah, guru, orang tua, murid, dan sektor publik lainnya dalam memperjuangkan pendidikan Indonesia. Kisah Najelaa Shihab sebagai agen perubahan untuk selalu mengamalkan gagasannya demi pendidikan Indonesia yang lebih baik juga turut dituangkan dalam #PlayTalk kali ini.
Inspiring story telling dalam #PlayTalk menjadi lebih istimewa dengan kehadiran Jessica Bennet dan P
atrecia Sarah atau yang lebih dikenal dengan Jebe & Petty, peraih juara pertama X Factor Indonesia 2015. Duo yang baru saja merilis single terbaru mereka Di Dekatmu ini senantiasa menunjukan kekompakkan dan musikalitas mengangumkan sejak masih berkompetisi di ajang X-Factor. Setelah kemenangannya, kini Jebe & Petty tengah fokus menggarap musik bernuansa Elecronic Dance Music dan meningkatkan eksistensinya di dunia musik tanah air. Dengan karakter suara yang unik, Jebe & Petty semakin menghidupkan suasana acara #PlayTalk dengan lagu-lagu yang mereka bawakan.
Christine Gneuss, Head of Communications Program Binus International University menuturkan, “Setelah lulus, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi agen perubahan. Bukan sekedar untuk mencari pekerjaan saja namun mampu menjadi pemimpin di tengah masyarakat dimana pun mereka berada. Untuk itu, acara ini bagus sekali untuk mahasiswa dan pengunjung karena mereka dapat menyimak langsung cerita dan pengalaman dari sosok-sosok yang tidak hanya berprestasi dalam bidangnya namun juga memiliki kisah menarik tentang gerakan perubahan yang mereka lakukan.”
#PlayTalk terselenggara atas kerja sama MNC Play dan Binus University International Communications Program, juga didukung oleh BINUS TV, SMN, V Radio, Global Radio, Go-Tix dan Pizza Nagih. Mahasiswa dan penonton yang ingin datang ke #PlayTalk dapat melakukan reservasi hanya dengan ‘klik’ #PlayTalk di Go-Tix pada aplikasi Go-Jek.
Christine Gneuss, Head of Communications Program Binus International University menuturkan, “Setelah lulus, mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi agen perubahan. Bukan sekedar untuk mencari pekerjaan saja namun mampu menjadi pemimpin di tengah masyarakat dimana pun mereka berada. Untuk itu, acara ini bagus sekali untuk mahasiswa dan pengunjung karena mereka dapat menyimak langsung cerita dan pengalaman dari sosok-sosok yang tidak hanya berprestasi dalam bidangnya namun juga memiliki kisah menarik tentang gerakan perubahan yang mereka lakukan.”
#PlayTalk terselenggara atas kerja sama MNC Play dan Binus University International Communications Program, juga didukung oleh BINUS TV, SMN, V Radio, Global Radio, Go-Tix dan Pizza Nagih. Mahasiswa dan penonton yang ingin datang ke #PlayTalk dapat melakukan reservasi hanya dengan ‘klik’ #PlayTalk di Go-Tix pada aplikasi Go-Jek.
Pelatihan Guru Merdeka Belajar
Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.
Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.
Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar.
Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017.
Sabtu, 22 April 2017
08.00 - 16.00 WIB
Kompleks Balaikota Yogyakarta
Daftar di http://bit.ly/GMBPekan
Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.
Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.
Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar.
Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017.
Sabtu, 22 April 2017
08.00 - 16.00 WIB
Kompleks Balaikota Yogyakarta
Daftar di http://bit.ly/GMBPekan
Google Docs
Pelatihan Guru Merdeka Belajar
Apa Pentingnya?
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu…
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu…