Karena pendidikan adalah urusan semua orang, Ayo Belajar, Bergerak dan Bermakna Barengan di #PestaPendidikan.
Komunitas Anda tertarik bergabung? Pelajari http://bit.ly/BookletKomunitasPekan dan daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Komunitas Anda tertarik bergabung? Pelajari http://bit.ly/BookletKomunitasPekan dan daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih pemula sebanyak 1.229.097 jiwa (3%) dari jumlah pemilih tetap Pilkada 2017 sebanyak 41.027.111 jiwa.
Pemilih pemula ini seringkali luput untuk diberi wawasan dan pendidikan politik. Menurut Bawono Kumoro (peneliti politik The Habibie Center, 2013), pendidikan politik bagi pemilih pemula menjadi sangat penting untuk menekan praktik politik uang, meningkatkan partisipasi aktif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Pemilu dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Oleh karena itu, Pusat Studi Pendidikan Dan Kebijakan (PSPK) menyelenggarakan Diskusi Publik Pendidikan (Beranda PSPK) bertajuk "Pilkada dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula" yang akan diadakan pada:
🗓Hari/ tanggal : Selasa, 31 Januari 2017
⏰ Waktu : Pukul 15.30-18.00 WIB
🏫 Tempat : 5th floor Eat & Eat, FX Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta
Terlampir poster untuk disebarluaskan kepada rekan/relasi yang berminat untuk hadir dan berpartisipasi. Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya.
Registrasi : 085891630031 (Hasan Asyari via WhatsApp)
Salam pendidikan
Pusat Studi Pendidikan Dan Kebijakan (PSPK)
Pemilih pemula ini seringkali luput untuk diberi wawasan dan pendidikan politik. Menurut Bawono Kumoro (peneliti politik The Habibie Center, 2013), pendidikan politik bagi pemilih pemula menjadi sangat penting untuk menekan praktik politik uang, meningkatkan partisipasi aktif yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Pemilu dan keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Oleh karena itu, Pusat Studi Pendidikan Dan Kebijakan (PSPK) menyelenggarakan Diskusi Publik Pendidikan (Beranda PSPK) bertajuk "Pilkada dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula" yang akan diadakan pada:
🗓Hari/ tanggal : Selasa, 31 Januari 2017
⏰ Waktu : Pukul 15.30-18.00 WIB
🏫 Tempat : 5th floor Eat & Eat, FX Sudirman, Jl. Jenderal Sudirman, Pintu 1 Senayan, Jakarta
Terlampir poster untuk disebarluaskan kepada rekan/relasi yang berminat untuk hadir dan berpartisipasi. Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya.
Registrasi : 085891630031 (Hasan Asyari via WhatsApp)
Salam pendidikan
Pusat Studi Pendidikan Dan Kebijakan (PSPK)
Surat Kabar Guru Belajar
Menularkan Kegemaran Belajar
Dapat Diunduh di
Edisi 7 http://bit.ly/SKGuruBelajar7 : Pentingnya Refleksi
Edisi 6 http://bit.ly/SKGuruBelajar6 : Merdeka Belajar
Edisi 5 http://bit.ly/SKGuruBelajar5 : Hari Pertama Sekolah
Edisi 4 http://bit.ly/SKGuruBelajar4 : Pendidikan Budi Pekerti
Edisi 3 http://bit.ly/SKGuruBelajar3 : Disiplin Positif
Edisi 2 http://bit.ly/SKGuruBelajar2 : Asesmen Otentik
Edisi 1 http://bit.ly/SKGuruBelajar1 : Guru Belajar
Menularkan Kegemaran Belajar
Dapat Diunduh di
Edisi 7 http://bit.ly/SKGuruBelajar7 : Pentingnya Refleksi
Edisi 6 http://bit.ly/SKGuruBelajar6 : Merdeka Belajar
Edisi 5 http://bit.ly/SKGuruBelajar5 : Hari Pertama Sekolah
Edisi 4 http://bit.ly/SKGuruBelajar4 : Pendidikan Budi Pekerti
Edisi 3 http://bit.ly/SKGuruBelajar3 : Disiplin Positif
Edisi 2 http://bit.ly/SKGuruBelajar2 : Asesmen Otentik
Edisi 1 http://bit.ly/SKGuruBelajar1 : Guru Belajar
“Wah dinding kelasnya bagus, banyak gambarnya”
Selama ini banyak yang berpikir bahwa dinding kelas yang bagus ialah yang banyak gambar, warna, dan indah utuk dilihat.
Apakah keindahan dinding kelas membantu siswa dalam belajar?
Atau dinding kelas yang indah justru menjadi ‘pajangan’ tanpa makna?
Bagaimana membuat diding kelas yang bisa digunakan untuk media belajar, bukan hanya belajar biasa, namun MERDEKA BELAJAR.
Ikuti diskusi mingguan Komunitas Guru Belajar dengan topik “Dinding Merdeka Belajar" di https://telegram.me/diskusigurubelajar , pada :
Hari Jumat, 27 Januari 2017.
Indonesia Timur : 20.30 - 22.30
Indonesia Tengah : 19.30 - 21.30
Indonesia Barat : 18.30 - 20.30.
Menghadirkan narsumber Ibu Husnul Chotimah (Vice Principal Sekolah Cikal Cilandak dan Center Manager Rumah Main Cikal Sudirman) dengan Pak Rizqy Rahmat Hani (guru SMA 1 Sragi, Pekalongan) sebagai moderator.
Sampai nanti malam ya.
Selama ini banyak yang berpikir bahwa dinding kelas yang bagus ialah yang banyak gambar, warna, dan indah utuk dilihat.
Apakah keindahan dinding kelas membantu siswa dalam belajar?
Atau dinding kelas yang indah justru menjadi ‘pajangan’ tanpa makna?
Bagaimana membuat diding kelas yang bisa digunakan untuk media belajar, bukan hanya belajar biasa, namun MERDEKA BELAJAR.
Ikuti diskusi mingguan Komunitas Guru Belajar dengan topik “Dinding Merdeka Belajar" di https://telegram.me/diskusigurubelajar , pada :
Hari Jumat, 27 Januari 2017.
Indonesia Timur : 20.30 - 22.30
Indonesia Tengah : 19.30 - 21.30
Indonesia Barat : 18.30 - 20.30.
Menghadirkan narsumber Ibu Husnul Chotimah (Vice Principal Sekolah Cikal Cilandak dan Center Manager Rumah Main Cikal Sudirman) dengan Pak Rizqy Rahmat Hani (guru SMA 1 Sragi, Pekalongan) sebagai moderator.
Sampai nanti malam ya.
Yuk segera merapat untuk diskusi #gurubelajar tentang Dinding Merdeka Belajar di
https://telegram.me/diskusigurubelajar
https://telegram.me/diskusigurubelajar
Topik Edisi Kedua Tahun Kedua adalah Komitmen Belajar, ciri pertama dari pelajar yang Merdeka Belajar. Topik ini penting dipelajari pada saat awal semester atau tahun ajaran baru sebagai awal proses belajar.
Anda punya pengalaman menarik dalam membangun Komitmen Belajar? Kirimkan tulisan Anda ke Surat Kabar Guru Belajar agar bisa dipelajari oleh guru di seluruh Nusantara. Cara mengirimkan tulisan:
Unduh panduan Penulisan #PraktikCerdas di http://bit.ly/MenulisKGB
Tuliskan sesuai panduan dan simpan dalam file dengan nama #PraktikCerdas "Nama Penulis"
Emailkan file beserta foto diri dan foto aktivitas dengan subyek email #PraktikCerdas "Nama Penulis" ke KampusGuru@Cikal.co.id paling lambat kami terima tanggal 8 Februari 2017
Karena tulisan di Surat Kabar ini mempunyai format yang unik, silahkan baca juga Tips Menulis di Surat Kabar Guru Belajar di http://bit.ly/TipsMenulis1
Kami juga menerima tulisan Anda mengenai pengalaman mengajar atau membuat kegiatan belajar di luar topik utama. Silahan ikuti panduan penulisan yang telah dicantukan di bagian atas.
Anda punya pengalaman menarik dalam membangun Komitmen Belajar? Kirimkan tulisan Anda ke Surat Kabar Guru Belajar agar bisa dipelajari oleh guru di seluruh Nusantara. Cara mengirimkan tulisan:
Unduh panduan Penulisan #PraktikCerdas di http://bit.ly/MenulisKGB
Tuliskan sesuai panduan dan simpan dalam file dengan nama #PraktikCerdas "Nama Penulis"
Emailkan file beserta foto diri dan foto aktivitas dengan subyek email #PraktikCerdas "Nama Penulis" ke KampusGuru@Cikal.co.id paling lambat kami terima tanggal 8 Februari 2017
Karena tulisan di Surat Kabar ini mempunyai format yang unik, silahkan baca juga Tips Menulis di Surat Kabar Guru Belajar di http://bit.ly/TipsMenulis1
Kami juga menerima tulisan Anda mengenai pengalaman mengajar atau membuat kegiatan belajar di luar topik utama. Silahan ikuti panduan penulisan yang telah dicantukan di bagian atas.
KILAS memberikan informasi dan ulasan tentang berbagai kebijakan pendidikan secara ringkas dengan isu-isu kontekstual yang dikeluarkan oleh Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK). KILAS menjadi kumpulan referensi penelitian dan pengembangan advokasi pendidikan serta menjadi cerminan misi PSPK.
Kajian dan analisis yang menjadi fokus kajian tim peneliti PSPK dalam edisi ini adalah tentang kompetensi guru. Untuk mendapatkan kumpulan tulisan yang dimuat dalam Kilas Pendidikan Edisi 6, silahkan klik http://pspk.web.id/kilas-pendidikan/kilas-pendidikan-edisi-6/
Kajian dan analisis yang menjadi fokus kajian tim peneliti PSPK dalam edisi ini adalah tentang kompetensi guru. Untuk mendapatkan kumpulan tulisan yang dimuat dalam Kilas Pendidikan Edisi 6, silahkan klik http://pspk.web.id/kilas-pendidikan/kilas-pendidikan-edisi-6/
Saat ini Pusat Studi Pendidikan Dan Kebijakan (PSPK) sedang menyelenggarakan Diskusi Publik Pendidikan (Beranda PSPK) bertajuk "Pilkada dan Pendidikan Politik Pemilih Pemula". Silakan mengikuti tautan berikut untuk menyimak secara daring (online) https://web.facebook.com/PSPK.Indonesia/?fref=ts&ref=br_tf&_rdr#
Tujuan pendidikan adalah karya. Bukan sekedar lulus ujian atau dapat pekerjaan, tapi kompetensi diri dan manfaat untuk negeri. Najelaa Shihab
Ayo Belajar, Bergerak dan Bermakna barengan di #Pekan2017 yang akan hadir di Bandung, Ambon, Yogyakarta, Makassar dan Jakarta (urutan sesuai waktu pelaksanaan).
Daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Daftarkan sekolah Anda di http://Tinyurl.com/SekolahPeKan
Ayo Belajar, Bergerak dan Bermakna barengan di #Pekan2017 yang akan hadir di Bandung, Ambon, Yogyakarta, Makassar dan Jakarta (urutan sesuai waktu pelaksanaan).
Daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Daftarkan sekolah Anda di http://Tinyurl.com/SekolahPeKan
Bandung, apakah sudah siap Belajar, Bergerak dan Bermakna barengan di Festival Publik #Pekan2017?
Segera daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Segera daftarkan sekolah Anda di http://Tinyurl.com/SekolahPeKan
Segera daftarkan komunitas Anda di http://bit.ly/DaftarKomunitasPekan
Segera daftarkan sekolah Anda di http://Tinyurl.com/SekolahPeKan
Halo! ✋✋✋
Apa kabarnya? 😊😊😊
Sekolah adalah tempat bagi guru membantu pelajar mengembangkan potensinya. Sayangnya, guru seringkali menghadapi keterbatasan sarana parasarana. Apa yang bisa dilakukan guru dalam mengatasi keterbatasan itu?
Ikuti diskusi mingguan Komunitas Guru Belajar dengan topik "Kreativitas Tanpa Batas"
Klik https://telegram.me/diskusigurubelajar
Jumat, 3 Februari 2017
Indonesia Timur : 20.30 - 22.30
Indonesia Tengah : 19.30 - 21.30
Indonesia Barat : 18.30 - 20.30.
Narasumber
Nunuk Riza Puji
KGB Pekalongan
Guru SMAN 1 Petungkriyono Pekalongan
Moderator:
Arif Dwi Setiawan
Aktifis Sekolah Jalan,
KGB Bojonegoro
Sampai nanti malam ya 😘😊
Apa kabarnya? 😊😊😊
Sekolah adalah tempat bagi guru membantu pelajar mengembangkan potensinya. Sayangnya, guru seringkali menghadapi keterbatasan sarana parasarana. Apa yang bisa dilakukan guru dalam mengatasi keterbatasan itu?
Ikuti diskusi mingguan Komunitas Guru Belajar dengan topik "Kreativitas Tanpa Batas"
Klik https://telegram.me/diskusigurubelajar
Jumat, 3 Februari 2017
Indonesia Timur : 20.30 - 22.30
Indonesia Tengah : 19.30 - 21.30
Indonesia Barat : 18.30 - 20.30.
Narasumber
Nunuk Riza Puji
KGB Pekalongan
Guru SMAN 1 Petungkriyono Pekalongan
Moderator:
Arif Dwi Setiawan
Aktifis Sekolah Jalan,
KGB Bojonegoro
Sampai nanti malam ya 😘😊
Merdeka Belajar: Berkarya BARENGAN untuk Pendidikan
Najelaa Shihab (Inisiator Pesta Pendidikan)
Pendidikan bagian besar dari kehidupan kita, walau bukan guru atau murid setiap hari, sebagian dari kita adalah orangtua dan semua kita setidaknya pernah bersekolah formal ataupun non formal. Kesadaran tentang pentingnya pendidikan ada pada kita semua.
Tapi, setiap kali berbincang dengan kepala sekolah yang sudah bertahun-tahun bertugas minim otonomi, ibu yang "terpaksa" mendisiplinkan anak belasan tahun dengan kekerasan, pelaku industri yang kesulitan merekrut calon pekerja, kata yang dominan muncul saat bicara reformasi pendidikan adalah: patah hati dan apati. Di situasi lain ada yang hanya menyalahkan pemerintah atau bahkan mengutuk zaman.
Pengalaman ini menunjukkan pentingnya perubahan yang berangkat dari praktik baik, merayakan semangat yang muncul dari kekuatan. BARENGAN di Pesta Pendidikan 2016 telah kita tuntaskan, Pesta Pendidikan 2017 akan segera kita lakukan. Kita mengubah patah hati menjadi kehangatan hati, mengganti apati dengan peduli.
Belajar selalu penuh resiko, karena dimulai dari mengakui banyak yang belum kita ketahui. Belajar BARENGAN bisa meringankan beban. Guru Rizky di SMA negeri di Pekalongan sudah menggunakan teknologi video dengan berhasil - banyak kesalahan yang tidak perlu diulang oleh Guru Lany saat mencoba melakukan hal yang sama untuk anak-anak di pedalaman Papua. Ini satu dari begitu banyak catatan di Ngobrol Publik dalam Pesta Pendidikan. Temu pendidik dan pengalaman belajar satu orang atau komunitas, jadi cerita perubahan untuk ribuan peran.
Bergerak untuk pendidikan kadang kala membosankan, karena tujuan kita pasti jangka panjang. Bergerak BARENGAN bisa mempercepat keberhasilan. Insan perfilman yang butuh penonton cerdas, sekolah yang butuh variasi alat pengajaran, orangtua yang ingin aktivitas keluarga yang bukan sekedar hiburan, bergiat barengan lewat sinema edukasi di sinedu.id. Ini sedikit dari apa yang bisa dilihat di Pameran Publik dalam Pesta Pendidikan. Keahlian dan kepentingan yang tidak sering bersinggungan, mendapat kesempatan bekerjasama.
Bermakna untuk pendidikan bisa jadi melelahkan, karena manfaat yang kita berikan sering susah kelihatan. Bermakna BARENGAN bisa melipatgandakan dampak. Hal tersebut dilakukan oleh Ini Budi dan Kita Bisa. Ini Budi adalah inisiatif yang membuat video pelajaran digital dengan relawan Guru Berbudi dan menyebarkannya ke seluruh nusantara. Ini Budi bersama Kita Bisa mengumpulkan donasi publik berupa flashdisk baru ataupun bekas untuk menyimpan video dan dibagikan ke sekolah di lokasi dengan akses internet terbatas. Korporasi yang peduli seperti Wardah, menggandakan jumlahnya dengan dana. Ini bukti nyata, yang jadi contoh Aksi Publik dalam Pesta Pendidikan. Perjalanan masing-masing organisasi yang awalnya sendirian jadi gabungan beragam pengalaman.
Ayo BARENGAN! Sesuatu yang sudah sering dikumandangkan, bukan saja sejak Pesta Pendidikan tahun lalu, tapi dibuktikan banyak tokoh dalam sejarah panjang perjuangan Indonesia. Apapun peran dan profesi Anda, di manapun institusi pendidikan ataupun kelompok tempat Anda berkontribusi, di Pesta Pendidikan modal kita bukan hanya semangat. Modal kita adalah menyepakati prinsip BARENGAN.
Kita mewujudkan pelajar sepanjang hayat, karena kita tidak serba tahu atau sok tahu.
Kita memberdayakan semua pelaku, karena kita tidak ingin menciptakan ketergantungan pada bantuan.
Kita menghargai keragaman, tidak melupakan konteks dan menuntut keseragaman.
Kita berkolaborasi dengan terbuka, tidak memandang golongan berbeda sebagai kompetitor atau ancaman.
Kita mempraktikkan standard baik, memilih tidak asal bunyi, selalu menggunakan data dan bukti.
Ribuan orang, organisasi dan komunitas, kementrian dan lembaga, media dan korporasi sudah ikut BARENGAN di Pesta Pendidikan.
Memilih menjadi publik yang berdaya, bukan menunggu undangan kegiatan insidental untuk terlibat.
Memilih melakukan perubahan pendidikan berkelanjutan, bukan hanya kampanye musiman.
Najelaa Shihab (Inisiator Pesta Pendidikan)
Pendidikan bagian besar dari kehidupan kita, walau bukan guru atau murid setiap hari, sebagian dari kita adalah orangtua dan semua kita setidaknya pernah bersekolah formal ataupun non formal. Kesadaran tentang pentingnya pendidikan ada pada kita semua.
Tapi, setiap kali berbincang dengan kepala sekolah yang sudah bertahun-tahun bertugas minim otonomi, ibu yang "terpaksa" mendisiplinkan anak belasan tahun dengan kekerasan, pelaku industri yang kesulitan merekrut calon pekerja, kata yang dominan muncul saat bicara reformasi pendidikan adalah: patah hati dan apati. Di situasi lain ada yang hanya menyalahkan pemerintah atau bahkan mengutuk zaman.
Pengalaman ini menunjukkan pentingnya perubahan yang berangkat dari praktik baik, merayakan semangat yang muncul dari kekuatan. BARENGAN di Pesta Pendidikan 2016 telah kita tuntaskan, Pesta Pendidikan 2017 akan segera kita lakukan. Kita mengubah patah hati menjadi kehangatan hati, mengganti apati dengan peduli.
Belajar selalu penuh resiko, karena dimulai dari mengakui banyak yang belum kita ketahui. Belajar BARENGAN bisa meringankan beban. Guru Rizky di SMA negeri di Pekalongan sudah menggunakan teknologi video dengan berhasil - banyak kesalahan yang tidak perlu diulang oleh Guru Lany saat mencoba melakukan hal yang sama untuk anak-anak di pedalaman Papua. Ini satu dari begitu banyak catatan di Ngobrol Publik dalam Pesta Pendidikan. Temu pendidik dan pengalaman belajar satu orang atau komunitas, jadi cerita perubahan untuk ribuan peran.
Bergerak untuk pendidikan kadang kala membosankan, karena tujuan kita pasti jangka panjang. Bergerak BARENGAN bisa mempercepat keberhasilan. Insan perfilman yang butuh penonton cerdas, sekolah yang butuh variasi alat pengajaran, orangtua yang ingin aktivitas keluarga yang bukan sekedar hiburan, bergiat barengan lewat sinema edukasi di sinedu.id. Ini sedikit dari apa yang bisa dilihat di Pameran Publik dalam Pesta Pendidikan. Keahlian dan kepentingan yang tidak sering bersinggungan, mendapat kesempatan bekerjasama.
Bermakna untuk pendidikan bisa jadi melelahkan, karena manfaat yang kita berikan sering susah kelihatan. Bermakna BARENGAN bisa melipatgandakan dampak. Hal tersebut dilakukan oleh Ini Budi dan Kita Bisa. Ini Budi adalah inisiatif yang membuat video pelajaran digital dengan relawan Guru Berbudi dan menyebarkannya ke seluruh nusantara. Ini Budi bersama Kita Bisa mengumpulkan donasi publik berupa flashdisk baru ataupun bekas untuk menyimpan video dan dibagikan ke sekolah di lokasi dengan akses internet terbatas. Korporasi yang peduli seperti Wardah, menggandakan jumlahnya dengan dana. Ini bukti nyata, yang jadi contoh Aksi Publik dalam Pesta Pendidikan. Perjalanan masing-masing organisasi yang awalnya sendirian jadi gabungan beragam pengalaman.
Ayo BARENGAN! Sesuatu yang sudah sering dikumandangkan, bukan saja sejak Pesta Pendidikan tahun lalu, tapi dibuktikan banyak tokoh dalam sejarah panjang perjuangan Indonesia. Apapun peran dan profesi Anda, di manapun institusi pendidikan ataupun kelompok tempat Anda berkontribusi, di Pesta Pendidikan modal kita bukan hanya semangat. Modal kita adalah menyepakati prinsip BARENGAN.
Kita mewujudkan pelajar sepanjang hayat, karena kita tidak serba tahu atau sok tahu.
Kita memberdayakan semua pelaku, karena kita tidak ingin menciptakan ketergantungan pada bantuan.
Kita menghargai keragaman, tidak melupakan konteks dan menuntut keseragaman.
Kita berkolaborasi dengan terbuka, tidak memandang golongan berbeda sebagai kompetitor atau ancaman.
Kita mempraktikkan standard baik, memilih tidak asal bunyi, selalu menggunakan data dan bukti.
Ribuan orang, organisasi dan komunitas, kementrian dan lembaga, media dan korporasi sudah ikut BARENGAN di Pesta Pendidikan.
Memilih menjadi publik yang berdaya, bukan menunggu undangan kegiatan insidental untuk terlibat.
Memilih melakukan perubahan pendidikan berkelanjutan, bukan hanya kampanye musiman.
Relawan yang terlibat sukarela, bukan orang-orang yang punya lebih banyak waktu tapi lebih kaya hati. Organisasi yang ikutan adalah yang yakin masing-masing kita punya potensi dan disposisi positif, yang akan menghasilkan kompetensi luar biasa saat digabungkan. Kita merayakan pendidikan dengan Berkarya Melintasi Batas, dengan BARENGAN.
#SemuaMuridSemuaGuru
https://www.facebook.com/PestaPendidikan/
#SemuaMuridSemuaGuru
https://www.facebook.com/PestaPendidikan/
Temu Pendidik Daring (Online) - Facebook Live
Kampus Guru Cikal - Komunitas Guru Belajar
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu, guru menghadapi perubahan pemimpin sekolah dan rekan guru. Setiap waktu, guru menemui perubahan situasi kondisi sosial, politik, lingkungan dan teknologi.
Apa salah kaprah yang menghambat guru dalam menghadapi perubahan? Bagaimana guru mengatasi beragam perubahan tersebut?
Saksikan Temu Pendidik Daring (Online) - Facebook Live
GURU MERDEKA BELAJAR
Simak kajian dan praktik para guru yang berjuang merdeka belajar untuk menghadapi tantangan dalam menjalankan profesi sebagai pendidik
Narasumber:
Rizqi Rahmat Hani - Guru honorer 5 tahun di SMA Negeri Sragi | Penggerak KGB Pekalongan
Irmayanti - Guru SMA Annurmaniyah Tangerang sejak 2005 | Penggerak KGB Tangsel
Najelaa Shihab - Pendiri Sekolah Cikal (1999) dan Kampus Guru Cikal (2014)
Jumat, 10 Februari 2017
14.00 - 16.00 WIB | 15.00 - 17.00 WITA | 16.00 - 18.00 WIT
Lokasi: Facebook Kampus Guru Cikal | https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/
Anda bisa hanya menyimak, bisa bertanya, bisa juga berbagi pengalaman di kolom komentar pada waktu pelaksanaan. Siapkan pertanyaan atau pengalaman Anda
Catat waktunya pada kalendar di meja atau perangkat digital Anda
Ajak rekan guru yang lain untuk nonton bareng (nobar)
Salam Merdeka Belajar!
Kampus Guru Cikal - Komunitas Guru Belajar
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu, guru menghadapi perubahan pemimpin sekolah dan rekan guru. Setiap waktu, guru menemui perubahan situasi kondisi sosial, politik, lingkungan dan teknologi.
Apa salah kaprah yang menghambat guru dalam menghadapi perubahan? Bagaimana guru mengatasi beragam perubahan tersebut?
Saksikan Temu Pendidik Daring (Online) - Facebook Live
GURU MERDEKA BELAJAR
Simak kajian dan praktik para guru yang berjuang merdeka belajar untuk menghadapi tantangan dalam menjalankan profesi sebagai pendidik
Narasumber:
Rizqi Rahmat Hani - Guru honorer 5 tahun di SMA Negeri Sragi | Penggerak KGB Pekalongan
Irmayanti - Guru SMA Annurmaniyah Tangerang sejak 2005 | Penggerak KGB Tangsel
Najelaa Shihab - Pendiri Sekolah Cikal (1999) dan Kampus Guru Cikal (2014)
Jumat, 10 Februari 2017
14.00 - 16.00 WIB | 15.00 - 17.00 WITA | 16.00 - 18.00 WIT
Lokasi: Facebook Kampus Guru Cikal | https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/
Anda bisa hanya menyimak, bisa bertanya, bisa juga berbagi pengalaman di kolom komentar pada waktu pelaksanaan. Siapkan pertanyaan atau pengalaman Anda
Catat waktunya pada kalendar di meja atau perangkat digital Anda
Ajak rekan guru yang lain untuk nonton bareng (nobar)
Salam Merdeka Belajar!
Membongkar Miskonsepsi, Menjadi Guru Merdeka Belajar
Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.
Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.
Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar yang saat ini telah ada di lebih dari 50 daerah.
Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017. Pada kota pertama penyelenggaraan, Bandung, pelatihan akan diadakan pada Sabtu, 25 Februari 2017 mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB di kampus UPI. Jadi tunggu apalagi, silahkan daftarkan diri di http://bit.ly/GMBPekan
Mari rebut kembali, kemerdekaan belajar kita sebagai guru :)
Sumber: http://pestapendidikan.com/berita/membongkar-miskonsepsi-menjadi-guru-merdeka-belajar/
Guru belajar seringkali disalahartikan sebagai kegiatan di kelas, dimotivasi sogokan dan hukuman (reward & punishment), hanya bisa belajar dari pakar, menduplikasi resep mengajar, perubahan terjadi seketika dan capaian hanya dinilai secara individual. Sejumlah miskonsepsi tersebut yang membuat guru terbelenggu yang gagap dalam menjalankan profesi sebagai pendidik.
Kampus Guru Cikal hadir untuk berjuang melawan miskonsepsi pengembangan guru tersebut. Dengan menggunakan Model Pendidikan Guru Cikal dari hasil refleksi 18 tahun mendampingi Sekolah Cikal, Kampus Guru Cikal menyediakan beragam aktivitas bagi guru melakukan pengembangan diri. Pintu masuknya adalah Pelatihan Guru Merdeka Belajar yang diluncurkan pada Pesta Pendidikan 2017 - Bandung.
Dalam pelatihan tersebut, para guru diajak mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan kompetensi merdeka belajar. Dari pemahaman itu, peserta diajak menganalisis kondisi yang dibutuhkan guru dan murid untuk merdeka belajar. Setelah itu, guru diajak untuk merancang pengembangan diri sebagai guru merdeka belajar dan membuat rancangan untuk memulai kelas dengan semangat merdeka belajar.
Pelatih Kampus Guru Cikal akan memandu pelatihan dengan diferensiasi strategi belajar, mendapatkan pemahaman bermakna dari pengalaman, diperkaya dengan praktik dan disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks peserta pelatihan. Dalam 6 jam, peserta diajak untuk aktif belajar, mendapatkan pelajaran sekaligus berbagi pelajaran dengan peserta yang lain. Setelah pelatihan, peserta pelatihan belajar melalui grup WA dengan mentor dari Kampus Guru Cikal dan berbagi praktik dengan Komunitas Guru Belajar yang saat ini telah ada di lebih dari 50 daerah.
Bila Anda adalah seorang guru yang bersemangat belajar, ingin merdeka belajar dan mendapatkan komunitas yang kondusif buat belajar, maka penting bagi Anda untuk mengikuti Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Pesta Pendidikan 2017. Pada kota pertama penyelenggaraan, Bandung, pelatihan akan diadakan pada Sabtu, 25 Februari 2017 mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB di kampus UPI. Jadi tunggu apalagi, silahkan daftarkan diri di http://bit.ly/GMBPekan
Mari rebut kembali, kemerdekaan belajar kita sebagai guru :)
Sumber: http://pestapendidikan.com/berita/membongkar-miskonsepsi-menjadi-guru-merdeka-belajar/
Google Docs
Pelatihan Guru Merdeka Belajar
Apa Pentingnya?
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu…
Setiap tahun ajaran, guru menjumpai murid dan orang tua murid yang berbeda. Setiap tahun ajaran, guru menemui dinamika kelas yang berbeda. Pada rentang waktu tertentu, guru menghadapi perubahan peraturan dan kurikulum. Pada kala tertentu…
Yuk ketemu di Temu Pendidik Daring - Guru Merdeka Belajar. Klik http://bit.ly/MudikDaringGSM
Facebook
Kampus Guru Cikal
Temu Pendidik Daring - Guru Merdeka Belajar