Pendidikan Merdeka Belajar
3.35K subscribers
563 photos
27 videos
35 files
636 links
Info dan tips pendidikan #MerdekaBelajar. Ayo ajak yang lain bergabung
Download Telegram
Selain belajar TENTANG Rasulullah SAW, penting juga untuk kita belajar DARI Rasulullah SAW - Najelaa Shihab

Yuk ikuti live streaming talkshow
Rabu, 21 Desember 2016, 16.30 - 18.00 WIB
Di halaman Facebook LivingQuran PSQ
https://www.facebook.com/livingquran2016/

Bila ada pertanyaan, silahkan tulis di komentar.
Pertanyaan terpilih akan dijawab oleh narasumber
Merdeka Belajar: Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna

oleh Najelaa Shihab

Sebagai ibu, sebagian hari yang kita jalani terasa mudah, sebagian rasanya menantang luar biasa. Kebanyakan dari kita adalah ibu berkarya, bukan hanya yang berkantor dan mendapatkan penghasilan dari luar rumah, ada juga yang menyelesaikan tugas rumah tangga atau sukarela menjadi penggerak di sekolah anak dan lingkungan tetangga. Tidak seharusnya pilihan apapun dianggap lebih atau kurang, karena semua ibu adalah ibu penuh waktu - tidak pernah menanggalkan perannya dan melupakan anaknya di setiap langkah.

Salah satu bagian dari menjadi perempuan adalah apa yang dikatakan orang lain selalu penting, terlebih lagi bila datangnya dari sesama perempuan. Sahabat seperjalanan mestinya saling meringankan tantangan dan menitipkan harapan, dalam kenyataan seolah jadi musuh bebuyutan. Menilai, menghakimi, membatasi, menyalahkan sering jadi bagian interaksi kita. Padahal, tanpa dinilai orang lain pun kita seringkali menetapkan standard terlalu tinggi untuk diri sendiri, tanpa disalahkan kelompok berbeda pun kita kerap berpikir bahwa kita sumber dari semua masalah. Ini bukan sekedar curahan hati, berbagai riset dan data tentang peran gender jelas menunjukkan bahwa perempuan dan ibu punya banyak tantangan dari dalam diri.

Salah satu batasan utama yang kita hadapi dari dalam diri sendiri adalah tuntutan untuk sempurna. Saya merasa luar biasa merdeka saat bisa dengan bangga mengatakan betapa saya tidak sempurna :)

Pengalaman gagal mengendalikan emosi menghadapi permintaan anak karena sedang terburu-buru menyelesaikan pekerjaan. Harus membolos dari acara keluarga besar karena kelelahan setelah rentetan agenda mingguan. Melanggar janji untuk lari karena malas bangun pagi. Mengubah ide presentasi yang menyusahkan tim untuk lembur sampai larut malam. Hari ini saja, saya punya sederet pengakuan tentang fakta bahwa saya tidak memiliki segalanya; sebagai perempuan, ibu, istri, anak, teman maupun pimpinan. Tidak sempurna, tidak memiliki segalanya, tapi Alhamdulillah, cukup dan terpenuhi.

Di dunia kita saat ini, perempuan yang berbicara tentang perasaan dan peran selalu dianggap korban atau sebaliknya sedang melawan. Tak heran banyak yang enggan berbagi pengalaman, karena khawatir cibiran atau "ketahuan" tidak seragam. Sebagai ibu dari dua anak perempuan yang beranjak remaja, perempuan yang berkarya bersama ribuan murid dan guru, saya sadar betul bahwa masih banyak tugas kita berkait perempuan dan pendidikan.

Perjuangan setiap ibu dan perempuan adalah belajar mencintai, dimulai dari mencintai diri sendiri dengan lebih baik setiap hari. Mampu menertawakan diri sendiri yang melakukan kesalahan sambil merencanakan perbaikan. Membiasakan bertepuk tangan untuk kesuksesan teman tanpa merasa kalah dalam persaingan. Berbagi canda dan cerita, yang menjadi cermin bermakna untuk semua perempuan.

#SemuaMuridSemuaGuru
Cerita Perjalanan (Bagian 1 dari 3)

Merdeka Belajar: Belajar dari Keikhlasan

Najelaa Shihab

Beberapa hari lalu lalu saya mengikuti perjalanan Abi Muhammad Quraish Shihab dan Tim Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) ke Pesantren Raudlatuth Tholibin, Rembang, Pesantren Al-Anwar, Sarang, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Perjalanan ini dimulai dari pertanyaan tentang proses belajar Islam dan kehidupan pesantren. Banyak eksplorasi lewat kisah, panjang diskusi di rumah, tetapi menemui Kyai-kyai besar dan terlibat langsung dalam interaksi barengan, memberikan pengalaman yang berbeda untuk saya.

Sejak dulu, cerita Abi tentang pengalamannya nyantri di Darul Hadits, Malang, selalu didominasi dengan cerita tentang keikhlasan mursyid dan berkah yang didapat murid. Beliau berkali-kali mengatakan pengalaman berguru pada Habib Abdul Kadir Bilfaqih selama dua tahun di Malang membekas terus sepanjang hayat. Di percakapan-percakapan selama perjalanan, kami mendengar uraian berkesan tentang kedamaian di pesantren. Keikhlasan belajar menjadi syarat munculnya ikatan batin, ikatan yang tidak putus setelah santri lulus. Abi selalu merasa mendapat kemudahan, bahkan pada saat pendidikan lanjutan di Al-Azhar, Mesir, terasa sangat menantang. Pengalaman mencari sumber di perpustakaan yang tiba-tiba ditemukan atau mimpi dengan pesan khusus yang mencerahkan, semuanya bukan kebetulan.

Gus Mus juga bercerita tentang Kyai yang alih-alih berputus asa, justru semakin rajin mendoakan santrinya yang justru awalnya sering melawan. Beliau-beliau menjadi contoh rahmat dari belajar yang tidak putus, bahkan sampai hari ini. Bukan saja karena nasihat sang guru terus relevan, tetapi karena ilmu Allah yang dititipkan lewat mereka terus disambungkan. Buat saya, ini mengukuhkan kepercayaan akan pentingnya pendekatan positif, perasaan diterima dalam situasi aman dan nyaman dalam pendidikan. Catatan khusus untuk diri sendiri adalah pentingnya terus konsisten melakukan tradisi, wiridan dan bacaan, yang dicontohkan orangtua harus terus dipraktikkan setiap hari. Kami dibiasakan membaca Ratib Hadad setiap habis Maghrib dan Wirid al-Latif setiap pagi. Tidak panjang sehingga insya Allah pasti sempat, namun mudah-mudahan selalu bermanfaat.

Bagian ke-2: Bergerak di Jalan Pertengahan
Bagian ke-3: Bermakna tanpa Tepuk Tangan

#SemuaMuridSemuaGuru
Halo! 🖐🖐🖐
Apa kabar? 😊😊😊

Setahun sudah Surat Kabar Guru Belajar menyapa dan menemani para guru di seluruh pelosok nusantara. Meski tidak tetap tanggal terbitnya, tapi enam edisi selalu konsisten terbit dua bulan sekali. Edisi pertama pada tahun kedua ini tampil dengan wajah baru. Semoga suka! 😙😙😙

Surat Kabar Edisi Pertama di Tahun Kedua ini membahas topik refleksi. Kami menganggap topik ini penting diulas karena, sebagaimana dijelaskan pada edisi sebelumnya, refleksi menjadi satu dari 3 ciri pelajar yang merdeka belajar. Ciri penting yang justru jarang dikenalkan oleh para guru kepada para pelajar kita. Dengan kemampuan berefleksi, pelajar kita dapat memantau dan memperbaiki cara belajarnya sehingga dapat lebih efektif. Tak heran bila kemampuan berefleksi berpengaruh terhadap kemampuan, bukan hanya pelajar tapi juga guru, dalam mengelola diri dan perilakunya.

Dalam edisi ini, topik refleksi akan diulas secara konseptual, refleksi dalam perjuangan menjadi guru, refleksi sebagai praktik di kelas hingga praktik yang melengkapi kegiatan pendidikan, dalam hal ini, Temu Pendidik Nusantara Ketiga 2016. Ulasan dari beragam dimensi tersebut menunjukkan lengkapnya proses belajar terjadi ketika dilakukan refleksi.

Pada akhirnya, selamat menikmati tampilan baru Surat Kabar Guru Belajar. Semoga bisa menemani Anda berefleksi di akhir tahun ini dan menyambut tantangan baru dengan semangat belajar! 😘

Silahkan Unduh di http://bit.ly/SKGuruBelajar7
Bila ingin bahagia, tinggallah bersama anak-anak. Itulah kesimpulan dari pengalaman empat hari menjadi orangtua tunggal untuk sementara. http://bukik.com/menjadi-orangtua-tunggal/
Ijinkanlah kami dan anak-anak kami menjadi manusia kembali. Biarkan kami berinteraksi layaknya guru dan murid, orang tua dan anak, bukan sekadar pemasok informasi dan wadah-wadah yang mesti diisi. Rahayu Ujianti Putu

Ingin tahu lebih lengkap refleksi menjadi guru?
Unduh dan baca di Surat Kabar Guru Belajar Edisi I Tahun Kedua
di http://bit.ly/SKGuruBelajar7
Selamat Siang Rekan Guru yang Baik!

Kami ingin memperkenalkan sosok yang berada dibalik Kampus Guru Cikal​, Komunitas Guru Belajar​, Temu Pendidik Nusantara dan Pesta Pendidikan​. Beliau adalah Najelaa Shihab​ yang merintis Sekolah Cikal sejak lebih dari 17 tahun yang lalu. Selama jangka waktu itu pula, beliau banyak melakukan pengembangan dan terobosan yang terbukti berhasil. Filosofi Cikal bisa dilihat di video ini http://bit.ly/Cikal5Bintang

Akhir tahun lalu, Kampus Guru Cikal mengadakan Seminar Daring (Online) melalui Facebook Live bertema Ujian Nasional dengan narasumber Guru Najelaa Shihab dan Dosen Nino Aditomo​. Seminar Daring ini merupakan terobosan untuk menyebarkan ilmu ke seluruh nusantara yang mendapat sambutan positif dari banyak guru. Karena itu, Kampus Guru Cikal berencana mengadakan Seminar Daring ini secara berkala setiap bulan.

Pada bulan Januari ini, Seminar Daring akan diadakan pada Jumat, 20 Januari 2017, pukul 14.00 - 16.00 WIB. Silahkan tandai kalendar di meja kerja atau peralatan digital Anda.

Berdasarkan obrolan di Grup WA Penggerak Guru Belajar, Rekan-Rekan Penggerak meminta kepada Guru Najelaa Shihab untuk membahas tema Merdeka Belajar. Topik menarik, tapi agar lebih seru, kita perlu topik yang lebih spesifik. Ada tiga alternatif topik sebagaimana tersebut di bawah. Kami mohon masukan dari rekan-rekan Guru buat menentukan pilihan.

Silahkan memilh topiknya dengan klik di http://bit.ly/SDKGC012017


Tim Kampus Guru Cikal
Chusnul Chotimah & Bukik Setiawan
Selamat pagi, selamat hari Jumat 😊
Selamat harinya diskusi Komunitas Guru Belajar!

Kami ingin mengajak Bapak Ibu Guru dan para orang tua semua untuk sejenak saja bergabung, dalam diskusi dengan tema "Musik sebagai Pendekatan Pra Literasi"
Selama ini kita menganggap bahasa dan matematika adalah konvensi simbol yang digunakan dalam proses persekolahan, bukan berarti tidak ada konvensi simbol lain yang dapat dikategorikan sebagai ranah literasi.
Lewat diskusi ini narasumber ingin mengundang khalayak untuk menelisik lebih dalam satu buah konvensi simbol lain, musik. Melalui refleksi beberapa kasus, ditemukan bahwa para mereka yang pada usia dini terpapar ke musik secara intensif tumbuh sebagai jenius musik (Mozart) atau dalam taraf minimal dapat berkomunikasi melalui musik

Diskusi malam ini akan menghadirkan narasumber Bapak JC Pramudia Natal mengampu dan menyusun kurikulum musik di Sekolah ACG Jakarta untuk jenjang PAUD-SMP.

Silahkan bergabung di https://telegram.me/diskusigurubelajar

Catat waktunya ya :
Indonesia Timur: 20.30-22.30
Indonesia Tengah: 19.30-21.30
Indonesia Barat: 18.30-20.30

Sampai jumpa 😉
Merdeka!
👍1
Haloooo! 90 menit lagi kita diskusi tentang Musik sebagai Pendekatan Pra Literasi ya......Segera bergabung dengan klik di https://telegram.me/diskusigurubelajar
Inilah Hasil Polling #MerdekaBelajar

Seminggu yang lalu, Kampus Guru Cikal membuat polling untuk memilih tema Seminar Daring (Online). Dan ini hasilnya

Facebook: 90 pemilih (jumlah kasar) Kurikulum Merdeka Belajar: 60 Guru Merdeka Belajar: 30 Kepala Sekolah Merdeka Belajar: 9

Twitter: 119 pemilih (jumlah bersih)
Kurikulum Merdeka Belajar: 68
Guru Merdeka Belajar: 44
Kepala Sekolah Merdeka Belajar: 7

Topik yang terbanyak dipilih akan jadi topik pertama Seminar Daring (Online)

Ayo pastikan mengikuti Seminar Daring
Kurikulum Merdeka Belajar
Narasumber Najelaa Shihab
Jumat, 20 Januari 2017, pukul 14.00 - 16.00 WIB
Di Halaman Facebook Kampus Guru Cikal
https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/

Silahkan like buat yang belum
Tandai kalendar di meja kerja atau peralatan digital Anda.
Jangan sampai terlewat
Mengikuti Kelas Kurikulum Merdeka Belajarnya Bu Najelaa membuat saya GAGAL MOVE ON dari materi yang beliau paparkan. Gagal move on karena begitu inspiring, begitu progressive dan langsung diberi tips and tricks dari beliau untuk bagaimana sih sebenarnya Kurikulum yang Merdeka Belajar di lembaga masing-masing…Dan dibukakan mata kurikulum Merdeka Belajar itu bukan kurikulum yang too good to be true! EPIC kelasnya!

Intani Prajaswari, Kepala Sekolah
Penggerak Komunitas Guru Belajar Cirebon

Ayo Ikut Seminar Daring (Offline) - Facebook Live
Kurikulum Merdeka Belajar
Jumat, 20 Januari 2017, pukul 14.00 - 16.00 WIB
Di Halaman Facebook Kampus Guru Cikal
https://www.facebook.com/KampusGuruCikal/

Silahkan like buat yang belum
Tandai kalendar di meja kerja atau peralatan digital Anda.
Jangan sampai terlewat
Tutorial Facebook Live - Seminar Daring Kurikulum Merdeka Belajar