Hai Pemilik Sekolah, Ketua Yayasan Pendidikan, Kepala Sekolah.....
Aku mungkin tidak bisa mempengaruhi keputusanmu, tapi aku akan terus meyakinkan orangtua untuk memilih sekolah yang menumbuhkan. Sekolah yang lebih mementingkan kualitas belajar, dibandingkan kuantitas belajar. Sekolah yang lebih mementingkan kegembiraan belajar, dibandingkan nilai ujian atau hasil belajar.
Silahkan engkau membangun geduh mewah atau fasilitas lengkap. Silahkan engkau meminimalkan anggaran pengembangan guru. Silahkan kau abaikan pandangan dan aspirasi orangtua. Silahkan engkau mengkoleksi piala-piala dalam rak yang berdiri jumawa.
Aku akan terus menjelaskan dan meyakinkan orangtua memilih sekolah yang berpihak pada anak. Aku akan menunjukkan contoh-contoh pentingnya kegembiraan belajar.
Dan bila engkau tidak berubah, lihatlah gedung-gedung megahmu akan menjadi gedung berhantu.
Tertanda
Wakil orangtua
Bukik Setiawan
Nb.
Buat orangtua, silahkan unduh ebook #MemilihSekolah di http://memilih-sekolah.temantakita.com
Aku mungkin tidak bisa mempengaruhi keputusanmu, tapi aku akan terus meyakinkan orangtua untuk memilih sekolah yang menumbuhkan. Sekolah yang lebih mementingkan kualitas belajar, dibandingkan kuantitas belajar. Sekolah yang lebih mementingkan kegembiraan belajar, dibandingkan nilai ujian atau hasil belajar.
Silahkan engkau membangun geduh mewah atau fasilitas lengkap. Silahkan engkau meminimalkan anggaran pengembangan guru. Silahkan kau abaikan pandangan dan aspirasi orangtua. Silahkan engkau mengkoleksi piala-piala dalam rak yang berdiri jumawa.
Aku akan terus menjelaskan dan meyakinkan orangtua memilih sekolah yang berpihak pada anak. Aku akan menunjukkan contoh-contoh pentingnya kegembiraan belajar.
Dan bila engkau tidak berubah, lihatlah gedung-gedung megahmu akan menjadi gedung berhantu.
Tertanda
Wakil orangtua
Bukik Setiawan
Nb.
Buat orangtua, silahkan unduh ebook #MemilihSekolah di http://memilih-sekolah.temantakita.com
Belajar Tanpa Ujian?
Benarkah belajar bisa tanpa ujian? Atau justru ada yang bertanya, buat apa belajar bila tidak ada ujian?
Pepatah lama yang sering dilontakan tentang perbedaan sekolah dan kehidupan. Di sekolah, siswa belajar kemudian ujian. Di kehidupan, siswa ujian kemudian belajar. Pepatah itu adalah sindiran terhadap praktik belajar di sekolah yang mengkeramatkan ujian sebagai segala-galanya. Tanpa ujian, buat apa belajar?
Padahal belajar adalah kemauan dan kemampuan alami manusia, yang telah ada sejak kita lahir. Jadi tanpa ada ujian pun, kita secara alami tetap belajar. Justru ketika ujian menjadi motivasi belajar, maka kita kehilangan kenikmatan belajar. Belajar jadi terpaksa semata mengejar nilai ujian. Selesai ujian, semua materi pelajaran dilupakan.
Pada edisi Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua, para guru berbagi praktik cerdas melakukan asesmen otentik. Proses ujian yang bermakna dan menyenangkan sebagaimana proses belajar itu sendiri.
Bila membaca tulisan dan melihat fotonya, anda akan menyaksikan anak-anak yang bergembira mengikuti ujian. Seolah mereka tidak sedang ujian. Seolah mereka belajar tanpa ujian.
Anda ingin mendapatkan Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua dalam bentuk file pdf? Silahkan daftarkan email anda di http://GuruBelajar.org
Benarkah belajar bisa tanpa ujian? Atau justru ada yang bertanya, buat apa belajar bila tidak ada ujian?
Pepatah lama yang sering dilontakan tentang perbedaan sekolah dan kehidupan. Di sekolah, siswa belajar kemudian ujian. Di kehidupan, siswa ujian kemudian belajar. Pepatah itu adalah sindiran terhadap praktik belajar di sekolah yang mengkeramatkan ujian sebagai segala-galanya. Tanpa ujian, buat apa belajar?
Padahal belajar adalah kemauan dan kemampuan alami manusia, yang telah ada sejak kita lahir. Jadi tanpa ada ujian pun, kita secara alami tetap belajar. Justru ketika ujian menjadi motivasi belajar, maka kita kehilangan kenikmatan belajar. Belajar jadi terpaksa semata mengejar nilai ujian. Selesai ujian, semua materi pelajaran dilupakan.
Pada edisi Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua, para guru berbagi praktik cerdas melakukan asesmen otentik. Proses ujian yang bermakna dan menyenangkan sebagaimana proses belajar itu sendiri.
Bila membaca tulisan dan melihat fotonya, anda akan menyaksikan anak-anak yang bergembira mengikuti ujian. Seolah mereka tidak sedang ujian. Seolah mereka belajar tanpa ujian.
Anda ingin mendapatkan Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua dalam bentuk file pdf? Silahkan daftarkan email anda di http://GuruBelajar.org
Siapa sih orangtua yang tidak ingin anaknya sehebat Joey Alexander? Tapi adakah orangtua yang bertanya, apakah saya siap jadi orangtua dari anak hebat?
http://temantakita.com/joey-alexander/
http://temantakita.com/joey-alexander/
Orangtua tentu ingin bakat anaknya berkembang optimal. Tapi ternyata banyak orang tua melakukan kesalahan dalam pengembangan bakat anak. Inilah 7 Kesalahan Pengembangan Bakat Anak. Mana yang sering anda saksikan?
Baca lebih lengkap http://temantakita.com/pengembangan-bakat-anak/
Baca lebih lengkap http://temantakita.com/pengembangan-bakat-anak/
Bagaimana cara belajar menjadi guru profesional? Seberapa mahal untuk melakukan cara belajar itu?
Ssst ternyata banyak guru yang belum tahu bahwa belajar menjadi guru profesional ternyata mudah. Tidak percaya? Begini caranya
Jawablah dua pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimana kisah awal mula anda menjadi guru?
2. Apa yang membuat anda layak mendapat Beasiswa Guru Belajar? Paparkan penjelasan anda dan ceritakan sebuah pengalaman yang menguatkan penjelasan anda itu
Mudah bukan pertanyaannya? Setiap guru pasti punya kisah awal mula menjadi guru. Setiap guru pasti mempunyai dampak positif yang membuat dirinya layak menerima Beasiswa Guru Belajar. Jadi tinggal tuliskan saja pengalaman itu.
Tulisan jangan panjang-panjang, maksimal 2 halaman. Batas minimal? Tidak ada batas minimal. Jadi jangan tanya lagi, apa boleh satu halaman? Tidak perlu tanya karena memang tidak ada batas minimalnya.
Buat apa mendapat Beasiswa Guru Belajar?
Baca lengkapnya di https://www.facebook.com/notes/kampus-guru-cikal/ingin-jadi-guru-profesional-dapatkan-beasiswa-guru-belajar/1546095749023793
Ssst ternyata banyak guru yang belum tahu bahwa belajar menjadi guru profesional ternyata mudah. Tidak percaya? Begini caranya
Jawablah dua pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimana kisah awal mula anda menjadi guru?
2. Apa yang membuat anda layak mendapat Beasiswa Guru Belajar? Paparkan penjelasan anda dan ceritakan sebuah pengalaman yang menguatkan penjelasan anda itu
Mudah bukan pertanyaannya? Setiap guru pasti punya kisah awal mula menjadi guru. Setiap guru pasti mempunyai dampak positif yang membuat dirinya layak menerima Beasiswa Guru Belajar. Jadi tinggal tuliskan saja pengalaman itu.
Tulisan jangan panjang-panjang, maksimal 2 halaman. Batas minimal? Tidak ada batas minimal. Jadi jangan tanya lagi, apa boleh satu halaman? Tidak perlu tanya karena memang tidak ada batas minimalnya.
Buat apa mendapat Beasiswa Guru Belajar?
Baca lengkapnya di https://www.facebook.com/notes/kampus-guru-cikal/ingin-jadi-guru-profesional-dapatkan-beasiswa-guru-belajar/1546095749023793
Berhenti, Jangan Rampas Impian Anak Kita
Cegah anak dari pengaruh negatif, termasuk pengaruh negatif kekhawatiran kita sebagai orang tua yang seringkali merampas impian anak.
Pada bagian awal buku terbaru saya, Bakat Bukan Takdir, saya menulis sebuah kisah yang terinspirasi dari kisah nyata. Kisah tentang kesulitan seorang anak muda dalam menjelaskan pekerjaannya pada kakeknya.
Kenapa? Karena pekerjaannya belum ada pada jaman sang kakek. Pekerjaannya “main” Facebook dan Twitter, mulai merencanakan konten, menyajikan, berinteraksi hingga menganalisis percakapan. Hah emang main Facebook dan Twitter dibayar? Ya, ada puluhan ribuan orang muda di kota besar yang pekerjaannya berkaitan dengan media sosial.
Pekerjaan yang tidak dibayangkan oleh generasi yang pada masanya menelepon harus melalui perantaraan operator atau menelepon harus pergi ke kantor kecamatan atau berdebar ketika ada telegram datang.
Pengaruh teknologi informasi bukan saja menciptakan pekerjaan baru, juga mempengaruhi pola pekerjaan lama. Sebagaimana kita saksikan “keriuhan” akibat kehadiran transportasi online.
Pengaruh teknologi informasi terhadap cara bekerja kita bukan sesuatu yang di luar dugaan. Bukan pula hal yang baru.
Pada 5 April 2005, Thomas Friedman menerbitkan buku “The World id Flat” yang menceritakan berbagai perubahan cara kerja kita karena dampak teknologi informasi.
Analis pajak India, tetap tinggal di India, tapi mengerjakan laporan pajak orang AS. Dokter di AS mengirim hasil laboratorium pada sore hari dan keesokan pagi telah menerima laporan analisisnya yang dikerjakan Analis Medis India, yang bekerja pada saat dokter AS tidur.
Perubahan cara kerja dan lahirnya profesi baru adalah keniscayaan.
Apakah kita masih menggunakan pendidikan menanamkan ala jaman industri untuk mendidik anak-anak kita yang akan menghadapi tantangan jaman kreatif?
Apakah kita akan terus memaksa anak kita belajar hingga mereka benci belajar padahal kita tahu kecintaan belajar yang bisa membuat mereka bisa menghadapi perubahan yang begiti cepat?
Apakah kita akan terus memberi tugas dan PR menghafalkan (download) yang membosankan pada anak kita padahal kita tahu kemampuan berkarya (upload) yang dibutuhkan pada jaman kreatif?
Apakah kita akan terus memaksa anak kita untuk mencapai standar-standar padahal kita tahu keunikan dan sentuhan personal yang membuat kontribusi anak kita pada dunia tidak mudah digantikan orang lain atau robot?
Apakah kita akan terus mendoktrin anak kita untuk percaya bahwa nilai dan ijasah adalah bekal satu-satunya untuk berkarier cemerlang padahal kita tahu ada jutaan orang yang hanya berbekal ijasah menjadi pengangguran?
Apakah kita akan terus mendorong anak kita untuk mengejar profesi bergengsi yang laris padahal kita tahu setinggi apapun gengsi suatu profesi tidak akan mendatangkan kebahagiaan bila profesi itu tidak sesuai potensi anak kita?
Apakah kita akan terus mengabaikan potensi dan impian anak kita demi kepentingan akademis padahal kita tahu potensi dan impian anak adalah sumber energi anak kita untuk menghadapi berbagai tantangan di jamannya?
Berhenti, jangan rampas impian anak kita. Anak bukan kertas kosong yang bisa semena-mena dicoret-coret oleh orang orang dewasa.
Stimulasi, kenali dan kembangkan bakat anak kita.
Bukik Setiawan
Bakat.TemanTakita.com
http://bukik.com/berhenti-jangan-rampas-impian-anak-kita/
Cegah anak dari pengaruh negatif, termasuk pengaruh negatif kekhawatiran kita sebagai orang tua yang seringkali merampas impian anak.
Pada bagian awal buku terbaru saya, Bakat Bukan Takdir, saya menulis sebuah kisah yang terinspirasi dari kisah nyata. Kisah tentang kesulitan seorang anak muda dalam menjelaskan pekerjaannya pada kakeknya.
Kenapa? Karena pekerjaannya belum ada pada jaman sang kakek. Pekerjaannya “main” Facebook dan Twitter, mulai merencanakan konten, menyajikan, berinteraksi hingga menganalisis percakapan. Hah emang main Facebook dan Twitter dibayar? Ya, ada puluhan ribuan orang muda di kota besar yang pekerjaannya berkaitan dengan media sosial.
Pekerjaan yang tidak dibayangkan oleh generasi yang pada masanya menelepon harus melalui perantaraan operator atau menelepon harus pergi ke kantor kecamatan atau berdebar ketika ada telegram datang.
Pengaruh teknologi informasi bukan saja menciptakan pekerjaan baru, juga mempengaruhi pola pekerjaan lama. Sebagaimana kita saksikan “keriuhan” akibat kehadiran transportasi online.
Pengaruh teknologi informasi terhadap cara bekerja kita bukan sesuatu yang di luar dugaan. Bukan pula hal yang baru.
Pada 5 April 2005, Thomas Friedman menerbitkan buku “The World id Flat” yang menceritakan berbagai perubahan cara kerja kita karena dampak teknologi informasi.
Analis pajak India, tetap tinggal di India, tapi mengerjakan laporan pajak orang AS. Dokter di AS mengirim hasil laboratorium pada sore hari dan keesokan pagi telah menerima laporan analisisnya yang dikerjakan Analis Medis India, yang bekerja pada saat dokter AS tidur.
Perubahan cara kerja dan lahirnya profesi baru adalah keniscayaan.
Apakah kita masih menggunakan pendidikan menanamkan ala jaman industri untuk mendidik anak-anak kita yang akan menghadapi tantangan jaman kreatif?
Apakah kita akan terus memaksa anak kita belajar hingga mereka benci belajar padahal kita tahu kecintaan belajar yang bisa membuat mereka bisa menghadapi perubahan yang begiti cepat?
Apakah kita akan terus memberi tugas dan PR menghafalkan (download) yang membosankan pada anak kita padahal kita tahu kemampuan berkarya (upload) yang dibutuhkan pada jaman kreatif?
Apakah kita akan terus memaksa anak kita untuk mencapai standar-standar padahal kita tahu keunikan dan sentuhan personal yang membuat kontribusi anak kita pada dunia tidak mudah digantikan orang lain atau robot?
Apakah kita akan terus mendoktrin anak kita untuk percaya bahwa nilai dan ijasah adalah bekal satu-satunya untuk berkarier cemerlang padahal kita tahu ada jutaan orang yang hanya berbekal ijasah menjadi pengangguran?
Apakah kita akan terus mendorong anak kita untuk mengejar profesi bergengsi yang laris padahal kita tahu setinggi apapun gengsi suatu profesi tidak akan mendatangkan kebahagiaan bila profesi itu tidak sesuai potensi anak kita?
Apakah kita akan terus mengabaikan potensi dan impian anak kita demi kepentingan akademis padahal kita tahu potensi dan impian anak adalah sumber energi anak kita untuk menghadapi berbagai tantangan di jamannya?
Berhenti, jangan rampas impian anak kita. Anak bukan kertas kosong yang bisa semena-mena dicoret-coret oleh orang orang dewasa.
Stimulasi, kenali dan kembangkan bakat anak kita.
Bukik Setiawan
Bakat.TemanTakita.com
http://bukik.com/berhenti-jangan-rampas-impian-anak-kita/
Tiga Pelajaran Bakat dari Kungfu Panda Tiga
Film Kungfu Panda 3 bukan sekedar film hiburan keluarga semata, tapi juga film yang memberi pelajaran bakat. Setidaknya, ada 3 pelajaran bakat yang disampaikan film itu?
Kungfu Panda adalah sebuah film yang bercerita tentang Po, seorang Panda yang bermimpi menjadi jago kungfu. Karena banyak penggemarnya maka film ini pun dibuat serialnya hingga tiga. Filmnya sendiri sangat menghibur, banyak kejadian menggelikan yang membuat anak-anak maupun orang dewasa tertawa terpingkal-pingkal. Mana yang paling menggelikan?
Di tengah hiburan yang diberikan, film Kungfu Panda 3 memberi banyak pelajaran pada kita, tentang kehidupan, anak, asal-usul, dan pendidikan. Karena TemanTakita.com adalah Portal Bakat Anak maka yang diulas di sini adalah pelajaran bakat dalam film itu. Setidaknya ada tiga pelajaran bakat yang bisa kita petik dari Kungfu Panda 3.
If you only do what you can do, you will never be more than you are now. Master Shifu
I’m not trying to turn you into me. I’m trying to turn you into you. Master Shifu
You guys, your real strength comes from being the best “you” you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, “you”? Po
Baca lengkapnya di http://temantakita.com/pelajaran-bakat/
Film Kungfu Panda 3 bukan sekedar film hiburan keluarga semata, tapi juga film yang memberi pelajaran bakat. Setidaknya, ada 3 pelajaran bakat yang disampaikan film itu?
Kungfu Panda adalah sebuah film yang bercerita tentang Po, seorang Panda yang bermimpi menjadi jago kungfu. Karena banyak penggemarnya maka film ini pun dibuat serialnya hingga tiga. Filmnya sendiri sangat menghibur, banyak kejadian menggelikan yang membuat anak-anak maupun orang dewasa tertawa terpingkal-pingkal. Mana yang paling menggelikan?
Di tengah hiburan yang diberikan, film Kungfu Panda 3 memberi banyak pelajaran pada kita, tentang kehidupan, anak, asal-usul, dan pendidikan. Karena TemanTakita.com adalah Portal Bakat Anak maka yang diulas di sini adalah pelajaran bakat dalam film itu. Setidaknya ada tiga pelajaran bakat yang bisa kita petik dari Kungfu Panda 3.
If you only do what you can do, you will never be more than you are now. Master Shifu
I’m not trying to turn you into me. I’m trying to turn you into you. Master Shifu
You guys, your real strength comes from being the best “you” you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, “you”? Po
Baca lengkapnya di http://temantakita.com/pelajaran-bakat/
TemanTakita.com
Portal Bakat Anak
Portal Bakat Anak TemanTakita.com adalah sebuah wadah untuk memberikan informasi seputar Bakat Anak di Indonesia, tips pengembangan bakat anak, mengetahui bakat anak
Hai, selamat siang semua 🙆
Suara Anak Jogja siap kembali menginspirasi. Pernah dengar Suara Anak tapi masih belum jelas apa itu?
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 7-15 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, minat, atau bakat bisa ikut daftar di http://suara-anak.temantakita.com
Suara Anak Jogja siap kembali menginspirasi. Pernah dengar Suara Anak tapi masih belum jelas apa itu?
Suara Anak adalah gerakan utk menghargai ketekunan anak dlm menekuni kegemarannya. Ini adalah bentuk menghargai proses yg dialami anak. Dalam forum ini, anak-anak diberi ruang untuk presentasi selama 5-8 menit utk menceritakan pengalaman seru mereka menekuni bakatnya.
Dan satu lagi, forum ini bukan lomba. Karena bagi kami, setiap anak istimewa apapun bakat yg mereka tekuni.
Silahkan, bagi anak seluruh Indonesia usia 7-15 yang ingin berkisah pengalaman menekuni hobi, minat, atau bakat bisa ikut daftar di http://suara-anak.temantakita.com
Temantakita
Suara Anak | Gerakan untuk menghargai ketekunan anak dalam menekuni kegemarannya
Suara Anak adalah gerakan untuk menghargai ketekunan anak dalam menekuni kegemarannya