Ebook Panduan Memilih Sekolah. Unduh gratis hanya untuk 4 hari. Klik http://bit.ly/MemilihSekolah
Hai Pemilik Sekolah, Ketua Yayasan Pendidikan, Kepala Sekolah.....
Aku mungkin tidak bisa mempengaruhi keputusanmu, tapi aku akan terus meyakinkan orangtua untuk memilih sekolah yang menumbuhkan. Sekolah yang lebih mementingkan kualitas belajar, dibandingkan kuantitas belajar. Sekolah yang lebih mementingkan kegembiraan belajar, dibandingkan nilai ujian atau hasil belajar.
Silahkan engkau membangun geduh mewah atau fasilitas lengkap. Silahkan engkau meminimalkan anggaran pengembangan guru. Silahkan kau abaikan pandangan dan aspirasi orangtua. Silahkan engkau mengkoleksi piala-piala dalam rak yang berdiri jumawa.
Aku akan terus menjelaskan dan meyakinkan orangtua memilih sekolah yang berpihak pada anak. Aku akan menunjukkan contoh-contoh pentingnya kegembiraan belajar.
Dan bila engkau tidak berubah, lihatlah gedung-gedung megahmu akan menjadi gedung berhantu.
Tertanda
Wakil orangtua
Bukik Setiawan
Nb.
Buat orangtua, silahkan unduh ebook #MemilihSekolah di http://memilih-sekolah.temantakita.com
Aku mungkin tidak bisa mempengaruhi keputusanmu, tapi aku akan terus meyakinkan orangtua untuk memilih sekolah yang menumbuhkan. Sekolah yang lebih mementingkan kualitas belajar, dibandingkan kuantitas belajar. Sekolah yang lebih mementingkan kegembiraan belajar, dibandingkan nilai ujian atau hasil belajar.
Silahkan engkau membangun geduh mewah atau fasilitas lengkap. Silahkan engkau meminimalkan anggaran pengembangan guru. Silahkan kau abaikan pandangan dan aspirasi orangtua. Silahkan engkau mengkoleksi piala-piala dalam rak yang berdiri jumawa.
Aku akan terus menjelaskan dan meyakinkan orangtua memilih sekolah yang berpihak pada anak. Aku akan menunjukkan contoh-contoh pentingnya kegembiraan belajar.
Dan bila engkau tidak berubah, lihatlah gedung-gedung megahmu akan menjadi gedung berhantu.
Tertanda
Wakil orangtua
Bukik Setiawan
Nb.
Buat orangtua, silahkan unduh ebook #MemilihSekolah di http://memilih-sekolah.temantakita.com
Belajar Tanpa Ujian?
Benarkah belajar bisa tanpa ujian? Atau justru ada yang bertanya, buat apa belajar bila tidak ada ujian?
Pepatah lama yang sering dilontakan tentang perbedaan sekolah dan kehidupan. Di sekolah, siswa belajar kemudian ujian. Di kehidupan, siswa ujian kemudian belajar. Pepatah itu adalah sindiran terhadap praktik belajar di sekolah yang mengkeramatkan ujian sebagai segala-galanya. Tanpa ujian, buat apa belajar?
Padahal belajar adalah kemauan dan kemampuan alami manusia, yang telah ada sejak kita lahir. Jadi tanpa ada ujian pun, kita secara alami tetap belajar. Justru ketika ujian menjadi motivasi belajar, maka kita kehilangan kenikmatan belajar. Belajar jadi terpaksa semata mengejar nilai ujian. Selesai ujian, semua materi pelajaran dilupakan.
Pada edisi Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua, para guru berbagi praktik cerdas melakukan asesmen otentik. Proses ujian yang bermakna dan menyenangkan sebagaimana proses belajar itu sendiri.
Bila membaca tulisan dan melihat fotonya, anda akan menyaksikan anak-anak yang bergembira mengikuti ujian. Seolah mereka tidak sedang ujian. Seolah mereka belajar tanpa ujian.
Anda ingin mendapatkan Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua dalam bentuk file pdf? Silahkan daftarkan email anda di http://GuruBelajar.org
Benarkah belajar bisa tanpa ujian? Atau justru ada yang bertanya, buat apa belajar bila tidak ada ujian?
Pepatah lama yang sering dilontakan tentang perbedaan sekolah dan kehidupan. Di sekolah, siswa belajar kemudian ujian. Di kehidupan, siswa ujian kemudian belajar. Pepatah itu adalah sindiran terhadap praktik belajar di sekolah yang mengkeramatkan ujian sebagai segala-galanya. Tanpa ujian, buat apa belajar?
Padahal belajar adalah kemauan dan kemampuan alami manusia, yang telah ada sejak kita lahir. Jadi tanpa ada ujian pun, kita secara alami tetap belajar. Justru ketika ujian menjadi motivasi belajar, maka kita kehilangan kenikmatan belajar. Belajar jadi terpaksa semata mengejar nilai ujian. Selesai ujian, semua materi pelajaran dilupakan.
Pada edisi Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua, para guru berbagi praktik cerdas melakukan asesmen otentik. Proses ujian yang bermakna dan menyenangkan sebagaimana proses belajar itu sendiri.
Bila membaca tulisan dan melihat fotonya, anda akan menyaksikan anak-anak yang bergembira mengikuti ujian. Seolah mereka tidak sedang ujian. Seolah mereka belajar tanpa ujian.
Anda ingin mendapatkan Surat Kabar Guru Belajar Edisi Kedua dalam bentuk file pdf? Silahkan daftarkan email anda di http://GuruBelajar.org
Siapa sih orangtua yang tidak ingin anaknya sehebat Joey Alexander? Tapi adakah orangtua yang bertanya, apakah saya siap jadi orangtua dari anak hebat?
http://temantakita.com/joey-alexander/
http://temantakita.com/joey-alexander/
Orangtua tentu ingin bakat anaknya berkembang optimal. Tapi ternyata banyak orang tua melakukan kesalahan dalam pengembangan bakat anak. Inilah 7 Kesalahan Pengembangan Bakat Anak. Mana yang sering anda saksikan?
Baca lebih lengkap http://temantakita.com/pengembangan-bakat-anak/
Baca lebih lengkap http://temantakita.com/pengembangan-bakat-anak/
Bagaimana cara belajar menjadi guru profesional? Seberapa mahal untuk melakukan cara belajar itu?
Ssst ternyata banyak guru yang belum tahu bahwa belajar menjadi guru profesional ternyata mudah. Tidak percaya? Begini caranya
Jawablah dua pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimana kisah awal mula anda menjadi guru?
2. Apa yang membuat anda layak mendapat Beasiswa Guru Belajar? Paparkan penjelasan anda dan ceritakan sebuah pengalaman yang menguatkan penjelasan anda itu
Mudah bukan pertanyaannya? Setiap guru pasti punya kisah awal mula menjadi guru. Setiap guru pasti mempunyai dampak positif yang membuat dirinya layak menerima Beasiswa Guru Belajar. Jadi tinggal tuliskan saja pengalaman itu.
Tulisan jangan panjang-panjang, maksimal 2 halaman. Batas minimal? Tidak ada batas minimal. Jadi jangan tanya lagi, apa boleh satu halaman? Tidak perlu tanya karena memang tidak ada batas minimalnya.
Buat apa mendapat Beasiswa Guru Belajar?
Baca lengkapnya di https://www.facebook.com/notes/kampus-guru-cikal/ingin-jadi-guru-profesional-dapatkan-beasiswa-guru-belajar/1546095749023793
Ssst ternyata banyak guru yang belum tahu bahwa belajar menjadi guru profesional ternyata mudah. Tidak percaya? Begini caranya
Jawablah dua pertanyaan di bawah ini.
1. Bagaimana kisah awal mula anda menjadi guru?
2. Apa yang membuat anda layak mendapat Beasiswa Guru Belajar? Paparkan penjelasan anda dan ceritakan sebuah pengalaman yang menguatkan penjelasan anda itu
Mudah bukan pertanyaannya? Setiap guru pasti punya kisah awal mula menjadi guru. Setiap guru pasti mempunyai dampak positif yang membuat dirinya layak menerima Beasiswa Guru Belajar. Jadi tinggal tuliskan saja pengalaman itu.
Tulisan jangan panjang-panjang, maksimal 2 halaman. Batas minimal? Tidak ada batas minimal. Jadi jangan tanya lagi, apa boleh satu halaman? Tidak perlu tanya karena memang tidak ada batas minimalnya.
Buat apa mendapat Beasiswa Guru Belajar?
Baca lengkapnya di https://www.facebook.com/notes/kampus-guru-cikal/ingin-jadi-guru-profesional-dapatkan-beasiswa-guru-belajar/1546095749023793
