๐Ÿ•Œ PANJI TIMUR ๐Ÿ•Œ
4 subscribers
19 links
PONDOK PESANTREN AL-ROYAH AL-SYARQIYAH

https://linktr.ee/panji.timur
Download Telegram
โฃRasulullah ๏ทบ mengatakan bahwa orang yang membaca doa ini di hari yang sangat dingin maka Allah ๏ทป berkata kepada Neraka Jahannam:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏููŠ ู‚ูŽุฏู ุงุณู’ุชูŽุฌูŽุงุฑูŽู†ููŠ ู…ูู†ู’ ุฒูŽู…ู’ู‡ูŽุฑููŠุฑููƒูุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูุดู’ู‡ูุฏููƒู ุฃูŽู†ู‘ููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฌูŽุฑู’ุชูู‡ู

_Sesungguhnya seorang hamba dari hamba-Ku mohon perlindungan kepadaku darimu dan zamharir (siksa dingin)-mu. Maka Aku persaksikan kepadamu, sungguh Aku selamatkan dia dari semua itu._

(HR. Baihaqi)
โฃ1. Dilarang berlari menuju salat.
Walaupun khawatir tertinggal rakaat, seseorang tidak boleh berlari atau tergesa-gesa menuju masjid. Ia tetap dianjurkan berjalan dengan wajar.

2. Menjaga ketenangan (ุงู„ุณู‘ูŽูƒููŠู†ูŽุฉ).
Orang yang hendak salat hendaknya menjaga ketenangan lahir dan batin. Sikap tenang membantu menghadirkan kekhusyukan sebelum memasuki ibadah.
Ikuti imam pada rakaat yang didapati.

3. Jika datang ketika imam sudah salat, langsung ikut pada posisi imam saat itu, tanpa menunggu atau memulai sendiri.

4. Sempurnakan rakaat yang tertinggal.
Setelah imam mengucapkan salam, berdirilah untuk menyelesaikan rakaat yang belum dikerjakan.

Pelajaran yang dapat diambil:

- Islam mengajarkan ketenangan dan adab, bahkan ketika mengejar ibadah.
- Datang ke masjid lebih awal agar tidak tergesa-gesa.
- Kekhusyukan dimulai sejak seseorang berjalan menuju salat, bukan hanya ketika telah berdiri menghadap kiblat.
โฃูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ๏ทบ ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ูู†ูŽุง ุงู„ูุงุณู’ุชูุฎูŽุงุฑูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุงุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูุนูŽู„ู‘ูู…ูู†ูŽุง ุงู„ุณู‘ููˆุฑูŽุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Dahulu Rasulullah ๏ทบ mengajarkan kepada kami salat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami satu surah dari Al-Qur'an HR. Albukhori

(Hadis ini kemudian dilanjutkan dengan doa istikharah yang masyhur.)

Penjelasan singkat:
Hadis ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Rasulullah ๏ทบ terhadap ibadah istikharah. Beliau mengajarkannya kepada para sahabat dengan sungguh-sungguh, sebagaimana beliau mengajarkan surah-surah Al-Qur'an, karena istikharah merupakan sarana memohon pilihan terbaik kepada Allah.

Beberapa pelajaran dari hadis ini:
1. Disunnahkan melakukan istikharah dalam semua urusan yang mubah, baik urusan besar maupun kecil, selama seseorang masih bimbang menentukan pilihan.
2. Istikharah adalah bentuk tawakal, yaitu menyerahkan pilihan terbaik kepada Allah setelah berusaha dan mempertimbangkan sebab-sebab yang ada.
3. Istikharah dilakukan setelah salat dua rakaat sunnah, kemudian membaca doa istikharah yang diajarkan Rasulullah ๏ทบ.
4. stikharah bukan berarti harus menunggu mimpi atau tanda tertentu. Yang dianjurkan adalah berdoa, kemudian melanjutkan ikhtiar. Jika Allah memudahkan suatu pilihan dan mendatangkan kebaikan padanya, itulah yang diharapkan sebagai hasil istikharah.

Hadis ini juga mengajarkan bahwa seorang Muslim hendaknya selalu melibatkan Allah dalam setiap keputusan hidupnya, sehingga keputusan tersebut lebih dekat kepada kebaikan dan keberkahan.
โฃุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉุงู„ู„ู€ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

ุงู„ุญู…ุฏู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ุญู…ุฏุง ูŠูˆุงููŠ ู†ุนู…ู‡ ูˆูŠูƒุงูุฆ ู…ุฒูŠุฏู‡ุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุงู…ุญู…ุฏ ุงุจู† ุณูŠุฏุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุงุตุญุงุจู‡ ูˆู…ู† ูˆุงู„ุงู‡ุŒ ุงู…ุงุจุนุฏ.

PEMBERITAHUAN DAN PERMOHONAN DUKUNGAN (TA'AWUN) PENULISAN KITAB AL-ALFIYYAH ASY-SYARQIYYAH

Semoga Saudara/i sekalian selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Melalui pesan ini, kami ingin menginformasikan bahwa proses penyusunan Kitab Al-Alfiyyah Asy-Syarqiyyah saat ini mengalami penundaan sementara. Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan mata penulis(pengarang mengalami rabun jauh), sehingga tim medis menyarankan untuk beristirahat total dari layar gawai.

Insyaallah, proses penulisan bait kitab ini akan segera dilanjutkan. Agar pengerjaan lebih optimal dan tidak memperburuk kondisi kesehatan mata, penulis sangat membutuhkan perangkat komputer atau laptop sebagai pengganti telepon genggam (HP) yang digunakan sebelumnya.

Bagi Saudara/i yang berkenan untuk ikut serta berdonasi (menyumbang) dalam pengadaan perangkat komputer/laptop tersebut, silakan menghubungi kami melalui:

โ€ข Transfer Bank Central: Bank Jago

โ€ข Nomor Rekening: 501128409426

โ€ข Atas Nama: Abd Adim

โ€ข Konfirmasi ke WhatsApp:
https://wa.me/6283840179334

Bagi Saudara/i yang ingin menyumbangkan perangkat secara langsung, dapat mengunjungi kediaman kami di alamat berikut:

โ€ข Pesantren/Yayasan: Pondok Pesantren KH. Kholil Toyyib

โ€ข Lembaga: MD. Darul Muttaqin / Masjid At-Taqwa

โ€ข Alamat Lengkap: Kampung Sumber Sari, Dusun Sumber Leduk, Desa Taman Sareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur.

Setiap sumbangsih yang Anda berikan insyaallah akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, karena kitab ini nantinya juga dipersiapkan sebagai bagian dari ikhtiar pembangunan pesantren pusat maupun cabang.

Jazakumullah Khairan Katsiran atas perhatian dan bantuan Saudara/i sekalian.

Catatan Pendukung (NB):
1. Kitab ini disusun dalam bentuk Kalam Nazhom dan saat ini telah mencapai 400 bait.

2. Kami akan segera memperbarui informasi di saluran (channel) ini apabila kebutuhan perangkat komputer/laptop telah terpenuhi.
โฃMasyayikh Sidogiri;
___
Kiai Bahar, Kiai Dahlan dan Kiai Nawawie adalah putra KH. Noerhasan bin Noerkhotim terkenal dengan kealiman masing-masing. KH. Noerhasan bin Noerkhotim adalah guru Syaikhona Cholil Bangkalan.
------
Kiai Bahar mendapatkan Ilmu Ladunni dan menjadi pengasuh Sidogiri waktu masih relatif kecil. Sehingga di juluki Kiai Alit. Kiai Bahar mempunyai satu putra yaitu Mas. Abdul Ghani meninggal masih muda. Ibu Mas Abdul Ghani adalah seorang Syarifah yang bermukim di Ampel.
Mas Abdul Ghani meninggal sebelum melangsungkan Akad nikah dengan salah satu putri Kiai Sidoresmo. Pesantren Sidoresmo juga pesantren yang diasuh oleh keturunan Sayid Sulaiman Basyaiban yang di Makamkan di Mojoagung
-------
Kiai Nawawie, orang yang sangat gigih dalam mencari Ilmu. Sehingga beliau terkenal Alim dan menjadi pengasuh Sidogiri menggantikan Kiai Bahar, kakaknya. Sampai saat ini Pondok Pesantren Sidogiri diasuh oleh keturunan Kiai Nawawie.
Panca Warga (Putra Kiai Nawawie) dan Sekarang Majelis Keluarga (cucu laki-laki Kiai Nawawie)
Urutan ke pengasuh setelah KH. Nawawie Sepuh;

Alm. KH. Abdul Adzim
Alm. KH. Abd Djalil bin Fadil
Alm. KH. Cholil Nawawie
Alm. KH. Abdul Alim bin Abd Djalil
Alm. KHA. Nawawi Abd Djalil
KHA. Fuad Noerhasan Nawawie (Sekarang)
____
Kiai Dahlan orangnya senang merantau. Kemudian mendirikan pesantren di desa Sukunsari Kebonagung Pasuruan.
____
Referensi Buku Jejak Langkah 9 Masyayikh Sidogiri I & II
โฃ3 ORANG YANG TIDAK AKAN DI AJAK BICARA OLEH ALLAH SWT
โฃ'Dajjal akan keluar ketika dunia berada dalam keadaan kekurangan (kesempitan hidup), lemahnya pengamalan agama, dan buruknya hubungan antarmanusia. Ia akan mendatangi setiap sumber air dan bumi akan dilipatkan baginya (sehingga ia dapat menempuh perjalanan dengan sangat cepat).

'Dajjal akan bergerak lalu singgah di dekat pintu timur Damaskus. Kemudian ia dicari, tetapi tidak ditemukan. Setelah itu ia terlihat di dekat perairan yang berada di Sungai Al-Kiswah. Lalu orang-orang mencarinya, tetapi tidak mengetahui ke mana ia pergi. Kemudian ia muncul di wilayah timur dan diberi kekuasaan (kepemimpinan). Setelah itu ia menampakkan sihir, lalu mengaku sebagai nabi. Maka sebagian manusia menjauh darinya.

Kemudian ia mendatangi sebuah sungai dan memerintahkannya agar mengalir kepadanya, maka sungai itu mengalir. Ia memerintahkannya kembali ke tempat semula, maka sungai itu kembali. Ia memerintahkannya agar kering, maka sungai itu pun kering.

Refrensi: _fathul-bari syarh shoheh Bukhari juz 13 halaman 92._
_________
*๐Ÿ“šูุชุญ ุงู„ุจุงุฑูŠ ุจุดุฑุญ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ - ุท ุงู„ุณู„ููŠุฉ ูกูฃ/‏ูฉูข โ€” ุงุจู† ุญุฌุฑ ุงู„ุนุณู‚ู„ุงู†ูŠ (ุช ูจูฅูข)*
ูˆูŽุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุงูƒูู…ู ู…ูู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ู ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุงู„ุทู‘ูููŽูŠู’ู„ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุญูุฐูŽูŠู’ููŽุฉูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุณููŠุฏู ุฑูŽููŽุนูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฎู’ุฑูุฌู - ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ูŽ - ูููŠ ู†ูŽู‚ู’ุตู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฎููู‘ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ูˆูŽุณููˆุกู ุฐูŽุงุชู ุจูŽูŠู’ู†ูุŒ ููŽูŠูŽุฑูุฏู ูƒูู„ู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ู‡ูŽู„ู ูˆูŽุชูุทู’ูˆูŽู‰ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู. ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซูŽ. ูˆูŽุฃูŽุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ู†ูุนูŽูŠู’ู…ู ุจู’ู†ู ุญูŽู…ู‘ูŽุงุฏู ูููŠ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู’ููุชูŽู†ู ู…ูู†ู’ ุทูŽุฑููŠู‚ู ูƒูŽุนู’ุจู ุงู„ู’ุฃูŽุญู’ุจูŽุงุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูŠูŽุชูŽูˆูŽุฌู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ูุŒ ููŽูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุจูŽุงุจู ุฏูู…ูŽุดู’ู‚ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู’ู‚ููŠู‘ู. ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ูุณู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ; ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฑูŽู‰ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ููŠูŽุงู‡ู ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู†ูŽู‡ูŽุฑู ุงู„ู’ูƒูุณู’ูˆูŽุฉูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุทู’ู„ูุจู ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฑููŠ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽ ุชูŽูˆูŽุฌู‘ูŽู‡ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุธู’ู‡ูŽุฑู ุจูุงู„ู’ู…ูŽุดู’ุฑูู‚ู ููŽูŠูุนู’ุทูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูู„ูŽุงููŽุฉูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูุธู’ู‡ูุฑู ุงู„ุณู‘ูุญู’ุฑูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฏู‘ูŽุนููŠ ุงู„ู†ู‘ูุจููˆู‘ูŽุฉูŽ ููŽุชูŽุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ููŽูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุฑูŽ ููŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณููŠู„ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽูŠูŽุณููŠู„ูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽ ููŽูŠูŽุฑู’ุฌูุนูŽุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูŠู’ุจูŽุณูŽ ููŽูŠูŽูŠู’ุจูŽุณูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุฌูŽุจูŽู„ูŽ ุทููˆุฑู ูˆูŽุฌูŽุจูŽู„ูŽ ุฒููŠุชูŽุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุทูุญูŽุง ููŽูŠูŽู†ู’ุชูŽุทูุญูŽุงุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุงู„ุฑู‘ููŠุญูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูุซููŠุฑูŽ ุณูŽุญูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ููŽุชูู…ู’ุทูุฑูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฎููˆุถู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑูŽ ูููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุฎูŽูˆู’ุถูŽุงุชูุŒ ููŽู„ูŽุง ูŠูŽุจู’ู„ูุบู ุญูู‚ู’ูˆูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุฃูŽุทู’ูˆูŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฃูุฎู’ุฑูŽู‰ุŒ ููŽูŠูŽู…ูุฏู‘ู ุงู„ุทู‘ูŽูˆููŠู„ูŽุฉูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ููŽุชูŽุจู’ู„ูุบู ู‚ูŽุนู’ุฑูŽู‡ู ููŽูŠูุฎู’ุฑูุฌู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญููŠุชูŽุงู†ู ู…ูŽุง ูŠูุฑููŠุฏู.
โฃImam syafi'i berkata : _penyakit kusta dan belang merupakan penyakit yang menular kepada pasangan suami istri dan juga anak._ Dalam pembahasan lain imam syafi'i juga menuturkan _"Penyakit kusta dan belang putih termasuk penyakit yang menurut para ahli ilmu kedokteran dan berdasarkan pengalaman, sering kali menular. Penyakit itu juga menjadi penghalang hubungan suami-istri, karena hampir tidak ada orang yang merasa nyaman untuk berhubungan dengan orang yang mengidapnya. Anak pun jarang selamat darinya; jika ia selamat, sering kali pengaruh penyakit itu muncul pada keturunannya."_

Kemudian jika ada yang bertanya (bagaimana hal ini dipadukan dengan hadis *'lฤ 'adwฤ'* โ€” 'tidak ada penularan')? Maka dijawab: Yang dimaksud Imam Syafi'i adalah bahwa penyakit itu menular dengan kehendak dan penciptaan Allah, bukan menular dengan kekuatan dirinya sendiri. Adapun hadis tersebut datang untuk membantah keyakinan masyarakat jahiliah yang menisbatkan pengaruh dan perbuatan kepada selain Allah Ta'ala.
Maksudnya, bercampurnya orang sehat dengan orang yang mengidap penyakit-penyakit tersebut hanyalah sebab yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit itu, sedangkan yang menciptakan dan mewujudkannya tetap Allah Ta'ala.
__________
*๐Ÿ“šู…ุบู†ูŠ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุฅู„ู‰ ู…ุนุฑูุฉ ู…ุนุงู†ูŠ ุฃู„ูุงุธ ุงู„ู…ู†ู‡ุงุฌ ูค/‏ูฃูคู  โ€” ุงู„ุฎุทูŠุจ ุงู„ุดุฑุจูŠู†ูŠ (ุช ูฉูงูง)*
ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงููุนููŠู‘ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูู…ู‘ู: ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุฌูุฐูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุตู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู: ุฃูŽูŠู’ ูƒูู„ู‘ู‹ุง ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ูŠูุนู’ุฏููŠ ุงู„ุฒู‘ูŽูˆู’ุฌูŽ ูˆูŽูŠูุนู’ุฏููŠ ุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏูŽุŒ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูููŠ ู…ูŽูˆู’ุถูุนู ุขุฎูŽุฑูŽ: ุงู„ู’ุฌูุฐูŽุงู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุตู ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุฒู’ุนูู…ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุจูุงู„ุทู‘ูุจู‘ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุฌูŽุงุฑูุจู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุนู’ุฏููŠ ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูŽุงู†ูุนูŒ ู„ูู„ู’ุฌูู…ูŽุงุนู ู„ูŽุง ุชูŽูƒูŽุงุฏู ู†ูŽูู’ุณู ุฃูŽุญูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุทููŠุจูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฌูŽุงู…ูุนูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‡ููˆูŽ ุจูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽู„ูŽุฏู ู‚ูŽู„ู‘ูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุณู’ู„ูŽู…ู ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ู†ูŽุณู’ู„ูŽู‡ู
ูุงู† ู‚ูŠู„ ุฃูุฌููŠุจูŽ ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฑูŽุงุฏูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูุนู’ุฏููŠ ุจูููุนู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูˆูŽุฑูŽุฏูŽ ุฑูŽุฏู‘ู‹ุง ู„ูู…ูŽุง ูŠูŽุนู’ุชูŽู‚ูุฏูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู‘ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ู†ูุณู’ุจูŽุฉู ุงู„ู’ููุนู’ู„ู ู„ูุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุฎูŽุงู„ูŽุทูŽุฉูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุญููŠุญู ู„ูู…ูŽู†ู’ ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุฏู’ูˆูŽุงุกู ุณูŽุจูŽุจูŒ ู„ูุญูุฏููˆุซู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุฏู‘ูŽุงุกู
๐Ÿ’ง๐Ÿ’ฆ *EMBUN PAGI* ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ง
*23 MUHARROM 1448.H*
_RABU 08 JULI 2026.M_
~~~~~~~~~~~~
*_38-HARI LAGI BULAN MAULIDURROSUL 1448.H*_

ุจูุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…

๏บูŽ๏ปŸ๏ป ๏ปฌู๏ปขู‘ูŽ ๏บปูŽ๏ปžูู‘ ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บณูŽ๏ปดูู‘๏บชู๏ปงูŽ๏บŽ ๏ปฃู๏บคูŽ๏ปคู‘ูŽ๏บชู ๏ปญูŽ๏ป‹ูŽ๏ป ูŽ๏ปฐ ๏บ๏ปู ๏บณูŽ๏ปดูู‘๏บชู๏ปงูŽ๏บŽ ๏ปฃู๏บคูŽ๏ปคู‘ูŽ๏บชู

โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•

ู…ู† ุงุฏุนู‰ ุญุจ ุงู„ุฌู†ุฉ ุจุบูŠุฑ ุจุฐู„ ุงู„ู…ุงู„ ูˆุงู„ู…ู„ูƒ ูู‡ูˆ ูƒุฐุงุจ.

Siapa yang mengaku mencintai surga tanpa dia mengorbankan hartanya dan apa yang ia miliki maka ia adalah penipu.

Syekh Abdul Qodir al jaelani ra

-------------------------------

*_Wallahu A'lam_*

*_Semoga Bermanfaat_*

~~~~~~~
โฃุงู„ู„ู‡ู… ุฃุนุฒู‘ูŽ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†ุŒ ูˆุงู†ุดุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ููŠ ุฃุฑุฌุงุก ุงู„ุจู„ุงุฏุŒ ูˆุงุฌุนู„ ุงู„ู†ุงุณ ูŠุคู…ู†ูˆู† ุจูƒ ูˆูŠู‚ุจู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุงุนุชู†ุงู‚ู‡ุ› ูุฅุฐุง ุฌุงุก ู†ุตุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูุชุญุŒ ูˆุฑุฃูŠุช ุงู„ู†ุงุณ ูŠุฏุฎู„ูˆู† ููŠ ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ุฃููˆุงุฌุงู‹ุŒ ูุณุจู‘ูุญ ุจุญู…ุฏ ุฑุจูƒ ูˆุงุณุชุบูุฑู‡ ุฅู†ู‡ ูƒุงู† ุชูˆุงุจุงู‹. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฌุนู„"ุงู„ุฑุงูŠุฉ ุงู„ุดุฑู‚ูŠุฉ"ูˆุณูŠู„ุฉู‹ ู„ู†ุดุฑู‡ ู…ู† ุงู„ุดุฑู‚ ุฅู„ู‰ ุงู„ุบุฑุจ ูˆู…ู† ุงู„ุฌู†ูˆุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุดู…ุงู„ุŒ ูˆุงุฌุนู„"ุงู„ุฃู„ููŠุฉ ุงู„ุดุฑู‚ูŠุฉ"ุฅุญุฏู‰ ู„ุบุงุชู‡ู…ุ› ุจู…ุดูŠุฆุชูƒ ูˆุญูˆู„ูƒ ูˆู‚ูˆุชูƒ ูˆู‚ุฏุฑุชูƒ ุฅุฐ ู„ุง ุญูˆู„ ูˆู„ุง ู‚ูˆุฉ ุฅู„ุง ุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู„ูŠ ุงู„ุนุธูŠู….
โฃุงู„ู„ู‡ู… ุฃุนุฒู‘ูŽ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู†ุŒ ูˆุงู†ุดุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ููŠ ุฃุฑุฌุงุก ุงู„ุจู„ุงุฏุŒ ูˆุงุฌุนู„ ุงู„ู†ุงุณ ูŠุคู…ู†ูˆู† ุจูƒ ูˆูŠู‚ุจู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุงุนุชู†ุงู‚ู‡ุ› ูุฅุฐุง ุฌุงุก ู†ุตุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ูุชุญุŒ ูˆุฑุฃูŠุช ุงู„ู†ุงุณ ูŠุฏุฎู„ูˆู† ููŠ ุฏูŠู† ุงู„ู„ู‡ ุฃููˆุงุฌุงู‹ุŒ ูุณุจู‘ูุญ ุจุญู…ุฏ ุฑุจูƒ ูˆุงุณุชุบูุฑู‡ ุฅู†ู‡ ูƒุงู† ุชูˆุงุจุงู‹. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุฌุนู„"ุงู„ุฑุงูŠุฉ ุงู„ุดุฑู‚ูŠุฉ"ูˆุณูŠู„ุฉู‹ ู„ู†ุดุฑู‡ ู…ู† ุงู„ุดุฑู‚ ุฅู„ู‰ ุงู„ุบุฑุจ ูˆู…ู† ุงู„ุฌู†ูˆุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ุดู…ุงู„ุŒ ูˆุงุฌุนู„"ุงู„ุฃู„ููŠุฉ ุงู„ุดุฑู‚ูŠุฉ"ุฅุญุฏู‰ ู„ุบุงุชู‡ู…ุ› ุจู…ุดูŠุฆุชูƒ ูˆุญูˆู„ูƒ ูˆู‚ูˆุชูƒ ูˆู‚ุฏุฑุชูƒ ุฅุฐ ู„ุง ุญูˆู„ ูˆู„ุง ู‚ูˆุฉ ุฅู„ุง ุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนู„ูŠ ุงู„ุนุธูŠู….
โฃHadis ini menggambarkan keadaan manusia di akhir zaman, ketika harta menjadi faktor yang sangat dominan dalam kehidupan. Maksudnya bukan bahwa agama memang seharusnya bergantung pada uang, tetapi menggambarkan realitas bahwa:

- Banyak urusan agama dan dunia tidak dapat berjalan tanpa biaya atau harta.
- Sebagian orang menjadikan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan, kedudukan, bahkan pengaruh dalam urusan agama.
- Orang yang memiliki harta lebih mudah memperoleh kekuasaan, dihormati, atau memengaruhi berbagai urusan, sedangkan orang miskin sering kali diabaikan.

Hadis ini juga menjadi peringatan agar seorang Muslim tidak menjadikan harta sebagai tujuan utama hidup. Harta hanyalah sarana untuk beribadah dan berbuat kebaikan, bukan ukuran kemuliaan seseorang. Kemuliaan yang sesungguhnya tetap diukur dengan ketakwaan kepada Allah.

Faedah yang dapat diambil:

1. Harta adalah nikmat yang penting, tetapi tidak boleh menguasai hati.
2. Seorang Muslim hendaknya mencari rezeki yang halal agar dapat menopang menopang urusan agama dan dunianya.
3. Jangan menilai seseorang hanya berdasarkan kekayaan, karena nilai seseorang di sisi Allah ditentukan oleh iman dan ketakwaannya.
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) KASAR PROYEK PEMBANGUNAN 3 LOKAL ASRAMA SANTRI
Yayasan Pon Pes KH. Kholil Toyyib - Blok Panji Timur
(Tahun Anggaran 2026)

A. ASUMSI DIMENSI BANGUNAN

โ€ข Jumlah Kamar: 3 Lokal

โ€ข Ukuran per Kamar: 4 m x 6 m (Luas = 24 mยฒ)

โ€ข Total Luas 3 Kamar: 72 mยฒ

โ€ข Luas Selasar/Teras Depan: 12 m x 1.5 m = 18 mยฒ

โ€ข Total Luas Bangunan Fisik: 90 mยฒ

B. ESTIMASI BIAYA SECARA GLOBAL
Menggunakan standar biaya pembangunan gedung asrama/fasilitas umum menengah (Sistem Borongan Penuh Pembangunan + Material): Rp 3.500.000 / mยฒ.

โ€ข TOTAL KEBUTUHAN DANA: 90 mยฒ x Rp 3.500.000 = Rp 315.000.000,-
(Terbilang: Tiga Ratus Lima Belas Juta Rupiah)

C. RINCIAN ALOKASI ANGGARAN (RAB GLOBAL)

1. Pekerjaan Persiapan & Pondasi

1. Estimasi Biaya: Rp 45.000.000,-

2. Keterangan: Pembersihan lahan, galian, pondasi batu kali, & footplat struktur.

2. Struktur Beton Bertulang

1. Estimasi Biaya: Rp 65.000.000,-

2. Keterangan: Pembuatan sloof, kolom tiang teras, dan balok ring atas (struktur inti).

3. Dinding, Plesteran, & Finishing

1. CatEstimasi Biaya: Rp 75.000.000,-

2. Keterangan: Pasangan bata merah (aksen ekspos luar) / bata ringan, plester aci, & pengecatan.

4. Kusen, Pintu, & Jendela

1. Estimasi Biaya: Rp 25.000.000,-

2. Keterangan: 3 Unit pintu panel utama, kusen aluminium, & jendela kaca angin.

5. Rangka Atap & Genteng

1. Estimasi Biaya: Rp 45.000.000,-

2. Keterangan: Konstruksi rangka baja ringan kokoh & penutup genteng tanah liat / beton press.

6. Lantai & Plafon

1. Estimasi Biaya: Rp 30.000.000,-

2. Keterangan: Keramik lantai interior kamar, keramik teras luar, & plafon kalsiboard.

7. Instalasi Listrik & Saluran Air

1. Estimasi Biaya: Rp 15.000.000,-

2. Keterangan: Penarikan kabel, instalasi saklar/stop kontak, titik lampu kamar/teras, & pipa air.

8. Dana Cadangan Tak Terduga (15%)

1. Estimasi Biaya: Rp 15.000.000,-

2. Keterangan: Antisipasi fluktuasi harga material di lapangan saat pelaksanaan proyek.

TOTAL ESTIMASI PEMBANGUNAN: Rp 315.000.000,-

D. CATATAN PENGHEMATAN (POTENSI SWADAYA)
Nilai di atas adalah estimasi komersial umum. Anggaran ini masih dapat ditekan (dikurangi) secara signifikan jika dalam pelaksanaannya nanti menggunakan sistem:

1. Gotong royong/swadaya tenaga kerja dari masyarakat, alumni, atau simpatisan pondok.

2. Pembelian material pokok secara langsung dalam volume besar (grosir/distributor).

Mohon doa restu, masukan, serta dukungan dari seluruh pengurus yayasan dan para jemaah sekalian demi kelancaran pembangunan fasilitas mengaji para santri kita.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Pengurus Yayasan Pon Pes KH. Kholil Toyyib
โฃโฃโฃ๐Ÿ”ด BERSAMA MEMBANGUN AMAL JARIYAH (UNTUK UMUM)

Assalamuโ€™alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah SWT. Selawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dalam rangka mewujudkan amanah dan wasiat dari almarhum Al-Maghfurlah KH. Kholil Toyyib sebelum beliau wafat, kami membuka kesempatan emas bagi masyarakat umum sekalian untuk menanam investasi akhirat (amal jariyah) melalui pembangunan Yayasan Pondok Pesantren KH. Kholil Toyyib.

Sebagai informasi, pengembangan pondok pesantren ini dibagi menjadi 4 wilayah/blok yang masing-masing akan diasuh oleh putra-putra beliau. Sistem zonasi ini direncanakan oleh K.Abd. Adim Kholil (pengasuh) dan telah direstui dengan penuh suka cita oleh almarhum semasa hidupnya. Tujuannya adalah agar program Taโ€™limiyah (pembelajaran) dan Ubudiyah (peribadatan) berjalan lebih matang, fokus, dan stabil, dengan tetap bernaung di bawah satu lembaga yang sama.

Saat ini, tahap awal pembangunan akan difokuskan pada wilayah/blok:
1. PON PES AL-ROYAH AL-SYARQIYAH [K. Abd Adim Bin KH. Kholil Toyyib]
Dan akan di lanjut dengan wilayah/blok:
2. PON PES SUNAN AMPEL [K. Moh. Idris Bin KH. Kholil Toyyib]
3. PON PES SUNAN GIRI [K. Musa Ma'mun bin KH. Kholil Toyyib]
4. PON PES SUNAN GUNUNG JATI [Nyai Lailatul Mukarromah  binti KH. Kholil Toyyib]

Bagi Bapak/Ibu/Saudara sekalian yang berkenan menyisihkan sebagian rezekinya, penyaluran infak/sedekah dapat dilakukan melalui jalur resmi berikut:

โ€ข QRIS: (Silakan scan gambar QRIS yang tersedia)

Informasi & Konfirmasi Donasi:
๐Ÿ“ž Hubungi Via WhatsApp: Klik di Sini (https://wa.me/6283840179334)

Semoga harta yang diinfakkan menjadi penolong di akhirat, pembuka pintu rezeki yang berkah, dan pahalanya terus mengalir tanpa putus. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Wassalamuโ€™alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
โฃHadis ini menjelaskan tentang kapan waktu mulai mendidik anak untuk shalat.
Maksud โ€œmembedakan kanan dan kiriโ€ adalah ketika anak sudah mulai memiliki kesadaran dasar dan kemampuan memahami sederhana, biasanya sekitar usia 7 tahun (meskipun tidak selalu tepat di angka itu).

Dari hadis ini dapat dipahami beberapa hal:
- Pendidikan shalat dimulai sejak dini
Orang tua dianjurkan mulai membiasakan anak shalat ketika mereka sudah bisa memahami perintah sederhana.
- Tahapan pendidikan anak
Dalam Islam, anak tidak langsung dibebani kewajiban (taklif), tetapi dibiasakan terlebih dahulu agar terbiasa.
- Tujuan pembiasaan
Agar ketika sudah baligh, shalat bukan sesuatu yang berat, karena sudah terbiasa sejak kecil.
- Peran orang tua sangat penting
Orang tua bertugas mengarahkan dan melatih, bukan hanya menyuruh tanpa pembinaan.
โฃHadis ini mengajarkan adab dalam memandang nikmat dunia.

- Jika melihat orang yang lebih kaya, lebih tampan, lebih tinggi kedudukannya, atau lebih banyak memperoleh kenikmatan dunia, jangan terus-menerus membandingkan diri dengannya. Sebaliknya, lihatlah kepada orang yang keadaannya berada di bawah kita.
- Dengan demikian, kita akan lebih mudah bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan dan terhindar dari sifat iri hati, dengki, serta merasa kurang.
- Adapun dalam urusan agama, justru dianjurkan melihat kepada orang yang lebih baik ibadah, ilmu, dan akhlaknya agar termotivasi untuk meningkatkan kualitas diri.

Hadis ini juga memiliki riwayat lain dengan tambahan:
ููŽู‡ููˆูŽ ุฃูŽุฌู’ุฏูŽุฑู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุชูŽุฒู’ุฏูŽุฑููˆุง ู†ูุนู’ู…ูŽุฉูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’
"Karena yang demikian itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian."

Pelajaran yang dapat diambil:

1. Mensyukuri nikmat Allah dengan tidak selalu membandingkan diri dengan orang yang lebih beruntung dalam urusan dunia.
2. Menjauhi sifat hasad (iri dengki) dan keluh kesah.
3. Menumbuhkan sikap qana'ah (merasa cukup dengan rezeki yang halal).
4. Dalam urusan akhirat, hendaknya berlomba-lomba dengan orang yang lebih saleh agar semakin dekat kepada Allah.
โฃHadis ini diriwayatkan dalam Musnad Abi Ya'la dan berisi anjuran adab sederhana ketika makan.

1. Makna umum
Hadis ini menjelaskan bahwa ketika seseorang hendak makan, dianjurkan untuk melepas sandal atau alas kaki agar lebih nyaman saat duduk dan makan.

2. Makna โ€œlebih menenangkan bagi kakiโ€
Ungkapan ini menunjukkan bahwa melepas sandal membuat tubuh lebih rileks dan posisi makan lebih nyaman, sehingga seseorang bisa makan dengan tenang dan tidak terganggu.

3. โ€œTermasuk sunnahโ€
Maksudnya, kebiasaan ini pernah dilakukan atau dianjurkan oleh Prophet Muhammad sebagai bagian dari adab (etika) sehari-hari, bukan sekadar kebiasaan biasa.

Pelajaran yang bisa diambil:
Islam mengajarkan adab bahkan dalam hal kecil seperti cara duduk saat makan.
Kebersihan, kenyamanan, dan ketenangan saat makan sangat diperhatikan.
Sunnah Nabi mencakup perilaku sehari-hari, bukan hanya ibadah formal.