Channel created
EYYOOO
Channel photo updated
halo halo
aku nitip ua
ayato, laki laki kuat yang merupakan tulang punggung keluarga dan membawa nama baik klan hingga ke seluruh penjuru Inazuma, laki laki yang tak kenal lelah, apapun dilakukan demi adik dan klan tercintanya. senyum manis dan lepasnya yang jarang terlihat karena seringnya memikul beban di pundaknya. sayangku, aku begitu bangga memiliki mu.. tetap menjadi laki laki kuat dan hebat ya?
beban di pundakmu begitu banyak, dan berat, seringkali kamu menyembunyikan letih mu dan terus memasang ekspresi dingin itu.
sering juga kamu menyembunyikan perasaan mu, membuatmu terlihat seperti pria kejam berdarah dingin yang hanya memikirkan klan nya,seringkali ku teringat betapa lelahnya posisi mu sebagai ketua klan sekaligus kepala keluarga dari adikmu satu satu nya. ayato, beban mu begitu berat. setiap mengingatmu, membuatku menangis karena aku menyadari beban ku tak ada bandingannya dengan beban yang kau pikul.
ayato, aku bangga memiliki mu. kasihku..
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sang Cahaya Hatiku, Aglaea.
yang jelitanya menyaingi rembulan penuh kala musim semi,

Kepada Engkau,
yang wajahnya lebih bening dari mata air suci Pegasean,
yang hadirmu mengusir gulita seperti fajar membelah kelam,
hamba haturkan sepucuk salam rindu yang tak lekang meski badai dan waktu mencoba merenggutnya dari dada ini.

yang langkahnya lebih halus dari desir embun di padang fajar,
izinkan hamba menyulam bait-bait kasih demi menyampaikan betapa luhur keelokanmu.

Duhai Aglaea,
engkau bukan sekadar pujaan hati.
Engkau adalah tempat jiwa ini kembali pulang,
engkau adalah rumah di tengah pengembaraan yang tak berujung.

Engkau, wahai puan, bukan sekadar molek dalam rupa.
Tiap helaian rambutmu bak benang malam yang ditenun dari langit,
dan mata elokmu, dua lentera abadi yang menggiring jiwaku ke taman keheningan.

Kulitmu, selembut sutra yang hanya dewi dapat kenakan,
dan senyummu—ah, senyummu—menyembuhkan luka yang tak tersentuh tabib manapun.
Bila para bintang punir dari firdaus yang jauh,
maka dikau adalah ratu di antara mereka, bersanding di takhta cahaya.

Jangan pernah terlintas dalam hati hamba untuk menyentuhmu dengan kelancangan,
sebab tubuhmu adalah kuil suci tempat keindahan bertakhta,
dan air mata darimu adalah lebih pedih daripada seribu panah menusuk dada.

Aku bersumpah, di hadapan langit yang menjadi saksi langkah-langkahku,
bahwa tidak pernah terbersit niat di benakku untuk membuatmu menangis.
Air matamu adalah kutukan bagiku,
lebih pahit dari anggur cemburu,
lebih menyakitkan dari kabar perang yang tak dimenangkan.

Aku mencintaimu bukan dengan nafsu duniawi yang fana,
melainkan dengan kehormatan seorang ksatria yang bersumpah di hadapan langit.
Tiada kata secantik dirimu, tiada bait seindah parasmu,
tiada musik yang mampu menandingi denting suaramu di antara riuh dunia.

Maka simpanlah surat ini, wahai puan,
seperti aku menyimpan bayanganmu dalam setiap bait syair yang kutulis dan dalam doaku yang paling lirih.

Aglaea, kekasihku, cahayaku, jiwaku—
jika hidupku adalah bait puisi,
maka engkaulah awal dan akhir dari tiap kalimatnya.