Forwarded from WINATA EVENT ORGANIZER.
Forwarded from WINATA EVENT ORGANIZER.
β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬
BIG THANKS TO OUR
MEDIA PARTNER
β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬
@WSDRIVE @OFCENFORCER @AGHLOFC @NoireOrphanarium @Harleyquline @OFFICIALMALE @ARUASIHEO @CAELVIRONOFC @OFCSITESCOMICS @OFCRUBRIX @OFCKYUZTLE @OfcMorwarts @GLENFORDSCHOOL @DIRECTVENOX @iPageMirage @RYDESTER @DCHOFC @DRATIGEREXPRESS @futurebloomacdmyofc @OFCMORPHIC @OFCROSIDE @OFCMOLOGYCULTE @OFCNEURONABYSS @MONSTRUMOFFICIAL @MEDICAZONEHOSPITAL @OFCVORTEXIRNEXUS @RESIDENTACADEMY @OFCTHEVALIANT @OFCJORLEY @REBIRTHMD @IFORTEOFFICIAL @VODRIJEN @EURYLOB @RAVENSBOURNESCHOOL @ANTARIKSASCHOOL @OFCSTALLIONSS @OFCLYNCHDEMON @OFCREIKETSU @AUREFLAMESCHOOL @OFCAMOLDO @OFCPAPILIOPICTUS @AVELORIAOFFICIAL @VULKANUSOFC @BLUEPRINTOFC @BPEOLPM @OFCMBC @OFCRHONES @OFCNEPTURIUS @AEQUITASCOURT @UNSADOFFICIAL @ARCTICACADEMY @ENIGMAOFFICI4L @OFCWESTALIS @OFCNOIRKAGE @NOIRDEOFC @VANDERQUAST @OFFICIALUNAD @MYSTORIOUSOFC @OSTYXHIGHSCHOOL @OFCVAELTHORN @VORESMOON @calestial_lgschool @LUNITRAINSOFC @PEPOFC @Enchantedcastleofc @KANTINOFC @OFCWESTBORN @OFCBAJINAS @OFC_AVACADEMY @OFCOXERA @OFCMOMMAE @OFCDADDAE @OFC_AVACADEMY @OFFICIALFEMALE @SHINCHANEXPRESS
Β© @WINATAORGANIZER
BIG THANKS TO OUR
MEDIA PARTNER
β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬β¬
@WSDRIVE @OFCENFORCER @AGHLOFC @NoireOrphanarium @Harleyquline @OFFICIALMALE @ARUASIHEO @CAELVIRONOFC @OFCSITESCOMICS @OFCRUBRIX @OFCKYUZTLE @OfcMorwarts @GLENFORDSCHOOL @DIRECTVENOX @iPageMirage @RYDESTER @DCHOFC @DRATIGEREXPRESS @futurebloomacdmyofc @OFCMORPHIC @OFCROSIDE @OFCMOLOGYCULTE @OFCNEURONABYSS @MONSTRUMOFFICIAL @MEDICAZONEHOSPITAL @OFCVORTEXIRNEXUS @RESIDENTACADEMY @OFCTHEVALIANT @OFCJORLEY @REBIRTHMD @IFORTEOFFICIAL @VODRIJEN @EURYLOB @RAVENSBOURNESCHOOL @ANTARIKSASCHOOL @OFCSTALLIONSS @OFCLYNCHDEMON @OFCREIKETSU @AUREFLAMESCHOOL @OFCAMOLDO @OFCPAPILIOPICTUS @AVELORIAOFFICIAL @VULKANUSOFC @BLUEPRINTOFC @BPEOLPM @OFCMBC @OFCRHONES @OFCNEPTURIUS @AEQUITASCOURT @UNSADOFFICIAL @ARCTICACADEMY @ENIGMAOFFICI4L @OFCWESTALIS @OFCNOIRKAGE @NOIRDEOFC @VANDERQUAST @OFFICIALUNAD @MYSTORIOUSOFC @OSTYXHIGHSCHOOL @OFCVAELTHORN @VORESMOON @calestial_lgschool @LUNITRAINSOFC @PEPOFC @Enchantedcastleofc @KANTINOFC @OFCWESTBORN @OFCBAJINAS @OFC_AVACADEMY @OFCOXERA @OFCMOMMAE @OFCDADDAE @OFC_AVACADEMY @OFFICIALFEMALE @SHINCHANEXPRESS
Β© @WINATAORGANIZER
π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
β°PENDAKIAN GUNUNG SUMBINGβ°
ββββββββββββββββββββββ
Haloo semuanya! Apa kabar kalian hari ini? Pernahkah kalian merasa ada sesuatu yang tampak seperti teman kalian, padahal itu adalah makhluk ghaib yang sedang berwujud?
Kali ini, saya Geora malvoy @elctravoy, ditemani oleh Sierra belle victoria @iPccnddu, akan mengajak kalian mengikuti kisah tentang kisah horor pendakian puncak sumbing.
ββββββββββββββββββββββ
Haloo semuanya! Apa kabar kalian hari ini? Pernahkah kalian merasa ada sesuatu yang tampak seperti teman kalian, padahal itu adalah makhluk ghaib yang sedang berwujud?
Kali ini, saya Geora malvoy @elctravoy, ditemani oleh Sierra belle victoria @iPccnddu, akan mengajak kalian mengikuti kisah tentang kisah horor pendakian puncak sumbing.
β€3π₯3β€βπ₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PART 1 β Pendakian yang Tak Seharusnya
Libur semester dimanfaatkan oleh lima sahabat untuk mendaki Gunung Sumbing.
Mereka adalah Dipta, Hanna,
Geora, Sierra, dan Atlas.
Pendakian dimulai dengan penuh tawa. Jalur yang menanjak tidak terasa berat karena mereka saling bercanda sepanjang perjalanan.
Di Pos 2, seorang kakek penjaga warung memperingatkan mereka.
Mereka hanya tersenyum. Bagi mereka itu hanyalah mitos gunung.
Geora:
Hana:
βΈ»
Menjelang sore, kabut turun lebih cepat dari biasanya. Jarak pandang hanya beberapa meter. Tiba-tibaβ¦
Suara perempuan terdengar pelan.
Dipta menoleh. Namu tidak ada siapa pun. Tak lama kemudian terdengar lagi.
Kali ini suara itu terdengar seperti suara ibunya. Dipta hampir menjawab. Namun, Atlas langsung menarik tasnya.
Dipta mengangguk pelan. Mereka melanjutkan perjalanan.
Libur semester dimanfaatkan oleh lima sahabat untuk mendaki Gunung Sumbing.
Mereka adalah Dipta, Hanna,
Geora, Sierra, dan Atlas.
Pendakian dimulai dengan penuh tawa. Jalur yang menanjak tidak terasa berat karena mereka saling bercanda sepanjang perjalanan.
Di Pos 2, seorang kakek penjaga warung memperingatkan mereka.
Kalau nanti dengar ada yang manggil nama kalian⦠jangan dijawab.
Mereka hanya tersenyum. Bagi mereka itu hanyalah mitos gunung.
Geora:
Kalian pada percaya yang di ucapin kakek itu?
Hana:
Yang begituan gausah terlalu dipercayain lah
βΈ»
Menjelang sore, kabut turun lebih cepat dari biasanya. Jarak pandang hanya beberapa meter. Tiba-tibaβ¦
Diptaβ¦
Suara perempuan terdengar pelan.
Dipta menoleh. Namu tidak ada siapa pun. Tak lama kemudian terdengar lagi.
Diptaβ¦
Kali ini suara itu terdengar seperti suara ibunya. Dipta hampir menjawab. Namun, Atlas langsung menarik tasnya.
Jangan jawab!
Dipta mengangguk pelan. Mereka melanjutkan perjalanan.
π3π₯2π2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PART 2 β Sosok di Balik Pohon
Saat malam tiba, mereka mendirikan tenda.
Sekitar pukul dua dini hari, Hanna terbangun. Ia melihat seorang perempuan berambut panjang berdiri di balik pohon. Perempuan itu tidak bergerak. Hanya menatap ke arah tenda. Saat Hanna membangunkan teman-temannyaβ¦
Sosok itu sudah menghilang.
βΈ»
Paginya mereka melanjutkan pendakian. Namun Geora tiba-tiba berhenti.
Semua saling berpandangan. Padahal beberapa menit sebelumnya Sierra berjalan tepat di belakang mereka. Mereka mencari ke segala arah. Namun tidak ada. Yang terdengar hanya suara angin.
Setelah hampir satu jam mencari, mereka menemukan Sierra. Ia duduk sendirian di sebuah batu besar, tatapannya kosong.
Dipta:
Sierra perlahan menoleh.
Semua terdiam.
Karena sejak satu jam lalu⦠Sierra tidak pernah bersama mereka.
Saat malam tiba, mereka mendirikan tenda.
Sekitar pukul dua dini hari, Hanna terbangun. Ia melihat seorang perempuan berambut panjang berdiri di balik pohon. Perempuan itu tidak bergerak. Hanya menatap ke arah tenda. Saat Hanna membangunkan teman-temannyaβ¦
Sosok itu sudah menghilang.
βΈ»
Paginya mereka melanjutkan pendakian. Namun Geora tiba-tiba berhenti.
Lho⦠Sierra mana?
Semua saling berpandangan. Padahal beberapa menit sebelumnya Sierra berjalan tepat di belakang mereka. Mereka mencari ke segala arah. Namun tidak ada. Yang terdengar hanya suara angin.
Setelah hampir satu jam mencari, mereka menemukan Sierra. Ia duduk sendirian di sebuah batu besar, tatapannya kosong.
Dipta:
Sier! Dari tadi ke mana?
Sierra perlahan menoleh.
Aku sama kalian kokβ¦
Semua terdiam.
Karena sejak satu jam lalu⦠Sierra tidak pernah bersama mereka.
π₯°3β€βπ₯2π₯1π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PART 3 β Tersesat di Tempat yang sama
Perjalanan pun diteruskan. Namun kejadian aneh semakin sering terjadi. Kompas tidak berfungsi, GPS menghilang, Kabut semakin tebal. Anehnyaβ¦
Mereka terus melewati pohon yang sama.
Bahkan botol minum yang sebelumnya terjatuh masih berada di tempat yang sama.
Mereka sadar bahwa mereka sedari tadi hanya berputar-putar di tempat yang
Atlas:
Yang lain hanya menoleh dan mengangguk iya. Atlas yang merasa di diam kan hanya mengusap kepala nya frustasi
Sierra:
βΈ»
Setelah lama mencari jalan keluar, akhirnya mereka berhasil menemukan tenda mereka dan segera beristirahat
Perjalanan pun diteruskan. Namun kejadian aneh semakin sering terjadi. Kompas tidak berfungsi, GPS menghilang, Kabut semakin tebal. Anehnyaβ¦
Mereka terus melewati pohon yang sama.
Bahkan botol minum yang sebelumnya terjatuh masih berada di tempat yang sama.
Mereka sadar bahwa mereka sedari tadi hanya berputar-putar di tempat yang
Atlas:
Lo semua sadar ga sih kita tuh sudah dari tadi muter di tempat yang sama?
Yang lain hanya menoleh dan mengangguk iya. Atlas yang merasa di diam kan hanya mengusap kepala nya frustasi
Sierra:
Tenangin diri kalian, gua yakin pasti kita bakal nemu jalan keluar nya
βΈ»
Setelah lama mencari jalan keluar, akhirnya mereka berhasil menemukan tenda mereka dan segera beristirahat
π2π2π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PART 4 β Langkah kaki dan Suara Misterius
Malam kedua menjadi yang paling mengerikan.Di luar tenda terdengar langkah kaki.
Satuβ¦ Dua...Tigaβ¦
Semakin banyak. Seolah ada puluhan orang berjalan mengelilingi tenda, Namun tidak ada suara percakapan hanya langkah kaki.
Tokβ¦Tokβ¦Tok..
Lalu terdengar suara Sierra.
Dipta yang hendak membuka resleting, namun Geora menahannya.
Dipta menoleh. Benar! Sierra sedang tertidur lelap.
Suara di luar kembali terdengar.
Kali ini suara itu berubah menjadi suara Hanna, kemudian berubah lagi menjadi suara ibu Dipta.
Mereka semua hanya saling diam, tidak ada yang berani membuka tenda.
Setelah matahari terbit, langkah kaki itu menghilang. Di depan tenda terdapat jejak kaki. Anehnyaβ¦
Jejak itu hanya mengarah mendekati tenda, tidak ada jejak yang menjauh.
Mereka segera turun gunung, sebelum turun, kakek penjaga warung kembali menemui mereka.
Malam kedua menjadi yang paling mengerikan.Di luar tenda terdengar langkah kaki.
Satuβ¦ Dua...Tigaβ¦
Semakin banyak. Seolah ada puluhan orang berjalan mengelilingi tenda, Namun tidak ada suara percakapan hanya langkah kaki.
Tokβ¦Tokβ¦Tok..
Lalu terdengar suara Sierra.
Dip⦠buka tendanya.
Dipta yang hendak membuka resleting, namun Geora menahannya.
Sierra tidur di sebelahmu.
Dipta menoleh. Benar! Sierra sedang tertidur lelap.
Suara di luar kembali terdengar.
Dipβ¦ aku kedinginanβ¦
Kali ini suara itu berubah menjadi suara Hanna, kemudian berubah lagi menjadi suara ibu Dipta.
Mereka semua hanya saling diam, tidak ada yang berani membuka tenda.
Setelah matahari terbit, langkah kaki itu menghilang. Di depan tenda terdapat jejak kaki. Anehnyaβ¦
Jejak itu hanya mengarah mendekati tenda, tidak ada jejak yang menjauh.
Mereka segera turun gunung, sebelum turun, kakek penjaga warung kembali menemui mereka.
π₯2π2π2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
PART 5 β Perjalanan pulang
Ia hanya berkata pelan.
Mereka semua terdiam, dan hanya saling menatap satu sama lain.
Atlas:
Kakek penjaga warung hanya tersenyum kepada mereka ber-5 lalu berjalan
βΈ»
Selama perjalanan turun mereka hanya lah fokus untuk tujuan utama mereka yaitu pulang dengan selamat, tanpa ada tambahan orang dan kekurangan orang.
βΈ»
Beberapa minggu kemudianβ¦ saat melihat foto hasil pendakianβ¦
Hanna menemukan sesuatu. Di salah satu foto kelompokβ¦
Terdapat seorang perempuan berpakaian putih berdiri di belakang mereka. Padahal saat foto diambil⦠tidak ada siapa pun di sana.
βΈ»
Sejak pendakian itu, tidak ada satu pun dari mereka yang berani kembali ke Gunung Sumbing.
Namun setiap tanggal pendakian merekaβ¦
Dipta selalu menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Saat diangkat⦠Hanya terdengar satu kalimat.
Lalu sambungan terputus.
Ia hanya berkata pelan.
Kalian beruntung.
Semalam⦠yang memanggil bukan teman kalian.
Mereka semua terdiam, dan hanya saling menatap satu sama lain.
Atlas:
Terima kasih ya kek atas ucapan kakek di pos 2.
Kakek penjaga warung hanya tersenyum kepada mereka ber-5 lalu berjalan
βΈ»
Selama perjalanan turun mereka hanya lah fokus untuk tujuan utama mereka yaitu pulang dengan selamat, tanpa ada tambahan orang dan kekurangan orang.
βΈ»
Beberapa minggu kemudianβ¦ saat melihat foto hasil pendakianβ¦
Hanna menemukan sesuatu. Di salah satu foto kelompokβ¦
Terdapat seorang perempuan berpakaian putih berdiri di belakang mereka. Padahal saat foto diambil⦠tidak ada siapa pun di sana.
βΈ»
Sejak pendakian itu, tidak ada satu pun dari mereka yang berani kembali ke Gunung Sumbing.
Namun setiap tanggal pendakian merekaβ¦
Dipta selalu menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.
Saat diangkat⦠Hanya terdengar satu kalimat.
Diptaβ¦ ayo lanjut naikβ¦
Lalu sambungan terputus.
β€3π3π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Dan begitulah akhir dari kisah "PENDAKIAN GUNUNG SUMBING"
Pesan yang dapat di ambil dari kisah tersebut ialah "Gunung bukan hanya tempat untuk menaklukkan puncak. Di sana ada alam yang harus dihormati, dan ada hal-hal yang mungkin tidak dapat dijelaskan oleh logikam Apapun keyakinan seseorang terhadap kisah-kisah seperti ini, keselamatan, etika pendakian, dan simap menghormati alam teyap menjadi hal yang utama"
Sekian dari kami, Geora malvoy @elctravoy bersama Sierra Belle @iPccnddu. Terima kasih sudah menemani cerita kali ini. Semoga kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa kita harus menghargai alam sekitar agar tidak mendapatkan hal-hal yang tidak di inginkan.
Sampai jumpa di cerita berikutnya.
ββββββββββββββββββ
Pesan yang dapat di ambil dari kisah tersebut ialah "Gunung bukan hanya tempat untuk menaklukkan puncak. Di sana ada alam yang harus dihormati, dan ada hal-hal yang mungkin tidak dapat dijelaskan oleh logikam Apapun keyakinan seseorang terhadap kisah-kisah seperti ini, keselamatan, etika pendakian, dan simap menghormati alam teyap menjadi hal yang utama"
Sekian dari kami, Geora malvoy @elctravoy bersama Sierra Belle @iPccnddu. Terima kasih sudah menemani cerita kali ini. Semoga kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa kita harus menghargai alam sekitar agar tidak mendapatkan hal-hal yang tidak di inginkan.
Sampai jumpa di cerita berikutnya.
ββββββββββββββββββ
π3π2β‘1π₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to Β«[ROMBAK] ππππππππ ππ
πΒ»