[ROMBAK] πŒπŽπ‘π–π€π‘π“π’ πŽπ…π‚
3.33K subscribers
62 photos
2 videos
20 files
3 links
πŒπŽπ‘π–π€π‘π“π’ πŽπ…π‚
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
ππŽπ’π“π„π‘ = @postermorwarts
πŒπππ’ ππŽπ“ = @MorwartsMpps_Bot
𝐏𝐅𝐏 ππŽπ“ = @PFP_MORWARTS_BOT
π’π‡πˆπ“ππŽπ’π“ = @AlbumMorwts
πŒπ„ππ…π„π’π’ = @MORWTSFESS

β†’ πŽπ…π‚ ππŽπ“ : @Morwarts_Bot
Download Telegram
Forwarded from WINATA EVENT ORGANIZER.
πŸ”₯1
β›°PENDAKIAN GUNUNG SUMBINGβ›°


━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Haloo semuanya! Apa kabar kalian hari ini? Pernahkah kalian merasa ada sesuatu yang tampak seperti teman kalian, padahal itu adalah makhluk ghaib yang sedang berwujud?

Kali ini, saya Geora malvoy @elctravoy, ditemani oleh Sierra belle victoria @iPccnddu, akan mengajak kalian mengikuti kisah tentang kisah horor pendakian puncak sumbing.
❀3πŸ”₯3❀‍πŸ”₯1
PART 1 β€” Pendakian yang Tak Seharusnya

Libur semester dimanfaatkan oleh lima sahabat untuk mendaki Gunung Sumbing.

Mereka adalah Dipta, Hanna,
Geora, Sierra, dan Atlas.


Pendakian dimulai dengan penuh tawa. Jalur yang menanjak tidak terasa berat karena mereka saling bercanda sepanjang perjalanan.

Di Pos 2, seorang kakek penjaga warung memperingatkan mereka.

Kalau nanti dengar ada yang manggil nama kalian… jangan dijawab.


Mereka hanya tersenyum. Bagi mereka itu hanyalah mitos gunung.

Geora:
Kalian pada percaya yang di ucapin kakek itu?

Hana:
Yang begituan gausah terlalu dipercayain lah


βΈ»

Menjelang sore, kabut turun lebih cepat dari biasanya. Jarak pandang hanya beberapa meter. Tiba-tiba…

Dipta…


Suara perempuan terdengar pelan.

Dipta menoleh. Namu tidak ada siapa pun. Tak lama kemudian terdengar lagi.

Dipta…


Kali ini suara itu terdengar seperti suara ibunya. Dipta hampir menjawab. Namun, Atlas langsung menarik tasnya.

Jangan jawab!


Dipta mengangguk pelan. Mereka melanjutkan perjalanan.
πŸ“3πŸ”₯2πŸ‘€2
PART 2 β€” Sosok di Balik Pohon

Saat malam tiba, mereka mendirikan tenda.

Sekitar pukul dua dini hari, Hanna terbangun. Ia melihat seorang perempuan berambut panjang berdiri di balik pohon. Perempuan itu tidak bergerak. Hanya menatap ke arah tenda. Saat Hanna membangunkan teman-temannya…
Sosok itu sudah menghilang.

βΈ»

Paginya mereka melanjutkan pendakian. Namun Geora tiba-tiba berhenti.

Lho… Sierra mana?


Semua saling berpandangan. Padahal beberapa menit sebelumnya Sierra berjalan tepat di belakang mereka. Mereka mencari ke segala arah. Namun tidak ada. Yang terdengar hanya suara angin.

Setelah hampir satu jam mencari, mereka menemukan Sierra. Ia duduk sendirian di sebuah batu besar, tatapannya kosong.

Dipta:
Sier! Dari tadi ke mana?


Sierra perlahan menoleh.
Aku sama kalian kok…


Semua terdiam.

Karena sejak satu jam lalu… Sierra tidak pernah bersama mereka.
πŸ₯°3❀‍πŸ”₯2πŸ”₯1πŸ“1
PART 3 β€” Tersesat di Tempat yang sama

Perjalanan pun diteruskan. Namun kejadian aneh semakin sering terjadi. Kompas tidak berfungsi, GPS menghilang, Kabut semakin tebal. Anehnya…

Mereka terus melewati pohon yang sama.

Bahkan botol minum yang sebelumnya terjatuh masih berada di tempat yang sama.

Mereka sadar bahwa mereka sedari tadi hanya berputar-putar di tempat yang

Atlas:
Lo semua sadar ga sih kita tuh sudah dari tadi muter di tempat yang sama?


Yang lain hanya menoleh dan mengangguk iya. Atlas yang merasa di diam kan hanya mengusap kepala nya frustasi

Sierra:
Tenangin diri kalian, gua yakin pasti kita bakal nemu jalan keluar nya


βΈ»

Setelah lama mencari jalan keluar, akhirnya mereka berhasil menemukan tenda mereka dan segera beristirahat
πŸ‘2πŸ“2πŸ”₯1
PART 4 β€” Langkah kaki dan Suara Misterius

Malam kedua menjadi yang paling mengerikan.Di luar tenda terdengar langkah kaki.

Satu… Dua...Tiga…

Semakin banyak. Seolah ada puluhan orang berjalan mengelilingi tenda, Namun tidak ada suara percakapan hanya langkah kaki.

Tok…Tok…Tok..

Lalu terdengar suara Sierra.

Dip… buka tendanya.


Dipta yang hendak membuka resleting, namun Geora menahannya.

Sierra tidur di sebelahmu.


Dipta menoleh. Benar! Sierra sedang tertidur lelap.

Suara di luar kembali terdengar.

Dip… aku kedinginan…


Kali ini suara itu berubah menjadi suara Hanna, kemudian berubah lagi menjadi suara ibu Dipta.

Mereka semua hanya saling diam, tidak ada yang berani membuka tenda.

Setelah matahari terbit, langkah kaki itu menghilang. Di depan tenda terdapat jejak kaki. Anehnya…

Jejak itu hanya mengarah mendekati tenda, tidak ada jejak yang menjauh.

Mereka segera turun gunung, sebelum turun, kakek penjaga warung kembali menemui mereka.
πŸ”₯2πŸ‘2πŸ“2
PART 5 β€” Perjalanan pulang

Ia hanya berkata pelan.
Kalian beruntung.
Semalam… yang memanggil bukan teman kalian.


Mereka semua terdiam, dan hanya saling menatap satu sama lain.

Atlas:
Terima kasih ya kek atas ucapan kakek di pos 2.


Kakek penjaga warung hanya tersenyum kepada mereka ber-5 lalu berjalan

βΈ»

Selama perjalanan turun mereka hanya lah fokus untuk tujuan utama mereka yaitu pulang dengan selamat, tanpa ada tambahan orang dan kekurangan orang.

βΈ»

Beberapa minggu kemudian… saat melihat foto hasil pendakian…

Hanna menemukan sesuatu. Di salah satu foto kelompok…

Terdapat seorang perempuan berpakaian putih berdiri di belakang mereka. Padahal saat foto diambil… tidak ada siapa pun di sana.

βΈ»

Sejak pendakian itu, tidak ada satu pun dari mereka yang berani kembali ke Gunung Sumbing.

Namun setiap tanggal pendakian mereka…

Dipta selalu menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal.

Saat diangkat… Hanya terdengar satu kalimat.

Dipta… ayo lanjut naik…


Lalu sambungan terputus.
❀3πŸ“3πŸ”₯1
Dan begitulah akhir dari kisah "PENDAKIAN GUNUNG SUMBING"
Pesan yang dapat di ambil dari kisah tersebut ialah "Gunung bukan hanya tempat untuk menaklukkan puncak. Di sana ada alam yang harus dihormati, dan ada hal-hal yang mungkin tidak dapat dijelaskan oleh logikam Apapun keyakinan seseorang terhadap kisah-kisah seperti ini, keselamatan, etika pendakian, dan simap menghormati alam teyap menjadi hal yang utama"

Sekian dari kami, Geora malvoy @elctravoy bersama Sierra Belle @iPccnddu. Terima kasih sudah menemani cerita kali ini. Semoga kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa kita harus menghargai alam sekitar agar tidak mendapatkan hal-hal yang tidak di inginkan.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━
πŸ“3πŸ‘2⚑1πŸ”₯1
Channel name was changed to Β«[ROMBAK] πŒπŽπ‘π–π€π‘π“π’ πŽπ…π‚Β»