Barangkali kita tak saling mencari, namun jika langkahmu tiba di ambang, aku bukan pintu yang terkunci.
Channel name was changed to «ㅤㅤㅤ"Dalam kelam nirmala candra, jiwa berkelana melintasi loka atemporal, menari bersama ananta tarang yang tak berujung, di mana»
Channel name was changed to «dharma dan karma bersatu dalam sunyi tanpa suara; dan setiap hembusan angin membawa bisikan abadi»
Channel name was changed to «yang mengajarkan bahwa segala yang lahir dari keheningan akan kembali kepada keheningan, dalam siklus tanpa nama dan tanpa batas»
Bisik sanubari, gema sunyi jiwa milik Hanum yang selalu Rahasia.
Photo
— Dalam bisik sanubari yang tak pernah lelah, kasih yang mengalir tanpa batas merangkul jiwa yang rapuh dalam keheningan penuh pelindung, menanam benih cinta yang tumbuh kuat meski tanpa suara, menjadi nafas lembut yang menyatukan dua hati dalam satu irama hidup.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Malam tak pernah benar-benar sepi. Ia hanya meminjam gelap untuk menyembunyikan gaduh yang tak bersuara di dalam kepala. Dan seperti sudah dijanjikan oleh waktu, pikiran kembali larut—berlarian tanpa arah, saling bertabrakan, saling mengusik. Setiap kenangan muncul tak diundang, tapi selalu tahu kapan harus mengetuk paling pelan di sisi tergelap ingatan. Aneh, sebab yang datang hanya yang pahit, hanya yang luka, hanya yang ingin sekali kulupakan. Tapi malam tetap datang, membawa mereka pulang, satu per satu, tanpa ampun.
Entahlah... mungkin begini cara sunyi bekerja—membuat kita mengingat hal-hal yang bahkan tak ingin kita kenang lagi.
Entahlah... mungkin begini cara sunyi bekerja—membuat kita mengingat hal-hal yang bahkan tak ingin kita kenang lagi.
Channel name was changed to «Di antara sunyi yang menjerat malam, bayangmu tetap enggan pergi; ia berdiam dalam relung sukma,»
Channel name was changed to «menari bersama kenangan yang tak kunjung padam, seolah seluruh semesta bersepakat menjadikanku tawanan dari rinduku sendiri.»
— Kubiarkan untuk kali ini engkau melupakan aksara; cukup dengarkanlah aku melalui nada yang kusematkan, dengan harap hati dapat menyampaikan pesan, hanya untukmu seorang
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ada rasa yang tak sanggup kuletakkan pada aksara, sebab setiap kali kutuliskan, ia justru luruh menjadi air mata. Maka kubiarkan ia berdiam di antara sunyi malam, menitipkan bisiknya pada angin yang mendayu, berharap sampai padamu meski tanpa pernah kusebutkan namamu secara terang. Dan andai waktu mengizinkan, biarlah engkau tahu bahwa seluruh diamku hanyalah caraku menjaga rahasia rinduku.

