NEVER MEDIA
18.5K subscribers
624 photos
1.07K videos
85 links
Download Telegram
Seorang wanita Tewas terpanggang tidak sempat menyelamatkan diri setelah rumah miliknya Terbakar rata dengan tanah, korban dikabarkan memiliki riwayat mengalami gangguan jiwa, Peristiwa kebakaran terjadi pada kamis malam, (29/10/2026)

Kebakaran sebuah rumah di desa Mulya Jaya, kecamatan Gunung Agung, menggegerkan warga sekitar, lantaran tak ada tanda-tanda yang mencurigakan sebelumnya, tiba-tiba pada kamis malam warga mendengar gemuruh, setelah dilihat ternyata suara api yang berasal dari rumah warga.

Warga hanya bisa menyaksikan api yang membumbung tinggi merambat dan menghabiskan rumah milik Nurjanah (43), warga tak mendengar suara korban dari dalam rumah diduga korban sudah meninggal dan terbakar.

Benar, ibu Nurjanah yang berada di dalam rumah sendiri ternyata kondisinya memperihatinkan, tubuh korban tertutup bara api, korban diduga tertidur saat kebakaran terjadi, ia tinggal berdua dengan anaknya namun sang anak sedang keluar rumah saat peristiwa kebakaran terjadi.

β€œBelum tahu pak penyebab kebakaran, saya pas lewat sudah bayak orang terus api sudah mulai padam, sempat saya lihat pemilik rumah sudah tidak utuh lagi kondisinya karena sudah terbakar, ini warga sekitar masih mau memadamkan bara yang masih hidup”. Jelas Andi

Korban memiliki 2 anak, satu di pondok pesantren dan 1 lagi tinggal bersamanya, namun saat kebakaran. Anaknya sedang keluar rumah. Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak berwajib, tentang penyebab kebakaran, korban jiwa dan jumlah kerugian.
❀2😭2😒1
KETAHUAN SAAT NGAPEL, DUA PRIA TERLIBAT KERIBUTAN DI KOST JANDA

Keributan melibatkan seorang perempuan dan dua pria terjadi di sebuah rumah kos di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Peristiwa tersebut bermula ketika seorang pria asal Sragi datang ke tempat kos dan mendapati perempuan yang disebut-sebut sebagai kekasihnya berada bersama pria lain di dalam kamar.

Menurut informasi yang beredar di media sosial, perempuan berstatus janda asal Temanggung itu diduga menjalin hubungan dengan dua pria sekaligus. Ia disebut telah berpacaran selama sekitar dua tahun dengan pria asal Wonopringgo, sementara pria asal Sragi mengaku sudah menjalin hubungan dengannya selama satu tahun.

Situasi kemudian memanas hingga memicu keributan. Warga sekitar yang mendengar kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melerai.

Kepala Desa Kayugeritan, Mulyatno, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, saat kejadian warga Dukuh Kayunan Timur sedang melaksanakan kegiatan tahlilan rutin malam Jumat di salah satu rumah warga yang lokasinya tidak jauh dari tempat kos.

"Ada keributan satu perempuan diduga punya pacar dua. Ribut di tempat kos yang lokasinya tidak jauh di tempat warga tengah melaksanakan tahlilan malam Jumat," kata Mulyatno, Jumat (30/10/2026).

Untuk menghindari kerumunan warga, ketiganya kemudian dibawa ke Polsek Karanganyar. Pihak kepolisian bersama warga selanjutnya melakukan mediasi sehingga persoalan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
❀4😁1
HADEUH. INI NGAPAIN LAH COBAK.

LINK VT NYA DI SINI. πŸ‘‡πŸ‘‡
https://sub4unlock.io/AWsvX

Yang ga ngerti cara buka link nya, nih tutornya πŸ‘‡
https://t.me/tutorialbukaklink

Spoiler Mimin TECKDONW langsung
❀1
HEBOH! Wanita Ini Tak Bisa Lepas Saat Berhubungan S*ks dengan Anjing Peliharaannya, Terpaksa Dievakuasi ke Rumah Sakit Bersama Ambulans πŸš‘πŸ•

Vidio nya πŸ‘‡
https://t.me/beritainternasionalll/995
❀1
Lansia Tewas Ditebas Keponakan Sendiri di Barito Timur

Perselisihan keluarga diduga menjadi pemicu penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menewaskan seorang pria lanjut usia berinisial E (79) di kawasan Simpang Barumbut, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Jumat (30/10/2026) pagi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.24 WIB di kawasan Jalan Ampah–Tamiang Layang tersebut membuat korban mengalami luka serius. Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di atas kursi dan kemudian dievakuasi untuk keperluan visum et repertum.

Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Stefanus Rantealo, mengungkapkan pihaknya masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut. Dugaan sementara, penganiayaan dipicu persoalan keluarga.

"Untuk sementara motifnya masalah keluarga, dan keduanya antara korban dan tersangka memiliki hubungan paman dan keponakan. Tetapi masih kita dalami agar jelas," ungkap IPTU Stefanus saat dihubungi melalui telepon.

Menurutnya, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi jenazah untuk keperluan visum, serta mencari dan mengamankan barang bukti.

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa itu diketahui setelah terdengar keributan di sekitar toko tempatnya berada. Saat memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), pelapor melihat seseorang yang diduga menyerang korban.

Setelah kejadian, orang yang diduga sebagai pelaku meninggalkan lokasi. Pelapor kemudian meminta bantuan dan melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian.

Dalam penanganan kasus ini, polisi mengamankan seorang pria berinisial T yang diduga terlibat. Menurut Kapolsek, T bersikap kooperatif dan menyerahkan diri tanpa melakukan perlawanan.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Masyarakat diminta agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Warga yang mengetahui atau mengalami tindak pidana juga diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
❀2
Nenek di Depok Bakar Cucu Kandung Karena Kesal Tak Dijemput

Seorang nenek berinisial M (64) diduga membakar cucunya berinisial LA (17) di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Senin (26/10/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu kekesalan karena korban tidak menjemputnya.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika M meminta korban menjemputnya di rumah temannya. Karena tidak kunjung dijemput, M terpaksa pulang dengan berjalan kaki sekitar satu kilometer.

Saat tiba di dekat rumah, M melihat korban sedang makan di warung. Hal itu membuatnya semakin kesal dan menyuruh korban pulang.

Sekitar pukul 13.00 WIB, keduanya terlibat cekcok di dalam rumah. Perselisihan terjadi ketika M hendak menyita ponsel korban, tetapi korban tidak menyerahkannya. M kemudian menampar korban.

Setelah itu, M mengambil minyak tanah dari dapur dan membawanya ke ruang belakang tempat korban berada. Pelaku diduga menyiram tubuh korban dengan minyak tanah, lalu menyulutnya menggunakan korek gas hingga api menyambar tubuh korban.

Korban berteriak meminta pertolongan. M menghampiri korban dan menyiramkan air ke tubuhnya. Seorang saksi yang mendengar teriakan kemudian datang dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Awalnya pelaku sempat berbohong kepada keluarga dengan mengklaim korban terkena ledakan kompor.

"Awalnya tersangka mengakui ada kompor yang meledak," kata Oka Utama, Jumat (30/10/2026).

Namun kebohongan tersebut terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan. "Namun setelah ditelusuri, korban disiram minyak tanah oleh pelaku," ujarnya.

Korban dilaporkan mengalami luka bakar sekitar 80 persen dan berada dalam kondisi kritis serta menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Polisi telah menangkap M dan menetapkannya sebagai tersangka. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi, serta menyita barang bukti untuk kepentingan penyidikan.
❀3😭1
NEVER MEDIA
Video
Berita sebelumnya πŸ‘‡
https://t.me/never_mediaa/1769?single

Dua hari setelah melompat ke Sungai Jagir, pelarian pria berinisial R akhirnya berakhir. Pelaku penusukan di kawasan Jembatan Nginden, Surabaya, itu ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026) pagi.

Tim SAR gabungan menemukan jasad R sekitar pukul 05.32 WIB. Saat ditemukan, tubuhnya mengambang dan tersangkut tanaman eceng gondok, sekitar dua kilometer dari titik awal ia menceburkan diri ke sungai.

Petugas kemudian mengevakuasi jasad tersebut. Tim INAFIS Polrestabes Surabaya melakukan identifikasi di lokasi sebelum jenazah dibawa menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara.

R sebelumnya melompat ke Sungai Jagir pada Kamis (29/10/2026) malam, setelah menusuk seorang pengendara mobil. Aksi nekat itu diduga dilakukan karena panik dan berusaha menghindari amukan massa yang berdatangan ke lokasi kejadian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 23.00 WIB di kawasan Jembatan Nginden. Saat itu, dua pengendara mobil terlibat gesekan ringan yang kemudian berkembang menjadi aksi saling ejek, cekcok, hingga perkelahian fisik.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, pertikaian tersebut berlangsung cepat hingga salah satu pihak mengeluarkan pisau.

"Salah satu orang mengeluarkan pisau dan menusuk korban yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit," kata Luthfie.

Korban mengalami luka tusuk serius dan harus menjalani perawatan medis secara intensif. Setelah diserang, korban sempat berteriak meminta pertolongan.

Warga dan pengguna jalan yang mendengar teriakan itu langsung berdatangan untuk membantu. Namun, situasi tersebut membuat R panik. Ia kemudian melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke Sungai Jagir.

"Korban sempat berteriak minta tolong dan ditolong oleh massa yang kebetulan sedang ramai di lokasi, namun pelaku penusukan melarikan diri karena panik dan menceburkan diri ke Sungai Jagir," ungkap Luthfie.

Kondisi Sungai Jagir saat itu disebut sedang berada pada puncak debit air. Kedalamannya diperkirakan mencapai delapan meter. Polisi juga menduga R tidak memiliki kemampuan berenang.

"Kondisi air sungai pada saat itu sedang berada di puncak tertinggi dengan estimasi kedalaman mencapai delapan meter, dan kemungkinan besar pelaku tidak bisa berenang," jelas Luthfie.

Pencarian terhadap R dilakukan sejak Kamis malam oleh tim gabungan yang melibatkan SAR Pemkot Surabaya, kepolisian, dan relawan. Upaya tersebut berlangsung hingga jasadnya ditemukan pada Sabtu pagi.

Luthfie memastikan R merupakan orang yang melakukan penusukan. Sementara itu, beberapa orang yang bersamanya telah diamankan dan diperiksa sebagai saksi oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Berdasarkan penyelidikan sementara, cekcok diduga dipicu oleh kondisi empat orang di dalam mobil R yang berada dalam pengaruh minuman keras. Mereka menegur kendaraan korban hingga terjadi adu mulut yang berujung pada penusukan.

Polisi menyebut korban dan R sama-sama warga Kota Surabaya. Sementara itu, asal-usul serta kepemilikan pisau yang digunakan dalam penusukan masih dalam penyelidikan.
❀4😁2🀣1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan aksi seorang pria di kawasan Surabaya Utara, Jawa Timur. Pria bernama Faisol Bahir ini mendadak viral setelah dengan percaya diri mengaku sebagai sosok Imam Mahdi.

Dalam potongan video yang beredar luas, pria yang mengenakan jubah biru, kerudung hijau, sambil memeluk kain merah ini melontarkan klaim yang bikin geleng-geleng kepala. Ia menyebut bahwa dirinya telah menerima wahyu dan dadanya pernah dibelah oleh Malaikat Jibril.

Aksi kontroversial ini langsung memancing beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menjadikannya bahan candaan, namun banyak juga yang merasa prihatin dan menduga pria tersebut sedang mengalami tekanan mental atau gangguan kesehatan jiwa.

Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai tindakan atau laporan dari pihak berwenang setempat. Meski begitu, masyarakat diharapkan untuk tidak mudah terprovokasi dan menyikapi fenomena ini dengan bijak.
Tabrak Saat Nyalip ,Pemotor Wanita di Bogor Tewas Terbentur Roda Belakang Truk

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor dan satu truk terjadi di Jalan Raya Cikuda, Kecamatan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026) pagi. Seorang pengendara motor wanita meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

"Korban kecelakaan meninggal dunia satu orang, pengendara sepeda motor berinisial JTH," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, Sabtu (31/10/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan berawal ketika korban melaju dari arah Wanaherang menuju Cileungsi.

"Setibanya di TKP, bergerak ke kanan jalan mendahului kendaraan truk tronton di depannya," jelasnya.

Pada saat bersamaan, sepeda motor Honda CBR 150 melaju dari arah Cileungsi menuju Wanaherang. Kemudian korban bertabrakan dengan sepeda motor tersebut.

"Kemudian kendaraan Honda CBR 150 terjatuh ke kiri jalan dan Suzuki Lets yang dikendarai korban juga terjatuh ke kiri dan membentur ban belakang kanan kendaraan truk," tuturnya.

Korban meninggal dunia usai mengalami luka di kepala. Sementara itu, pengendara Honda CBR 150 mengalami luka-luka pada bagian siku dan lutut.

"Korban dibawa ke RS Abdul Radjak Cileungsi," pungkasnya.