✒️. Hiro Mahendra, permata klub film di SMA 20 Bandung.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Sembari menyeruput kopi, aku menatap mereka yang sedang berlatih dengan naskah yang baru selesai setengah. Lima hari sebelum acara ulang tahun sekolah, namun aku belum menyelesaikan naskah drama yang kubuat. Ahh, cukup memusingkan, ya. Untung saja segelas kopi dapat menenangkan pikiran ini walau hanya beberapa waktu— setidaknya menenangkan.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
23.45 WIB— dikamar Hiro Mahendra
“Akhirnya!” Ucapku dengan bahagia, naskah drama sudah jadi sepenuhnya. Malam ini aku sudah menghabiskan tiga gelas kopi, kurasa aku tidak akan tidur semalaman. Aku melirik ke jam dinding yang berada dikamarku, melihat masih banyak waktu sebelum terlalu larut, aku melanjutkan mengetik— tidak, kali ini bukan membuat naskah film maupun drama. Hanya membuat sebuah cerita fiksi, namun dengan sedikit harapan agar suatu saat cerita itu dapat ditayangkan di layar.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
“Hiro, kamu sedang sibuk atau tidak? Ayo kita menghabiskan waktu di kafe!” Aku tersenyum tipis melihat chat dari temanku, dengan sopan aku mengetik dan mengirim pesan.
“Maaf, aku sedang sibuk. Mungkin lain kali”— Bohong, nyatanya aku hanya ingin menonton film untuk mencari inspirasi untuk naskah drama yang akan kubuat nanti
“Maaf, aku sedang sibuk. Mungkin lain kali”— Bohong, nyatanya aku hanya ingin menonton film untuk mencari inspirasi untuk naskah drama yang akan kubuat nanti
🕊2 2 2 2 2 2 1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Apakah kalian memiliki ide yang bagus untuk alur drama yang akan ditampilkan suatu saat nanti? Sampaikanlah!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
