Fragments of Air and Asphalt.
1 subscriber
5 photos
2 files
2 links
(E. 31, 22) |Lorong-lorong berhimpitan,
menyaksikan kota menanggalkan warna sunyinya.
Setiap sudut tercatat dengan baja menua perlahan,
ditangkap melalui lensa lama.
“milik” @Klasiqal
Download Telegram
catatan pribadi. —
cahaya kota pagi.
secangkir kafein pekat.
rinai menguar peluh.
buku, irama, denting.
Channel name was changed to «baganhari.com — belikat napas kota menjulang, langit damai terisi olehnya, singgah di sela rangka baja dan udara terbuka.»
Channel name was changed to «Fragments of Air and Asphalt.»
Secarik halaman bersimpuh luruh,
mengintai giat gerak rupa
berbagi hari yang meraya,
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
lenguhnya menguar,
bersirat makna abstrak
lengkung hangat terpatri, menyuar dengan lantang
merayu tiap insan pada peringainya
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Channel photo removed
ㅤ Kota menyapa lebih awal
ㅤㅤㅤ Lewat jalan yang sama,
ㅤㅤㅤ suara riang semilir angin dan ramai lalu lalang.
ㅤㅤㅤ Beberapa langkah yang diambil
ㅤㅤㅤ tak kenal tujuan maupun pikiran,
ㅤㅤㅤ hanya mengikuti arus
ㅤㅤㅤ dan memastikan tetap berjalan.

ㅤ Hari ini masih sama nian lalu,
ㅤㅤ Jakarta di jam segini nggak pernah diam.
ㅤㅤ masih selalu dengan kesibukannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤalunan musik berdengung
ㅤㅤㅤㅤㅤmelalui indra pendengar,
ㅤㅤㅤㅤㅤmelantur mesra temani riuhnya,
ㅤㅤㅤㅤㅤkembali pada kota lama.
ㅤㅤㅤㅤㅤ
Channel photo updated
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM