*6 ADAB PARA NABI SAAT BERDOA*
Doa adalah ucapan yg dirangkai sebagai permohonan dengan ketundukan dan kerendahan diri
1. Berdoa dimulai dgn memujiNya
Seperti Ibrahim 14:39
{ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ }
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
Alfatihah
2. Mendahulukan memohon ampun sblm meminta yg lain
Seperti Adam 7:23
{ قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ }
Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.
Nabi Musa pun meminta ampun dalam 7: 151
{ قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِأَخِي وَأَدۡخِلۡنَا فِي رَحۡمَتِكَۖ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ }
Dia (Musa) berdoa, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang
3. Mendahulukan Minta urusan agama (ilmu) sebelum meminta urusan dunia
Seperti sulaiman 38:35
{ قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ }
[Surah Ṣād: 35]
Dia berkata, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.
4. Meminta terkait urusan dunia tidak dinyatakan scr jelas/ spesifik sebagaimana doa nabi Nuh
{ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ وَأَنتَ أَحۡكَمُ ٱلۡحَٰكِمِينَ }
[Surah Hūd: 45]
Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.
Sebagaimana Musa
{ فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَآ أَنزَلۡتَ إِلَيَّ مِنۡ خَيۡرٖ فَقِيرٞ }
[Surah Al-Qaṣaṣ: 24]
Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku.
Sebagaimana Ayyuub
{ ۞ وَأَیُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥۤ أَنِّی مَسَّنِیَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّ ٰحِمِینَ }
[Surah Al-Anbiyāʾ: 83]
5. Menisbatkan kebaikan kpd Allah dan keburukan kpd diri sendiri atau krn syetan
Sbgmn ayyub
{ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَاۤ أَیُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥۤ أَنِّی مَسَّنِیَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ بِنُصۡبࣲ وَعَذَابٍ }
[Surah Ṣād: 41]
Sbgmn nabi khidr
{ أَمَّا ٱلسَّفِینَةُ فَكَانَتۡ لِمَسَـٰكِینَ یَعۡمَلُونَ فِی ٱلۡبَحۡرِ فَأَرَدتُّ أَنۡ أَعِیبَهَا وَكَانَ وَرَاۤءَهُم مَّلِكࣱ یَأۡخُذُ كُلَّ سَفِینَةٍ غَصۡبࣰا }
[Surah Al-Kahf: 79]
6. Mendahulukan tasbih daripd menyampaikan permohonan
{ وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبࣰا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَیۡهِ فَنَادَىٰ فِی ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّاۤ إِلَـٰهَ إِلَّاۤ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّی كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ }
[Surah Al-Anbiyāʾ: 87]
Ustadz DR. Abdul Adzim
Doa adalah ucapan yg dirangkai sebagai permohonan dengan ketundukan dan kerendahan diri
1. Berdoa dimulai dgn memujiNya
Seperti Ibrahim 14:39
{ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى ٱلۡكِبَرِ إِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ }
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishak. Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
Alfatihah
2. Mendahulukan memohon ampun sblm meminta yg lain
Seperti Adam 7:23
{ قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ }
Keduanya berkata, Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.
Nabi Musa pun meminta ampun dalam 7: 151
{ قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِأَخِي وَأَدۡخِلۡنَا فِي رَحۡمَتِكَۖ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ }
Dia (Musa) berdoa, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua penyayang
3. Mendahulukan Minta urusan agama (ilmu) sebelum meminta urusan dunia
Seperti sulaiman 38:35
{ قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ }
[Surah Ṣād: 35]
Dia berkata, Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun setelahku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Pemberi.
4. Meminta terkait urusan dunia tidak dinyatakan scr jelas/ spesifik sebagaimana doa nabi Nuh
{ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ وَأَنتَ أَحۡكَمُ ٱلۡحَٰكِمِينَ }
[Surah Hūd: 45]
Dan Nuh memohon kepada Tuhannya sambil berkata, Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku adalah termasuk keluargaku, dan janji-Mu itu pasti benar. Engkau adalah hakim yang paling adil.
Sebagaimana Musa
{ فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَآ أَنزَلۡتَ إِلَيَّ مِنۡ خَيۡرٖ فَقِيرٞ }
[Surah Al-Qaṣaṣ: 24]
Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan kepadaku.
Sebagaimana Ayyuub
{ ۞ وَأَیُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥۤ أَنِّی مَسَّنِیَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرۡحَمُ ٱلرَّ ٰحِمِینَ }
[Surah Al-Anbiyāʾ: 83]
5. Menisbatkan kebaikan kpd Allah dan keburukan kpd diri sendiri atau krn syetan
Sbgmn ayyub
{ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَاۤ أَیُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥۤ أَنِّی مَسَّنِیَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ بِنُصۡبࣲ وَعَذَابٍ }
[Surah Ṣād: 41]
Sbgmn nabi khidr
{ أَمَّا ٱلسَّفِینَةُ فَكَانَتۡ لِمَسَـٰكِینَ یَعۡمَلُونَ فِی ٱلۡبَحۡرِ فَأَرَدتُّ أَنۡ أَعِیبَهَا وَكَانَ وَرَاۤءَهُم مَّلِكࣱ یَأۡخُذُ كُلَّ سَفِینَةٍ غَصۡبࣰا }
[Surah Al-Kahf: 79]
6. Mendahulukan tasbih daripd menyampaikan permohonan
{ وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَـٰضِبࣰا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقۡدِرَ عَلَیۡهِ فَنَادَىٰ فِی ٱلظُّلُمَـٰتِ أَن لَّاۤ إِلَـٰهَ إِلَّاۤ أَنتَ سُبۡحَـٰنَكَ إِنِّی كُنتُ مِنَ ٱلظَّـٰلِمِینَ }
[Surah Al-Anbiyāʾ: 87]
Ustadz DR. Abdul Adzim
*MENGAMBIL SUBSTANSI BUKAN SEKEDAR TEKSTUAL*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
Artinya:
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”
(HR. Muslim no. 671)
Bagaimana kita membaca hadits ini, apakah artinya kita harus menjauhkan diri dari pasar? Memutus hubungan dgn pasar dan hanya mendekat ke masjid?
Kalau kita baca peradaban Islam kita menemukan bahwa yg dilakukan Rasulullah setelah menyatukan anshar dan muhajirin adalah membangun ekonomi umat melalui pasar. Bahkan dgn ekonomi yg kuat kaum muslimin kemudian mampu mengalahkan ekonomi ribawi yahudi yg merajalela ketika itu.
Disinilah kita memahami bahwa sikap cerdas dalam memahami teks penting, agar kemudian bisa mengambil peran substansial, dan tidak terjebak pada pemahaman tekstual semata.
Alih-alih menutup pasar para sahabat justru memperbaiki fungsi pasar, membangun kejujuran, dan perilaku terpuji di dalamnya. Apajadinya jika kaum muslimin ketika itu meninggalkan pasar, dan membiarkan ekonomi mereka dikuasai oleh kaum yahudi yg penuh dengan kecurangan dan tipu daya.
Maka penting mengambil pendapat Imam Nawawi dalam al majmu' :
Pertama, keburukan pasar bukan karena zat tempatnya, tetapi karena kondisi yang sering terjadi di dalamnya: lalai dari dzikir, penipuan, sumpah palsu, dan perselisihan. Hal ini dijelaskan oleh ulama seperti Imam An-Nawawi bahwa pasar menjadi “terburuk” karena dominasi perbuatan manusia di sana, bukan karena tempat itu sendiri.
Kedua, pasar justru menjadi ladang amal dan ujian kejujuran. Para sahabat datang ke pasar untuk mencari rezeki halal, sambil menjaga amanah dan kejujuran. Aktivitas ekonomi adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari syariat.
Ketiga, kehadiran orang-orang shalih di pasar justru menghidupkan nilai-nilai kebaikan di tempat yang rawan keburukan. Mereka menjadi teladan dalam muamalah: jujur, tidak curang, dan tetap mengingat Allah.
Dan semangat itulah yg harus dihadirkan hari ini. Dimana dibanyak tempat terlihat banyak kerusakan/ketidakjujuran/penipuan maka tugas kaum muslimin adalah memperbaikinya dan mengubah keburukan menjadi kebaikan. Agar cahaya Allah hadir disegenap tempat. Agar kebatilan hilang berganti kebenaran
{ وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا }
[Surah Al-Isrāʾ: 81]
Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.
Apakah berat, memang, tetapi itulah pembuktian kita sebagai mukmin sejati
*uyah*
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللَّهِ أَسْوَاقُهَا
Artinya:
“Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”
(HR. Muslim no. 671)
Bagaimana kita membaca hadits ini, apakah artinya kita harus menjauhkan diri dari pasar? Memutus hubungan dgn pasar dan hanya mendekat ke masjid?
Kalau kita baca peradaban Islam kita menemukan bahwa yg dilakukan Rasulullah setelah menyatukan anshar dan muhajirin adalah membangun ekonomi umat melalui pasar. Bahkan dgn ekonomi yg kuat kaum muslimin kemudian mampu mengalahkan ekonomi ribawi yahudi yg merajalela ketika itu.
Disinilah kita memahami bahwa sikap cerdas dalam memahami teks penting, agar kemudian bisa mengambil peran substansial, dan tidak terjebak pada pemahaman tekstual semata.
Alih-alih menutup pasar para sahabat justru memperbaiki fungsi pasar, membangun kejujuran, dan perilaku terpuji di dalamnya. Apajadinya jika kaum muslimin ketika itu meninggalkan pasar, dan membiarkan ekonomi mereka dikuasai oleh kaum yahudi yg penuh dengan kecurangan dan tipu daya.
Maka penting mengambil pendapat Imam Nawawi dalam al majmu' :
Pertama, keburukan pasar bukan karena zat tempatnya, tetapi karena kondisi yang sering terjadi di dalamnya: lalai dari dzikir, penipuan, sumpah palsu, dan perselisihan. Hal ini dijelaskan oleh ulama seperti Imam An-Nawawi bahwa pasar menjadi “terburuk” karena dominasi perbuatan manusia di sana, bukan karena tempat itu sendiri.
Kedua, pasar justru menjadi ladang amal dan ujian kejujuran. Para sahabat datang ke pasar untuk mencari rezeki halal, sambil menjaga amanah dan kejujuran. Aktivitas ekonomi adalah bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan dari syariat.
Ketiga, kehadiran orang-orang shalih di pasar justru menghidupkan nilai-nilai kebaikan di tempat yang rawan keburukan. Mereka menjadi teladan dalam muamalah: jujur, tidak curang, dan tetap mengingat Allah.
Dan semangat itulah yg harus dihadirkan hari ini. Dimana dibanyak tempat terlihat banyak kerusakan/ketidakjujuran/penipuan maka tugas kaum muslimin adalah memperbaikinya dan mengubah keburukan menjadi kebaikan. Agar cahaya Allah hadir disegenap tempat. Agar kebatilan hilang berganti kebenaran
{ وَقُلۡ جَآءَ ٱلۡحَقُّ وَزَهَقَ ٱلۡبَٰطِلُۚ إِنَّ ٱلۡبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقٗا }
[Surah Al-Isrāʾ: 81]
Dan katakanlah, Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.
Apakah berat, memang, tetapi itulah pembuktian kita sebagai mukmin sejati
*uyah*
ِ
*بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِــــيمِ*
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.*
*اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ.....*
*Yaa Allah Yaa Syaafii ...* *Dzat Yang Maha Menyembuhkan.*
_Jika di antara kami ada yang sedang sakit, mohon angkatlah penyakitnya yaa Allah ,,, Berikanlah kesembuhan untuknya ,,, Karena hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan ,,,_
*Yaa Allah Yaa Razzaq...* *Dzat Yang Maha Pemberi Rejeki*
_Hindarkan lah kami dari kesulitan rezeki, Mohon mudahkanlah dan bukalah jalan rezeki yang halal dan toyib ya Allah, karena hanya Engkau Maha Pemberi Rezeki ,,,_
*Yaa Allah Yaa Qawiyyu ...* *Dzat Yang Maha Kuat*
_Jika hari ini ada di antara kami ada yang hatinya sedang susah dan bersedih, dalam menerima dan menghadapi ujian-Mu ,,,_ _Mohon kuatkanlah untuk mampu bertahan dan bersabar, dan hiburlah dengan penuh kurnia-Mu, karena janji-Mu yang tak pernah Kau Ingkari, sehingga setelah kesusahan ada kesenangan dan kemudahan._
*Yaa Allah Yaa Baasith*
_Jika diantara kami ada yang berhutang, selesaikanlah hutangnya, mudahkan urusannya, dan luaskanlah rezekinya._
*Yaa Allah Yaa Qudduus*
_Jadikanlah hati kami bersih dari benih-benih sakit hati, sombong, iri hati, dengki dan dusta.... sucikanlah pikiran dan jiwa kami Yaa Allah.._
*Yaa Allah Yaa 'Afuuw*
_Mohon Ampunilah segala dosa dan khilaf kami. Jika sampai hari ini ada diantara kami, yang merasa disakiti dan dizhalimi karena kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja, maka bukakanlah pintu hati, agar mampu memaafkan._
*Yaa Allah Yaa Ghaffaar*
_Ampunkanlah dosa kami, dosa kedua Ibu Bapak kami, dosa ahli keluarga kami, dosa guru-guru kami, dosa sahabat kami, dan dosa seluruh kaum Muslimin dan muslimat tanpa terkecuali. Sesungguhnya Engkau lah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Mengasihani_
*Yaa Allah Yaa Mujiib*
_Ijabahkanlah Do'a-Do'a kami, tiada daya & upaya kecuali dengan pertolongan-MU, Karena hanya kepada MU lah tempat kami bergantung dan tempat kami meminta Pertolongan._
*_آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن_*
*_Semangat meraih Cinta, Rahmat dan Ampunan Allah SWT ...._*
#munajatqu #islamituindah
┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈
*بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِــــيمِ*
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.*
*اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ.....*
*Yaa Allah Yaa Syaafii ...* *Dzat Yang Maha Menyembuhkan.*
_Jika di antara kami ada yang sedang sakit, mohon angkatlah penyakitnya yaa Allah ,,, Berikanlah kesembuhan untuknya ,,, Karena hanya Engkau lah yang Maha Menyembuhkan ,,,_
*Yaa Allah Yaa Razzaq...* *Dzat Yang Maha Pemberi Rejeki*
_Hindarkan lah kami dari kesulitan rezeki, Mohon mudahkanlah dan bukalah jalan rezeki yang halal dan toyib ya Allah, karena hanya Engkau Maha Pemberi Rezeki ,,,_
*Yaa Allah Yaa Qawiyyu ...* *Dzat Yang Maha Kuat*
_Jika hari ini ada di antara kami ada yang hatinya sedang susah dan bersedih, dalam menerima dan menghadapi ujian-Mu ,,,_ _Mohon kuatkanlah untuk mampu bertahan dan bersabar, dan hiburlah dengan penuh kurnia-Mu, karena janji-Mu yang tak pernah Kau Ingkari, sehingga setelah kesusahan ada kesenangan dan kemudahan._
*Yaa Allah Yaa Baasith*
_Jika diantara kami ada yang berhutang, selesaikanlah hutangnya, mudahkan urusannya, dan luaskanlah rezekinya._
*Yaa Allah Yaa Qudduus*
_Jadikanlah hati kami bersih dari benih-benih sakit hati, sombong, iri hati, dengki dan dusta.... sucikanlah pikiran dan jiwa kami Yaa Allah.._
*Yaa Allah Yaa 'Afuuw*
_Mohon Ampunilah segala dosa dan khilaf kami. Jika sampai hari ini ada diantara kami, yang merasa disakiti dan dizhalimi karena kesalahan kami yang disengaja atau pun yang tidak disengaja, maka bukakanlah pintu hati, agar mampu memaafkan._
*Yaa Allah Yaa Ghaffaar*
_Ampunkanlah dosa kami, dosa kedua Ibu Bapak kami, dosa ahli keluarga kami, dosa guru-guru kami, dosa sahabat kami, dan dosa seluruh kaum Muslimin dan muslimat tanpa terkecuali. Sesungguhnya Engkau lah Dzat yang Maha Pengampun dan Maha Mengasihani_
*Yaa Allah Yaa Mujiib*
_Ijabahkanlah Do'a-Do'a kami, tiada daya & upaya kecuali dengan pertolongan-MU, Karena hanya kepada MU lah tempat kami bergantung dan tempat kami meminta Pertolongan._
*_آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن_*
*_Semangat meraih Cinta, Rahmat dan Ampunan Allah SWT ...._*
#munajatqu #islamituindah
┈••✾•◆❀◆•✾••┈•┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈
Kenapa ulama bisa berbeda pendapat?
Apakah perbedaan itu salah? Atau justru bagian dari kekayaan ilmu dalam Islam?
Mari memahami bagaimana para ulama menyikapi perbedaan melalui kajian:
Fiqhul Ikhtilaf – Perbedaan yang Menguatkan Umat
Bersama:
Ust. Mahmudin Abu Izzi, S.Pd.I., S.Th.I., MA
🗓 Ahad, 12 April 2026
⏰ Ba’da Shubuh
📍 Masjid Darul Ma’arif – Pondok Kelapa
Semoga dengan ilmu ini, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tetap menjaga ukhuwah.
Catat waktunya dan ajak keluarga untuk hadir.
,
Apakah perbedaan itu salah? Atau justru bagian dari kekayaan ilmu dalam Islam?
Mari memahami bagaimana para ulama menyikapi perbedaan melalui kajian:
Fiqhul Ikhtilaf – Perbedaan yang Menguatkan Umat
Bersama:
Ust. Mahmudin Abu Izzi, S.Pd.I., S.Th.I., MA
🗓 Ahad, 12 April 2026
⏰ Ba’da Shubuh
📍 Masjid Darul Ma’arif – Pondok Kelapa
Semoga dengan ilmu ini, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi perbedaan dan tetap menjaga ukhuwah.
Catat waktunya dan ajak keluarga untuk hadir.
,
Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Semoga para Muslimin & Muslimat, senantiasa diberikan Kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT.
✍ Tak terasa beberapa hari lagi kita memasuki bulan Dzulhijjah, Salah satu ibadah utama pada bulan Dzulhijjah adalah "Qurban", Sebagai sunnah muakkad, kurban menjadi bukti takwa dan syukur kepada Allah, lebih dari sekadar pengorbanan daging/darah.
Tahun ini kembali Masjid Darul Ma'arif menerima dan menyalurkan Hewan Qurban.
👉🏻Bagi jama’ah yang berminat menitipkan pembelian hewan Qurban melalui kami ditentukan sbb:
1. bagi yang berminat berqurban hewan sapi 🐂secara bersama-sama (satu ekor sapi untuk tujuh jiwa/orang) akan dikoordinir panitia, dengan harga Rp 3.400.000,-/orang
2. Yang ingin berQurban Hewan KAMBING ³🐐 dengan harga Rp. 3.300.000,- sudah termasuk biaya pemotongan.
✍ Agar segera menghubungi pengurus Masjid Darul Ma’arif/ Panitia Qurban paling lambat sebelum tanggal 25 Mei 2026
👉🏻 Bagi yang berQurban dengan membeli sendiri, dapat menyerahkan hewan Qurbannya 🐂🐐 sore hari tgl 26 Mei 2026 dengan menyertakan biaya untuk keperluan pelaksanaan Qurban,
🐐 Kambing Rp 300.000,-/ ekor
🐂 Sapi Rp 1.500.000 / ekor.
✍ Untuk Pembayaran dapat melalui TRANSFER 🤳 ke Rekening :
Bank : BCA
A.N : DWI SUPIYANTORO
No. REKENING : 6331800624
Lalu konfirmasi klik
https://forms.gle/vTM7DcCYFtUtCXGbA
atau
ke wa.me/6283879289205 an.M.Fikri
wa.me/6281808128844 An. Lukman Hendro
📹 Proses pemotongan Hewan Qurban di saksikan secara LIVE YOUTUBE Darul Ma'arif TV https://youtube.com/@darulmaariftv4538?feature=shared
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga para Muslimin & Muslimat, senantiasa diberikan Kesehatan dan keberkahan oleh Allah SWT.
✍ Tak terasa beberapa hari lagi kita memasuki bulan Dzulhijjah, Salah satu ibadah utama pada bulan Dzulhijjah adalah "Qurban", Sebagai sunnah muakkad, kurban menjadi bukti takwa dan syukur kepada Allah, lebih dari sekadar pengorbanan daging/darah.
Tahun ini kembali Masjid Darul Ma'arif menerima dan menyalurkan Hewan Qurban.
👉🏻Bagi jama’ah yang berminat menitipkan pembelian hewan Qurban melalui kami ditentukan sbb:
1. bagi yang berminat berqurban hewan sapi 🐂secara bersama-sama (satu ekor sapi untuk tujuh jiwa/orang) akan dikoordinir panitia, dengan harga Rp 3.400.000,-/orang
2. Yang ingin berQurban Hewan KAMBING ³🐐 dengan harga Rp. 3.300.000,- sudah termasuk biaya pemotongan.
✍ Agar segera menghubungi pengurus Masjid Darul Ma’arif/ Panitia Qurban paling lambat sebelum tanggal 25 Mei 2026
👉🏻 Bagi yang berQurban dengan membeli sendiri, dapat menyerahkan hewan Qurbannya 🐂🐐 sore hari tgl 26 Mei 2026 dengan menyertakan biaya untuk keperluan pelaksanaan Qurban,
🐐 Kambing Rp 300.000,-/ ekor
🐂 Sapi Rp 1.500.000 / ekor.
✍ Untuk Pembayaran dapat melalui TRANSFER 🤳 ke Rekening :
Bank : BCA
A.N : DWI SUPIYANTORO
No. REKENING : 6331800624
Lalu konfirmasi klik
https://forms.gle/vTM7DcCYFtUtCXGbA
atau
ke wa.me/6283879289205 an.M.Fikri
wa.me/6281808128844 An. Lukman Hendro
📹 Proses pemotongan Hewan Qurban di saksikan secara LIVE YOUTUBE Darul Ma'arif TV https://youtube.com/@darulmaariftv4538?feature=shared
Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🌸
Hai ukhti 💕
Yuk ikut kegiatan seru dan bermanfaat yang diselenggarakan oleh Remaja Islam Darul Ma’arif!
✨ SAPA (Silaturahmi Asyik Para Akhwat) ✨
Dengan tema: “Kenali Dirimu, Tulis Ceritamu”
🗓 Ahad, 19 April 2026
⏰ Pukul 09.00 WIB – selesai
📍 Masjid Darul Ma’arif
💸 HTM: GRATIS
🎤 Pemateri:
Inggil Windiarti
(IRT dengan passion di bidang kreatif)
🌿 Benefit yang kamu dapat:
• Mempererat silaturahmi
• Menambah teman baru
• Menambah ilmu & wawasan
• Konsumsi
• Doorprize menarik 🎁
📌 Reminder: Jangan lupa bawa buku & alat tulis yaa~
🔗 Daftar di sini:
https://bit.ly/REGISTSAPA
📞 Narahubung:
Sari (0888-0970-7770)
Yuk ajak teman-teman lainnya juga ya! 🤍
Semoga jadi langkah awal untuk lebih mengenal diri dan berbagi cerita 🌷
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hai ukhti 💕
Yuk ikut kegiatan seru dan bermanfaat yang diselenggarakan oleh Remaja Islam Darul Ma’arif!
✨ SAPA (Silaturahmi Asyik Para Akhwat) ✨
Dengan tema: “Kenali Dirimu, Tulis Ceritamu”
🗓 Ahad, 19 April 2026
⏰ Pukul 09.00 WIB – selesai
📍 Masjid Darul Ma’arif
💸 HTM: GRATIS
🎤 Pemateri:
Inggil Windiarti
(IRT dengan passion di bidang kreatif)
🌿 Benefit yang kamu dapat:
• Mempererat silaturahmi
• Menambah teman baru
• Menambah ilmu & wawasan
• Konsumsi
• Doorprize menarik 🎁
📌 Reminder: Jangan lupa bawa buku & alat tulis yaa~
🔗 Daftar di sini:
https://bit.ly/REGISTSAPA
📞 Narahubung:
Sari (0888-0970-7770)
Yuk ajak teman-teman lainnya juga ya! 🤍
Semoga jadi langkah awal untuk lebih mengenal diri dan berbagi cerita 🌷
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
*Pemberitahuan*
Layanan Informasi WhatsApp Masjid Darul Maarif hadir untuk memudahkan jamaah mendapatkan update terkini seputar:
• Kajian & pengajian
• Kegiatan masjid
• Pengumuman penting
Cukup scan QR atau hubungi WhatsApp kami tinggal klik
Wa.me/628131558843
➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖
*PUSAT INFORMASI*
📱: wa.me/628131558843
📠 :Telegram https://t.me/mdmaarif
📧 : mdarulmaarifpdkelapa@gmail.com
📸:https://www.facebook.com/share/g/1CM8nzUSX2/
🎬 https://youtube.com/@darulmaariftv4538?si=jUBW3-q-cNoZiAl0
💳 Bank DKI Syariah : 70321005311 a.n Masjid Darul Maarif
Layanan Informasi WhatsApp Masjid Darul Maarif hadir untuk memudahkan jamaah mendapatkan update terkini seputar:
• Kajian & pengajian
• Kegiatan masjid
• Pengumuman penting
Cukup scan QR atau hubungi WhatsApp kami tinggal klik
Wa.me/628131558843
➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖▪️➖
*PUSAT INFORMASI*
📱: wa.me/628131558843
📠 :Telegram https://t.me/mdmaarif
📧 : mdarulmaarifpdkelapa@gmail.com
📸:https://www.facebook.com/share/g/1CM8nzUSX2/
🎬 https://youtube.com/@darulmaariftv4538?si=jUBW3-q-cNoZiAl0
💳 Bank DKI Syariah : 70321005311 a.n Masjid Darul Maarif
*PENTINGNYA MERUBAH /MEMPERBAIKI DIRI (ISHLAHUNNAFS)*
Ada satu ironi besar dalam hidup manusia: kita begitu bersemangat melihat kekurangan orang lain, tetapi sering kehilangan keberanian untuk menatap diri sendiri. Kita ingin dunia berubah—anak berubah, pasangan berubah, masyarakat berubah—namun lupa bahwa perubahan selalu dimulai dari satu titik paling dekat: diri kita sendiri.
Al-Qur’an tidak memulai revolusi dari luar. Ia mengetuk dari dalam.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini bukan sekadar nasihat ia adalah hukum kehidupan. Tidak ada perbaikan nasib tanpa perbaikan jiwa. Tidak ada keberkahan tanpa pembenahan batin. Kita boleh merancang strategi, menyusun program, bahkan menasihati banyak orang. Tapi selama hati kita masih sama, arah hidup kita pun tak akan banyak berubah.
Lebih tajam lagi, Al-Qur’an menegur dengan nada yang mengguncang:
“Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik, tetapi kamu melupakan dirimu sendiri?” (QS. Al-Baqarah: 44)
Seakan-akan Allah sedang berkata: jangan jadikan dirimu penonton dari kebenaran yang kamu serukan. Jangan hanya menjadi suara, tapi jadilah bukti. Jangan hanya menunjuk jalan, tapi berjalanlah lebih dulu.
Perubahan diri memang tidak nyaman. Ia menuntut kejujuran—mengakui kelemahan yang selama ini kita sembunyikan. Ia menuntut kerendahan hati—menerima bahwa kita belum seperti yang kita bayangkan. Dan ia menuntut kesungguhan—melawan kebiasaan lama yang sudah mengakar.
Namun di situlah letak kemuliaannya.
Al-Qur’an memberikan harapan yang sangat indah:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9)
Keberuntungan sejati bukan ketika kita berhasil mengubah orang lain, tapi ketika kita berhasil mengalahkan diri sendiri—menundukkan ego, memperbaiki niat, dan meluruskan langkah.
Karena pada akhirnya, perubahan diri bukan hanya tentang menjadi lebih baik di mata manusia. Ia adalah perjalanan pulang—kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih jernih, dan hidup yang lebih bermakna.
Maka sebelum kita sibuk mengoreksi dunia, ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan dalam diam:
Sudahkah aku berubah?
*uyah*
Ada satu ironi besar dalam hidup manusia: kita begitu bersemangat melihat kekurangan orang lain, tetapi sering kehilangan keberanian untuk menatap diri sendiri. Kita ingin dunia berubah—anak berubah, pasangan berubah, masyarakat berubah—namun lupa bahwa perubahan selalu dimulai dari satu titik paling dekat: diri kita sendiri.
Al-Qur’an tidak memulai revolusi dari luar. Ia mengetuk dari dalam.
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini bukan sekadar nasihat ia adalah hukum kehidupan. Tidak ada perbaikan nasib tanpa perbaikan jiwa. Tidak ada keberkahan tanpa pembenahan batin. Kita boleh merancang strategi, menyusun program, bahkan menasihati banyak orang. Tapi selama hati kita masih sama, arah hidup kita pun tak akan banyak berubah.
Lebih tajam lagi, Al-Qur’an menegur dengan nada yang mengguncang:
“Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik, tetapi kamu melupakan dirimu sendiri?” (QS. Al-Baqarah: 44)
Seakan-akan Allah sedang berkata: jangan jadikan dirimu penonton dari kebenaran yang kamu serukan. Jangan hanya menjadi suara, tapi jadilah bukti. Jangan hanya menunjuk jalan, tapi berjalanlah lebih dulu.
Perubahan diri memang tidak nyaman. Ia menuntut kejujuran—mengakui kelemahan yang selama ini kita sembunyikan. Ia menuntut kerendahan hati—menerima bahwa kita belum seperti yang kita bayangkan. Dan ia menuntut kesungguhan—melawan kebiasaan lama yang sudah mengakar.
Namun di situlah letak kemuliaannya.
Al-Qur’an memberikan harapan yang sangat indah:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya.” (QS. Asy-Syams: 9)
Keberuntungan sejati bukan ketika kita berhasil mengubah orang lain, tapi ketika kita berhasil mengalahkan diri sendiri—menundukkan ego, memperbaiki niat, dan meluruskan langkah.
Karena pada akhirnya, perubahan diri bukan hanya tentang menjadi lebih baik di mata manusia. Ia adalah perjalanan pulang—kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih, jiwa yang lebih jernih, dan hidup yang lebih bermakna.
Maka sebelum kita sibuk mengoreksi dunia, ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan dalam diam:
Sudahkah aku berubah?
*uyah*