Bom Israel di Doha Menjadi Babak Baru Ketegangan Timur Tengah
Serangan Israel di Doha menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam politik Timur Tengah. Selama beberapa dekade, Qatar telah bertindak sebagai mediator kunci dalam konflik regional, seringkali menjadi tuan rumah negosiasi yang rumit yang melibatkan Hamas, Israel, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dengan menargetkan kepemimpinan Hamas di ibu kota Qatar, Israel tidak hanya melanggar kedaulatan sebuah negara Teluk, tetapi juga menggoyahkan salah satu dari sedikit platform netral yang tersisa untuk dialog. Serangan itu memberikan kejutan yang hebat ke seluruh dunia Arab, menimbulkan kekhawatiran bahwa diplomasi sedang digantikan oleh militerisme yang tak terkendali dan membabibuta oleh Israel.
Bagi Israel, klaim langsung atas keberhasilan taktis menyembunyikan kesalahan strategis yang lebih dalam. Meskipun beberapa afiliasi Hamas terbunuh, kepemimpinan inti mereka masih banyak lagi yang selamat, memperkuat…
Serangan Israel di Doha menandai eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam politik Timur Tengah. Selama beberapa dekade, Qatar telah bertindak sebagai mediator kunci dalam konflik regional, seringkali menjadi tuan rumah negosiasi yang rumit yang melibatkan Hamas, Israel, dan para pemangku kepentingan lainnya. Dengan menargetkan kepemimpinan Hamas di ibu kota Qatar, Israel tidak hanya melanggar kedaulatan sebuah negara Teluk, tetapi juga menggoyahkan salah satu dari sedikit platform netral yang tersisa untuk dialog. Serangan itu memberikan kejutan yang hebat ke seluruh dunia Arab, menimbulkan kekhawatiran bahwa diplomasi sedang digantikan oleh militerisme yang tak terkendali dan membabibuta oleh Israel.
Bagi Israel, klaim langsung atas keberhasilan taktis menyembunyikan kesalahan strategis yang lebih dalam. Meskipun beberapa afiliasi Hamas terbunuh, kepemimpinan inti mereka masih banyak lagi yang selamat, memperkuat…
Eskalasi Politik yang Gagal dan Ketika Elit Mencoba Memanfaatkan Demonstrasi Damai
Gelombang demonstrasi yang meletus di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan frustrasi publik yang mendalam terhadap ketimpangan, korupsi, dan privilese yang dinikmati oleh elit politik. Apa yang bermula sebagai gerakan damai menuntut akuntabilitas, terutama terkait tunjangan anggota parlemen dan terkikisnya kepercayaan publik, juga dimaksudkan untuk menyoroti ketidakadilan yang terjadi secara sistemik. Namun, di tengah protes demonstrasi sipil yang sah ini, beberapa elit dan aktor lokal sepertinya mencoba membajak protes, menjadikannya alat politik untuk keuntungan mereka sendiri. Manuver ini, bagaimanapun, menjadi bumerang, menciptakan apa yang dapat kita lihat sebagai eskalasi politik yang gagal dan pada akhirnya melemahkan kredibilitas mereka yang terlibat dalam pemerintahan baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
Inti dari eskalasi ini terletak pada oportunisme berbahaya dari para…
Gelombang demonstrasi yang meletus di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan frustrasi publik yang mendalam terhadap ketimpangan, korupsi, dan privilese yang dinikmati oleh elit politik. Apa yang bermula sebagai gerakan damai menuntut akuntabilitas, terutama terkait tunjangan anggota parlemen dan terkikisnya kepercayaan publik, juga dimaksudkan untuk menyoroti ketidakadilan yang terjadi secara sistemik. Namun, di tengah protes demonstrasi sipil yang sah ini, beberapa elit dan aktor lokal sepertinya mencoba membajak protes, menjadikannya alat politik untuk keuntungan mereka sendiri. Manuver ini, bagaimanapun, menjadi bumerang, menciptakan apa yang dapat kita lihat sebagai eskalasi politik yang gagal dan pada akhirnya melemahkan kredibilitas mereka yang terlibat dalam pemerintahan baik legislatif, eksekutif maupun yudikatif.
Inti dari eskalasi ini terletak pada oportunisme berbahaya dari para…
Pengakuan Negara Palestina dan Perubahan Peta Diplomasi Internasional
Minggu ini, peta diplomatik Timur Tengah bergeser ketika beberapa negara, termasuk negara-negara besar Barat, secara resmi mengakui Negara Palestina. Apa yang dulunya dianggap sebagai gestur yang jauh atau simbolis, tiba-tiba menjadi langkah yang menentukan dan bersejarah dalam diplomasi internasional. Pengumuman tersebut tidak datang secara terpisah, tetapi diumumkan di jantung kota New York, tepatnya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana perdebatan tentang pengakuan kenegaraan Palestina kembali memanas dengan penekanan kesepahaman yang baru.
Simbolisme momen tersebut begitu kuat. Setelah puluhan tahun negosiasi, pidato, dan resolusi yang mandek, pengakuan Palestina tidak lagi terbatas pada negara-negara di belahan bumi selatan atau dunia Arab. Kini pengakuan tersebut mencakup negara-negara Eropa yang telah lama dianggap sebagai sekutu setia Israel, serta negara-negara seperti Kanada dan Australia, yang…
Minggu ini, peta diplomatik Timur Tengah bergeser ketika beberapa negara, termasuk negara-negara besar Barat, secara resmi mengakui Negara Palestina. Apa yang dulunya dianggap sebagai gestur yang jauh atau simbolis, tiba-tiba menjadi langkah yang menentukan dan bersejarah dalam diplomasi internasional. Pengumuman tersebut tidak datang secara terpisah, tetapi diumumkan di jantung kota New York, tepatnya di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana perdebatan tentang pengakuan kenegaraan Palestina kembali memanas dengan penekanan kesepahaman yang baru.
Simbolisme momen tersebut begitu kuat. Setelah puluhan tahun negosiasi, pidato, dan resolusi yang mandek, pengakuan Palestina tidak lagi terbatas pada negara-negara di belahan bumi selatan atau dunia Arab. Kini pengakuan tersebut mencakup negara-negara Eropa yang telah lama dianggap sebagai sekutu setia Israel, serta negara-negara seperti Kanada dan Australia, yang…
Program Sosial Ideologis Prabowo dan Engineering-Wise
Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, kita melihat mungkin ini satu-satunya Presiden RI di era Reformasi yang ingin merealisasikan dasar-dasar program berdasarkan janji politik Asta Cita secara langsung dalam waktu kurang dari setahun. Program unggulan Prabowo seperti makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa merah putih, 19 juta lapangan kerja, 3 juta rumah untuk rakyat dan reforma agraria berupa perluasan akses tanah untuk rakyat.
Percepatan program-program berlandaskan Asta Cita ini tentunya bukan tak menemui kendala. Penciptaan lapangan kerja yang berkualitas terkendala perlambatan ekonomi global dan kebijakan pengetatan anggaran sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi. Program MBG terkendala kasus keracunan makanan yang menimpa 5.194 penerima manfaat termasuk murid sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui. Program koperasi, rumah rakyat dan lain-lain terkendala kesiapan birokrasi dan menteri yang tidak memahami…
Menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo, kita melihat mungkin ini satu-satunya Presiden RI di era Reformasi yang ingin merealisasikan dasar-dasar program berdasarkan janji politik Asta Cita secara langsung dalam waktu kurang dari setahun. Program unggulan Prabowo seperti makan bergizi gratis (MBG), koperasi desa merah putih, 19 juta lapangan kerja, 3 juta rumah untuk rakyat dan reforma agraria berupa perluasan akses tanah untuk rakyat.
Percepatan program-program berlandaskan Asta Cita ini tentunya bukan tak menemui kendala. Penciptaan lapangan kerja yang berkualitas terkendala perlambatan ekonomi global dan kebijakan pengetatan anggaran sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi. Program MBG terkendala kasus keracunan makanan yang menimpa 5.194 penerima manfaat termasuk murid sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui. Program koperasi, rumah rakyat dan lain-lain terkendala kesiapan birokrasi dan menteri yang tidak memahami…
Sumud Flotilla and Diplomasi Masyarakat Global
Armada Sumud Flotilla telah muncul sebagai salah satu simbol gelombang baru dari “diplomasi masyarakat” di dunia internasional yang buntu saat ini akibat genosida Palestina. Ketika pemerintahan global masih terjebak dalam perebutan kekuasaan yang kaku, masyarakat sipil di seluruh benua telah memilih untuk bertindak langsung. Para aktivis, pekerja kemanusiaan, dan masyarakat melakukan pelayaran menuju Gaza. Mereka tidak hanya untuk mengirimkan bantuan tetapi juga untuk menunjukkan bahwa hati nurani dan kemanusian tidak boleh diam. Perjalanan ini bukan hanya tentang pasokan bantuan, ini adalah pelayaran perdamaian yang dimaksudkan untuk menyadarkan dan mengambil perhatian dunia akan urgensi krisis kemanusiaan.
Inti dari inisiatif ini terletak pada kelumpuhan diplomatik dunia, yang entah bagaimana terlihat rumit untuk melihat apa yang terjadi di Gaza sebagai krisis kemanusiaan. Di satu sisi, negara-negara Arab dan Muslim terus menyerukan…
Armada Sumud Flotilla telah muncul sebagai salah satu simbol gelombang baru dari “diplomasi masyarakat” di dunia internasional yang buntu saat ini akibat genosida Palestina. Ketika pemerintahan global masih terjebak dalam perebutan kekuasaan yang kaku, masyarakat sipil di seluruh benua telah memilih untuk bertindak langsung. Para aktivis, pekerja kemanusiaan, dan masyarakat melakukan pelayaran menuju Gaza. Mereka tidak hanya untuk mengirimkan bantuan tetapi juga untuk menunjukkan bahwa hati nurani dan kemanusian tidak boleh diam. Perjalanan ini bukan hanya tentang pasokan bantuan, ini adalah pelayaran perdamaian yang dimaksudkan untuk menyadarkan dan mengambil perhatian dunia akan urgensi krisis kemanusiaan.
Inti dari inisiatif ini terletak pada kelumpuhan diplomatik dunia, yang entah bagaimana terlihat rumit untuk melihat apa yang terjadi di Gaza sebagai krisis kemanusiaan. Di satu sisi, negara-negara Arab dan Muslim terus menyerukan…
Menkeu Purbaya dan Hukum Kirchhoff: Saat Prinsip Dasar Fisika Dipakai dalam Ekonomi
Berkali-kali mendengar pidato Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan para pengkritiknya dari kalangan Ekonom aliran arus utama (mainstream) baik dari grup Aliansi Ekonom Indonesia, maupun para solo player seperti Rhenald Kasali dan Ferry Latuhihin, seharusnya membuat kita memahami satu hal: ada prinsip dasar yang berbeda dalam memahami persoalan ekonom antara para ekonom aliran utama tersebut dengan Purbaya yang latar belakang akademiknya memang bukan seorang ekonom.
Cara pandang Purbaya memang engineering wise, fokus pada penyelesaian problem serumit apapun variabel yang menyumbang problem tersebut. Cara pandang engineering wise yang berlandaskan prinsip-prinsip fisika kadang bersifat reduksionis (menyederhanakan) dan mekanistik di mana dunia dipandang bagaikan mesin yang bekerja tanpa kesadaran layaknya manusia. Tetapi dengan perkembangan ilmu fisika menjadi ekonofisika dan sosiofisika, aktor kehidupan yang…
Berkali-kali mendengar pidato Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan para pengkritiknya dari kalangan Ekonom aliran arus utama (mainstream) baik dari grup Aliansi Ekonom Indonesia, maupun para solo player seperti Rhenald Kasali dan Ferry Latuhihin, seharusnya membuat kita memahami satu hal: ada prinsip dasar yang berbeda dalam memahami persoalan ekonom antara para ekonom aliran utama tersebut dengan Purbaya yang latar belakang akademiknya memang bukan seorang ekonom.
Cara pandang Purbaya memang engineering wise, fokus pada penyelesaian problem serumit apapun variabel yang menyumbang problem tersebut. Cara pandang engineering wise yang berlandaskan prinsip-prinsip fisika kadang bersifat reduksionis (menyederhanakan) dan mekanistik di mana dunia dipandang bagaikan mesin yang bekerja tanpa kesadaran layaknya manusia. Tetapi dengan perkembangan ilmu fisika menjadi ekonofisika dan sosiofisika, aktor kehidupan yang…
Islam as the Safe Religion and the Savior of Humankind
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
Islam as the Safe Religion and the Savior of Humankind
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
Islam adalah Agama yang Aman dan Juru Selamat Peradaban
Oleh: Bey Abdullah
Di dunia saat ini, kita menyaksikan banyak gagasan menyesatkan tentang keadilan dan nilai kemanusiaan. Kekerasan seringkali dibenarkan dengan dalih-dalih yang palsu, dan penganiayaan orang tak berdosa karena ras, warna kulit, atau keyakinan mereka telah menjadi hal yang sangat umum. Kebencian menyebar di berbagai bangsa dan komunitas, sementara pengejaran kekuasaan, kekayaan, dan kemewahan mengaburkan integritas moral dan kasih sayang. Nilai-nilai etika dan moral yang pernah mengikat umat manusia tampaknya memudar.
Namun, nilai-nilai inilah (rasa hormat, martabat, dan rasa aman) yang membuat hidup damai dan bermakna. Orang-orang mendambakan hidup tanpa rasa takut, dihormati di negeri yang asing, dan merasa aman terhadap keluarga, keyakinan, dan harta benda mereka. Di masa seperti itu, pesan Islam bangkit kembali sebagai pengingat akan keadilan ilahi dan perdamaian universal, sebuah agama yang diutus untuk…
Oleh: Bey Abdullah
Di dunia saat ini, kita menyaksikan banyak gagasan menyesatkan tentang keadilan dan nilai kemanusiaan. Kekerasan seringkali dibenarkan dengan dalih-dalih yang palsu, dan penganiayaan orang tak berdosa karena ras, warna kulit, atau keyakinan mereka telah menjadi hal yang sangat umum. Kebencian menyebar di berbagai bangsa dan komunitas, sementara pengejaran kekuasaan, kekayaan, dan kemewahan mengaburkan integritas moral dan kasih sayang. Nilai-nilai etika dan moral yang pernah mengikat umat manusia tampaknya memudar.
Namun, nilai-nilai inilah (rasa hormat, martabat, dan rasa aman) yang membuat hidup damai dan bermakna. Orang-orang mendambakan hidup tanpa rasa takut, dihormati di negeri yang asing, dan merasa aman terhadap keluarga, keyakinan, dan harta benda mereka. Di masa seperti itu, pesan Islam bangkit kembali sebagai pengingat akan keadilan ilahi dan perdamaian universal, sebuah agama yang diutus untuk…
Islam as the Safe Religion and the Savior of Humankind
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
by: Bey Abdullah
In today’s world, we witness many misleading ideas about justice and human worth. Violence is often justified under false pretenses, and the killing of innocent people because of their race, color, or beliefs has become tragically common. Hatred spreads across nations and communities, while the pursuit of power, wealth, and glamour overshadows moral integrity and compassion. The ethical and moral values that once bound humanity together seem to fade away.
Yet, it is these very values (respect, dignity, and the sense of safety) that make life peaceful and meaningful. People yearn to live without fear, to be respected in foreign lands, and to feel secure about their families, faith, and belongings. In such a time, the message of Islam rises again as a reminder of divine justice and universal peace, a religion sent to restore safety, balance, and mercy to all humankind, without questioning their races and colors.…
Dari Dapur Pedagang Kaki Lima ke Lingkungan: Gerakan Nyata RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Membangun Budaya Sehat yang Menginspirasi
Siapa sangka, perubahan besar dalam kesehatan masyarakat bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti cara kita mengolah makanan dan memperlakukan sampah? Inilah pesan kuat yang digaungkan dalam […]
Siapa sangka, perubahan besar dalam kesehatan masyarakat bisa dimulai dari hal-hal sederhana seperti cara kita mengolah makanan dan memperlakukan sampah? Inilah pesan kuat yang digaungkan dalam […]
Kedigdayaan Iran dari Perspektif Ekonomi Politik
Dr. Iramady Irdja
– Analis Ekonomi Politik
– Praktisi Perbankan dari Bank Indonesia
“Kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari apa yang ia beli dari dunia, melainkan dari apa yang tetap ia bangun saat hegemoni dunia ‘memalingkan’ wajah. Prinsip hidup, lebih baik mengolah gandum di tanah yang gersang dengan tangan sendiri, daripada memanen emas di lahan milik tuan yang mendikte dan serakah.” (IRM : diolah dari realitas pengalaman Iran)
IRAN : MENAWARKAN PROBABILITAS BARU
Tulisan ini bukan dalam konteks prediksi “kalah–menang” Iran dalam Perang Teluk yang sedang berkecamuk.
Penggunaan diksi “Digdaya” secara harfiah dari bahasa Jawa, menggambarkan sosok yang tangguh, petarung sejati, dan sakti mandraguna. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan keunggulan, kekuatan tidak terkalahkan, atau mumpuni dalam konteks kemampuan, teknologi, atau kekuasaan.
Dalam perspektif ekonomi politik, filosofi Iran berakar pada “Autarki Strategis”—sebuah…
Dr. Iramady Irdja
– Analis Ekonomi Politik
– Praktisi Perbankan dari Bank Indonesia
“Kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari apa yang ia beli dari dunia, melainkan dari apa yang tetap ia bangun saat hegemoni dunia ‘memalingkan’ wajah. Prinsip hidup, lebih baik mengolah gandum di tanah yang gersang dengan tangan sendiri, daripada memanen emas di lahan milik tuan yang mendikte dan serakah.” (IRM : diolah dari realitas pengalaman Iran)
IRAN : MENAWARKAN PROBABILITAS BARU
Tulisan ini bukan dalam konteks prediksi “kalah–menang” Iran dalam Perang Teluk yang sedang berkecamuk.
Penggunaan diksi “Digdaya” secara harfiah dari bahasa Jawa, menggambarkan sosok yang tangguh, petarung sejati, dan sakti mandraguna. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan keunggulan, kekuatan tidak terkalahkan, atau mumpuni dalam konteks kemampuan, teknologi, atau kekuasaan.
Dalam perspektif ekonomi politik, filosofi Iran berakar pada “Autarki Strategis”—sebuah…
DARAM Resmikan Kantor Pusat, Lontarkan Rencana Membangun Islamic Center di Atas Lahan 75 Hektar
JAKARTA (18/4) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DARAM (Dai Rantau Minang) mengukir sejarah baru dalam pergerakan dakwahnya. Organisasi ini secara resmi meresmikan kantor pusat baru sekaligus mencanangkan proyek mercusuar berupa pembangunan Islamic Center Internasional seluas 75 hektar yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban Islam terpadu di Indonesia.
Peresmian Kantor Pusat
Ketua DPP DARAM, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud syukur atas kemandirian organisasi yang kini telah memiliki gedung kantor sendiri. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi awal untuk merealisasikan visi besar yang menggabungkan pilar dakwah, pendidikan, dan kekuatan ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini bukan sekadar peresmian kantor, melainkan pemancangan niat besar kita untuk membangun umat secara komprehensif. Islamic Center ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model…
JAKARTA (18/4) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DARAM (Dai Rantau Minang) mengukir sejarah baru dalam pergerakan dakwahnya. Organisasi ini secara resmi meresmikan kantor pusat baru sekaligus mencanangkan proyek mercusuar berupa pembangunan Islamic Center Internasional seluas 75 hektar yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban Islam terpadu di Indonesia.
Peresmian Kantor Pusat
Ketua DPP DARAM, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud syukur atas kemandirian organisasi yang kini telah memiliki gedung kantor sendiri. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi awal untuk merealisasikan visi besar yang menggabungkan pilar dakwah, pendidikan, dan kekuatan ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini bukan sekadar peresmian kantor, melainkan pemancangan niat besar kita untuk membangun umat secara komprehensif. Islamic Center ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model…
DARAM Resmikan Kantor Pusat, Lontarkan Rencana Membangun Islamic Center di Atas Lahan 75 Hektar
JAKARTA (18/4) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DARAM (Dai Rantau Minang) mengukir sejarah baru dalam pergerakan dakwahnya. Organisasi ini secara resmi meresmikan kantor pusat baru sekaligus mencanangkan proyek mercusuar berupa pembangunan Islamic Center Internasional seluas 75 hektar yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban Islam terpadu di Indonesia.
Peresmian Kantor Pusat
Ketua DPP DARAM, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud syukur atas kemandirian organisasi yang kini telah memiliki gedung kantor sendiri. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi awal untuk merealisasikan visi besar yang menggabungkan pilar dakwah, pendidikan, dan kekuatan ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini bukan sekadar peresmian kantor, melainkan pemancangan niat besar kita untuk membangun umat secara komprehensif. Islamic Center ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model…
JAKARTA (18/4) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DARAM (Dai Rantau Minang) mengukir sejarah baru dalam pergerakan dakwahnya. Organisasi ini secara resmi meresmikan kantor pusat baru sekaligus mencanangkan proyek mercusuar berupa pembangunan Islamic Center Internasional seluas 75 hektar yang diproyeksikan menjadi pusat peradaban Islam terpadu di Indonesia.
Peresmian Kantor Pusat
Ketua DPP DARAM, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan wujud syukur atas kemandirian organisasi yang kini telah memiliki gedung kantor sendiri. Menurutnya, langkah ini menjadi fondasi awal untuk merealisasikan visi besar yang menggabungkan pilar dakwah, pendidikan, dan kekuatan ekonomi.
“Alhamdulillah, hari ini bukan sekadar peresmian kantor, melainkan pemancangan niat besar kita untuk membangun umat secara komprehensif. Islamic Center ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan model…
DPLN Daram Malaysia Siap Mendukung Pembangunan International Islamic Center
KUALA LUMPUR (18/4) – Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Daram Malaysia, Buya Sjaftin Ruli, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pembangunan International Islamic Center (IIC) seluas 75 hektar yang baru saja dicanangkan oleh DPP Daram di Jakarta. Dukungan ini mencakup sinergi pendanaan, jaringan diaspora, hingga penguatan sumber daya lintas negara. Perwakilan pengurus DPLN Daram Malaysia pada kesempatan ini yang hadir adalah Buya Sjaftin Ruli dan Dr. Abdullah Afifi.
Ketua DPP Daram, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyambut baik antusiasme para perantau Minang di Malaysia. Menurutnya, keterlibatan DPLN Malaysia menjadi kunci strategis mengingat kuatnya jaringan ekonomi dan sosial warga diaspora di Negeri Jiran.
Kolaborasi Strategis Lintas Negara
Perwakilan DPLN Daram Malaysia mengungkapkan bahwa proyek Islamic Center yang mengintegrasikan dakwah, pendidikan, dan bisnis adalah langkah yang sangat dinantikan.…
KUALA LUMPUR (18/4) – Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) Daram Malaysia, Buya Sjaftin Ruli, menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pembangunan International Islamic Center (IIC) seluas 75 hektar yang baru saja dicanangkan oleh DPP Daram di Jakarta. Dukungan ini mencakup sinergi pendanaan, jaringan diaspora, hingga penguatan sumber daya lintas negara. Perwakilan pengurus DPLN Daram Malaysia pada kesempatan ini yang hadir adalah Buya Sjaftin Ruli dan Dr. Abdullah Afifi.
Ketua DPP Daram, Dr. Elfa Hendri Mukhlis, menyambut baik antusiasme para perantau Minang di Malaysia. Menurutnya, keterlibatan DPLN Malaysia menjadi kunci strategis mengingat kuatnya jaringan ekonomi dan sosial warga diaspora di Negeri Jiran.
Kolaborasi Strategis Lintas Negara
Perwakilan DPLN Daram Malaysia mengungkapkan bahwa proyek Islamic Center yang mengintegrasikan dakwah, pendidikan, dan bisnis adalah langkah yang sangat dinantikan.…
Pembangunan Perumahan dan Kawasan Ekonomi Industri Terintegrasi: Mengintip Cara Malaysia
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM)
– Peneliti Waqf, Ekonomi Islam dan Industri
Pembangunan daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, menghadapi persoalan klasik, ada tetapi tidak memberikan kesan yang masif. Perumahan domisili ada tanpa kawasan ekonomi yang hidup, tanpa basis industri ekonomi yang jelas. Kawasan industri berdiri, tetapi tidak terhubung dengan sistem sosial dan hunian masyarakat. Inilah yang kemudian terjadinya fragmentasi pembangunan, yakni ketika berbagai elemen tumbuh sendiri-sendiri tanpa terintegrasi.
Pembangunan daerah sepatutnya tidak lagi cukup diukur dari seberapa banyak proyek yang terwujud, tetapi dari seberapa kuat keterhubungan antar-elemen ekonomi potensial yang produktif. Sumatera Barat, dengan segala potensi sumber daya manusia dan jejaring ekonominya, saat ini juga masih menghadapi tantangan mendasar: pembangunan yang…
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia (PCMM)
– Peneliti Waqf, Ekonomi Islam dan Industri
Pembangunan daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, menghadapi persoalan klasik, ada tetapi tidak memberikan kesan yang masif. Perumahan domisili ada tanpa kawasan ekonomi yang hidup, tanpa basis industri ekonomi yang jelas. Kawasan industri berdiri, tetapi tidak terhubung dengan sistem sosial dan hunian masyarakat. Inilah yang kemudian terjadinya fragmentasi pembangunan, yakni ketika berbagai elemen tumbuh sendiri-sendiri tanpa terintegrasi.
Pembangunan daerah sepatutnya tidak lagi cukup diukur dari seberapa banyak proyek yang terwujud, tetapi dari seberapa kuat keterhubungan antar-elemen ekonomi potensial yang produktif. Sumatera Barat, dengan segala potensi sumber daya manusia dan jejaring ekonominya, saat ini juga masih menghadapi tantangan mendasar: pembangunan yang…
Pembangunan Perumahan dan Kawasan Ekonomi Industri Terintegrasi: Mengintip Cara Malaysia
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Cendekiawan Minang Malaysia
– Peneliti Waqf, Ekonomi Islam dan Industri
Pembangunan daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, menghadapi persoalan klasik, ada tetapi tidak memberikan kesan yang masif. Perumahan domisili ada tanpa kawasan ekonomi yang hidup, tanpa basis industri ekonomi yang jelas. Kawasan industri berdiri, tetapi tidak terhubung dengan sistem sosial dan hunian masyarakat. Inilah yang kemudian terjadinya fragmentasi pembangunan, yakni ketika berbagai elemen tumbuh sendiri-sendiri tanpa terintegrasi.
Pembangunan daerah sepatutnya tidak lagi cukup diukur dari seberapa banyak proyek yang terwujud, tetapi dari seberapa kuat keterhubungan antar-elemen ekonomi potensial yang produktif. Sumatera Barat, dengan segala potensi sumber daya manusia dan jejaring ekonominya, saat ini juga masih menghadapi tantangan mendasar: pembangunan yang berjalan, namun…
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Cendekiawan Minang Malaysia
– Peneliti Waqf, Ekonomi Islam dan Industri
Pembangunan daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Barat, menghadapi persoalan klasik, ada tetapi tidak memberikan kesan yang masif. Perumahan domisili ada tanpa kawasan ekonomi yang hidup, tanpa basis industri ekonomi yang jelas. Kawasan industri berdiri, tetapi tidak terhubung dengan sistem sosial dan hunian masyarakat. Inilah yang kemudian terjadinya fragmentasi pembangunan, yakni ketika berbagai elemen tumbuh sendiri-sendiri tanpa terintegrasi.
Pembangunan daerah sepatutnya tidak lagi cukup diukur dari seberapa banyak proyek yang terwujud, tetapi dari seberapa kuat keterhubungan antar-elemen ekonomi potensial yang produktif. Sumatera Barat, dengan segala potensi sumber daya manusia dan jejaring ekonominya, saat ini juga masih menghadapi tantangan mendasar: pembangunan yang berjalan, namun…
Paradoks Pendidikan: Biaya Kian Mahal, Ilmu Justru Kehilangan Makna
Dr. Arman Husni
– Dosen UIN Bukittinggi
– Pemerhati Sosial Keagamaan dan Pendidikan
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan di Indonesia, muncul pertanyaan mendasar: apakah kualitas pendidikan kita benar-benar ikut naik? Atau justru, kita sedang menghadapi paradoks besar yang diam-diam menggerus masa depan generasi muda?
Tulisan ini menghadirkan refleksi tajam tentang arah pendidikan kita hari ini, antara mahalnya biaya dan belum tuntasnya kualitas yang diharapkan.
Di tengah gencarnya pembangunan dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, dunia pendidikan kita justru dihadapkan pada sebuah paradoks yang mengkhawatirkan. Biaya pendidikan kian melambung, namun kualitas yang diharapkan belum sepenuhnya menjawab tantangan zaman.
Pendidikan yang semestinya menjadi jalan pembebasan, perlahan berubah menjadi sekat yang membatasi.
Fenomena Pengangguran Terdidik
Hari ini, akses terhadap pendidikan tidak lagi sepenuhnya…
Dr. Arman Husni
– Dosen UIN Bukittinggi
– Pemerhati Sosial Keagamaan dan Pendidikan
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan di Indonesia, muncul pertanyaan mendasar: apakah kualitas pendidikan kita benar-benar ikut naik? Atau justru, kita sedang menghadapi paradoks besar yang diam-diam menggerus masa depan generasi muda?
Tulisan ini menghadirkan refleksi tajam tentang arah pendidikan kita hari ini, antara mahalnya biaya dan belum tuntasnya kualitas yang diharapkan.
Di tengah gencarnya pembangunan dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, dunia pendidikan kita justru dihadapkan pada sebuah paradoks yang mengkhawatirkan. Biaya pendidikan kian melambung, namun kualitas yang diharapkan belum sepenuhnya menjawab tantangan zaman.
Pendidikan yang semestinya menjadi jalan pembebasan, perlahan berubah menjadi sekat yang membatasi.
Fenomena Pengangguran Terdidik
Hari ini, akses terhadap pendidikan tidak lagi sepenuhnya…
Paradoks Pendidikan: Biaya Kian Mahal, Ilmu Justru Kehilangan Makna
Dr. Arman Husni
– Dosen UIN Bukittinggi
– Pemerhati Sosial Keagamaan dan Pendidikan
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan di Indonesia, muncul pertanyaan mendasar: apakah kualitas pendidikan kita benar-benar ikut naik? Atau justru, kita sedang menghadapi paradoks besar yang diam-diam menggerus masa depan generasi muda?
Tulisan ini menghadirkan refleksi tajam tentang arah pendidikan kita hari ini, antara mahalnya biaya dan belum tuntasnya kualitas yang diharapkan.
Di tengah gencarnya pembangunan dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, dunia pendidikan kita justru dihadapkan pada sebuah paradoks yang mengkhawatirkan. Biaya pendidikan kian melambung, namun kualitas yang diharapkan belum sepenuhnya menjawab tantangan zaman.
Pendidikan yang semestinya menjadi jalan pembebasan, perlahan berubah menjadi sekat yang membatasi.
Fenomena Pengangguran Terdidik
Hari ini, akses terhadap pendidikan tidak lagi sepenuhnya…
Dr. Arman Husni
– Dosen UIN Bukittinggi
– Pemerhati Sosial Keagamaan dan Pendidikan
Di tengah meningkatnya biaya pendidikan di Indonesia, muncul pertanyaan mendasar: apakah kualitas pendidikan kita benar-benar ikut naik? Atau justru, kita sedang menghadapi paradoks besar yang diam-diam menggerus masa depan generasi muda?
Tulisan ini menghadirkan refleksi tajam tentang arah pendidikan kita hari ini, antara mahalnya biaya dan belum tuntasnya kualitas yang diharapkan.
Di tengah gencarnya pembangunan dan semangat mencerdaskan kehidupan bangsa, dunia pendidikan kita justru dihadapkan pada sebuah paradoks yang mengkhawatirkan. Biaya pendidikan kian melambung, namun kualitas yang diharapkan belum sepenuhnya menjawab tantangan zaman.
Pendidikan yang semestinya menjadi jalan pembebasan, perlahan berubah menjadi sekat yang membatasi.
Fenomena Pengangguran Terdidik
Hari ini, akses terhadap pendidikan tidak lagi sepenuhnya…
“Dajjal Peradaban” dari Perspektif Ekonomi Politik
Dr. Iramady Irdja
– Analis Ekonomi Politik
– Praktisi Perbankan dari Bank Indonesia
“Tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal sejak Adam diciptakan hingga kiamat” (HR. Ahmad 15831).
RAMADHAN: MELAWAN “DAJJAL PERADABAN”
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan ruang inkubasi intelektual. Di sini, ketakwaan diuji bukan dalam kesalehan pasif, melainkan melalui ketajaman analisis terhadap realitas. Tanpa daya kritis, takwa hanyalah pelarian. Di bulan ini, pencarian kebenaran (al-haqq) adalah bentuk perlawanan tertinggi terhadap distorsi global.
Kita sedang menghadapi Dajjal Peradaban (DP), sebuah sistem sistemik berbasis kepalsuan (deception) yang mengaburkan batas fakta dan opini. Mengutip Francis Fukuyama dalam The Great Disruption, kekacauan besar ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. DP adalah sistem “buta sebelah” yang cacat moral di tengah kemajuan teknokratis:
(a). Paradoks HAM: Menjunjung hak asasi, tapi…
Dr. Iramady Irdja
– Analis Ekonomi Politik
– Praktisi Perbankan dari Bank Indonesia
“Tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal sejak Adam diciptakan hingga kiamat” (HR. Ahmad 15831).
RAMADHAN: MELAWAN “DAJJAL PERADABAN”
Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan ruang inkubasi intelektual. Di sini, ketakwaan diuji bukan dalam kesalehan pasif, melainkan melalui ketajaman analisis terhadap realitas. Tanpa daya kritis, takwa hanyalah pelarian. Di bulan ini, pencarian kebenaran (al-haqq) adalah bentuk perlawanan tertinggi terhadap distorsi global.
Kita sedang menghadapi Dajjal Peradaban (DP), sebuah sistem sistemik berbasis kepalsuan (deception) yang mengaburkan batas fakta dan opini. Mengutip Francis Fukuyama dalam The Great Disruption, kekacauan besar ini tidak akan sembuh dengan sendirinya. DP adalah sistem “buta sebelah” yang cacat moral di tengah kemajuan teknokratis:
(a). Paradoks HAM: Menjunjung hak asasi, tapi…
Merangkai Pembangunan dengan Kereta Api
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia
– Bendahara DARAM Malaysia
– Analis Sumitronomics & Regional Development
Beberapa tahun sebelum munculnya kereta wisata di Sumatera Barat, saya cukup intens berbicara tentang kereta api. Namun, bukan dalam konteks yang umum dibicarakan banyak orang, sebagai ikon modernitas, daya tarik pariwisata, atau simbol kebanggaan daerah. Bagi saya, kereta api adalah alat. Ia adalah instrumen strategis dalam merangkai pemerataan pembangunan, terutama dalam kerangka besar mobilisasi manusia, barang, dan peluang ekonomi.
Sudut pandang ini memang tidak selalu populer. Ketika sebagian publik terpesona oleh estetika stasiun yang megah, kereta cepat yang futuristik, atau branding kota yang semakin modern, saya justru melihat rel sebagai urat nadi ekonomi. Rel yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, desa dengan kota, hinterland dengan pelabuhan. Dalam cara pandang ini, kereta api dan…
Abdullah A. Afifi
– Ketua Biro Persatuan Cendekiawan Minang Malaysia
– Bendahara DARAM Malaysia
– Analis Sumitronomics & Regional Development
Beberapa tahun sebelum munculnya kereta wisata di Sumatera Barat, saya cukup intens berbicara tentang kereta api. Namun, bukan dalam konteks yang umum dibicarakan banyak orang, sebagai ikon modernitas, daya tarik pariwisata, atau simbol kebanggaan daerah. Bagi saya, kereta api adalah alat. Ia adalah instrumen strategis dalam merangkai pemerataan pembangunan, terutama dalam kerangka besar mobilisasi manusia, barang, dan peluang ekonomi.
Sudut pandang ini memang tidak selalu populer. Ketika sebagian publik terpesona oleh estetika stasiun yang megah, kereta cepat yang futuristik, atau branding kota yang semakin modern, saya justru melihat rel sebagai urat nadi ekonomi. Rel yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, desa dengan kota, hinterland dengan pelabuhan. Dalam cara pandang ini, kereta api dan…