Ingfo jpg
40 subscribers
11 photos
3 videos
2 links
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Malam Beracun.

Malam itu, sebuah klinik dokter hewan yang biasanya ramai berubah menjadi tempat kejadian perkara. Sang dokter hewan ditemukan meninggal sendirian di ruang praktiknya. Tidak ada luka tusuk, tidak ada bekas tembakan, bahkan hasil pemeriksaan awal tidak menemukan racun di makanan maupun minuman korban.

Yang lebih aneh lagi, pintu ruang praktik terkunci dari dalam.

Autopsi kemudian mengungkap penyebab kematian yang tidak biasa. Korban meninggal akibat racun yang masuk melalui kulit tangannya.

Polisi mulai menyelidiki orang-orang yang memiliki alasan untuk menghabisi nyawa sang dokter.

Polisi mengawali mpenyelidikan dengan mengintrogasi orang tua korban. Orang tua korban mengaku bahwa mereka sudah putus hubungan dengan korban selama lima belas tahun karena korban memilih untuk hidup dengan pacarnya.

Tersangka pertama adalah kekasih korban yang baru keluar dari penjara setelah 10 tahun. Ia dipencara karena kasus perambokan bank. Kekasih korban mengaku bahwa ia belum pernah bertemu korban sejak ia keluar dari penjara.

Tersangka kedua adalah suami dari wanita yang diam-diam menjalin hubungan dengan korban. Ia memiliki motif karena cemburu, tetapi mengaku sedang bekerja hingga larut malam.

Tersangka ketiga adalah kekasih korban sendiri. Hubungan mereka terlihat baik-baik saja, namun penyelidikan mengungkap bahwa korban berniat mengambil kembali anak kandungnya yang selama ini dibesarkan oleh sang kekasih. Ia mengaku tidak pernah keluar rumah malam itu.

Tersangka keempat adalah seorang teknisi klinik yang pernah dipecat oleh korban beberapa bulan sebelumnya. Ia mengaku sudah pulang sebelum klinik tutup.

Tersangka kelima adalah seorang pengerajin tatto. Ia di curigai karena menulis ulasan buruk tentang klinik hewan tersebut. Namun, ia mengaku bahwa ia menulis ulasan yang buruk karena sang dokter hewan memri tahunya bahwa Tarantula miliknya harus di suntik mati dan tanpa penjelasan, sampai akhir pun mayat Tarantula tersebut tidak di berikan kepadanya.

Tersangka terakhir adalah seorang kolektor hewan eksotis yang diketahui berbisnis ilegal dengan korban. Saat kejadian, ia mengaku sedang berada di luar kota.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan beberapa hal yang terasa janggal. Sebotol hand sanitizer di dekat wastafel tampak baru saja digunakan. Salah satu katak panah beracun koleksi klinik dilaporkan hilang dari kandangnya. Korban sendiri diketahui selalu membersihkan tangannya sebelum meninggalkan ruang operasi. Anehnya, tidak ditemukan sidik jari orang lain pada botol hand sanitizer tersebut.

Semakin dalam penyelidikan dilakukan, semakin jelas bahwa korban ternyata tidak sebersih yang dibayangkan. Ia diam-diam terlibat dalam perdagangan hewan eksotis secara ilegal.

Kini semua petunjuk telah ada di hadapanmu.


Siapa pembunuhnya? Bagaimana racun itu bisa masuk ke tubuh korban? Dan apa motif sebenarnya di balik pembunuhan ini?
Waktu pengerjaan sampai 21.12 (WIB).
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Langkah Pada Waktu

Minggu pertama di kost itu terasa biasa saja. Bangunannya tua, dindingnya dipenuhi retakan halus seperti bekas luka yang telah lama mengering. Penghuninya sembilan mahasiswa dengan latar belakang berbeda: Ocean, Cho, Victor, Alaric, Raden, Hyun, Gaviel, Malice, dan Keii. Lantai pertama dihuni para pria, sedangkan lantai kedua ditempati Malice, Keii, serta kedua orang tua Keii yang menjadi pemilik kost. Anehnya, saat mereka pertama kali datang, ibu kost hanya berpesan satu hal.

"Jangan pernah terlambat pukul empat subuh."

Tak ada yang menganggap kalimat itu penting.

Hari demi hari berlalu begitu cepat. Terlalu cepat. Ocean merasa baru saja meletakkan koper di kamarnya, tetapi kalender ruang tamu sudah berganti berkali-kali. Cho bahkan sempat bercanda bahwa waktu di kost itu berjalan lebih rakus daripada mahasiswa yang dikejar tenggat tugas. Semua tertawa, kecuali ibu kost. Perempuan itu hanya menatap jam dinding, seolah setiap detiknya sedang mencuri sesuatu yang berharga.
Tepat pukul empat subuh, Keii selalu mengetuk setiap pintu. Tidak pernah terlambat sedetik pun. Dengan senyum yang sulit dijelaskan, ia mengajak seluruh penghuni berjalan mengelilingi kompleks yang masih diselimuti kabut. Jalanan selalu kosong. Tidak ada satpam, tidak ada pedagang, bahkan tak pernah terdengar suara ayam atau kendaraan. Seakan dunia baru belajar bernapas setelah mereka kembali ke dalam kost.

Suatu hari Ocean, Hyun, dan Gaviel menolak ikut. Mereka terlalu lelah. Namun, ibu kost mendadak marah. Bukan marah seperti orang kehilangan kesabaran, melainkan seperti seseorang yang takut kehilangan kesempatan terakhir. Bibirnya bergetar ketika berkata,

"Kalau kalian berhenti berjalan... nanti kalian tidak akan sempat."

Tak seorang pun mengerti maksudnya.

Sejak saat itu, Alaric mulai mendengar lagu setiap menjelang subuh. Lagu yang sama. Pelan, lirih, seperti dinyanyikan seorang ibu kepada anaknya yang sedang tertidur. Anehnya, lagu itu selalu menyebut nama mereka satu per satu. Ketika Alaric naik ke lantai dua, lorong selalu kosong. Malice yang kamarnya tepat di samping Keii justru bersikeras tidak pernah mendengar apa pun. Ia bahkan berkata, "Di lantai atas terlalu sunyi untuk menyimpan suara."


Kecurigaan mulai tumbuh seperti lumut di dinding lembap. Mereka saling menuduh sedang memainkan lelucon. Victor menuduh Alaric sengaja menakut-nakuti penghuni kost. Cho mengira Malice menyembunyikan pengeras suara. Ocean mulai mempertanyakan Keii yang tak pernah terlihat tidur. Hanya ibu kost yang tetap diam. Sesekali ia memandangi mereka dengan mata merah, seolah sedang menghafal wajah seseorang yang sebentar lagi akan pergi jauh.

Mereka akhirnya sepakat untuk memberontak. Tak ada lagi yang mau keluar pukul empat subuh. Pagi itu, Keii mengetuk semua pintu seperti biasa. Tidak ada yang membuka. Beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan dari lantai dua. Tangisan yang panjang, tetapi tidak terdengar seperti orang yang sedang marah. Lebih mirip seseorang yang baru saja kalah melawan takdir.

Keesokan harinya Keii menghilang.

Mereka mencarinya hingga ke seluruh kompleks. Tidak ada jejak. Saat harapan mulai habis, Ocean melihat Keii berdiri di dekat gerbang. Pakaiannya dipenuhi darah yang menetes tanpa membasahi tanah. Wajahnya pucat, tetapi ia tetap tersenyum.

"Aku sudah menemukan jalan pulangnya."

Ketika Ocean memanggilnya, Keii lenyap bersama kabut yang perlahan terangkat.
Malam itu mimpi buruk dimulai.

Mereka berdiri di tempat yang berbeda, tetapi melihat akhir yang sama. Ocean muncul dari air dengan pakaian basah, seolah laut menolaknya. Cho berjalan sambil memegang pisau, sementara darah mengalir dari lehernya. Alaric tergantung di langit-langit kamar yang tak pernah memiliki tali. Gaviel tenggelam dalam danau yang tak memantulkan langit. Hyun duduk sendirian di dapur, menelan obat seperti permen. Victor terkubur reruntuhan bangunan yang roboh tanpa suara. Raden dililit ular di tengah hutan yang tak memiliki jalan keluar. Malice terbaring di bawah tangga dengan mata terpejam, sedangkan Keii hanya berdiri memandangi mereka semua.

Tidak ada yang menolong siapa pun.

Mimpi itu datang setiap malam. Anehnya, mereka mulai lupa wajah orang tua mereka, lupa nama kampus, lupa alasan mengapa dulu memilih tinggal di kost itu. Ingatan mereka terkikis sedikit demi sedikit, seperti tulisan di atas pasir yang dicuci ombak. Hanya satu hal yang tetap mereka ingat.

Pukul empat subuh.


Suatu sore Ocean keluar membeli makanan. Ketika kembali, kantong belanjaannya kosong. Ia yakin telah membeli sesuatu, tetapi kasir minimarket sama sekali tidak mengingat dirinya pernah datang. Begitu pula saat Victor mencoba menghubungi keluarganya. Nomor itu masih aktif, tetapi tidak ada seorang pun yang pernah menjawab. Seolah dunia perlahan menghapus keberadaan mereka tanpa suara.

Pada malam ketujuh, mereka berkumpul di ruang tengah. Jam dinding berdetak lebih keras dari biasanya. Di luar jendela, kabut menelan seluruh kompleks hingga batas langit menghilang. Ibu kost turun perlahan dari lantai dua. Matanya sembab. Tangannya gemetar. Untuk pertama kalinya ia menangis di hadapan mereka.

"Maaf... waktunya selalu terasa terlalu singkat."

Tak ada yang memahami maksudnya.

Lalu jam menunjukkan pukul empat.

Dan untuk pertama kalinya sejak tinggal di sana, semua penghuni mendengar lagu yang selama ini hanya didengar Alaric.

Lagu itu tidak lagi memanggil nama mereka; Melainkan mengucapkan, selamat tinggal.



1. Jika semua yang mereka alami hanyalah sebuah perjalanan. Lalu sebenarnya, mereka sedang menuju ke mana?

2. Apa satu fakta yang tidak disadari oleh seluruh penghuni kost sejak hari pertama mereka tinggal di sana?
Knp di kirimnya ga dri awal?
Kirim ke admin @MrsKeii & @Oceansneengines
Waktu pengerjaan sampai menit 49.
🔥🔥🔥
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Selamat malam semuanya, event riddle nya sudah selesai semua, saya bangga dengan kalian kalian yang sudah mengikuti event ini. Sekarang para admin sedang mendiskusikan siapa ketiga pemenang itu, kira kira siapaaa yaa? Mau tau ga? Ngga ya?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Ini pesan untuk yang ga menang dalam event ini, kita kita disini untuk have fun ya, jadi jangan kesel, dendam ataupun marah karena gak menang. Sekali lagi saya benar-benar berterima kasih kepada kalian yang sudah mengikuti event yang sudah di adakan di JPG.
2
Sabar guys.
Setelah pertarungan sengit, perdebatan batin, dan mungkin beberapa kali menatap layar sambil berkata, "Ini beneran, kan?" Akhirnya kami memiliki Sang juara!

🏆 Selamat kepada pemenang! 🏆
1. Daveed @shwitty
2. Jayzde @ltoshisae
3. Loki @TAlCHl

Kalian berhasil keluar sebagai pemenang. Silakan melangkah dengan anggun menuju podium imajiner, angkat piala yang juga imajiner, lalu nikmati tepuk tangan yang.. untungnya tidak imajiner.

Terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah ikut meramaikan. Kalian semua keren dan jangan khawatir karena hari ini bukanlah kekalahan untuk kalian, hari ini hanya berarti semesta sedang menyimpan plot twist yang lebih menarik untuk nanti.

Sampai jumpa di event berikutnya. Semoga saat itu koneksi internet tetap setia, jari tidak salah pencet, dan cintamu pada kk itu terbalas.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📜 Sertifikat sudah mendarat!

Selamat kepada Daveed! Semoga sertifikatnya tidak hanya disimpan di folder downloads, tapi juga bermanfaat untuk masa depan, contohnya untuk pamer ke kk/dd itu.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
📜 Sertifikat sudah mendarat!

Selamat kepada Jayzde! Semoga sertifikatnya tidak hanya disimpan di folder downloads, tapi juga bermanfaat untuk masa depan, contohnya untuk pamer ke kk/dd itu.
1