Ingfo jpg
40 subscribers
11 photos
3 videos
2 links
Download Telegram
MEMORIES OF JPG

Ini hasil konten video lirik kemarin ya, terimakasih yang sudah ikut serta. Dan maaf untuk yang belum masuk di konten ini, see you the next content!

TAG: @jxxsaw @eksotissm @MrsKeii @seongmji @qChaser @pmnartabak @shwitty @Sweetouthh @KwonzTaekjoo @drjown @Ieejames @amoureill @fvegas
🔥3🥰3👏3🌚31
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Selamat malam warga jpg, sudah lama owner tidak mengadakan event untuk kalian, siapa yang mau event??? Admin semuanya bakal ngadain event riddle!! Di mulai nanti hari sabtu pada jam 18.40. Ikutan ya. Soalnya event kali ini ada hadiahnya, siapa sih yang gamau hadiah? Nanti tinggal isi board partisipasi ya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Selamat malam warga jpg tersayang, siapa nih yang udah excited nunggu event kali ini? absenkan dulu ☝🏻 Oke siap ada bocil pusing bocil siap siaga dan ada bocil yang lainnya juga

Siapkan pikiran siapkan mental untuk menjawab riddle riddle di bawah ini okee

Rules:
1. Dilarang keras menggunakan bantuan ai (seperti Gemini, ChatGPT, dll) ataupun google.
2. Batas waktu pengerjaan per-soal 30 Menit.
3. Jawaban dikirimkan dalam 1 BBC saja.


Sistem jawab:
- Kirimkan jawaban ke salah satu admin saja;
Soal no 1 & 5: Ocean (@Oceansneengines)
Soal no 2: Gaviel (@Devigl) Victor (@Vvictorrein)
Soal no 3: Raden (@icoIonel) Cho (@kyhoto)
Soal no 4: Alaric (@KwonzTaekjoo) Malice (@unforgettableg)


Sistem penilaian menggunakan point.
🔥3
Forwarded from Master PollBot²
🗳 Yang mau ikut Event Riddle.

- Daveed.
- Alaric Dietrich. @nKalser
- 樱花 miɑchï dve
- Aksara,G. @MASCULINITjY
- Amy E.
- eloweenANTON #FKKALCER
- Loki
- Gilbert.
- Axton Henderson.
- LJ.
- ㅤ ᣟ݂ ͏͏͏. ˚̩̩̥͙𝓛uke 𝓜iles ꣖ㅤ ີ ꣓ ⋅.˳⋅ ‌꫶‌ࣺ‌᭮‌᭰‌ 𓈒
- x
- ℳumey, @𝘻𝘩𝘴𝘶𝘺𝘪
- Etheral, #Bringvalkoback.
- J̀ ̶́̃ā̤̓̍͘z̼͙̓́ͭḑ̴̞͛̒ẹ̕ ͋̒ ḣ̖̻͛̓ā̤̓̍͘ṇ̤͛̒̍ĝ̽̓̀͑ḳ̯͍̑ͦẹ̕

👥 15 people have voted so far.
📖 Personal Participation

🚫 This poll is closed...
Sudah siap untuk soal pertama?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Rumah menangis.

Hujan turun begitu deras malam itu, seolah ingin menghapus semua dosa yang tertinggal di halaman rumah. Keesokan paginya, sepasang suami istri ditemukan tewas. Ruang tamu porak-poranda, jendela belakang pecah, dan di lantai terdapat jejak sepatu berlumpur yang mengarah keluar rumah. Di tangan sang ibu ditemukan sobekan kemeja milik suaminya, sementara sidik jari sang ayah berada pada benda yang diduga menjadi senjata pembunuhan. Anehnya, sang ayah juga ditemukan tewas beberapa meter dari istrinya.

Tiga anak mereka selamat. Anak sulung dikenal memiliki trauma berat sejak lama dan hampir tidak pernah menunjukkan emosi yang bisa ditebak. Anak tengah menjadi orang yang paling sibuk mengurus adiknya yang bungsu, bahkan berusaha meyakinkan semua orang bahwa pelaku pasti melarikan diri lewat jendela belakang. Si bungsu terus bertanya kapan ayah dan ibunya akan pulang. Semakin lama penyelidikan berlangsung, semakin kuat dugaan bahwa sang ayah lebih dulu membunuh istrinya sebelum seseorang datang dan membunuhnya sebagai balasan atau untuk membungkamnya.

Namun, ada satu hal yang tak pernah disadari siapa pun. Tidak semua jejak diciptakan untuk menunjukkan kebenaran; beberapa sengaja dibuat agar kebenaran tak pernah ditemukan. Di rumah itu, hanya ada satu orang yang memahami setiap sudut, mengetahui kebiasaan kedua orang tuanya, dan mampu menciptakan sebuah cerita yang tampak lebih masuk akal daripada kenyataan itu sendiri.

Siapa pembunuhnya? Jelaskan alasan dan rangkaian kejadian yang menurutmu paling masuk akal.
4
Waktu pengerjaan sampai menit 30.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Nafas Perkemahan
Dua belas sahabat berkemah dua malam di hutan yang jauh dari pemukiman: Gaviel, Malic, Kei, Victor, Oce, Kibbo, Ali, Raden, Alaric, Joe, Hyunseo, dan Cho.

Malam pertama berlangsung tenang. Mereka main kartu, memanggang marshmallow, bertukar cerita horor receh, lalu satu per satu masuk tenda sekitar pukul sebelas malam. Tak ada keributan, tak ada sosok asing terlihat.

Pagi-pagi buta, sebelum yang lain bangun, Raden yang kebagian piket sudah sibuk membersihkan area sekitar tenda. Ia menyapu sisa abu, mengumpulkan sampah plastik bekas bungkus makanan semalam, dan membakarnya di bara api unggun yang masih menyala kecil. Rutinitas biasa, tak ada yang curiga toh Raden memang selalu jadi yang paling rajin soal kebersihan.

Tak lama setelah itu, kehebohan pecah: tenda Joe kosong. Semua berhamburan mencari. Malic-lah yang pertama menyarankan, "Coba cek ke arah sungai, siapa tahu dia jalan-jalan pagi ke sana." Saran yang terdengar wajar karena Joe memang suka lihat pemandangan pagi di dekat air.

Mereka menemukannya di tepi sungai. Dada Joe terbedah rapi, organ-organ vitalnya lenyap, nyaris tanpa tanda perlawanan. Saat yang lain histeris dan mundur ketakutan, Oce justru berjongkok lebih dekat, mengamati sayatan itu sejenak sebelum buru-buru berdiri lagi. "Sayatannya... rapi banget," gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. Belakangan diketahui Oce memang sempat kuliah kedokteran beberapa semester sebelum pindah jurusan sesuatu yang jarang ia ceritakan.

Anehnya, Kei yang berdiri tak jauh dari situ juga bergumam sendiri, "Ini... kayak pernah lihat luka kayak gini di suatu tempat." Ucapan itu langsung ia tarik kembali begitu sadar semua orang menoleh, buru-buru menambahkan, "Maksudku, di film, bukan yang beneran." Tawanya terdengar canggung, tak benar-benar meyakinkan.


Polisi datang dan menyimpulkan Joe kemungkinan mendatangi pelakunya sendiri, tanpa paksaan. Investigasi lanjutan mengungkap kejutan lain: dua dari sembilan sahabat yang tersisa adalah bagian dari sindikat penculikan dan perdagangan organ ilegal yang lama diburu.

Anehnya, hanya ditemukan satu jenis jejak sepatu yang mengarah ke sungai dan kembali, padahal semestinya ada jejak Joe sendiri saat berjalan ke sana. Sepasang sarung tangan bedah bersih tanpa sidik jari tergeletak dekat mayat. Tas Joe raib, ponselnya tertinggal di saku dengan satu percakapan yang telah dihapus. Sisa plastik yang dibakar Raden pagi itu membuat penyidik kesulitan menemukan bukti pembakaran lain yang mungkin sengaja disamarkan bersamaan. Autopsi menyebut waktu kematian sekitar 02.30 dini hari, organ diambil setelah Joe tewas.

Polisi memeriksa seluruh tas milik para peserta. Tak ada organ, alat bedah, ataupun pakaian berlumuran darah. Namun, salah seorang petugas sempat mencatat bahwa sepasang sepatu milik salah satu peserta tampak baru saja dibersihkan, meski karena hujan gerimis dini hari, hampir semua alas kaki memang terlihat lembap. Catatan itu tidak dianggap penting saat itu.


Kesaksian di pagi itu..
Raden menjelaskan rutinitas piketnya panjang lebar, mengulang beberapa kali bahwa ia "cuma bersihin sampah, itu aja, sumpah." Ia buru-buru menambahkan bahwa matanya belum sepenuhnya melek, jadi tak yakin apakah ada yang lewat di dekatnya atau tidak, lalu tiba-tiba berkata, "Tapi jangan curiga ke aku dong, aku kan cuma piket."

Kibbo bersikeras tidur pulas semalaman, tapi lantas menambahkan cerita yang tak diminta soal mimpinya semalam, seolah ingin mengalihkan topik dari pertanyaan sebenarnya.

Ali mengaku mendengar suara logam jatuh sekitar pukul tiga dini hari, lalu buru-buru menjelaskan panjang lebar kenapa ia tidak keluar memeriksa takut hewan liar, katanya, meski beberapa detik kemudian ia mengoreksi diri, "atau mungkin bukan pukul tiga, bisa jadi lebih malam."

Alaric berkata Joe sempat berbisik sebelum tidur bahwa ia akan menemui "seseorang." Saat didesak siapa yang dimaksud, Alaric malah berputar-putar, "Aku nggak tau, dia cuma bilang gitu, aku juga bingung, mungkin cuma bercanda, atau serius, aku nggak yakin."
Kei menambahkan sempat mengobrol santai dengan Joe sekitar pukul satu dini hari, lalu buru-buru mengulang lagi soal gumamannya tadi di dekat mayat, berusaha menjelaskan itu cuma refleks karena "kebanyakan nonton drama forensik," penjelasan yang malah terdengar berlebihan.

Gaviel mengaku terbangun karena suara langkah tengah malam, tapi keterangannya berubah-ubah: awalnya bilang tak sempat lihat, lalu menambahkan mungkin sempat mengintip sedikit dari celah tenda, lalu menarik lagi ucapannya, bilang mungkin itu cuma mimpi.

Victor bilang ia bangun sekitar pukul dua dini hari untuk buang air, lalu menjelaskan detail rute jalannya ke arah semak-semak dengan sangat rinci yang menurut sebagian orang tak perlu sampai sedetail itu, sebelum akhirnya menyebut sempat melihat Gaviel masih tertidur saat ia kembali ke tenda.

Di tengah semua kegugupan itu, Malic memberi kesaksian "Aku tidur setelah main kartu. Bangun saat semua orang ribut mencari Joe." Setelah mengucapkannya, ia tanpa sadar menyentuh ujung lengan jaketnya, seolah memastikan tidak ada sesuatu yang menempel di sana.


Oce mengatakan "Aku sempat bangun karena dingin, tapi cuma nambah jaket, terus tidur lagi." Ketika menyerahkan barang-barangnya kepada polisi, ia sempat meminta izin mengambil jaketnya terlebih dahulu karena mengaku kedinginan.

Lalu Hyunseo dan Cho memberi kesaksian hampir seragam kata per kata keduanya bilang tidur sepanjang malam, tak dengar apa-apa tapi kemiripan itu justru membuat beberapa orang bertanya-tanya apakah mereka berdua sudah menyusun cerita bersama sebelum diperiksa.

Polisi memastikan: tak ada orang luar yang masuk area perkemahan malam itu, dan dari sepuluh orang yang tersisa, hanya dua yang berbohong, dan keduanya adalah pelakunya


Siapa kah 2 orang itu dan alasannya?
Waktu pengerjaan sampai 20.05 (WIB).
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Kunci yang Tak Pernah Meninggalkan Genggaman

Ada pengkhianatan yang tak lahir dari kebencian, melainkan dari kesabaran seorang pembohong yang menunggu semua orang percaya pada cerita yang ia ciptakan sendiri.


Delapan orang melakukan ekspedisi menuju sebuah pulau terpencil yang diyakini menyimpan "Heart of Dawn", batu permata langka yang nilainya tak terhitung.

Mereka adalah:
Vincent (sang pemimpin ekspedisi), Alaric, Cedric, Damian, Lucien, Eleanor, Vivienne, dan Rosalie.

Sebelum perjalanan dimulai, Vincent menetapkan tiga aturan yang wajib dipatuhi.
1. Tak seorang pun boleh menjelajah sendirian.
2. Semua Heart of Dawn yang ditemukan harus disimpan di ruang penyimpanan rumah tua ini.
3. Setiap malam, sebelum beristirahat, kita semua harus berkumpul untuk memastikan tak ada seorang pun yang hilang.


Di pulau itu hanya ada sebuah rumah tua yang menjadi tempat mereka bermalam.

Sejak pagi hingga senja mereka mencari harta karun.

Hari keempat.

Mereka akhirnya menemukan seluruh Heart of Dawn.

Semua orang melihat sendiri Vincent membawa harta itu menuju ruang penyimpanan.

Pintu ditutup.

Kunci diputar.

Lalu satu-satunya kunci asli kembali masuk ke saku Vincent.

Tak seorang pun pernah memegang kunci tersebut.

Tak seorang pun melihat pintu itu dibuka lagi malam itu.

Namun, keesokan paginya, saat mereka hendak meninggalkan pulau, Vincent membuka ruang penyimpanan.

Kosong.

Tak ada satu pun permata yang tersisa.

Tak ada bekas congkelan.

Tak ada jendela yang rusak.

Tak ada jejak kaki.

Seolah ruangan itu tak pernah menyimpan apa pun.

Polisi pulau kemudian memeriksa seluruh anggota satu per satu.

Kesaksian mereka adalah:
Alaric dan Rosalie mengatakan mereka tidur di kamar yang sama sepanjang malam.

Cedric mengaku membuat kopi sekitar pukul tiga dini hari karena sulit tidur.

Damian berkata ia tidak pernah keluar dari kamarnya.

Eleanor mengatakan ia menghabiskan malam membaca buku hingga fajar.

Lucien mengaku sempat terbangun karena mendengar suara aneh menjelang subuh, tetapi tidak melihat siapa pun.

Vivienne hanya berkata singkat, "aku hanya membereskan rumah sebelum kami pulang."

Tak seorang pun mengaku melihat ruang penyimpanan dibuka.

Tak seorang pun melihat Vincent kehilangan kuncinya.

Dan yang lebih aneh lagi, selama dua hari itu, seluruh anggota selalu mematuhi aturan untuk tidak pernah berjalan sendirian.


Seorang pembohong yang paling berbahaya bukanlah ia yang pandai berdusta, melainkan ia yang mampu membuat semua orang menyaksikan kebenaran yang sebenarnya telah ia susun sendiri.
Pertanyaan

1. Bagaimana mungkin Heart of Dawn bisa hilang dari ruangan yang hanya memiliki satu kunci asli?

2. Siapa sebenarnya pengkhianat di antara mereka?

3. Kesaksian siapa yang merupakan kebohongan paling besar?

4. Jika seluruh aturan benar-benar dipatuhi, bagaimana pencuri dapat memindahkan harta itu tanpa seorang pun menyadarinya?


Jawaban 4 pertanyaan tersebut dengan 1 jawaban.