IT Center For The Blind ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
345 subscribers
2 videos
30 files
214 links
Tips,review, dan project dari ITCFB
Download Telegram
Share dari mas Fauzan.
๐Ÿ“ข Alhamdulillah, IslamicPedia Resmi Dirilis! ๐ŸŽ‰
Setelah melalui proses pengembangan selama kurang lebih 2 minggu, akhirnya aplikasi IslamicPedia kini resmi hadir dan sudah bisa digunakan dengan stabil.
IslamicPedia dibuat untuk memudahkan kita mengakses berbagai informasi dan pengetahuan seputar Islam langsung dari smartphone dengan tampilan yang sederhana, ringan, dan mudah digunakan.
Yang istimewa, aplikasi ini dirancang agar dapat digunakan oleh semua kalangan, baik tunanetra maupun non tunanetra, sehingga siapa pun dapat mengakses informasi Islami dengan lebih mudah dan nyaman.
โœจ Ringan
โœจ Mudah digunakan
โœจ Berisi berbagai informasi Islami
โœจ Ramah untuk pengguna tunanetra dan non tunanetra
Silakan unduh versi rilis di sini:
https://github.com/fauzan-january/islamic-pedia-mobile-app/releases/tag/v1.0.1
Semoga aplikasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi ladang amal kebaikan bagi kita semua. ๐Ÿคฒ
Pengembang juga sangat terbuka untuk masukan, saran, maupun kritik yang membangun, agar IslamicPedia dapat terus berkembang dan menjadi lebih baik ke depannya.
Jangan lupa bagikan ke keluarga dan sahabat agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya.
Barakallahu fiikum!
Bye-Bye Keyboard! Skandal 'Neural-Doping' Guncang World Esports Championship 2026: Skill atau Cuma Sinyal Otak?
Kategori artikel:
Game dan Industri Esports

Oleh: Redaksi ITCFB | Senin, 09 Maret 2026
Dunia esports hari ini tidak lagi membicarakan soal seberapa cepat jemari pemain menari di atas mechanical keyboard atau seberapa presisi flick mouse mereka. Pagi ini, 9 Maret 2026, jagat maya meledak setelah panitia World Esports Championship (WEC) 2026 mendiskualifikasi salah satu kandidat juara karena dugaan penggunaan "Neural-Link Enhancement".
Era di mana otak terhubung langsung ke server game bukan lagi fiksi ilmiah. Namun, apa yang terjadi di panggung utama semalam memicu debat etika terbesar dalam sejarah olahraga elektronik: Apakah refleks yang dihasilkan oleh chip implan masih bisa disebut sebagai talenta manusia?
Kecurigaan muncul saat "Xenon", pro-player asal Korea Selatan, mencatatkan waktu reaksi yang secara teknis mustahil bagi saraf manusia biasa. Dalam analisis pasca-pertandingan, data menunjukkan bahwa input perintah masuk ke sistem game 0,02 detik sebelum visual musuh muncul sepenuhnya di layar.
Tim investigasi teknis menemukan penggunaan perangkat non-invasive bernama Synapse-Z, sebuah headset berbasis Brain-Computer Interface (BCI) yang telah dimodifikasi. Alat ini diklaim mampu memprediksi gerakan otot berdasarkan sinyal motorik otak, lalu mengirimkan perintah ke PC bahkan sebelum tangan pemain bergerak.
CEO International Esports Federation (IESF) dalam konferensi pers daruratnya menyatakan bahwa industri sedang berada di persimpangan jalan. "Jika kita mengizinkan integrasi saraf, maka kita bukan lagi mempertandingkan skill manusia, melainkan kualitas hardware yang tertanam di kepala mereka," ujarnya dengan nada serius.
Di sisi lain, beberapa produsen hardware gaming raksasa justru mulai memasarkan "Gaming-Neural-Wear" sebagai standar baru. Mereka berargumen bahwa sama seperti sepatu lari berteknologi tinggi di atletik, BCI adalah evolusi alami dari alat input game.
Tren ini diperkirakan akan segera merembet ke pasar konsumen luas. Bayangkan bermain Open World RPG di mana Anda menggerakkan karakter hanya dengan memikirkannya, atau mengganti senjata di game FPS lewat niat di kepala. Meski terdengar keren, bayang-bayang peretasan otak (brain-hacking) dan degradasi fungsi motorik alami menjadi kekhawatiran yang nyata bagi para ahli kesehatan digital di tahun 2026 ini.
Untuk saat ini, WEC 2026 resmi melarang segala bentuk intervensi neural. Namun satu hal yang pasti: batas antara manusia dan mesin di arena kompetitif kini sudah benar-benar kabur.
Pantau terus ITCFB.com untuk perkembangan terbaru investigasi skandal Synapse-Z dan masa depan Neural-Gaming.
Halo semua! Update terbaru image Docker TTMediaBot sudah rilis dengan 3 perbaikan penting:
1.
Update dependencies untuk stabilitas.
2.
Log audio dihilangkan. Script di-patch sehingga perintah docker logs kini bersih dari spam log audio.
3.
Perbaikan bug resource. Bot tidak lagi menguras CPU/RAM server saat player sedang pause atau stop.
Cara update untuk pengguna lama:
Jalankan command:
bash tthelper.sh pull
Setelah itu, lakukan re-create container agar image baru diterapkan.
Untuk cek source code atau clone script terbaru, silakan kunjungi:
https://github.com/muhammadGagah/ttmediabot-docker-helper
Semoga bermanfaat!
Hai sobatit.
Buat para pengguna NVDA, ada satu add-on yang menurutku menarik banget untuk pemula, yaitu NVDA Coach. Add-on ini dirancang sebagai media belajar interaktif langsung dari dalam NVDA, jadi proses belajarnya terasa lebih praktis karena pengguna tidak perlu bolak-balik buka video, PDF, atau pindah-pindah jendela hanya untuk memahami shortcut dan fungsi dasar. Tinggal jalankan add-on-nya, ikuti arahan yang diberikan, lalu praktik langsung langkah demi langkah.
Yang paling terasa dari NVDA Coach adalah pendekatannya yang rapi dan ramah untuk pemula. Materinya disusun bertahap, mulai dari pengenalan dasar, penggunaan keyboard, membaca dan menavigasi teks, browse mode, object navigation, sampai pengaturan NVDA. Jadi ini bukan sekadar bacaan teori, tapi benar-benar latihan yang mengajak pengguna belajar sambil praktik. Buat trainer, guru, pendamping, atau komunitas aksesibilitas, menurutku ini juga bisa jadi alat bantu belajar yang sangat berguna karena prosesnya lebih terstruktur dan mudah diikuti.
Versi terbarunya saat ini adalah v1.5, dan ada beberapa tambahan yang cukup menarik, seperti fitur personalisasi, shortcut cepat untuk akses fungsi tertentu, serta certificate of completion setelah pengguna menuntaskan materi tertentu. Add-on ini terasa dibuat dengan perhatian yang serius untuk pengalaman belajar, jadi bukan cuma fungsional, tapi juga terasa lebih hangat dan memotivasi.
Perlu dicatat, saat ini materi pelajarannya memang masih dalam bahasa Inggris dan versi terjemahannya masih dalam proses. Tapi itu bukan berarti jadi hambatan untuk belajar. Sambil menunggu terjemahan resminya selesai, sobatit tetap bisa memanfaatkan add-on penerjemah seperti Instant Translate, Advanced Translator, Yandex Translator for NVDA, atau add-on sejenis lainnya untuk membantu memahami materi saat belajar. Jadi tetap enak dipakai, apalagi kalau tujuannya memang mau mulai dulu tanpa harus menunggu semuanya serba lengkap.
Kalau mau coba, add-on ini bisa diunduh lewat NVDA Add-on Store, atau bisa juga langsung lewat link ini: https://github.com/tonygeb23/nvdaCoach-/releases/download/v1.5/nvdaCoach-1.5.nvda-addon .
Repo resminya juga bisa dilihat di sini:
https://github.com/tonygeb23/nvdaCoach-
Buat yang lagi serius belajar NVDA, add-on ini layak banget dijadikan teman latihan. Kalau semua materinya diikuti sampai tuntas, bukan hal yang aneh kalau nanti banyak perintah NVDA jadi terasa otomatis karena sudah kebiasa. Jadi tetap semangat, jangan takut pelan, karena yang penting bukan cepatnya, tapi konsistennya.
# Blind Code Open Member

Assalamuโ€™alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Halo, Blind Coders ๐Ÿ˜Š

Pernah nggak, kamu punya ide yang menurutmu bagus, bahkan sempat mulai dikerjakan, tapi akhirnya berhenti di tengah jalan?

Atau mungkin kamu sudah bisa coding, sudah paham AI, tapi project yang kamu buat masih sebatas jadi konsumsi pribadi dan belum benar-benar berkembang jadi sesuatu yang menghasilkan?

Kalau iya, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang juga ada di fase yang sama: bisa bikin, tapi belum tahu cara mengubahnya jadi sesuatu yang bernilai.

Nah, di Blind Code, kita mau jalan bareng buat itu. Bukan cuma ngobrol ide, tapi bantu kamu eksekusi. Konsepnya kita matengin, arahnya kita benahin, dan kita usahakan sampai idenya benar-benar layak dikembangkan, bahkan layak jual.

Karena faktanya, di zaman sekarang bikin aplikasi memang makin mudah. Tapi bikin sesuatu yang dipakai orang, dibutuhkan, lalu mau dibayar, itu bagian yang jauh lebih menantang.

Blind Code cocok buat kamu yang punya ide dan pengen diwujudkan, punya skill tapi pengen mulai menghasilkan, atau lagi butuh circle yang bisa bantu dorong biar nggak jalan di tempat.

Kalau kamu ngerasa ini relate, yuk gabung jadi member Blind Code.

Pendaftaran sudah dibuka ๐Ÿ”ฅ

https://t.me/BlindCodeBot?start=register-member

Yuk, daftar dan mulai jalanin idemu bareng-bareng.
Lagi nyari laptop, tapi budget terbatas? Mau beli laptop baru, tapi harganya lagi gak masuk akal? Mungkin laptop bekas bisa jadi solusi.

"Ah, tapi ngeri Bang, takut dapet barang jelek. Ntar malah cepet rusak."

Tenang, saya punya solusinya. Mulai dari 2 jutaan aja, kamu udah bisa dapat laptop bekas berkualitas. Gak perlu takut dapat barang jelek, karena laptop yang saya jual sudah lulus quality control dan siap pakai.

Semua laptop bekas yang saya jual:
- Sudah lulus quality control, jadi bisa dipastikan nyaman dipakai sesuai budget yang dikeluarkan.
- Sudah terinstall Windows, Microsoft Office, dan pastinya screen reader untuk tunanetra.
- Bisa request software spesifik sesuai kebutuhan.
- Siap kirim seluruh Indonesia.

Mau konsultasi dulu? Mau menyesuaikan budget dengan kebutuhan? Bisa banget. Silakan hubungi saya (Fakhry Muhammad Rosa) di 08119960338 (WhatsApp).

So, tunggu apa lagi! Segera dapatkan laptop impianmu, sebelum diambil orang lain!
sobatit, buat yang setelah update add-on WorldVoice lalu tiba-tiba Vocalizer tidak bisa dipakai, ini bukan karena rusak atau error biasa. Perubahan ini terjadi karena adanya pembaruan besar pada struktur library WorldVoice yang sekarang sudah disesuaikan untuk kebutuhan ke depan, terutama agar kompatibel dengan NVDA versi 2026.1.

Mulai versi ini, WorldVoice memang sudah tidak lagi berdiri dengan struktur lama. Ia sekarang membutuhkan library tambahan sesuai arsitektur sistem, yaitu x86 untuk 32-bit dan AMD64 untuk 64-bit. Jadi kalau library ini belum terpasang, wajar saja kalau Vocalizer tidak bisa berjalan.

Untungnya, komunitas NVDA RU sudah menyiapkan paket library yang sudah dirapikan dan siap pakai, jadi kita tidak perlu menyusunnya secara manual. File-nya bisa diunduh di sini:

https://drive.google.com/file/d/1a-hdyucuUHC_KPzD6s-gzq0wcaaUmeZv/view?usp=sharing

Setelah selesai mengunduh, jangan di-extract dulu. Cukup buka NVDA, masuk ke menu WorldVoice, lalu pilih File Import. Setelah itu arahkan ke file core_x86_AMD64.zip yang sudah diunduh tadi, lalu ikuti saja prosesnya sampai selesai. Biasanya setelah NVDA direstart, Vocalizer sudah bisa kembali digunakan seperti semula.

Menariknya, paket core ini juga sudah membawa driver suara dari Cerence, yang juga digunakan oleh add-on Tiflotecnia Voices for NVDA. Namun untuk bisa memakai suara-suara tersebut, tetap perlu mengunduh data voice terlebih dahulu melalui add-on Tiflotecnia Voices.

Caranya cukup mudah. Install dulu add-on Tiflotecnia Voices dari Add-on Store NVDA. Kalau muncul prompt aktivasi, cukup tutup saja. Setelah itu masuk ke menu NVDA, lalu buka Tiflotecnia Voices, pilih Manage Voices, kemudian centang suara yang ingin diunduh seperti Damayanti, Amira, Maged, dan lainnya. Lanjutkan dengan memilih Install Voices dan tunggu sampai proses download selesai.

Setelah semua voice terunduh, kita perlu memindahkan datanya. Caranya tekan Windows + R, lalu buka folder:
C:\ProgramData\tiflotecniaVoices\Voices\Cerence

Di dalam folder itu, pilih semua file lalu copy atau cut. Setelah itu masuk ke folder WorldVoice dengan cara menekan Windows + R lagi dan mengetik:
%appdata%\nvda\WorldVoice-workspace\Cerence

Tinggal tempelkan semua file yang tadi sudah disalin ke sana, dan selesai. Sekarang suara Cerence sudah bisa dipakai melalui WorldVoice.

Terakhir, supaya tidak terus muncul notifikasi aktivasi dari Tiflotecnia Voices for NVDA, add-on tersebut sebaiknya di-disable atau dihapus saja. Nanti kalau dibutuhkan lagi, tinggal instal ulang dan ulangi langkahnya dari awal.

Jadi intinya, ini bukan masalah error, tapi memang perubahan sistem yang membuat setup sedikit lebih panjang. Setelah semua langkah dilakukan, WorldVoice akan kembali normal dan bahkan sudah siap untuk pembaruan NVDA ke depannya.
Selamat mencoba!
NVDA 2026.1 Portable lengkap dengan add-on yang dibutuhkan https://drive.google.com/file/d/17xWFed8yw9wAMyHsMf6u4Nw1XibMjYNE/view?usp=sharing
Hai sobatit,

Bagi yang sudah memperbarui browser Android seperti Chrome, mungkin ada masalah yang cukup mengganggu pada pembaca layar Jieshuo.

Saat ini, Jieshuo tidak selalu membacakan pembaruan dinamis dari halaman web, seperti hasil Speedtest.net atau status saat bermain QuentinC's Gameroom. Pembaruan dinamis ini biasanya berupa pesan atau status halaman yang seharusnya otomatis dibacakan oleh pembaca layar.

Salah satu cara mengatasinya adalah downgrade browser ke versi lama, tetapi cara itu cukup merepotkan dan tidak selalu disarankan. Karena itu, sambil menunggu perbaikan dari pengembang Jieshuo, kami membuat ekstensi sementara bernama BacaEventAksesibilitas agar pembaruan tersebut bisa dibacakan kembali oleh Jieshuo.

Cara Mengunduh

1. Buka Jieshuo.
2. Masuk ke menu Ekstensi>kelola>opsi lain>Download.
3. Cari BacaEventAksesibilitas.
4. Unduh atau pasang ekstensi yang muncul.

Cara Menggunakan

1. Buka browser seperti biasa.
2. Saat membuka halaman yang memiliki pembaruan dinamis, misalnya Speedtest.net, jalankan ekstensi BacaEventAksesibilitas.
3. Setelah aktif, Jieshuo seharusnya dapat kembali membacakan perubahan atau status yang muncul di halaman tersebut.

Tips Untuk pengguna QuentinC's Gameroom

Jalankan ekstensi setelah meja permainan terbuka. Setelah selesai bermain, matikan kembali ekstensi agar tidak berjalan terus di latar belakang.

Jika kesulitan mengunduh melalui menu ekstensi, gunakan link Google Drive dibawah ini untuk mengunduh ekstensi BacaEventAksesibilitas:

https://drive.google.com/file/d/1Vrd_XWKvZmy8BdCiPQddF2Pw7QbidZek/view?usp=sharing

Semoga ekstensi ini membantu teman-teman tetap nyaman menggunakan browser dan bermain seperti biasa. Terus semangat berkarya!
Hai temans,
Kami ingin membagikan project terbaru nih, ini adalah script WhatsApp Web. Fungsinya secara khusus dirancang untuk memudahkan para pengguna screen reader dalam menjelajah WhatsApp Web.
Melalui script ini, navigasi menjadi jauh lebih efisien. temans dapat dengan mudah berpindah antara chat list, message list, dan unread message. Selain itu, script ini juga dapat menyembunyikan beberapa tombol yang kurang penting dan sering kali memperpanjang proses navigasi, seperti tombol end-to-end encrypted, Download, Send document, dan lain-lain. Hasilnya, antarmuka WhatsApp Web menjadi lebih bersih dan terfokus pada aksesibilitas.
Bagi yang ingin mencoba atau melihat kode sumbernya, silakan kunjungi tautan berikut:
https://github.com/muhammadGagah/whatsapp-web-plus/
Kami menyadari bahwa project ini masih memiliki banyak ruang untuk disempurnakan. Oleh karena itu, jika temans mengalami kendala saat mencoba, memiliki gagasan untuk fitur baru, atau ingin turun tangan langsung berkontribusi, silakan sampaikan langsung melalui DM. Temans juga bisa langsung membuat issue maupun Pull Request (PR) di repositori GitHub kami. Sekecil apa pun masukan dari temans akan sangat berharga bagi pengembangan script ini ke depannya.
Terima kasih.