#MerawatIngatan #MenjagaKesadaran ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œโณ๏ธ๐Ÿ—๐Ÿ”ฅ
30 subscribers
181 photos
6 videos
3 links
Rekapan tulisan perjuangan!

Managed by: @instawa_

#ceritawa2025 #BumiSyamBercerita #2025ForPLSTN
Download Telegram
#MerawatIngatan #MenjagaKesadaran ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œโณ๏ธ๐Ÿ—๐Ÿ”ฅ
Photo
"Rakyat sebanyak ini. Dan A-Q di tengahnya. Tak ada rasa takut.

Patahlah semua hoax tentang A-Q bahwa mereka memukuli rakyat, dibenci orang Gaza, atau cuma sembunyi di terowongan.

Kalau benar tuduhan itu, maka hari ini rakyat Gaza pasti mengadili mereka!" - Komandan @risalahamar04

Bagaimana? Ada yang mau mengadili mereka selain para kera?

-ast-
20012025
Bumi Syam bukan negeri terhina; bukan negeri terkutuk sehingga dihukum dan menderita.

Bumi Syam hanya terimbas dosa-dosa manusia kualat; yang lalai dan durhaka hingga mendatangkan "azab".

Bumi Syam barometer iman bagi umat ini; ia adalah cerminan keamanan di muka bumi.

โ€œKetahuilah sesungguhnya tempat tinggal orang-orang beriman itu adalah Syamโ€œ. HR Ahmad 28/165 no: 16965.

โ€œSesungguhnya aku melihat penyangga al-Qurโ€™an dicabut dari bawah tempat duduknya, lalu ketika aku lihat maka aku mendapati ada cahaya yang memanjang sampai pada negeri Syam. Ketahuilah bahwa keimanan kembali kepada Syam jika terjadi fitnahโ€œ. HR al-Hakim 5/712-713 no: 8701

โ€œApabila kerusakan terjadi pada penduduk Syam maka sudah tidak ada lagi kebaikan bagi kalian. Senantiasa akan ada dikalangan umatku yang ditolong, yang tidak akan merasa terganggu dari orang yang menyakitinya sampai tegak hari kiamatโ€œ. HR at-Tirmidzi no: 2192

Bumi Syam akan kembali baik-baik saja tanpa kita. Penduduknya akan ditolong langsung oleh Yang Maha Penolong.

Tapi kita, akankah baik-baik saja tanpa Bumi Syam? Sementara ia adalah tempat berkumpulnya orang yang selamat.

Akankah kelak kita ditolong? Sementara kita sendiri enggan menolong hamba-Nya yang ditindas secara terang-terangan dan disiarkan 24 jam setiap hari!

Perkara PLSTN, perkara Bumi Syam, sejatinya bukan tentang siapa-siapa melainkan tentang keselamatan kita sendiri!

Kita ini hamba yang hina, yang butuh tabungan untuk menjadi penolong di Hari tidak satu pun mampu dan mau menolong!

-ast-
19052025
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Seorang kakek di GZ wafat ketika sedang MENGANTRE SEMANGKUK MAKANAN!

Entah sudah berapa hari ia menahan lapar. Ntah sudah berapa kali ia gagal mendapatkan makanan ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’”

Kawan, ayok berisik lagi. IYA BERISIK DI MEDIA SOSIAL!

Bikin algoritma PLSTN naik lagi, biar orang-orang sadar lagi! Biar memancing gerakan di dunia nyata yang lebih berdampak lagi!

Jangan diam!
Ini bukan tragedi, ini KEJAHATAN!

GZ bukan kelaparan, tapi DILAPARKAN!
GZ sengaja dibuat lapar, agar mereka tak bisa melawan!

Berisiklah, Kawan!
Jadilah suara bagi rakyat PLSTN yang dibungkam!

-ast-
20072025
Apa salah anak-anak ini? Hingga harus dilaparkan sampai air mata mereka pun ikut mengering?

Sayangnya, "kesalahan" mereka adalah karena mereka terlahir sebagai anak-anak GZ! "Kesalahan" mereka adalah karena mereka mewariskan amanah penduduk GZ; penjaga Baitul Maqdis, benteng "terakhir" Bumi Syam!

Sayangnya ...
"Kesalahan" mereka adalah hidup di masa umat ini sudah menjadi buih sebagaimana yang disebutkan Rasulullah ๏ทบ; banyak tapi tidak berdaya, banyak tapi tidak berguna!

Ya Rabb, kalaulah benar mimpi seorang jurnalis GZ itu, bahwa ia melihat Kekasih-Mu menahan marah dan memalingkan wajahnya dari kami sebab kecewa atas lalai dan abainya kami terhadap GZ, apatah lagi yang bisa kami lakukan untuk menebus rasa kecewanya itu?

Celakalah kami jika pemberi syafa'at untuk kami di akhirat kelak taklagi mengakui kami, taklagi ridha kepada kami. Bukankah ridhanya adalah ridha-Mu? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’”

Kawan, mari kita berjuang lakukan apa saja untuk menebus dosa kelalaian kita, bahkan meski dengan hadiah seribu rupiah perhari untuk GZ. ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ˜ญ

-ast-
22072025
Ketika 2 kepala memahami 1 masalah dengan 2 sudut pandang berbeda, dengan sendirinya akan tercipta 2 masalah yang takkan ketemu titik terangnya.

Apalagi kalau sudut pandang yang digunakan hasil pemikiran manusia. Ga heran, kan, kalau kondisi dunia kacau balau kek sekarang? Lah, ada berapa kepala ini yang ngotot dengan sudut pandangnya masing-masing? ๐Ÿฅฒ

Kembali ke Al-Qur'an dan Hadits emang udah yang paling bener.

Ya Rabb, ihdinashshiraathal mustaqiim ๐Ÿคฒ๐Ÿป

Hari ini sudah hari ke-756 ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ

"TimTeng" udah kayak kue tart. Dipotong-potong, dibagi-bagi, sebagian dijadiin "mainan" buat dilempar dan dipeperin ke wajah "lawan" (yang aslinya musuh-musuh Allah itu saling "kawan").

Keadaan ini karena kita membiarkan Baitul Maqdis "berjuang sendiri". Yuk, sadar!
#MerawatIngatan #MenjagaKesadaran ๐Ÿค๐Ÿผ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œโณ๏ธ๐Ÿ—๐Ÿ”ฅ
https://www.instagram.com/reel/DQd97HDEn-G/?igsh=czF4bWI5bXZ4Ymt4
Salah satu cara paling simpel untuk merawat ingatan dan menjaga kesadaran bahwa zionis = najis mughalladzah. Sekaligus edukasi bahwa musuh kita itu sama dan satu: penjajahan! ๐Ÿ‘Š๐Ÿผ๐Ÿ”ป
Hari ke-759 ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ

Ketika akhirnya keterbiasaan membuat kita menatap layar dengan perasaan datar. Respon jempol seperti auto pilot: love, repost, save, share to story. Kadang tambah satu dua komen, seringnya diam saja tanpa komen apa-apa. Kehabisan kata, mungkin?

Ketika waktu mengungkap satu persatu luka di atas bumi membuat kita lekas sekali kehabisan energi. Bahkan untuk menangisi keadaan yang terasa "masih gini-gini aja" pun, kita takpunya daya.

Ketika hal-hal receh mulai terasa lebih menarik ketimbang kabar yang taklagi memacu adrenalin; di situlah barangkali kesetiaan kita diuji. Masihkah akan bersuara dan memperjuangkannya, atau kembali tertidur lelap menunggu ledakan selanjutnya yang menggetarkan jiwa?

Sabar itu ada tiga; satu di antaranya sabar dalam beristiqomah, kan?
Semoga Allah terus pergunakan kita sampai ajal menjemput pulang.

Ya Muqallibal Quluub tsabbits quluubana 'alaa diinik ๐Ÿ™‡๐Ÿปโ€โ™€๏ธ
Hari ke-760 ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ

Suara berisik dalam kepala, atau yang mengusik dada, sejatinya hanyalah was was setan yang ingin kita berhenti berjalan.

Tapi, kalau berisiknya udah mengganggu akal sehat dan mengaburkan suara hati, barangkali itu sinyal bahwa kamu butuh "pertolongan tenaga ahli".

Perjuangan ini ga bisa sendiri, kan? Tapi juga ga bisa tuntas kalo jalannya bareng teman yang sama-sama masih meraba.
H+765 Thufanul Aqsha ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ
H-102 Ramadhan (insyaAllah)

Kalau hari ini kita masih lemah, atau kembali melemah, barangkali ibadah harian kita tidak kita perlakukan sebagaimana kita memperlakukannya di bulan Ramadhan.

Ingatkan, bocil GZ yang dioperasi pake anestesi hapalan Qur'annya? Lidahnya, ketika tubuhnya merasakan sakit, reflek melantunkan ayat suci. Dikira itu bisa dadakan? Ga. Itu kebiasaan. Lidahnya udah seterbiasa itu.

Masih ada 102 hari lagi untuk mempersiapkan diri biar Ramadhan "ga berhenti di Ramadhan" aja tapi kebawa ke bulan-bulan setelahnya sampai kita mati.

๐Ÿ‘Š๐Ÿผ
โค1
Hari ke-784 ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ

https://www.instagram.com/p/DRlTWpGElew/?igsh=MTgxOWdrZmluZm1rcg==

Orang Mukmin bukannya ga risau. Tapi ada "penjaga"-nya agar risaunya tetap dalam koridor syariat.

Jangan sampai, kita memaksa manusia lainnya untuk menafikkan perasaan-perasaan manusiawi yang diakui keberadaannya dalam Islam hanya karena dia mengaku beriman. Memaksa mereka sabar tanpa validasi perasaan yang nyata dialami itu namanya dzalim.

Siapa kita yang berani mencap orang-orang yang diselimuti banyak kerisauan sebagai munafik hanya demi dia mau bersabar, sementara Al-Qur'an aja mengakui perasaan-perasaan itu? Al-Qur'an tidak mencela, melainkan membantu untuk mengarahkan agar perasaan itu tidak membinasakan.

Orang mukmin juga punya hak utk merasakan kerisauan dan bukan sebuah dosa ketika risaunya ada banyak.

Tugas kita bukan melabel, tapi membantu agar risaunya tidak menjerumuskannya ke jurang yang memutus asanya terhadap nikmat Allah ๐Ÿ–ค
Hari ke-787 ๐Ÿ”ป๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ๐Ÿ•Œ

Belakangan ini, hari-hari makin terasa berat, ya? PLSTN belum kelar, mencuat isu Sudan, Congo, Rohingya, dll. Belum tarik napas, negeri sendiri dihantam "thuufan" alias air bah beneran. Ditambah pemerintah yang lalala yeyeye menanggapinya ๐Ÿ’”

Kabar buruknya: kalau ga pandai-pandai jaga kewarasan, kita bakal kena mental parah. Dan kalau ga pandai-pandai jaga lisan, kita sendiri yang malah bikin teman-teman yang belum speak up makin jengah.

Tapi kabar baiknya: menit tergelap di malam hari adalah pertanda fajar bentar lagi akan terbit.

Yang sabar, ya ๐Ÿ–ค
Sabar berjuang, sabar ngajakin orang-orang untuk ikut berjuang ๐Ÿค๐Ÿผ