— Moonella Pramoedya, puan yang kutemui di antara baris-baris sandiwara maya, kini menjadi realitas terindah yang menetap di hati. Bagiku, ia bukan sekedar paras yang memikat, melainkan definisi dari kecantikan yang bijaksana. Sebuah pesona yang tak hanya memanjakan mata, tapi juga menenangkan jiwa lewat tutur katanya yang selalu tertata. Ia adalah perwujudan dari ketenangan, sosok yang selalu mampu membawa keanggunan dalam tiap laku, membalut kebijakan dengan kelembutan yang selalu meneduhkan duniaku. Di mataku, ia adalah segala hal yang anggun, baik, dan menjadi alasan mengapa semua ini terasa begitu bermakna.
💘5❤1
📝 One word for my gf
👤 moonella cantik pacarnya terserah
👤 ellanya boleh buat gue ga
👤 ily el
👤 GEMOYYY
👤 jujurrrrrr... gemesssss
👤 kamu cantik sekalii
👤 aku kangen kamu, boleh gak ketemu
👤 the most beautiful person in the world! 💖😳
👤 Hi beautiful, always be healthy
👤 cakepp sayangg
👤 kalo gua sayang sama lu boleh ga..
👤 g a c o r di baca? MANTAPPP
👤 hi cantik gacor
👤 kk gemess <3
👤 CAKEP BNGT KIMAKK
👤 sayaang cantikk
👤 mantep
👥 17 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
👤 moonella cantik pacarnya terserah
👤 ellanya boleh buat gue ga
👤 ily el
👤 GEMOYYY
👤 jujurrrrrr... gemesssss
👤 kamu cantik sekalii
👤 aku kangen kamu, boleh gak ketemu
👤 the most beautiful person in the world! 💖😳
👤 Hi beautiful, always be healthy
👤 cakepp sayangg
👤 kalo gua sayang sama lu boleh ga..
👤 g a c o r di baca? MANTAPPP
👤 hi cantik gacor
👤 kk gemess <3
👤 CAKEP BNGT KIMAKK
👤 sayaang cantikk
👤 mantep
👥 17 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
— 𝗔𝗽𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵?
Dulu, aku pikir indah itu soal senja yang merah,
atau hamparan bintang yang membuat malam tak lagi gerah.
Tapi bagiku, definisi itu berubah total saat kau ada,
karena indah kini punya nama, punya suara, dan punya rupa.
Indah itu caramu tersenyum tanpa terburu-buru,
menenangkan riuh di kepalaku yang seringkali menderu.
Tak perlu riasan yang megah atau kata-kata yang mewah,
melihatmu ada di sisiku saja sudah membuat duniaku terasa cerah.
Bagiku, kau adalah standar keindahan yang takkan usai,
tempat segala rasa tenangku akhirnya bermuara dan sampai.
Dulu, aku pikir indah itu soal senja yang merah,
atau hamparan bintang yang membuat malam tak lagi gerah.
Tapi bagiku, definisi itu berubah total saat kau ada,
karena indah kini punya nama, punya suara, dan punya rupa.
Indah itu caramu tersenyum tanpa terburu-buru,
menenangkan riuh di kepalaku yang seringkali menderu.
Tak perlu riasan yang megah atau kata-kata yang mewah,
melihatmu ada di sisiku saja sudah membuat duniaku terasa cerah.
Bagiku, kau adalah standar keindahan yang takkan usai,
tempat segala rasa tenangku akhirnya bermuara dan sampai.
🕊2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
— 𝘿𝙪𝙣𝙞𝙖𝙠𝙪.
Ada waktu di mana hidup hanyalah rangkaian jam yang berdetak,
Lalu kamu datang, membuat logika dan rasa mendadak bergejolak.
Tak butuh waktu lama untukku menyadari satu hal yang pasti,
Bahwa sejak pertama kita bertemu, kamu telah mencuri seluruh atensi.
Kini aku tak perlu lagi mencari tempat untuk pulang,
Atau mengejar mimpi yang jauh di atas awan yang melayang.
Sebab di setiap helaan napas dan detak jantung yang kurasa,
Seluruh duniaku telah menetap di dirimu, seutuhnya dan selamanya.
Ada waktu di mana hidup hanyalah rangkaian jam yang berdetak,
Lalu kamu datang, membuat logika dan rasa mendadak bergejolak.
Tak butuh waktu lama untukku menyadari satu hal yang pasti,
Bahwa sejak pertama kita bertemu, kamu telah mencuri seluruh atensi.
Kini aku tak perlu lagi mencari tempat untuk pulang,
Atau mengejar mimpi yang jauh di atas awan yang melayang.
Sebab di setiap helaan napas dan detak jantung yang kurasa,
Seluruh duniaku telah menetap di dirimu, seutuhnya dan selamanya.
❤2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
— 𝘽𝙞𝙣𝙩𝙖𝙣𝙜.
Jika kamu berkata bahwa kamu menyukai bintang, maka ketahuilah bahwa aku pun merasakan hal yang sama. Namun, ada satu perbedaan kecil yang mendasarinya; aku lebih suka mencari kerlip itu di dalam binar matamu, bukan di luasnya angkasa.
Memang benar, aku bisa saja mendongak dan menatap langsung ke langit malam yang megah, menyaksikan ribuan cahaya yang menghiasi kesunyian. Tapi bagiku, seindah-indahnya pemandangan di atas sana, mereka tetap terasa jauh dan dingin.
Sangat berbeda saat aku menatapmu. Cahaya yang ada padamu terasa nyata dan menghangatkan. Pada akhirnya aku menyadari, bahwa sejuta bintang di langit malam hanyalah hiasan, karena keindahan yang sesungguhnya telah menetap sepenuhnya di dalam dirimu.
Jika kamu berkata bahwa kamu menyukai bintang, maka ketahuilah bahwa aku pun merasakan hal yang sama. Namun, ada satu perbedaan kecil yang mendasarinya; aku lebih suka mencari kerlip itu di dalam binar matamu, bukan di luasnya angkasa.
Memang benar, aku bisa saja mendongak dan menatap langsung ke langit malam yang megah, menyaksikan ribuan cahaya yang menghiasi kesunyian. Tapi bagiku, seindah-indahnya pemandangan di atas sana, mereka tetap terasa jauh dan dingin.
Sangat berbeda saat aku menatapmu. Cahaya yang ada padamu terasa nyata dan menghangatkan. Pada akhirnya aku menyadari, bahwa sejuta bintang di langit malam hanyalah hiasan, karena keindahan yang sesungguhnya telah menetap sepenuhnya di dalam dirimu.
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
— 𝙁𝙞𝙧𝙖𝙨𝙖𝙩.
Ada getar yang tak biasa saat senja mulai meluruh, sebuah bisikan tanpa suara yang meyakinkanku bahwa langkahmu kian mendekat. Meski raga belum bersua, semesta seolah memberi tanda melalui desir angin yang membawa aroma kepulangan, menghapus segala cemas yang sempat merajai dada. Aku tak lagi bertanya pada sunyi, karena firasat ini telah menjelma kompas yang menunjuk tepat ke arahmu, memastikan bahwa penantianku takkan berakhir sia-sia.
Kini aku hanya perlu diam dalam tenang, membiarkan rasa ini menuntunmu kembali ke dermaga yang selama ini merindukan sauhmu. Tak ada lagi ragu yang tersisa, sebab resonansi di hati ini terlalu nyata untuk dianggap sekadar khayalan belaka. Di ambang pintu ini, aku menyambut kehadiranmu dalam doa, meyakini bahwa setiap detik yang terlewati adalah jembatan yang menghubungkan rinduku dengan nyata pelukanmu.
Ada getar yang tak biasa saat senja mulai meluruh, sebuah bisikan tanpa suara yang meyakinkanku bahwa langkahmu kian mendekat. Meski raga belum bersua, semesta seolah memberi tanda melalui desir angin yang membawa aroma kepulangan, menghapus segala cemas yang sempat merajai dada. Aku tak lagi bertanya pada sunyi, karena firasat ini telah menjelma kompas yang menunjuk tepat ke arahmu, memastikan bahwa penantianku takkan berakhir sia-sia.
Kini aku hanya perlu diam dalam tenang, membiarkan rasa ini menuntunmu kembali ke dermaga yang selama ini merindukan sauhmu. Tak ada lagi ragu yang tersisa, sebab resonansi di hati ini terlalu nyata untuk dianggap sekadar khayalan belaka. Di ambang pintu ini, aku menyambut kehadiranmu dalam doa, meyakini bahwa setiap detik yang terlewati adalah jembatan yang menghubungkan rinduku dengan nyata pelukanmu.
💘2