Defychi
2 subscribers
11 photos
4 videos
1 link
all about my fantasi :P
Download Telegram
se-asik apapun hubungannya, pasti bakal lost contact juga pada akhirnya :P
Malem all
Ada yang lagi ovt ga nih ?
peduli amat sama kebahagiaan orang lain, emang sendirinya udah bahagia?
kita terlalu berharap kebaikan kita juga dibalas dengan kebaikan yang sama oleh orang lain, dan kita merasa kecewa karna tidak sesuai dengan realita.
Lantas
Juicy Luicy
dengerin dulu ajaa
Forwarded from VALENVEGACH - VAKUM. (โ”€ ๐•`ยก!)
Kenapa gua suka makan Indomie?
Yaaa betul,karna cinta gua ke lu seluas alam semesta
Luar angkasa jahat ya? soalnya dia galak si.
cie kangen tapi sama-sama sibuk.
Positive thinking aja, mungkin jarinya keseleo ga bisa ngechat gw
Pernah ga sih kalian ada di posisi, ga ngerasaian apa', sedih ? engga, bahagia? juga ngga, Yaudah flat aja gtu hidupnya
=๐™จ๐™ฉ๐™ค๐™ง๐™ฎ=
"Hyujin-ah" Panggilan dari Younghoon, sang kekasih pun tak mampu membuatnya menoleh, Kata-kata yang ia dengar tadi masih terus berputar di otaknya. Apakah yang baru wanita itu katakan benar ?, apa wanita itu hanya menipunya, ia memjamkan matanya, dengan cepat berjalan menjauh, ia butuh sendiri, berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Juyeon mematikan handponenya, menatap sekelilingnya panik, dengan sekuat tenaga ia berusaha bangkit dari ranjangnya, mencabut semua alat-alat medis yang menempel pada seluruh tubuhnya, Ia menatap dirinya di kaca, sedikit memberikan sedikit riasan pada wajahnya yang terlihat begitu pucat. Dengan cepat mengganti pakaian rumah sakitnya.

"Juyeon?, kau mau kemana?" tanya sang ibu khwatir melihat anaknya.

Juyeon tersenyum tipis "aku harus menyelesaikan sesuatu eomma" ucap juyeon cepat kemudian berlalu dari sana tanpa menghiraukan panggilan ibunya.

-bersambung-

next ga ?
Dengan napas memburu juyeon menatap wanita di hadapannya dan perlahan menghampirinya.

"Kau di sini ternyata" Ucap juyeon, tapi tak membuat atensi lawan bicaranya teralihkan

"untuk apa kau kesini?" potong hyujin, membuat juyeon terdiam.

Hyujin mengalihkan atensi nya pada juyeon, menatapnya lekat

"Hyujin-ah ak-"

"Pergilah, aku tidak ingin melihat mu lagi"

Juyeon mengerutkan alisnya bingung
"Hyujin-ah ?"

"Pergilah juyeon, pergilah" Hyujin mendorong kasar tubuh juyeon, juyeon berusaha menahannya, hingga tak lama pukulan yang di berikan hyujin berhenti diikuti dengan isak tangisnya.

"pergilah juyeon hiks" lirih hyujin ia menundukan kepalanya enggan menatap juyeon

"Kenapa kau melakukan ini padaku ?" hyujin menatap juyeon dengan berlinang air mata

"KENAPA HIKS, KENAPA?!"

Juyeon membawa hyujin ke dalam pelukannya, memberikan ketenangan dengan elusan lembut pada rambutnya.

"Maafkan aku, aku melakukannya karena aku menyanyagi mu, aku menyayangi mu lebih dari pada diriku sendiri" ia menjeda ucapannya

"Aku tidak ingin membuat mu kesusahan, tinggal dan merawat pria yang berpenyakitan seperti ku" sambungnya

hyujin menggeleng ribut, ia melepaskan pelukannya dari juyeon.

"Aku ingin melihatmu bahagia, bersama dengan pria yang mencintaimu tulus sampai akhir, tidak seperti aku, aku tidak akan bisa bertahan selama itu lagi"

"kita bisa melakukannya bersama-sama, aku yakin kita bisa melaluinya bersama hiks "

juyeon menangkup pipi hyujin, menghapus jejak air mata di pipinya, dan tersenyum tipis

"Aku tidak punya waktu selama itu lagi untuk bertahan, penyakit ini semakin lama semakin mengerogoti tubuhku"

"Kau pasti bisa juyeon, ku mohon hiks, jangan tinggal kan aku, aku mencintai mu juyeon hiks kumohon " tangis hyujin makin menjadi-jadi

"Aku juga mencintai mu, tapi takdir tidak bisa menyatukan kita, Kumohon hyujin, ini permintaan terakhirku, lanjutkan acara pernikahan ini bersama younghoon"

"aku tidak bisa hiks"

"Dia pria baik yang aku kenal, dia juga mencintai mu dengan tulus. Ku mohon, jangan batalkan pernikahan ini, demi aku" juyeon menatap memohon pada hyujin, dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya ia menyetujui permintaan juyeon.

-bersambung-
Younghoon menatap juyeon yang berdiri di hadapannya.

"apa kau puas sekarang?" ucap yonghoon.

"sudah ku bilang, ia tidak mencintai ku. walau kucoba ribuan kali"

juyeon menepuk pundak younghoon

"kau salah hyung, ia sangat mencintai mu, ku mohon jangan tinggalkan dia"

younghoon membulatkan matanya kaget.

"benarkah?"

juyeon mengangguk sebagai jawaban "Aku sudah menjelaskan semua pada hyujin, jangan khawatir hyung"

"gumawo juyeon-ah, kau sudah banyak membantu ku" Balas younghoon

Juyeon tersenyum, sambil menganggukkan kepalanya pelan

Misi nya untuk membantu hyujin juga younghoon bersatu sudah selesai
pusingg
baca ceritanya sambil dengerin lagu ini yya