TEGAR DI ATAS SUNNAH
2.18K members
151 photos
5 videos
1.19K links
Grup Sharing Kajian Islam
Download Telegram
to view and join the conversation
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šTOLAK KERAS SI PENGGHIBAH*

Ketika mendengar saudaranya di ghibahi, maka janganlah diam, atau ikut serta asyik mendengarkan ghibah itu, tetapi hendaknya dia menasehati si pengghibah dan membela akan kehormatan saudaranya yang sedang dighibahi, sehingga dia akan mendapatkan pahala dan Allah pun akan membebaskannya dari api Neraka.

Rasulullah ๏ทบ telah bersabda :
"Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya (sesama muslim) disebabkan ghibah, maka wajib bagi Allah Ta'ala untuk membebaskannya dari api Neraka" (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Abid Dunya, hadits dari Asma' binti Yazid, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2847)

Umar bin Khaththabย ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ bertanya : "Apa yang menghalangi kalian apabila kalian melihat seseorang membakar kehormatan orang lain untuk tidak merubahnya ?"ย Mereka menjawab : "Karena kami takut kejahatan lisannya".ย Maka Umar berkata : "Itu cukup sebagai bukti bahwa kalian menjadi saksi atas perbuatannya tanpa ada pengingkaran, sehingga kalian juga berdosa" (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah no. 26049)

โœ Ustadz Najmi Umar Bakkar

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“š BANTAHAN TERHADAP HUJJAH SUFI DALAM MEMBOLEHKAN BERGOYANG SAAT BERZIKIR*

Diantara hujjah mereka dalam memboleh bergoyang-goyang ketika saat berzikir, mereka berhujjah dengan kisah yang disebutkan dalam sebuah hadits tentang orang Habasyah yang melakukan permainan pedang di masjid Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam (HR. Muslim no.892).

Jawaban terhadap argumentasi orang Sufi tersebut adalah:

1. Bahwa permainan pedang yang dilakukan orang-orang Habasyah tersebut bukan bergoyang-goyang akan tetapi dalam bentuk gerakan dalam perperangan. Seperti maju dalam menyerang musuh sambil mengayunkan pedang atau mundur dari serangan musuh sambil menangkis pedang lawan. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawy dalam kitab beliau โ€œSyarah Shahih Muslimโ€œ(6/182).
2. Orang-orang Habasyah melakukan hal itu sebagai sarana untuk latihan ketangkasan dalam menghadapi musuh dalam perperangan, bukan sekedar main-main belaka.
3. Kemudian tidak ada diantara mereka orang-orang Habasyah yang menganggap itu sebagi ibadah dan melakukan gerakan-gerakan serupa ketika mereka berzikir.

Diantara orang-orang Sufi ada pula yang berhujjah dalam menhentak-hentakkan kaki mereka saat bergoyang dengan kisah Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam ketika diperintahkan Allah menhentakkah kakinya kebumi (lihat QS. Shaad: 42).

Jawaban atas hujjan mereka tersebut adalah:

1. Bahwa Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam melakukan hal itu atas perintah Allah agar keluar mata air dari bumi sebagai obat terhadap penyakit yang beliau derita. Apakah orang-orang Sufi menemukan perintah dari Allah atau Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa Sallam dalam melakukan hal yang sama ketika berzikir. Apakah orang-orang Sufi memiliki penyakit seperti Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam?
2. Nabi Ayub melakukan itu bukan dalam rangka berzikir pada Allah, atau memandang hal tersebut sebagai sarana dalam beribadah kepada Allah. Karena Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam tidak tidak pernah mengulangi melakukan hal tersebut ketika beliau telah sembuh dari penyakit beliau. Apalagi melakukannya dalam berzikir?
3. Kemudian kisah Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam telah diketahui oleh para sahabat sebelum kita, namun tidak ada seorangpun dianatara mereka yang menggambil pelajaran dari kisah tersebut dalam metode berzikir, atau mengajurkan hal serupa.
4. Ibnu โ€˜Uqail berkata: โ€œJika orang-orang Sufi berhujjan dengan kisah Nabi Ayub โ€˜Alaihis Salam dalam perbuatan mereka tersebut. Berarti kita juga boleh berhujjah dengan kisah Nabi Musa โ€˜Alaihis Salam yang memukul batu dengan tongkat atas bolehnya memukul muka orang Sufi dengan tongkatโ€(lihat โ€œTalbiis Ibliisโ€/ Ibnul Jauzi: 316, โ€œTafsir Qurthubyโ€: 15/215).
5. Berkata Imam Ghazaly: โ€œBergoyang dalam berzikir adalah kebodohan yang ada di atas pundak seseorang, tidak mungkin ia tinggalkan kecuali dengan kesusahanโ€(lihat โ€œTalbiis Ibliisโ€/ Ibnul Jauzi: 318, โ€œTafsir Qurthubyโ€: 10/263).

Di sini Imam Ghazaly berpendapat bahwa kebiasaan bergoyang dalam berzikir adalah perbuatan orang yang bodoh dan sulit untuk ditinggal kecuali dengan kesusahan. Kenapa orang Sufi kesusahan meninggalkan perbuatan tersebut? Karena mereka sudah kecanduan dan menganggap hal tersebut sebagai sarana ibadah.

โœ๏ธ Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, Lc., MA.

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“š HUKUM SELFIE LALU DI-UPLOAD KE MEDSOS*

Banyak banget sekarang hobby selfy, mohon dijelaskan apa hukum selfie? Thankโ€™s

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu โ€˜ala Rasulillah, amma baโ€™du,
Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam melarang keras seseorang ujub terhadap dirinya. Bahkan Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyebutnya sebagai dosa besar yang membinasakan pelakunya. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ู…ูู‡ู’ู„ููƒูŽุงุชูŒ : ุดูุญู‘ูŒ ู…ูุทูŽุงุนูŒ ุŒ ูˆูŽู‡ูŽูˆู‹ู‰ ู…ูุชู‘ูŽุจูŽุนูŒ ุŒ ูˆูŽุฅูุนู’ุฌูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกู ุจูู†ูŽูู’ุณูู‡ู

"Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya." (HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani).

Di saat yang sama, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memotivasi kita untuk menjadi hamba yang berusaha merahasiakan diri kebalikan dari menonjolkan diri. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุจู’ุฏูŽ ุงู„ุชู‘ูŽู‚ูู‰ู‘ูŽ ุงู„ู’ุบูŽู†ูู‰ู‘ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽููู‰ู‘ูŽ

"Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri" (HR. Muslim 7621).

Selfie, jeprat-jepret diri sendiri, sangat tidak sejalan dengan prinsip di atas. Terlebih umumnya orang yang melakukan selfie, tidak lepas dari perasaan ujub. Meskipun tidak semua orang yang selfie itu ujub, namun terkadang perasaan lebih sulit dikendalikan. Karena itu, sebagai mukmin yang menyadari bahaya ujub, tidak selayaknya semacam ini dilakukan.

Allahu aโ€™lam.

โœ Ustadz Ammi Nur Baits, BA.

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šAPA MAKSUDNYA SEDEKAH TIDAK MENGURANGI HARTA ?*

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู…ุง ู†ู‚ุตุช ุตุฏู‚ุฉ ู…ู† ู…ุงู„ ูˆู…ุง ุฒุงุฏ ุงู„ู„ู‡ ุนุจุฏุง ุจุนููˆ ุฅู„ุง ุนุฒุง

โ€œHarta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.โ€ (HR. Muslim, no. 2588)

Dalam Syarh Shahih Muslim, An Nawawi menjelaskan: โ€œPara ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud disini mencakup 2 hal:
1. hartanya diberkahi dan dihindarkan dari bahaya. Maka pengurangan harta menjadi โ€˜impasโ€™ tertutupi oleh berkah yang abstrak. Ini bisa dirasakan oleh indera dan kebiasaan.
2. jika secara dzatnya harta tersebut berkurang, maka pengurangan tersebut โ€˜impasโ€™ tertutupi pahala yang didapat, dan pahala ini dilipatgandakan sampai berlipat-lipat banyaknyaโ€

๐Ÿ“‚ Fawaid Kang Aswad

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šCOCOKLOGI SIMBOL MATA DAJJAL*

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

Sebagian orang mencocok-cocokan simbol, logo, merk atau design bangunan yang berbentuk mata satu sebagai pengikut dajjal. Bahkan yang mereka tuduh tidak jarang seorang muslim, yang seharusnya sesama muslim harus saling berprasangka baik.

Diantara sebab tuduhan jelek tersebut adalah karena salah kaprah, mengira mata dajjal itu hanya satu dan letaknya di tengah, padahal dalil menunjukkan matanya dua, tapi satunya buta, yaitu mata kanannya, dan satunya lagi cacat, yaitu mata kirinya.

Diantara dalilnya Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ู†ูŽุจููŠู ุฅู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃู†ู’ุฐูŽุฑูŽ ุฃู…ู‘ูŽุชูŽู‡ู ุงู„ุฃุนู’ูˆูŽุฑูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฐู‘ูŽุงุจุŒ ุฃู„ุงูŽ ุฅู†ู‘ูŽู‡ู ุฃุนู’ูˆูŽุฑูุŒ ูˆุฅู†ู‘ูŽ ุฑุจู‘ูŽูƒูู…ู’ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆุฌู„ู‘ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจุฃุนู’ูˆุฑูŽุŒ ู…ูƒู’ุชููˆุจูŒ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŽูŠู’ู‡ู ูƒ ู ุฑ

"Tidak seorang nabi pun kecuali telah mengingatkan umatnya dari dajjal yang buta sebelah matanya, sang pendusta besar. Maka ketahuilah dajjal itu buta sebelah matanya, dan Rabb kamu tidak buta sebelah. Tertulis di jidat dajjal kafaro (kafir)." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu]

Dan ketahuilah saudaraku rahimakumullah, untuk menghadapi dajjal bukan dengan mengamati dan mencocok-cocokan simbol-simbol dajjal, tapi dengan mempelajari tauhid dan sunnah, mengamalkannya dan mendakwahkannya, karena inilah kunci menggapai pertolongan Allah 'azza wa jalla.

Demikian pula selalu berdoa kepada Allah 'azza wa jalla agar dilindungi dari fitnah dajjal, diantaranya doa yang selalu kita baca dalam sholat setelah tasyahhud sebelum salam.

โœ Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc.

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šMAKNA AYAT : โ€œKAMI LEBIH DEKAT DARI URAT LEHERNYA*

#IndonesiaBertauhid

Kesalahan tersebut mengartikan bahwa kata โ€œkamiโ€ pada ayat tersebut adalah Allah, sehingga mereka memahami bahwa posisi Allah itu ada di tubuh manusia dan juga di dekat dengan tubuh manusia.

Mereka menyangka bahwa posisi Allah di dekat urat lehernya. Akibat dari kesalahan ini, mereka meyakini โ€œAllah ada di mana-manaโ€ termasuk tubuh manusia, atau keyakinan bahwa Allah menyatu dengan hambanya (aqidah manunggaling kaula gusti). Tentu ini aqidah yang tidak benar, yang benar adalah Allah berada di atas langit.

Mengenai ayat di atas ada dua penjelasan yang menunjukkan bahwa kata โ€œkamiโ€ pada ayat tersebut bukan berarti Allah:

1. Tafsir ayat dari para ulama bahwa makna kata โ€œkamiโ€ adalah malaikat, bukan berarti Allah

2. Kata-kata โ€œdekatโ€ bukan berarti otomatis menunjukkan posisi dan letak.

Berikut penjelasannya:

1. Tafsir ayat dari para ulama bahwa makna kata โ€œkamiโ€ adalah malaikat, bukan berarti Allah

Jika kita membaca ayat secara lengkap dan lanjutan ayat, sangat jelas bahwa konteks ayat adalah membicarakan tentang malaikat.

โ€œDan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadirโ€ (QS. Qaaf: 16-18).

Perhatikan dua kata dalam ayat:

Pertama: Kata (ุฅูุฐู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽู‚ู‘ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู„ูŽู‚ูู‘ูŠูŽุงู†ู)
Hal Ini menjelaskan tentang dua orang malaikat yang mencatat amal dan duduk di sebelah kanan dan sebelah kiri. Konteks ini menunjukkan bahwa malaikat yang dekat bukan Allah

Kedua: Kata (ุงู„ู’ุฅูู†ุณูŽุงู†ูŽ) yaitu manusia secara umum
Manusia ini mencakup muslim dan kafir. Allah tidak dekat dengan orang kafir

Baca selengkapnya :
https://muslim.or.id/36103-makna-ayat-kami-lebih-dekat-dari-urat-lehernya.html

โœ๐Ÿผ Ustadz Raehanul Bahraen

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šARSY ALLAH DAN FLAT EARTH*

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:

ูˆ ุงุณุชูˆุงุคู‡ ุนู„ู‰ ุงู„ุนุฑุด : ุนู„ูˆู‡ ุนู„ูŠู‡ ุจุฐุงุชู‡ ุนู„ูˆุง ุฎุงุตุง ูŠู„ูŠู‚ ุจุฌู„ุงู„ู‡ ูˆ ุนุธู…ุชู‡ ู„ุง ูŠุนู„ู‡ ูƒูŠููŠุชู‡ ุฅู„ุง ู‡ูˆ ุฌู„ ูˆ ุนู„ุง

"istiwa Allah di atas Arsy adalah keMaha-Tinggian-Nya di atas Arsy dengan Dzat-Nya dengan keMaha-Tinggian yang KHUSUS bagi-Nya yang layak dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, TIDAK DIKETAHUI bagaimana kaifiyah-nya KECUALI oleh Allah Jalla wa 'Alaa" (Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah, 12).

Diantara faidah dari keterangan ini adalah bahwa mengimani Allah Ta'ala Maha Tinggi di atas Arsy tidak melazimkan kita harus mengimani bumi itu datar, lalu langit yang 7 lapis berada di atas entitas bumi datar tersebut, lalu di sanalah Arsy dan di sanalah Allah ber-istiwa'. Ini dikhawatirkan termasuk men-takyif istiwa dan sifat Al 'Uluww (Maha Tinggi) bagi Allah.

Baik bumi datar maupun bulat, kita tetap imani Allah Maha Tinggi ber-istiwa di atas Arsy tanpa kita ketahui bagaimana kaifiyah-nya karena ini perkara gaib.

Al Uluw bagi Allah itu sebagaimana kata Syaikh Ibnu Utsaimin sifatnya KHUSUS, tidak sebagaimana ketinggian bagi makhluk. Dengan asumsi bumi bulat pun, Allah Maha Tinggi di atas orang yang ada di belahan bumi utara, juga sekaligus Maha Tinggi di atas orang yang ada di belahan bumi selatan (bukan di bawahnya). Koq bisa begitu? Karena Al Uluw bagi Allah itu khusus tidak sebagaimana ketinggian bagi makhluk.

Juga Baitul Ma'mur, surga, neraka, kursi Allah, semua ini perkara gaib yang wajib kita imani, dan tidak diketahui kaifiyah dan hakikat-nya kecuali oleh Allah. Tidak melazimkan kita untuk mengimani bumi itu datar.

Wallahu a'lam.

๐Ÿ“‚ Fawaid Kang Aswad

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šORANG TERMULIAโ€ฆ*

Orang termulia bukanlah orang yang dilayani oleh banyak orang, tetapi orang yang paling mulia adalah orang yang paling banyak melayani orang lain.

Karenanya :
โ—ผ๏ธ Semakin engkau melayani orang lain karena Allah maka engkau semakin mulia di sisi Allah.

ุฎูŠุฑูƒู… ุฃู†ูุนูƒู… ู„ู„ู†ุงุณ

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang paling bermanfaat bagi manusiaโ€ (al-hadits)

โ—ผ๏ธ Semakin engkau merendahkan dirimu karena Allah untuk melayani orang lain maka engkau semakin mulia di sisiNya

ู…ู† ุชูˆุงุถุน ู„ู„ู‡ ุฑูุนู‡ ุงู„ู„ู‡

โ€œBarang siapa yang merendahkan dirinya karena Allah maka Allah akan mengangkat derajatnyaโ€ (al-hadits)

โœ๐Ÿผ Ustadz DR. Firanda Andirja MA, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰.

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šMEMAHAMI TANDA-TANDA BALIGH*

Memahami tanda-tanda baligh merupakan salah satu perkara penting, karena kewajiban-kewajiban syariat yang dikaitkan dengannya. Seseorang dikatakan sebagai mukallaf (orang yang terkena kewajiban syariat), jika memiliki dua unsur utama: (1) telah baligh (baalighun); dan (2) berakal, tidak gila (โ€˜aaqilun). Dalam tulisan kali ini, kami akan menjelaskan tanda-tanda baligh dan menyebutkan dalil-dalinya.

Tanda-tanda baligh untuk laki-laki dan perempuan
Pertama, ihtilaam (mimpi basah).
Yaitu keluarnya mani dari kemaluan, baik dalam kondisi tidur atau dalam kondisi terjaga (tidak tidur). Hal ini berdasarkan firman Allah Taโ€™ala,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุทู’ููŽุงู„ู ู…ูู†ู’ูƒูู…ู ุงู„ู’ุญูู„ูู…ูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ููˆุง ูƒูŽู…ูŽุง ุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’

โ€œDan apabila anak-anakmu telah ihtilaam, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin.โ€ (QS. An-Nuur [24]: 59)

Dari sahabat Abu Saโ€™id Al-Khudhri radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุบูุณู’ู„ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฌูู…ูุนูŽุฉู ูˆูŽุงุฌูุจูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุญู’ุชูŽู„ูู…ู

โ€œMandi hari Jumโ€™at itu wajib bagi setiap orang yang telah mengalami ihtilaam.โ€ (HR. Bukhari no. 858 dan Muslim no. 846)

Dari โ€˜Ali bin Abi Thalib radhiyallahu โ€˜anhu, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฑูููุนูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ูŽู…ู ุนูŽู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู: ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูุธูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุจููŠู‘ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุญู’ุชูŽู„ูู…ูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุนู’ู‚ูู„ูŽ

โ€œDiangkatlah pena (dosa) dari tiga golongan: (1) orang yang tidur hingga ia bangun; (2) anak kecil hingga dia ihtilaam; (3) dan orang gila hingga dia berakal (sembuh).โ€ (HR. Abu Dawud 4402, Tirmidzi no. 1423, An-Nasaโ€™i no. 3432, Ibnu Majah no. 2041, shahih)

Ibnu Qudamah rahimahullah mengatakan,

ูุฃูˆู„ู‡ุง ุฎุฑูˆุฌ ุงู„ู…ู†ูŠ ู…ู† ู‚ุจู„ู‡ ูˆู‡ูˆ ุงู„ู…ุงุก ุงู„ุฏุงูู‚ ุงู„ุฐูŠ ูŠุฎู„ู‚ ู…ู†ู‡ ุงู„ูˆู„ุฏ ููƒูŠูู…ุง ุฎุฑุฌ ู…ู† ูŠู‚ุธุฉ ุฃูˆ ู…ู†ุงู… ุจุฌู…ุงุน ุฃูˆ ุงุญุชู„ุงู… ุฃูˆ ุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ ุญุตู„ ุจู‡ ุงู„ุจู„ูˆุบ ู„ุง ู†ุนู„ู… ููŠ ุฐู„ูƒ ุงุฎุชู„ุงูุง

โ€œ(Tanda balingh) yang pertama adalah keluarnya air mani dari kemaluan. Yaitu air yang memancar yang darinya tercipta anak keturunan. Ketika air tersebut keluar, baik dalam kondisi terjaga, tidur, karena jimak (hubungan biologis), ihtilaam, atau selain itu, maka sudah baligh. Kami tidak mengetahui adanya perselisihan pendapat di antara ulama dalam masalah ini.โ€ (Al-Mughni, 4: 551)

Ke dua, tumbuhnya rambut kasar di sekitar kemaluan.
Dari โ€˜Athiyah Al-Qurazhi, beliau berkata,

ุนูุฑูุถู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ู‚ูุฑูŽูŠู’ุธูŽุฉูŽ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุจูŽุชูŽ ู‚ูุชูู„ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ุจูุชู’ ุฎูู„ู‘ููŠูŽ ุณูŽุจููŠู„ูู‡ูุŒ ููŽูƒูู†ู’ุชู ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูู†ู’ุจูุชู’ ููŽุฎูู„ู‘ููŠูŽ ุณูŽุจููŠู„ููŠ

โ€œPada perang bani Quraizhah, kami dihadapkan kepada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Saat itu, orang-orang yang telah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, sementara orang-orang yang belum tumbuh bulu kemaluannya dibiarkan hidup. Dan aku termasuk orang-orang yang belum tumbuh bulu kemaluannya, maka aku pun dibiarkan.โ€ (HR. Abu Dawud no. 4404, Tirmidzi no. 1510, An-Nasaโ€™i no. 3375, dan Ibnu Majah no. 2532, shahih)

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

ูˆุฃู…ุง ุงู„ุงู†ุจุงุช ูู‡ูˆ ุฃู† ูŠู†ุจุช ุงู„ุดุนุฑ ุงู„ุฎุดู† ุญูˆู„ ุฐูƒุฑ ุงู„ุฑุฌู„ ุฃูˆ ูุฑุฌ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ุงู„ุฐูŠ ุงุณุชุญู‚ ุฃุฎุฐู‡ ุจุงู„ู…ูˆุณู‰ ูˆุฃู…ุง ุงู„ุฒุบุจ ุงู„ุถุนูŠู ูู„ุง ุงุนุชุจุฑุง ุจู‡ ูุฅู†ู‡ ูŠุซุจุช ููŠ ุญู‚ ุงู„ุตุบูŠุฑ ูˆุจู‡ุฐุง ู‚ุงู„ ู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุดุงูุนูŠ ููŠ ู‚ูˆู„

โ€œAdapun al-inbaat, yaitu tumbuhnya rambut kasar di sekitar dzakar laki-laki atau farji wanita, yang hendaknya dibersihkan dengan pisau cukur. Adapun bulu-bulu halus, maka tidak dianggap. Bulu halus ini biasanya sudah tumbuh pada masa anak-anak. Inilah yang menjadi pendapat Imam Malik, dan juga Imam Asy-Syafiโ€™i dalam salah satu pendapatnya.โ€ (Al-Mughni, 4: 551)

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/47618-memahami-tanda-tanda-baligh.html

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“š DERAJAT HADITS SHALAT HAJAT*

Datanganya masalah ini atas pertanyaan seorang shahabat, tentang shalat hajat yang terdapat dalam kitab pedoman shalat (hal. 503) karangan Al-Ustadz Hasbi.

Sesuatu amal ibadah tidak boleh kita kerjakan sebelum mengetahui dua syarat utamanya.

Pertama : Dalilnya, baik Qurโ€™an maupun Hadits

Kedua : Jika dalilnya itu dari hadits, maka jangan kita amalkan dulu sebelum kita mengetahui derajat hadits itu, sah (shahih dan hasan) datangnya dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam atau tidak (dlaโ€™if/lemah)

Jika kedapatan hadits itu shahih atau hasan, maka bolehlah kita amalkan. Akan tetapi jika ternyata hadits itu dlaโ€™if, baik dlaโ€™ifnya ringan maupun berat, maka tidak boleh kita amalkan.

Tentang shalat hajat itu telah saudara ketahui ada dalilnya dari hadits sebagaimana tersebut di kitab pedoman shalat. Hanya sekarang yang perlu kita ketahui dalilnya itu sah atau tidak? Di bawah ini akan saya bawakan haditsnya sekalian saya terangkan derajatnya.

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุฃูŽูˆู’ููŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุญูŽุงุฌูŽุฉูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏู ู…ูู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุขุฏูŽู…ูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฃู’ ููŽู„ู’ูŠูุญู’ุณูู†ู’ ุงู„ู’ูˆูุถููˆุกูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ููŠูุตูŽู„ู‘ู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ููŠูุซู’ู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ู„ููŠูŽู‚ูู„ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู„ููŠู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู…ู โ€ฆโ€ฆ. ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ

โ€œArtinya ; Dari Abdullah bin Abu Aufa, ia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, โ€˜Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, atau kepada salah seorang dari bani Adam (manusia), maka hendaklah ia berwudlu serta membaguskan wudluโ€™nya kemudian shalat dua rakaโ€™at. Terus (setelah selesai shalat) hendaklah ia menyanjung Allah dan bershalawat kepada Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, kemudian ia mengucapkan (doโ€™a) : Laa ilaaha illallahul haliimul kariimโ€™ (dan seterusnya sampai) โ€˜ya arhamar rahiminโ€. [Riwayat Tirmidzi (dan ini lafadznya), Hakim dan Ibnu Majah]

Sanad hadits ini sangat lemah karena di sanadnya ada seorang rawi bernama Faaid bin Abdurrahman Abu Al-Waruqa.

Imam Tirmidzi sendiri setelah meriwayatkan hadits ini berkata.
โ€œHadits ini gahrib (asing), diisnadnya ada pembicaraan (karena) Faaid bin Abdurrahman telah dilemahkan di dalam hadits(nya)โ€.

Di bawah ini keterangan para ulama ahli hadits tentang Faaid bin Abdurahman.

[1]. Kata Abdullah bin Ahmad dari bapaknya (Imam Ahmad), โ€œMatrukul hadits (orang yang ditinggalkan haditsnya)โ€.
[2]. Kata Imam Ibnu Maโ€™in, โ€œDlaโ€™if, bukan orang yang tsiqat (kepercayaan)โ€.
[3]. Kata Imam Abu Dawud, โ€œBukan apa-apa (istilah untuk rawi lemah)โ€.
[4]. Kata Imam Nasaโ€™i, โ€œBukan orang yang tsiqat, matrukul haditsโ€.
[5]. Kata Imam Abu Hatim, โ€œHadits-haditsnya dari Ibnu Abi Aufa batil-batil (sedng hadits ini Faaid riwayatnya dari Ibnu Abu Aufa)โ€
[6]. Kata Imam Al-Hakim, โ€œIa meriwayatkan dari Ibnu Abi Aufa hadits-hadits maudlu (palsu)โ€.
[7]. Kata Imam Ibnu Hibban, โ€œTidak boleh berhujjah dengan (riwayat)nyaโ€
[8]. Kata Imam Bukhari, โ€œMunkarul hadits (orang yang diingkari haditsnya)โ€.

Imam Bukhari pernah mengatakan, โ€œSetiap rawi yang telah aku katakan padanya munkarul hadits, maka tidak boleh (diterima) riwayatnyaโ€ [Lihat Mizanul Iโ€™tidal jilid 1 halaman 6]

Setelah kita ikuti keterangan-keterangan di atas, maka tahulah kita bahwa derajat hadits shalat hajat sangat lemah yang tidak boleh diamalkan. Jika ada hadits lain dan telah sah riwayatnya, baru boleh kita amalkan.

Periksalah kitab-kitab:
* Al-Mustadrak Hakim 1/320
* Sunan Tirmidzi 1/477
* Sunan Ibnu Majah no. 1384
* Tahdzibut Tahdzib 8/255
* Al-Adzkar halaman 156.

โœ๏ธ Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“š KAPAN TERJADI SYIRIK. CINTA ?*

#IndonesiaBertauhid

Sebelum memahami kapan terjadi syirik cinta, perlu dipahami pembagian cinta (mahabbah) dalam pelajaran tauhid.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan pembagian cinta (mahabbah) ada dua:

Pertama: Cinta Ibadah
Yaitu cinta yang berkonsekuensi kecintaan merendahkan diri dan pengagungan. Hati manusia akan mengagungkan yang dicintai dan menyebabkan patuh terhadap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Hal ini khusus untuk Allah saja.

Kedua: Cinta Musytarakah (Umum)
ada 4 macam:

1. Cinta lillah wa fillah
Yaitu apa yang bisa mendatangkan kecintaan kepada Allah. Yang ia cintai itu karena Allah semisal mencintai manusia,ย  yaitu para nabi, rasul, orang shalih, syuhada. Berupa amal misalnya shalat, zakat, amal kebaikan yang lainnya. Cinta jenis ini merupakan turunan dari cinta kelompok pertama (cinta ibadah)

2. .Cinta isyfaq wa rahmah (kasih sayang dan belas kasih) seperti kecintaan kepada anak kecil, orang lemah, sakit dan lainnya.

3. Cinta ijlal wa taโ€™dzim yang bukan ibadah (penghormatan dan penghargaan) misalnya cinta kepada orang tua, guru dan senior yang melakukan kebaikan.

4. Cinta thabiah (tabiat manusia) misalnya cinta makan, minum, pakaian, kendaraan dan tempat tinggal.

Kapan bisa terjadi syirik cinta?

Pertama: Melakukan syirik cinta ibadah
Yaitu cinta ibadah kepada Allah dan kepada lainnya juga dalam hal ibadah semisal cinta dan suka berdoa meminta kepada penghuni kuburan

Kedua: Ketika kecintaan jenis cinta musytarakah mengalahkan cinta kepada Allah dan hal tersebut mengandung konsekuensi ibadah. Misalnya: demi pacarnya, ia rela melakukan syirik ibadah. Semua waktunya dihabiskan untuk mengingat pacarnya saja bahkan lalai mengingat Allah kemudian ia berkata: โ€œAku tidak bisa hidup tanpa kamu.โ€ Inilahย yang disebut dengan level mabuk cinta (al-โ€™isyq) tertingi yaitu [ุงู„ู…ุญุจุฉ ุงู„ู…ุฑุฏุงู†] โ€œal-mahabbatul murdanโ€ , yaitu rasa cinta yang sampai tingkat menjadi hamba kepada cinta.

BACA selengkapnya:
https://muslim.or.id/36667-kapan-terjadi-syirik-cinta.html

โœ๐Ÿผ Ustadz Raehanul Bahraen

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šPUASA SUNNAH AYYAMUL BIDH*

Disunnahkan puasa 3 hari setiap bulannya, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyyah.

Namanya adalah Puasa Ayyamul Bidh karena bulan berwarna putih ketika purnama.

Niatnya? Cukup di dalam hati ingin puasa ayyamul bidh.

Keutamaannya banyak, di antaranya sebagai
[1] bekal akhirat,
[2] seperti puasa sebulan (jika dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun),
[3] lalu baik untuk kesehatan.

Dalilnya sbb:

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa Sallam berwasiat kepada 3 orang Sahabat Beliau supaya puasa 3 hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda' dan Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhum.
[HR. Bukhari, Muslim, dll]

Dari โ€˜Abdullah bin โ€˜Amr bin Al โ€˜Ash, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุตูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุตูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑู ูƒูู„ูู‘ู‡ู

โ€œPuasa pada 3 hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.โ€ (HR. Bukhari no. 1979)

Dia juga berkata, โ€œRasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda kepadaku:

ุตูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ูุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŽ ุจูุนูŽุดู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูู‡ูŽุง, ูˆุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุตููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑู.

โ€˜Puasalah 3 hari dari tiap bulan. Sesungguhnya amal kebaikan itu ganjarannya 10 kali lipat, sehingga ia seperti puasa sepanjang masa.โ€™โ€ (HR. Bukhari no. 1976)

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang pelaksanaannya kepada Sahabat Abu Dzar.

Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda padanya,

ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุง ุฐูŽุฑูู‘ ุฅูุฐูŽุง ุตูู…ู’ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ููŽุตูู…ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ูˆูŽุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

โ€œWahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa 3 hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).โ€ (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu โ€˜Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnyaย hasan)

Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Dzulqa'dah 1440 H (13, 14 dan 15 Dzulqa'dah 1440) bertepatan dengan hari

1. Selasa (16 Juli 2019)
2. Rabu (17 Juli 2019)
3. Kamis (18 Juli 2019)

Silakan dishare dan semoga bermanfaat

โœ Admin KajianIslam

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šHADITS PALSU: AL FATIHAH TERGANTUNG NIAT PEMBACANYA*

Sebagian orang bertabarruk dengan surat Al Fatihah dengan cara-cara yang tidak pernah diajarkan syariat. Sehingga dalam berbagai kesempatan mereka membaca โ€œalaa hadzihin niyyah al faatihahโ€ฆ.โ€ (dengan niat demikian, kita bertabarruk dengan al fatihahโ€ฆ )

Mereka berdalil dengan hadits:

ุงู„ูุงุชุญุฉู ู„ู…ุง ู‚ูุฑุฆุชู’ ู„ู‡

"Al Fatihah (khasiatnya) tergantung niat pembacanya"

Padahal hadits ini adalah hadits palsu. Ali Al Qari mengatakan:

ู‚ูŠู„ ู„ุง ุฃุตู„ ู„ู‡ ุฃูˆ ุจุฃุตู„ู‡ ู…ูˆุถูˆุน

"Disebutkan oleh para ulama bahwa ini hadits yang tidak ada asalnya (sanadnya), atau asalnya dari hadits palsu" (Al Asrar Al Marfu'ah, 313).

Az Zarqani mengatakan:

ู„ุง ุฃุนุฑูู‡

"Aku tidak mengetahui (adanya sanad) hadits ini" (Mukhtashar Al Maqashid, 682).

Semoga Allah memberi taufik.

โœ๏ธ Ust. Yulian Purnama

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šGERHANA BISA JADI SEBAB TURUNNYA ADZAB BAGI MANUSIA*

-Ketika terjadi gerhana hendaklah kita tidak menganggap biasa-biasa saja, tetapi semakin takut kepada Allah yaitu bertakwa dan banyak istigfar (bukan takut histeris dll)

-Gerhana tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di bumi seperti (dihubung-hubungkan secara mistis), misalnya kematian seseorang atau tanda akan bencana besar dll

-Sebagaimana ketika Ibrahim anak Nabi shallallahu alaihu wa sallam meninggal dan terjadi gerhana, maka beliau menjelaskan bahwa itu tidak ada kaitannya tetapi perbanyak dzikir, istigfar dan sedekah

-Laksanakan juga shalat sunnah gerhana jika terjadi gerhana

-Bisa jadi sebab turunnya adzab kepada manusia karenanya diperintahkan perbanyak dzikir, istigfar dan bersedekah

Sahabatย Abu Musa Al Asyโ€™ariย menceritakan,

"Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam.ย Nabi lantas berdiri takut karena khawatirย akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, rukuโ€™ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.โ€

Nabi shallallahu โ€™alaihi wa sallam lantas bersabda, โ€Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang.Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdoโ€™a dan memohon ampun kepada Allah.โ€[1]

Syaikh Shalih Al-Fauzanย berkata,

Bisa jadi merupakan sebab turunnya adzab untuk manusia, dan memerintahkan untuk mengerjakan amalan yang bisa menghilangkannyaโ€[6]

Baca Selengkapnya ุง:
https://muslimafiyah.com/gerhana-bisa-jadi-sebab-turunnya-adzab-bagi-manusia.html

โœ๐Ÿผ Ustadz Raehanul Bahraen

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šJENGGOT ADALAH SUNNAH PARA NABI DAN RASUL*

Ketahuilah bahwa para berjenggot adalah sunnah (kebiasaan) para Nabi dan Rasul terdahulu. Padahal kita ketahui bersama bahwa para Nabi dan Rasul tidak semua dari Jazirah Arab.

Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam, beliau berjenggot lebat. Dari Jabir radhiallahu'anhu beliau berkata:

ูˆูƒุงู†ูŽ ูƒูŽุซููŠุฑูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุนุฑู ูˆุงู„ู„ู‘ุญูŠุฉู

"Dan beliau (Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam) adalah orang yang lebat rambut dan jenggotnya" (HR. Muslim no. 2344).

Nabi Ibrahim 'alaihissalam berjenggot. Berdasarkan sebuah hadits dari Jabir radhiallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

ูˆุฑุฃูŠุชู ุฅุจุฑุงู‡ูŠู…ูŽ ุตู„ูˆุงุชู ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ . ูุฅุฐุง ุฃู‚ุฑุจู ู…ู† ุฑุฃูŠุชู ุจู‡ ุดุจู‡ู‹ุง ุตุงุญุจููƒู… ( ูŠุนู†ูŠ ู†ูุณูŽู‡ )

โ€œAku pernah melihat Ibrahim shalawatullah 'alaihi. Dan orang yang paling mirip dengannya adalah sahabat kalian (yaitu Nabi sendiri)โ€ (HR. Muslim no. 167).

Hadits ini menunjukkan bahwa rupa Nabi Ibrahim 'alahissalam itu mirip dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam, dan beliau Shallallahu'alaihi Wasallam berjenggot.

Nabi Nuh 'alaihissalam berjenggot. Dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah, dari Hisyam bin Al 'Ash, bahwa Heraklius menggambarkan sifat-sifat para Nabi dan diantaranya ia mengatakan:

ููŠ ุตูุฉ ู†ูˆุญ โ€“ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… - ุงู†ู‡ ูƒุงู† ุญุณู† ุงู„ู„ุญูŠุฉ

โ€œTentang sifat Nabi Nuh 'alaihis shalatu was salam, ia memiliki jenggot yang bagusโ€ (Al Baihaqi dalam Dalail An Nubuwwah, 1/385. Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya [3/484] mengatakan: โ€œsanadnya laa ba'sa bihiโ€).

Nabi Harun 'alaihissalam berjenggot. Lihatlah ketika Nabi Harun menjelaskan kepada Nabi Musa 'alaihimassalam yang marah kepada beliau:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ุฎูุฐู’ ุจูู„ูุญู’ูŠูŽุชููŠ ูˆูŽู„ูŽุง ุจูุฑูŽุฃู’ุณููŠ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฎูŽุดููŠุชู ุฃูŽู† ุชูŽู‚ููˆู„ูŽ ููŽุฑู‘ูŽู‚ู’ุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุจูŽู†ููŠ ุฅูุณู’ุฑูŽุงุฆููŠู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑู’ู‚ูุจู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ

โ€œHarun menjawab' "Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang jenggotku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "Kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku"โ€ (QS. Thaha: 94).

Kesimpulannya, berjenggot adalah sunnah para Nabi dan Rasul. Syaikh Hamud At Tuwajiri mengatakan:

ูˆุฅุฐุง ุนู„ู… ุฅู† ุฅุนูุงุก ุงู„ู„ุญูŠุฉ ุซุงุจุช ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ - ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… - ู…ู† ู‚ูˆู„ู‡ ูˆูุนู„ู‡ ูˆุฃู†ู‡ ู…ู† ู‡ุฏูŠู‡ ุงู„ุฐูŠ ู‡ูˆ ุฎูŠุฑ ุงู„ู‡ุฏูŠุŒ ูู„ูŠุนู„ู… ุฃูŠุถู‹ุง ุฃู† ุฅุนูุงุกู‡ุง ู…ู† ุณู†ู† ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุงู„ู…ุฑุณู„ูŠู† ูˆู‡ุฏูŠู‡ู…

โ€œJika telah diketahui bersama bahwa memanjangkan jenggot adalah sunnah yang shahih dari Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam, dalam perintah beliau dan perbuatan beliau, dan beliau adalah orang petunjuknya adalah sebaik-baik petunjuk, maka ketahuilah bahwasanya memanjangkan jenggot itu juga sunnah para Nabi dan Rasul serta merupakan ajaran merekaโ€ (Ar Radd 'ala Man Ajaaza Tahdzibal Lihyah, 6).

Wallahu a'lam.

๐Ÿ“‚ Fawaid Kang Aswad

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šSUAMIMU TAK SEBURUK FIRโ€™AUNโ€ฆ*

Wahai kaum wanita, saat ini anda bisa saja berkata: โ€˜nasib oh nasib, punya laki kayak gini.. mimpi buruk apa ya aku dulu..?โ€™

โ€˜Udah duitnya seret, ngomel terus, mana ndak cakep, kentutnya bau lagi..โ€™

Wahai kaum istri, keep calm please..

Coba untuk sejenak anda menjawab pertanyaan berikut:

Siapa yang lebih buruk, suamimu atau Firโ€™aun ?

Namun demikian sejelek apapun Firโ€™aun ternyata tidak mengahalangi istrinya yaitu Asiyah bintu Muzahim menjadi wanita penghunin surga. Bahkan kisah dan ketegaran batinnya diabadikan dalam Al Qurโ€™an.

{ ูˆูŽุถูŽุฑูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ู…ูŽุซูŽู„ู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉ ููุฑู’ุนูŽูˆู’ู† ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฑูŽุจู‘ ุงุจู’ู† ู„ููŠ ุนูู†ู’ุฏูƒ ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉ }

โ€œDan Allah membuat isteri Firโ€™aun sebagai perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: โ€œYa Robbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam Firdaus, dan selamatkanlah aku dari Firโ€™aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zholim.โ€ ( At Tahrim 11)

Percayalah saudari, kalau anda mendambakan kebahagiaan, percayalah bahwa kebahagian itu hanya Allah yang punya, bila anda beriman dengan baik, pasti anda bahagia, sebagaimana Asiyah bintu Muzahim bisa tetap berbahagia walau suaminya adalah manusia paling jahat di dunia.

Saudariku ! Selama anda mengharapkan kebahagiaan dari suami anda niscaya anda kecewa dan menderita.

Namun setiap kali anda fokus menunaikan tugas dan kewajiban anda sebagai istri, sedangkan hak dan kebahagian hidup anda, hanya anda pinta kepada Allah Yang Maha Kuasa, niscaya anda bahagia, siapapun suami anda.

Bila anda berkata: โ€˜kok bisa ya wanita sholehah dinikahi lelaki jahat seperti itu ?โ€™

Ya.. untuk membuktikan dan menguji kekuatan iman Asiyah bintu Muzahim, karena kalau tanpa ujian, niscaya kesempurnaan iman beliau tidak terbukti.

Terlebih bagi saya dan juga anda, sehingga bisa jadi anda akan bertanya: โ€˜apa hebatnya dia sehingga kita dianjurkan meneladaninya dan dia dimasukkan ke dalam surga ?โ€™

Nabi Muhammad Shollallahu โ€™alaihi wasallam bersabda :

โ€œุฅู† ุนุธู… ุงู„ุฌุฒุงุก ู…ุน ุนุธู… ุงู„ุจู„ุงุก ุŒ ูˆุฅู† ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุฅุฐุง ุฃุญุจ ู‚ูˆู…ุง ุงุจุชู„ุงู‡ู…ุŒ ูู…ู† ุฑุถูŠ ูู„ู‡ ุงู„ุฑุถุงุŒ ูˆู…ู† ุณุฎุท ูู„ู‡ ุงู„ุณุฎุท โ€ ุญุณู†ู‡ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ.

โ€œSesungguhnya besarnya pahala itu setimpal dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah Taโ€™ala mencintai suatu kaum, maka Ia akan mengujinya.

Barang siapa yang ridho dengan ujian itu maka baginya keridhoan Allah, dan barang siapa yang marah/benci kepada ujian tersebut, maka baginya kemurkaan Allahโ€ (At Tirmizi)

Jadi suamimu kayak gitu.. karena Allah sayang kepadamu, agar engkau bisa berjiwa besar, dan dapat pahala besar.

Selamat mencoba, semoga bahagia selalu bersamanya.

โœ๐Ÿผ Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ .

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“š TIDAK SEMUA PRASANGKA DOSA*

Allah taโ€™ala berfirman:

ูŠูŽุงุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽูŽุฐูŠู† ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ู‘ู ุฅูุซู’ู…ูŒ

โ€œWahai orang-orang yang beriman jauhilah oleh kalian kebanyakanย dzhonย (prasangka), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.โ€ (Al-Hujurot: 12)

Lahiriyah ayat ini menunjukkan tidak semua prasangka jelek dilarang yaitu sebagian dari prasangka itu dosa, sebagian lagi tidak.

Al-Qodhi Iyadh menjelaskan, "Prasangka yang dilarang adalahย dzhonย yang murni semata-mata persangkaan belaka. Tidak dibangun di atas landasan dan tidak didukung dengan bukti yang kuat." (Ikmalul Muโ€™lim bi Fawa'id Muslim 8/28)

Syaikh Al-'Allamah Abdul Aziz bin Baz berkata:

"ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ุงุฌุชู†ุจูˆุง ูƒุซูŠุฑุง ู…ู† ุงู„ุธู† ุฅู† ุจุนุถ ุงู„ุธู† ุฅุซู…" ูุฃู…ุฑ ุณุจุญุงู†ู‡ ุจุงุฌุชู†ุงุจ ุงู„ูƒุซูŠุฑ ุ› ู„ุง ูƒู„ ุงู„ุธู† ุŒ ูˆู‚ุงู„: "ุฅู† ุจุนุถ ุงู„ุธู† ุฅุซู… " ูˆู„ู… ูŠู‚ู„: ูƒู„ ุงู„ุธู† ุฅุซู…ุŒ ูุฏู„ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุฌูˆุงุฒ ุงู„ุธู† ุงู„ุณูŠุฆ ุฅุฐุง ุธู‡ุฑุช ุฃู…ุงุฑุงุชู‡ ูˆูˆูุฌุฏุช ุฏู„ุงุฆู„ู‡

"Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman jauhilah oleh kalian kebanyakan dzhon (prasangka), karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.โ€ Dalam ayat ini Allah memerintahkan agar menjauhi kebanyakan prasangka, bukan semua prasangka. Sebab Allah berkata, "Sebagian dari prasangka itu adalah dosa", dan Allah tidak berkata, "Setiap prasangka itu dosa". Maka diperbolehkan su'udzhdzhon (jelek sangka) selama ada indikasi kejelekannya." (Via binbaz)

Maka boleh berprasangka jelek kepada orang yang lahiriyahnya batil, menolak kebenaran atau menyelisihi syariat. Namun bila tidak ada indikasi yang jelas maka su'udzdzhon hukumnya harom dan bawalah kepada kemungkinan-kemungkinan yang lebih baik.

๐Ÿ“‚ Manhajulhaq

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam
Forwarded from TEGAR DI ATAS SUNNAH
*๐Ÿ“šAPA YANG DIINGINKAN WANITA DARI SEORANG LELAKI?*

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู…ู

Saudaraku rahimakumullah, istri adalah amanah Allah 'azza wa jalla di pundak suami, wajib atas suami memperlakukan istri dengan baik.

Allah 'azza wa jalla berfirman,

ูˆูŽุนูŽุงุดูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู

โ€œDan pergaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang baik.โ€ [An-Nisa: 19]

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

ููŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ููŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูู… ุฃูŽุฎูŽุฐุชูู…ููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ุจูุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณุชูŽุญู„ูŽู„ุชูู… ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ุจููƒูŽู„ูู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œBertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan para wanita, karena kalian telah mengambil mereka (sebagai istri) dengan perjanjian Allah dan menghalalkan hubungan suami istri dengan kalimat Allah.โ€ [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahuโ€™anhu]

Istri adalah wasiat Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam untuk para suami agar menjauhi dosa dalam memperlakukannya.

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽูŠ ุฃูุญูŽุฑู‘ูุฌู ุนู„ูŠูƒู… ุญู‚ู‘ูŽ ุงู„ุถุนูŠููŠู†ู : ุงู„ูŠุชูŠู…ู ุŒ ูˆุงู„ู…ุฑุฃุฉู

"Sesungguhnya aku mengingatkan kalian dosa menyia-nyiakan hak dua yang lemah: Anak yatim dan wanita." [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Shahihul Jaami': 2447]

Dan termasuk berbuat baik kepada istri adalah memenuhi keinginannya terhadap suami, selama tidak bertentangan dengan syari'at.

Lalu apa yang diinginkan seorang istri terhadap suami?

Asy-Syaikh Prof. Dr. Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata,

ุจุงุฎุชุตุงุฑ ุชุฑูŠุฏ ุงูˆู„ุง ุงู„ุฃู…ุงู†... ู„ุง ุชุฑูŠุฏ ุฒูˆุฌุง ูŠุฌุนู„ู‡ุง ุชุนูŠุด ููŠ ุฎูˆูุŒ ูƒุฃู† ูŠู‡ุฏุฏู‡ุง ุฏุงุฆู…ุง ุจุงู„ุฒูˆุงุฌ ุนู„ูŠู‡ุง... ุงูˆ ูŠุดุนุฑู‡ุง ุจุฃู† ุงุตุญุงุจู‡ ูˆุงู„ุฌู„ูˆุณ ู…ุนู‡ู… ุงู‡ู… ู…ู† ุงู„ุฌู„ูˆุณ ู…ุนู‡ุง... ุงูˆ ุชุดุนุฑ ุจุฃู†ู‡ ูŠู…ูƒู† ุงู† ูŠุชุฑูƒู‡ุง ุจุณุจุจ ุทูˆู„ ุนูŠู†ู‡ ุงู„ุชูŠ ูŠุชุชุจุน ุจู‡ุง ุงู„ู†ุณุงุก..

ุชุฑูŠุฏ ุฒูˆุฌุง ูŠุญุชุฑู…ู‡ุง.... ูู‡ูˆ ูŠุดุงูˆุฑู‡ุง.... ูˆู„ุง ูŠู‚ู„ู„ ู…ู† ู‚ูŠู…ุชู‡ุง.. ูŠุนุฌุจู‡ ุฌู…ุงู„ู‡ุง... ูˆุญุฏูŠุซู‡ุง... ูˆุทุจุฎู‡ุง... ูˆู„ุง ูŠู†ุชู‚ุตู‡ุง ุงู…ุงู… ุงุญุฏ.

ุชุฑูŠุฏ ุฒูˆุฌุง ูŠุนุทุจู‡ุง ุงู„ุญู†ุงู† ุงู„ุฐูŠ ุชุญุชุงุฌู‡ ุจุนุฏ ุชุนุจู‡ุง ููŠ ุจูŠุชู‡ ูˆู…ุน ูˆู„ุฏู‡.

ูˆุชุฑูŠุฏ ุญุจุง ุตุงุฏู‚ุง... ูŠุฌุนู„ู‡ุง ุชุดุนุฑ ุงู†ู‡ุง ุงุฎุชุตุฑุช ู„ู‡ ูƒู„ ุงู„ู†ุณุงุก...ุญุจุง ูŠุดุนุฑู‡ุง ุจุฃู†ูˆุซุชู‡ุง...

ูู„ุง ุชุจุฎู„ ุนู„ูŠู‡ุง ูŠุง ุฒูˆุฌู‡ุง... ูˆุงุชู‚ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ุง ูุฅู†ู‡ุง ุฃุญุฏ ุงู„ุถุนูŠููŠู†... ุงู„ุฐูŠู† ุงูˆุตุงู†ุง ุจู‡ู…ุง ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู….

Secara singkat aku jelaskan, wanita menginginkan dari laki-laki:

1. Kenyamanan. Wanita tidak ingin suaminya membuat ia hidup dalam kekhawatiran, seperti:
- Suami yang suka mengancam akan poligami.
- Suami yang membuat istri merasa bahwa sang suami duduk bersantai bersama teman-temannya lebih penting daripada bersama istri.
- Suami yang membuat istri merasa sewaktu-waktu suaminya akan meninggalkannya lalu menikah dengan wanita lain, karena sang suami tidak menjaga pandangannya dari wanita lain.

2. Wanita ingin suami memberikan kelembutan dan kasih sayang, yang ia butuhkan (terutama) setelah capek mengurus rumah dan anak.

3. Wanita ingin suami mencintainya dengan jujur, yang membuat ia merasa telah mengalahkan semua wanita di hati suaminya, yang membuat ia dihargai sebagai wanita.

Maka janganlah engkau pelit untuk memberikan apa yang diinginkan istrimu wahai suami.

Dan bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan istrimu, karena istri adalah salah satu dari dua yang lemah, yang telah diwasiatkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk kita perlakukan dengan baik.

Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1308949352587877

*Repost by :*
*๐ŸŒ€TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
โ–ชIkhwan : bit.ly/2Ol9Avt
โ–ชAkhwat : bit.ly/2xbTmhr
*Telegram* : bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam