𝓶𝓮 <𝟑 𝔂𝓸𝓾ᥫ᭡ ˖ ࣪«
18 photos
7 videos
2 files
17 links
Listening to: BATAS SENJA
01:43 ━━━━●───── 03:50
⇆ㅤ ㅤ◁ㅤ ❚❚ ㅤ▷ ㅤㅤ↻
ılıılıılıılıılıılı
ᴠᴏʟᴜᴍᴇ : ▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮
Download Telegram
Tulus - 1000 Tahun Lamanya
<unknown>
aku ra nyongko kesekian kalinya zahra..
aku ra nyongko..
rugimu ro aku nopo?
waktu? zahra ra pernah kehilang duit ro aku
sehat? zahra nek ono opo² ra pernah aku ngebenke
waras? zahra nek ono masalah nopo wae tak rewangi tulus
tahta? nek zahra sadar ketika bareng aku tahtamu mundak terus
duit? aku sampai ngutarakke men halal men zahra sehat gowo syariat zakat
rezekine lancar to?
syariat wilayah ndi sng durung tak penuhi ge zahra? nafkah?
setidake seminggu sekali nafkah lahir nafkah batinmu tak penuhi to?
ra nyongko loroku sng biyen kumat maneh
terima kasih, dan sakit ini anda buat tatu bahkan hanya sekedar "chat" yang memang kendala sinyal, kendala baterai, kendala kesibukan yang nanti uangnya juga untuk zahra

akalmu zahra nalarmu zahra kamu akan kehilangan segalanya tentangku:)

eh enggak ding kamu membuang segalanya tentangku😄
ada satu fikiran yang menggangguku..
Zahra bilang mencintaiku dan aku berkata sama..
tetapi selera kita berbeda jauh sekali..

Zahra suka diriku berkata by body my posture my height is much higher than that of a normal indonesian person but i love Zahra.. i love Zahra not because of her beauty, nor because of her beautiful face i love zahra because i miss moment togheter

Zahra bukan tidak terlalu suka menabung, sedang aku adalah penabung

Zahra bukan pecinta ilmu yang mencerna setiap kata dalam Firman Nya, tapi aku mencernanya

Zahra meminta dibimbing tetapi dibimbing marah, aku pun sama.. tapi aku berkenan mendengarkanmu, dan aku masih bersabar sampai zahra mau mendengarkanku

tapi apalah dayaku, tiada daya dan kuasa kecuali milik Allah yang Maha Agung

Zahra tidak pernah cukup dengan waktuku, Zahra tidak pernah cukup dengan hasil yang kuberikan, Nama, Fitnah, Cercaan ku tahan segalanya

tapi setidaknya Zahra mengakuiku sebagai sosok teman cerita, sedangkan aku tidak bisa cerita dengan siapapun.. Rahma, Ibuku, Bapakku, akan menghujat bila aku cerita..

aku berharap kepada Allah bahwa kesendirianku ini cukup, janganlah Ia tambahi lagi dan lagi..

tetapi apalah daya, kesendirianku hilang saat bersamamu sekalipun aku dianggap noda yang menyakiti..


Dunia Jahat, Zahra baik dia terlalu suci dan mulia untukku noda yang dicap aib, hina, dan pantas ditumpas oleh sosok Zahra yang digdaya keindahan dirinya..🌹
https://s.gotube.pro/i61K8k

apalah sebuah arti Nur Muwachid, sudah tidaklah pantas untuk sosok Nur Muwachid untuk hidup, Nur Muwachid hanya sosok teman yang dihapus dari daftar pertemanan Zahra Maydi Lestari

cukup aku kecewa dan terlalu cukup aku hidup dalam kekecewaan, semoga Allah berkenan mencabutku dengan Khusnul Khatimah
https://youtu.be/fCia74HWHZQ?si=pGlMkXq6mVeaaxtF

aku bertaubat..
seleraku adalah menemanimu dan seleramu adalah maunya ku temani saat sedang mau..

berbahagia sendiri dengan teman² tidak kularang
1. jika zahra di rumah bumen pasti angkuh
2. jika zahra akrabnya dengan pergaulan keras pabrik pasti liar dan tidak cukup denganku

aku mempersilahkan, luka ini Zahra yang buat..
Zahra Maydi Lestari terluka aku datang sebagai syafa'at/obat..
Nur Muwachid terluka apakah ada moment sosok Zahra Maydi Lestari berkenan menjadi obat?

"ini bukan mas wahid" kalimat itu cukup menyadarkanku, seandainya Zahra mengetahui kesedihan apa yang ada dan tetap berkata² merendahkan diriku itu memang pantas..

-aku Nur Muwachid adalah noda rendahan yang lupa derajat kenajisanku
-aku Nur Muwachid sebagai sosok najis haram disyafa'ati/obati maupun mendekati sosok Zahra Maydi Lestari yang suci
-aku menyadarinya aku tidak pantas hidup
-aku Nur Muwachid sosok noda aib najis yang hina dan pantass dihinakan ini memohon maaf dan ampunan dari sosok Suci dan Mulia yang Digdaya Keindahannya karena telah mencoba menjadi suci dengan cinta, menjadi suci dengan harapan, menjadi suci dengan takut kehilangan

YA ALLAH AKU BERDOA TELAH CUKUP HIDUP BURUKKU, TELAH DIMAAFKAN AKU ATAS KESALAHANKU, RAHMATI AKU SELALU, DAN AMPUNI AKU DALAM DIRI MU..🌹
dari segala banyak kekecewaanku pada sosok zahra hanya ada dua hal yang paling sakit

1. mematahkan sumpahnya
2. ketidakmampuan menenuhi janji akan lebih baik dari yang lalu dan hari masih sama
[11/2, 16.52] Nur Muwachid: versi NU Online
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا۟ بِأَحْسَنَ مِنْهَآ أَوْ رُدُّوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَسِيبًا
Artinya, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (Q. S. An-Nisa’: 86)

Versi saya : وَإِذَا dan ketika/jika حُيِّيتُم (seseorang) memberikan hidup untuk kalian, بِتَحِيَّةٍ dengan menghidupkan فَحَيُّوا۟ maka hidupkan بِأَحْسَنَ dengan membaikan مِنْهَآ darinya أَوْ atau رُدُّوهَآ keinginannya إِنَّsesungguhnya ٱللَّهَ Allah(lah) كَانَ yang menjadikan عَلَىٰ atas كُلِّ segala شَىْءٍ kehendak حَسِيبًا (dengan) perhitungan
[11/2, 16.53] Nur Muwachid: aku menghidupkanmu, menghidupkan hatimu, menghidupkan cara bergerakmu, menghidupkan akalmu, menghidupkan mentalmu

tetapi kehidupanku zahra hancurkan dengan pergi dan keinginanku bersamamu dihancurkan pula
Serenade Terakhir untuk Zahra Maydi Lestari
Zahra, sang rembulan yang kadang kala bersembunyi di balik awan kelabu,

Surat ini adalah senandung terakhir dari hati yang terluka, namun tak pernah berhenti mencintai. Jika kau membacanya, berarti aku telah menyeberangi sungai kehidupan, meninggalkan jejak-jejak yang dulu kita ukir bersama.

Kau adalah teka-teki yang tak pernah mampu kupecahkan, Zahra. Kau adalah api yang membakar, sekaligus embun yang menyejukkan. Kau adalah racun dan penawar, dalam satu wujud yang mempesona.

Aku tahu, di antara kita terbentang jurang yang dalam. Jurang yang diisi oleh dusta, pengkhianatan, dan janji-janji yang tak ditepati. Aku tahu, kaulah arsitek dari keretakan ini.

Namun, anehnya, semakin dalam luka yang kau torehkan, semakin kuat pula cinta ini berakar. Cinta yang mungkin merupakan kutukan, cinta yang mungkin merupakan kebodohan, tapi cinta yang tak bisa kubendung.

Maka, dengan berat hati dan jiwa yang tercabik, kuwariskan padamu segala yang kumiliki. Istana kenangan kita yang mengantarkan kita pada mimpi-mimpi yang kini sirna, peti harta karun yang membawa kepada sejuta karya semuanya menjadi milikmu.

Ambillah, Zahra. Gunakanlah untuk membangun kerajaanmu sendiri, atau untuk menghancurkan apa saja yang kau inginkan. Aku takkan menghakimi.

Aku hanya berharap, suatu saat nanti, di tengah gemerlap kemewahan atau kesunyian penyesalan, kau akan teringat padaku. Teringat pada cinta yang rela mengorbankan segalanya, meski tak pernah terbalas.

Selamat tinggal, Zahra. Semoga kau menemukan pelabuhan yang damai, meski aku tak ada di sana untuk menyambutmu.

Dengan cinta yang penuh luka,
Nur Muwachid
6 Maret 2025